NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 Kenyataan

Di lantai 2 terlihat Tami yang berdiri melihat bagaimana Arash menarik Shafiya memasuki mobil dengan paksa.

"Kamu memunculkan insiden ini?" Tami tampak kaget mendengar suara tersebut membuatnya meleleh ke belakangnya dan ternyata tetap adalah Amelia.

"Lama sekali menunggu pertunjukannya, jadi jika tidak memulai maka pertunjukan ini tidak akan ada," jawab Tami.

"Sungguh malang sekali nasib wanita itu harus menanggung semuanya," ucap Amelia dengan tersenyum miring.

"Dia memang harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya, Arash jika tidak bersalah," ucap Tami tersenyum penuh dengan kebingungan.

*****

"Mas kamu bawa aku ke mana?"

"Mas!"

Arash tidak mendengarkan pertanyaan Shafiya, dia tetap fokus menyetir dengan kelajuan yang sangat tinggi. Shafiya bahkan begitu takut di dalam mobil tersebut seperti sedang menantang nyawa.

"Mas, tolong pelan-pelan!"

"Diam...!" bentak Arash dengan suara menggelegar.

"Ada apa sebenarnya dengan kamu. Mas, kenapa harus bertindak seperti ini, kita berdua bisa mati, kamu jangan menantang bahaya!" ucap Shafiya mengingatkan suaminya itu.

"Bukan aku yang menantang bahaya, tetapi kamu yang sejak tadi menantang diriku dan ingin menguji kesabaranku!" tegas Arash.

"Mas aku...."

Semakin Shafiya berulah dan semakin Arash melakukan tindakan buruh dalam menyetir dan bahkan hampir saja saling tabrakan dengan mobil melaju kencang di hadapannya.

Jantung Shafiya benar-benar diuji habis-habisan oleh Arash, jantung itu Ingin jatuh dari tempatnya.

"Ya Allah, sesungguhnya hamba hanya berserah diri kepadamu, hamba meminta Pertolonganmu atas apa yang terjadi, kendalikan emosi suami hamba yang berlebihan, berikan ketenangan kepadanya," batin Shafiya dengan air mata yang jatuh.

Tidak lama akhirnya mobil itu berhenti, Shafiya merasa lega jika di dalam perjalanan tidak terjadi apapun dengan mereka berdua meski sang suami menyetir meski sang suami menyetir seperti dipengaruhi iblis.

Shafiya melihat di sekitarnya, tempat itu tak lain adalah pemakaman yang membuat Shafiya semakin bingung dengan tujuan suaminya membawanya ke tempat itu. Arash keluar dari mobil terlebih dahulu dan kemudian membuka pintu mobil di bagian Shafiya dengan menarik paksa Shafiya keluar dari mobil tersebut.

"Mas mau kemana kita?"

"Mas tolong sakit!"

Shafiya berkali-kali mengeluh, tetapi Arash tetap saja menyeretnya dengan kasar melewati pemakaman yang tidak terdapat satu orang pun di sana, sampai akhirnya tiba di salah satu pemakaman dan Arash menjatuhkan Shafiya tepat pada mesan pemakaman tersebut.

Kepala Shafiya terangkat melihat mesan tertulis Chantika Aurelia dan bahkan di sana juga terdapat foto Chantika. Shafiya semoga begitu terkejut dan melihat kembali ke arah Arash.

"Kau sudah menemukan jawaban mengapa aku menikahimu?" tanya Arash.

"Apa maksudnya? Apa Chantika kekasih kamu sudah meninggal?" tanya Shafiya.

"Seperti yang kau lihat menggunakan mata dan kepalamu, jika foto yang baru saja kau sobek dengan tangan kotor mu adalah wanita yang sudah tidak ada di dunia ini!" tegas Arash.

Shafiya benar-benar terkejut dan tidak percaya, pantas saja suaminya itu begitu marah pada Shafiya karena foto yang terjatuh itu dan ternyata wanita yang dicintai itu sudah mati.

"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Shafiya.

Arash berjongkok tepat di sebelah Shafiya dengan wajah mereka saling bertemu dan tatapan Shafiya bener-bener begitu penasaran.

"Pria yang selalu kau banggakan, menjadi panutan untukku tak lain adalah seorang pembunuh dan dia adalah orang yang Chantika!" tegas Arash.

"Maksud kamu?"

"Siapa maksud kamu?" tanyanya dengan suara bergetar.

"Siapa lagi jika bukan laki-laki yang kau panggil Abi!" teriak Arash.

Mata Shafiya terbelalak mendengar pernyataannya Arash, tetapi sungguh itu membuatnya tidak percaya dengan menggelengkan kepala.

"Jangan bercanda, jangan menuduh sembarangan. Abi tidak mungkin melakukan hal itu!" tegas Shafiya dengan menekan suaranya.

"Kau tidak percaya dia melakukan hal itu, kau sudah melihat jelas di depan matamu jika calon istriku sudah tidak ada lagi di dunia ini, calon istriku mati ditabrak oleh Thoriq. Dia tidak bertanggung jawab dan justru memilih lari!" teriak Arash memberi penjelasan kepada Shafiya.

Shafiya tidak mungkin semudah itu percaya.

"Semua terjadi di depan mataku Shafiya, bagaimana laki-laki itu tidak bertanggung jawab, memanipulasi semua barang bukti sehingga permasalahan ini tidak diselesaikan oleh pihak kepolisian. Chantika harus mati tanpa mendapat keadilan, 6 tahun berlalu dan sampai detik ini orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab atas tempatnya mendekam di penjara!" tegas Arash menekan suaranya.

"Sudah puas sekarang? Sudah puas dengan apa yang terjadi hah! jadi benar alasanku menikah dengan karena berhubungan dengan apa yang terjadi pada Chantika!" tegas Arash.

"Jika ayahmu tidak bisa bertanggung jawab atas perbuatannya, maka putri kesayangannya aku mau bayar sama tanggung jawab itu. Abimu akan rasakan bagaimana sakitnya orangnya dia cintai mati tanpa ada rasa belas kasihan!" tegas Arash.

Air mata Shafiya kembali menetes, Shafiya dengan tidak percaya dengan apa yang terjadi, sungguh di balik pernikahannya ada cerita, luka dan dendam yang dipendam oleh suaminya dan dirinya dipaksa untuk mempertanggungjawabkan semua itu.

"Jadi sekarang terima saja atas apapun yang aku lakukan kepadaku, Karena semua itu untuk membayar semua perbuatan keluargamu dan memiliki kuasa dan membuat orang yang aku cintai mati sia-sia!" tegas Arash.

Hiks-hiks-hiks-hiks.

Shafiya hanya bisa menangis dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.

"Ini tidak mungkin. Abi tidak mungkin melakukan hal itu, dia orang yang baik dan sangat bertanggung jawab. Ini pasti ada kesalahan. Aku menanyakan kebenarannya sendiri kepadanya!" tegas Shafiya berdiri ingin meninggalkan pemakaman tersebut tetapi langsung dihentikan oleh Arash.

"Pergilah dan tanyakan secara langsung kepadanya, dengan begitu dia akan menyadari bahwa semua perbuatan jahat dan akan ditanggung oleh putrinya. Dia akan mengetahui bahwa pernikahan putrinya begitu sangat menderita karena perbuatannya," ucap Arash memberi peringatan kepada Shafiya.

Shafiya saat ini sungguh tidak bisa melakukan apapun, benar apa yang dikatakan Arash, jika dia pergi dan bertanya secara langsung maka kekhawatiran keluarga Shafiya akan terjadi bahwa Shafiya mengalami penderita.

*****

Shafiya saat ini sembari berada di dalam mobil dengan Arash menyetir di sebelahnya, jika tadi Arash menyetir kesetanan dan saat ini kendaraan itu melaju dengan santai, mungkin karena emosi sudah tersalurkan dan Shafiya juga pada akhirnya mengetahui apa yang terjadi.

Di tengah perjalanan di malam hari itu tiba-tiba saja mobil itu berhenti di pinggir jalan, Shafiya kebingungan dengan melihat di sekitarnya tampak sepi.

"Turun...." ucap Arash.

Shafiya melihat serius ke arah suaminya itu.

"Kau tidak mendengar apa yang aku katakan?"

"Turun!" tegas Arash.

Shafiya tampaknya lelah harus mendebat apa yang dikatakan Arash dan membuatnya mau tidak mau akhirnya turun dengan terpaksa dari mobil tersebut.

Shafiya harus menginjak dinginnya aspal dengan kakinya tampak terluka dan sejak tadi dia memang tidak memakai sepatu yang diseret paksa oleh Arash.

Shafiya melihat bagaimana suaminya itu benar-benar meninggalkannya di tempat yang sangat sempit. Mobil ketemu lagi semakin jauh dan bahkan sudah tidak terlihat lagi.

"Kenapa harus aku yang menjadi korban?"

"Abi tidak mungkin melakukan hal itu?" ucap Shafiya masih menganggap semua ini adalah mimpi buruk.

Shafiya berjalan dengan langkah yang begitu lambat, Shafiya juga tidak tahu tujuannya ke mana sebenarnya, Shafiya hanya berharap jika ada pertolongan yang membawanya pulang.

Bersambung.....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!