NovelToon NovelToon
Obsesi Tuan Perdana Menteri

Obsesi Tuan Perdana Menteri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Wanita perkasa
Popularitas:980
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

“Mereka tidak ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia. Mereka ditakdirkan untuk menguasainya.”

Di depan publik, Kael Arden adalah Perdana Menteri termuda yang sempurna—dingin, klimis, dan jenius politik yang tak tersentuh. Namun, reputasi itu hancur saat Aurelia Vane, CEO Vane Group sekaligus Ratu dunia bawah tanah, mempermalukannya di panggung internasional. Bagi Kael, Aurelia adalah ancaman negara yang harus dihancurkan. Bagi Aurelia, Kael hanyalah pria sombong yang perlu diajari cara berlutut.

Perang ego di depan kamera berubah menjadi obsesi gelap di balik pintu tertutup. Dari ruang kerja yang sunyi hingga pesta pelelangan rahasia, setiap konfrontasi verbal mereka selalu berakhir dengan ketegangan sensual yang menyesakkan napas. Kael yang terbiasa mengendalikan negara justru kehilangan kendali atas dirinya sendiri, sementara Aurelia dengan manipulatif memanfaatkan hasrat pria itu untuk menghancurkan pemerintahannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dangerous Jealousy

Perairan internasional adalah kanvas kosong di mana semua dosa bisa dilukis tanpa takut akan penghakiman. Di atas The Sovereign, musik techno kini telah berganti menjadi irama yang lebih primitif, lebih menuntut. Kael Arden berdiri di sudut bayangan dek VIP, mencoba mengatur napasnya yang terasa semakin sesak. Oksigen di ruangan ini seolah telah dicuri oleh kehadiran Aurelia Vane yang kini sedang berada di tengah lingkaran para predator.

Setelah saling menyapa di dek 2, Aurelia turun meninggalkan Kael untuk menyapa tamu-tamunya atau lebih tepatnya, para pemuja Aurelia.

Aurelia sedang dikelilingi oleh sekelompok pria yang menatapnya dengan rasa lapar yang tidak disembunyikan. Di sebelah kanannya adalah Dante Moretti, gembong kasino dari Italia yang dikenal karena kekejamannya. Dante sedang membisikkan sesuatu ke telinga Aurelia, wajahnya begitu dekat hingga bibirnya hampir menyentuh anting berlian Aurelia. Yang membuat darah Kael mendidih adalah tangan Dante yang kini menetap di pinggang Aurelia, jari-jarinya tampak mencengkeram sutra emas gaun wanita itu dengan kepemilikan yang tidak pantas.

Kael melangkah keluar dari bayangan. Langkah kakinya berat, membelah kerumunan tamu elit yang secara instingtif mundur ketika merasakan aura predator yang memancar dari tubuhnya.

"Miss Vane," suara Kael memotong keriuhan. Dingin, tajam, dan mengandung otoritas yang tak terbantahkan.

"Ah, Tuan Perdana Menteri," ujar Aurelia dengan nada malas. "Perkenalkan, ini Dante Moretti, kalian sudah pernah bertemukan?"

Dante menatap Kael dengan nada mengejek. "Dia terlihat... terlalu formal untuk pesta seperti ini. Seperti seorang pelayan yang tersesat di ruang tamu tuannya." Dante tertawa, dan tangannya di pinggang Aurelia bergerak sedikit lebih rendah, sebuah tantangan terbuka.

Kael tidak bicara. Dalam satu gerakan kilat, ia mencengkeram pergelangan tangan Dante dengan kekuatan yang membuat sendi pria itu berderak. "Lepaskan tanganmu darinya," desis Kael. "Atau aku akan memastikan tanganmu tidak akan pernah bisa memegang apa pun lagi, baik itu chip kasino maupun nyawamu sendiri."

Dante melepaskan tangannya dengan kasar. Kael segera melingkarkan lengannya yang kuat ke pinggang Aurelia, menarik wanita itu dengan sentakan kasar hingga tubuh mereka terkunci. "Aku tidak butuh hukum untuk menghancurkan siapa pun yang menyentuh apa yang menjadi milikku, Aurelia. Pesta ini selesai untukmu."

Ia menarik Aurelia menembus kerumunan menuju lift pribadi yang menuju ke anjungan paling atas. Begitu pintu lift tertutup dengan bunyi klik pneumatik yang final, Kael mendorong tubuh Aurelia ke dinding besi yang dingin.

Tanpa sepatah kata pun, Kael melepaskan jas vicuña-nya dan melemparnya ke lantai. Ia merobek kancing kemeja putihnya dengan kasar hingga kancing-kancing itu berhamburan, menunjukkan tubuh kekar ideal miliknya yang selama ini tersembunyi di balik lapisan birokrasi, otot-otot yang menegang karena adrenalin dan amarah yang murni.

"Kau menyukai itu, bukan?" desis Kael, suaranya parau oleh gairah yang menyiksa. "Kau suka melihatku kehilangan akal hanya karena pria brengsek itu menyentuhmu."

Kael menurunkan tali gaun emas Aurelia dengan gerakan yang tidak mengenal kelembutan, menunjukkan tubuh bagian atas wanita itu yang seputih porselen di bawah lampu neon biru lift. Ia mengunci tubuh Aurelia dengan lengannya, menekan wanita itu hingga tidak ada lagi ruang untuk melarikan diri.

Kael membungkam bibir Aurelia dengan ciuman yang merupakan sebuah serangan. Setelah tautan bibir yang penuh kekerasan itu, Kael mengangkat tubuh Aurelia, menggendongnya keluar lift menuju sebuah sofa kulit besar yang sudah disiapkan di depan jendela luas yang menghadap ke langit malam dan samudra hitam yang tak berujung.

Masih dengan bibir yang bertaut dan napas yang beradu, mereka melepaskan sisa-sisa kain yang masih menempel di kulit mereka. Kael mulai menyesap kasar payudara Aurelia, meninggalkan jejak kepemilikan di sana, sementara tangannya bergerak ke bawah, mengaduk area sensitif Aurelia dengan ritme yang menuntut.

Desahan menggila mulai lolos dari tenggorokan Aurelia, memecah kesunyian anjungan itu. Kael berhenti sejenak, menyeringai penuh kemenangan saat menatap wajah Aurelia yang mulai kehilangan kendali.

"Ini yang kau mau bukan, Miss Vane?" tanya Kael, matanya menyala dengan kegilaan obsesif.

"Ya... dan aku tahu, kau tahu caranya," ucap Aurelia sambil mencengkeram dan menarik rambut hitam klimis Kael, memaksanya untuk kembali turun.

Kael mengangkat kedua kaki Aurelia dan meletakkannya di atas bahunya sendiri. Dengan brutal, ia menjilati dan menghisap area sensitif Aurelia tanpa ampun, menggunakan lidahnya untuk menghancurkan sisa-sisa pertahanan wanita itu. Satu tangannya meremas dan memainkan puncak payudara Aurelia dengan kasar, membuat tubuh wanita itu menggeliat dan melengkung di atas sofa.

Aurelia mencengkeram rambut Kael semakin keras, kuku-kukunya melukai kulit kepala pria itu, namun hal itu justru menambah hasrat Kael menjadi semakin liar. Kael kemudian berdiri, menjulang di atas Aurelia dengan tatapan predator. Aurelia menyeringai di bawahnya, menantang sang iblis untuk segera mengambil haknya.

Dengan hentakan yang kasar dan dalam, Kael memasukkan miliknya, menghujam inti Aurelia dalam satu gerakan yang meruntuhkan segala martabat yang tersisa. Aurelia terkesiap, tangannya secara insting bergerak untuk merangsang dirinya sendiri dengan meremas dan memainkan payudaranya sendiri seiring dengan setiap hentakan Kael yang mematikan.

Keduanya saling menatap liar di tengah keremangan. Mata mereka bertemu, memancarkan api persaingan yang tidak kunjung padam, tidak ada yang mau menyerah, tidak ada yang mau memperlihatkan jika mereka telah tenggelam sepenuhnya dalam kebrutalan ini.

Hentakan Kael menjadi semakin keras dan cepat, didorong oleh insting untuk menaklukkan sepenuhnya. Kuku panjang Aurelia mencengkeram lengan kekar Kael, menyisakan bekas lecet kemerahan yang terasa perih namun nikmat. Di tengah laut lepas, hukum manusia benar-benar telah mati, digantikan oleh ritme tubuh dua orang yang bersedia menjadi iblis asalkan mereka bisa memiliki neraka mereka sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!