NovelToon NovelToon
Disayangi Anak Mantan

Disayangi Anak Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Duda
Popularitas:50.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Bagaimana jadinya, jika seorang gadis terjebak dengan masalalu yang sudah lama ia kubur. Ya kisah ini dialami oleh Andini seorang gadis dewasa yang sehari-harinya sebagai penjaga kantin sekolah.
Andini memutuskan untuk tidak menikah karena dulu sempat gagal menjalin hubungan dengan seorang pria.
pada suatu ketika Andini dipertemukan dengan bocah kecil yang cukup aktif dan bisa dibilang nakal, semua guru yang ada sudah kawalahan, anehnya si bocah itu justru nurut dengan Andini?

Penasaran dengan kisah berikutnya. jangan lupa tetap pantengin terus hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Hari demi hari berlalu begitu saja. Namun bagi Darrel, waktu terasa berjalan sangat lambat, ada kehampaan yang diam-diam mengisi hari-harinya. Anak sekecil itu harus belajar menahan rindu sendirian.

Padahal banyak sekali yang ingin ia ceritakan.

Tentang nilai ulangannya yang tinggi, tentang pelajaran yang ia pahami dengan mudah, dan hal sekecil ini ingin rasanya ia berbagi dengan orang tersayang.

Namun sekarang, semuanya harus ia simpan sendiri. Penjagaan terhadapnya semakin ketat. Bahkan Nathan sampai menyuruh guru-guru di sekolah untuk tidak mengizinkan Darrel mendekati kantin.

Awalnya Darrel sempat memprotes. Namun sayang, protesnya tidak didengar, bahkan tidak ada jawaban ataupun penjelasan. Hanya larangan yang terasa semakin menekan.

Saat ini Darrel duduk diam di dalam kelas. Bel istirahat sudah lama berbunyi. Anak-anak lain berhamburan keluar, tertawa, berlari menuju kantin atau halaman sekolah.

Namun Darrel tetap duduk di bangkunya. Di depannya tergeletak kotak bekal yang disiapkan neneknya pagi tadi, ia hanya menatap kotak itu lama.

Sejak dua hari terakhir, ia bahkan tidak menyentuhnya sama sekali. Bukan karena makanannya tidak enak. Tapi karena entah kenapa… nafsu makannya perlahan menghilang.

Darrel menelan ludah pelan. “Mbak… aku pengin nasi gorengmu,” gumamnya lirih.

Aroma nasi goreng dari kantin seperti masih teringat jelas di kepalanya. Anak itu mengepalkan kedua tangannya.

“Sebenarnya ada apa…?” bisiknya pada dirinya sendiri.

“Antara Mbak sama Daddy… kenapa Daddy begitu membenci Mbak Kantin?”

Pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya. Namun tidak ada satu pun yang bisa menjawabnya.

Sementara itu, di kantin sekolah. Andin berdiri di balik meja dagangannya, sesekali matanya melirik ke arah deretan kelas di seberang halaman.

Berharap melihat satu sosok kecil keluar dari sana.

Darrel.

Namun harapan itu kembali pupus. Sudah dua hari terakhir Andin tidak melihat anak itu muncul di kantin. Biasanya, meskipun hanya sebentar, Darrel selalu menyempatkan diri untuk keluar.

Meskipun tidak berani mendekat, ataupun menyapa seperti biasanya, dan sekarang anak itu seperti benar-benar menghilang.

Andin menghela napas pelan.

“Ya Allah…” bisiknya lirih.

“Apakah Nathan benar-benar menjauhkan anaknya dariku…?”

Ada rasa sesak yang tiba-tiba memenuhi dadanya. Karena tanpa ia sadari, bukan hanya Darrel yang merindukan pertemuan kecil itu.

Ia juga.

  ☘️☘️☘️☘️

Hari itu pelajaran berjalan seperti biasa, guru di depan kelas masih menjelaskan materi yang harus mereka catat di buku masing-masing. Anak-anak tampak sibuk menyalin tulisan di papan tulis, beberapa terlihat mulai menguap karena udara siang yang terasa hangat.

Namun berbeda dengan Darrel.

Anak itu sedari tadi hanya menunduk di bangkunya. Pensil yang ia pegang bergerak pelan, tapi tulisan di bukunya mulai tidak beraturan. Kepalanya terasa berat, pandangannya pun sesekali berkunang-kunang.

Sejak dua hari terakhir ia hampir tidak makan dengan benar.

Bekal dari neneknya hanya ia buka lalu kembali ditutup, sementara uang jajan yang biasanya ia gunakan untuk membeli nasi goreng di kantin kini tidak pernah terpakai lagi.

Perutnya terasa kosong, tapi anehnya ia tidak benar-benar merasa lapar. Yang ia rasakan justru lemas yang perlahan menjalar ke seluruh tubuhnya.

Darrel mencoba mengangkat kepalanya dan melihat ke arah jendela kelas. Dari sana samar-samar terlihat atap kantin sekolah.

Bayangan Andin tiba-tiba muncul di dalam pikirannya.

“Mbak…,” gumamnya lirih tanpa sadar.

Tangan kecil itu kembali menekan kepalanya yang mulai terasa panas.

Guru di depan kelas masih berbicara, tapi suara itu perlahan terdengar semakin jauh di telinganya.

“Darrel, kamu sudah selesai menulis?” tanya guru tiba-tiba.

Anak itu berusaha mengangguk, namun tubuhnya justru terasa semakin berat. Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya.

“Rel?” panggil salah satu temannya yang duduk di sebelahnya.

Namun belum sempat Darrel menjawab, tubuh kecil itu tiba-tiba kehilangan keseimbangan.

Bruuk!

Kepalanya jatuh ke atas meja dengan cukup keras.

Sekelas langsung gaduh. “Pak! Darrel pingsan!” teriak salah satu murid.

Guru yang tadi mengajar langsung bergegas mendekat. Saat menyentuh kening anak itu, wajahnya langsung berubah panik.

“Panas sekali…”

Beberapa murid langsung disuruh memanggil guru piket dan membawa Darrel ke UKS. Tubuh kecil itu tampak begitu lemah saat diangkat oleh dua orang guru.

Di luar kelas, suasana yang tadinya tenang berubah menjadi sedikit heboh.

Sementara itu di kantin, Andin yang sedang membereskan peralatan masaknya tiba-tiba merasa dadanya berdebar aneh.

Padahal suasana kantin sudah mulai sepi sejak bel masuk berbunyi. Hanya tersisa beberapa piring kotor dan wajan yang belum sempat ia cuci.

Tangannya berhenti sesaat saat dari kejauhan ia melihat beberapa guru berlari tergesa-gesa menuju gedung UKS. Entah kenapa hatinya langsung diliputi rasa tidak tenang.

Seolah ada sesuatu yang sedang terjadi.

“Ya Allah… kenapa perasaanku jadi begini,” gumamnya pelan.

Andin mencoba menenangkan dirinya sendiri. Ia kembali merapikan meja dagangannya yang sudah hampir kosong, namun entah kenapa matanya terus saja melirik ke arah gedung UKS dari kejauhan.

Perasaan tidak enak itu semakin kuat, seakan ada sesuatu yang sedang menimpa seseorang yang ia kenal. Namun Andin mencoba menepis pikiran itu. Mungkin hanya anak yang jatuh saat bermain, atau sekadar sakit biasa.

Tanpa ia sadari…

anak yang selama dua hari ini ia tunggu-tunggu ternyata sedang terbaring lemah di sana, dengan tubuh yang panas tinggi.

Selesai membereskan dagangannya, Andin mencoba menghentikan salah satu anak yang berlarian ke arah UKS.

“He, ada apa?” tanya Andin dengan wajah serius.

“Itu Mbak Kantin… Darrel pingsan!”

Deg!

Hati Andin seperti runtuh seketika mendengar jawaban itu. Tanpa banyak bertanya lagi, ia langsung berlari menuju gedung UKS.

Langkahnya tergesa-gesa, bahkan napasnya mulai terengah. Entah kenapa dadanya terasa sesak, seolah sesuatu yang buruk benar-benar sedang terjadi pada anak itu.

Sesampainya di depan UKS, Andin memperlambat langkahnya. Dari celah pintu yang sedikit terbuka, ia melihat beberapa guru berdiri mengelilingi ranjang kecil di dalam ruangan itu.

Tubuh Darrel terbaring lemah dengan wajah pucat dan keringat yang membasahi dahinya.

Andin hanya berdiri di ambang pintu. Tangannya gemetar, tapi ia tidak berani masuk begitu saja.

Namun tiba-tiba…

anak kecil itu bergerak pelan di atas ranjang.

Bibirnya yang kering bergetar, seolah sedang mengigau.

“…Mbak…”

Suara itu lirih.

Sangat lirih.

“…Mbak Kantin… jangan pergi…”

Deg!

Jantung Andin seolah berhenti berdetak.

Dari balik pintu UKS itu, ia mendengar dengan jelas anak yang selama ini ia rindukan… memanggil namanya dengan suara yang lemah.

Air mata Andin langsung jatuh tanpa bisa ia tahan lagi. "Rel maafin Mbak."

Bersambung.

1
Sugiharti Rusli
bahkan dia lebih percaya saat sekarang Andin sedang bekerja dengan berjualan di sekolahannya, dia percaya mba kantin akan kembali nanti setelah selesai jualan
Sugiharti Rusli
padahal Darrel belum lama kenal Andin, kalo bukan karena sikap Andin yang baik dan tulus, ga mungkin juga Darrel bisa berubah
Sugiharti Rusli
bahkan dia bisa melihat perubahan besar Darrel ketika mengenal Andin yang tadinya sangat keras kepala, sekarang bisa lebih lembut,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya Nathan mulai meragukan kepercayaan tentang Andin yang melakukan kesalahan fatal dulu terhadap dirinya yah
Sugiharti Rusli
memang sih segala sesuatu kalo ada uang, segala urusan akan lebih mudah ditelusuri nya yah,,,
Sugiharti Rusli
wah si Mark bergerak cepat juga yah dia menyelidiki kasus Andin dulu
Sugiharti Rusli
justru sekarang si Vivian yang merasa khawatir kalo permainan kotornya akan segera terbongkar di hadapan sang putra
Sugiharti Rusli
tapi sekarang karena kamu sudah dewasa dan kamu juga tidak merasa memiliki kesalahan, buat apa takut,,,
Sugiharti Rusli
kamu saat itu sendirian dan tidak memiliki daya apa" mengahdapi mereka, jadi wajar sih sikap kamu dulu cupu
Sugiharti Rusli
dan memang karena mereka orsng yang berkuasa dan memiliki banyak uang dan koneksi,,,
Sugiharti Rusli
dulu mungkin usia kamu masih sangat muda, jadi masih banyak ketakutan yang kamu rasakan dulu,,,
Sugiharti Rusli
suatu kebenaran kalo memang saatnya harus terungkap, pasti akan terungkap cepat atau lambat sih,,,
Sugiharti Rusli
bagus Ndin, karena dulu kamu hanya memikirkan kesehatan mental kamu di hadapan urtunya Darrel
Sugiharti Rusli
apalagi putranya Darrel sangat menyayangi Andin yang memang begitu tulus menemaninya,,,
Sugiharti Rusli
semoga temannya itu bisa membongkar masa lalu si Andin dan jebakan ortunya sendiri
Sugiharti Rusli
karena kalo saja dia tidak mengikuti emosio nalnya dulu, dia bisa memakai akal sehatnya kan dulu
Sugiharti Rusli
padahal kalo Nathan memakai akal sehatnya, dia mengenal karakter Andin dari dulu seperti apa,,,
Sugiharti Rusli
bagus deh kalo pada akhirnya Nathan mau menekan egonya dan mau mulai menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dulu pada Andin,,,
Sugiharti Rusli
semoga si Nathan masih mau percaya ucapan Andin yah
Sugiharti Rusli
entah apa reaksi Nathan saat tahu ada andil ortu dan juga mendiang istrinya yang menyebabkan mereka terpisah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!