NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Bab 9

Di perpustakaan sekolah, Arina, dan Rania tengah duduk sambil menatap buku soal yang di berikan guru pada mereka. Buku soal yang penuh dengan pertanyaan yang belum di jawab, sementara Rania masih sibuk menghitung, Arina sudah selesai dengan dua tiga soal di hadapannya. Rania tidak heran dengan keahlian menghitung Arina yang mengerikan, dia tahu jelas jika sahabatnya itu punya keahlian menghitung super cepat yang menakjubkan.

Keahlian Arina adalah Matematika, dan bahasa. Kelak Arina bercita-cita ingin menjadi guru matematika, dia ingin kuliah di Singapore, dan merasakan adrenalin matematika yang tidak dia ketahui, meski Arina tertarik juga dengan ekonomi, dia lebih mencintai matematika bagaimanapun juga. Sementara itu Rania ingin menjadi dokter, ke ahlian Rania adalah Ilmu Pengetahuan Alam, dia pintar dia Kimia, dan Biologi, meski Fisikanya tidak buruk, tapi dia lebih pintar di bisang Kimia, dan Biologi.

Rania ingin menjadi dokter sebab sejak kecil dia kagum dengan dokter yang bekerja di rumah sakit, setiap kali sakit pun Rania bukan anak yang diam saja, dia selalu bertanya dengan penuh banyak pertanyaan pada dokter. Meski begitu Rania sama seperti Arina, tujuannya adalah Singapore, negeri ilmu pengetahuan.

Arina Andrews memiliki pemahaman terhadap mata pelajaran yang sangat cepat, sehingga tidak heran nilainya selama ini selalu baik, dan selalu menjadi juara umum berturut-turut. Sementara Arina sibuk dengan berganti buku soal yang di berikan guru, Rania masih sibuk dengan buku pertama.

"Apa ada yang sulit? Aku akan bantu jika ada yang sulit." Tukas Arina, dia melihat sahabatnya seperti kesulitan.

"Kau tahu aku agak kesulitan dengan matematika. Aku tidak mengerti soal ini." Rania menunjuk salah satu soal pada Arina. Arina yang melihat itu langsung menjelaskan dengan sabar satu demi satu poin-poin penting. Setelah itu Rania yang merasa sudah paham mulai berganti lembar soal seperti Arina.

Bagi Arina berhitung adalah ke ahlian yang tidak bisa untuk tidak di miliki. Setiap orang setidaknya minimal harus bisa berhitung penjumlahan pengurangan, dan perkalian pembagian. Itu tentunya untuk mempermudah hidup.

Seseorang datang dia adalah Bagas, remaja pria yang menyukai Arina. Sikap cuek Arina selalu membuat Bagas ingin membuat Arina tertawa, tapi sayangnya Arina hanya tertawa saat ada Rania saja. Bahkan dengan Sarah pun Arina sering cenderung lebih serius ketimbang saat bersama Rania.

Rania gadis berkacamata tebal dengan kuncir dua itu pun menatap Bagas dengan heran. Tidak biasanya orang yang hanya tidur di kelas itu memasuki perpustakaan. Apa lagi dengan buku Kimia di tangannya.

"Kamu ngapain megang buku kimia? Kamu kan jurusan IPS Bagas?" Tanya Rania Putri penasaran. Bagas hanya tersenyum malu setelah tahu dia salah ambil buku.

"Salah ambil, tadi mau belajar sejarah." Ujar Bagas pada Rania. Bagas masih menatap Arina, sebab jika Arina berada di kelas, Bagas tidak akan bisa melihat Arina seperti sekarang.

"Berhenti menatapku. Aku risih dari tadi kamu tatap seperti itu." Ujar Arina keslal dengan Bagas.

"Oh jadi kamu kesini untuk melihat Arina? Lebih baik kamu perhatikan saja buku sejarah kamu, tidkak perlu melihat Arina, atau dia hanya akan kesal karena ulah kamu." Balas Rania.

Bagas kemudian menuruti kata-kata Rania, dia tidak ingin orang yang di sukanya malah kesal, dan menatap tidak suka padanya. Bagaimanapun juga Bagas ingin Arina menatapnya dengan perasaan suka, bukan perasaan risih seperti sekarang.

Tanpa di duga seorang lagi datang, dia adalah Selo, sahabat baik Bagas. Jika Bagas menyukai Arina, berbeda dengan Selo, dia menyukai gadis ceria seperti Rania. Meski baik Selo maupun Bagas sama-sama di tolak oleh dua anak kembar seperti Rania, dan Arina.

Selo yang lebih memilih jalan aman tanpa menyinggung Arina pun memilih untuk mengajak Bagas kembali ke kelas. Dia tidak ingin terlibat masalah dengan Arina. Dia tahu betul bagaimana jika membuat Arina marah. Bukannya membuat Arina tertawa, justru membuat dia marah.

Arina mengabaikan saja dua orang yang dari tadi terus saja bicara, kini mereka berdua sudah kembali ke kelas. Kedamaian serasa kembali lagi, Arina, dan Rania yang tadinya tidak bisa fokus sebab ada Bagas, dan Selo, kini bisa fokus kembali.

Arina melihat buku sejarah yang Bagas tinggalkan, jelas buku itu hanya sebuah alasan agar Bagas bisa berada di dekat Arina. Meski begitu Arina agak jengkel sebetulnya, sebab Bagas menganggu di saat yang tidak tepat, yakni saat Arina persiapan untuk menghadapi olimpiade tingkat nasional. Arina yang ambisius, dan tidak ingin tertinggal barang materi sekecil apapun pun, akhirnya merasa jengkel dengan kelakuan Bagas.

Kekanak-kanakan, itulah yang Arina pikirkan. Bagas bisa saja kan jika menemui Arina setelah Arina belajar? Kenapa harus saat belajar. Bikin tidak fokus saja.

Buku Matematika, dan bahasa Inggris di hadapan Arina kini terasa makin menarik, begitu juga dengan bahasa Indonesia, dan beberapa buku lain. Tapi Arina hanya ingin fokus di matematika saja, dia mungkin akan menghadapi soal-soal sulit matematika. Meski akan mudah bagi Arina menyelesaikan soal-soal tersebut, tetapi dia tidak ingin lengah. Bagaimanapun juga dia tidak ingin karenanya sekolah kalah dalam olimpiade.

Rania sering kali bertanya tentang soal-soal yang tidak dia mengerti, Arina tentu saja menjawab soal-soal tersebut dengan senang hati. Baginya tidak masalah jika Rania bertanya mengenai soal-soal yang di anggap sulit, asalkan bukan bergumam, atau berbicara, atau mengganggu seperti yang Bagas, dan Selo lakukan.

Hari mulai siang, guru sepertinya tidak masalah Arina, dan Rania belajar saja di perpustakaan mengurusi olimpiade. Mereka sepertinya tidak akan menegur selama itu bukan bolos. Jam mulai menunjukkan pukul dua belas, Arina, dan Rania pun memutuskan untuk kembali ke kelas, mereka tahu sebentar lagi saatnya pulang, karena guru sedang rapat.

Arina pun mengemasi barang-barangnya, dia menaruh kembali buku-buku yang tadinya dia gunakan, dan merapikan nya kembali. Rania juga sama, dia tidak ingin mengacak-acak perpustakaan lalu pergi begitu saja, dia merapikan kembali perpustakaan seperti sediakala.

"Ayo kita ke kantin dulu, aku lapar." Ujar Ranoa pada sahabatnya, dia selalu manja pada Arina, dan hanya pada Arinalah dia manja seperti itu.

"Ya sudan ayo, kita beli roti saja, nanti makan di kelas." Balas Arina pada Rania. Dia juga merasa lapar sepertinya.

Arina lalu menata kembali kursi perpustakaan seperti sedia kala, seperti Rania juga. Rania, dan Arina pun akhirnya keluar dari perpustakaan menunu kantin, keduanya tidak sabar membeli roti pisang kesukaan mereka.

Akhirnya sampai di kantin, begitu sampai di sana ternyata roti pisang kesukaan mereka sudah tinggal aromanya saja, sebab roti terakhir sudah di beli murid lain. Mereka pun hanya bisa merunduk kecewa, pada akhirnya mereka pun membeli roti rasa lain, yakni rasa keju. Arina meski bisa makan roti rasa lain, tapi dia, dan Rania paling suka roti rasa pisang bikinan kantin. Sebab roti rasa itu rasanya seperti best seller nya para roti. Tiap harinya roti rasa pisang selalu habis terjual. Tidak menyisakan satu roti pun untuk di sisakan.

Arina, dan Rania pun kembali ke kelas dengan membawa roti rasa keju. Sesampainya di kelas mereka seperti biasa mendapatkan tatapan mata yang berbeda-beda. Tentu begitu pula bagi Arina, tatapan mata yang berbeda itu sudah biasa baginya. Dia berpikir apakah orang-orang tidak ada kerjaan lain hingga mengurusi Arina yang cuek saja dengan keadaan sekitarnya.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝒘𝒂𝒘𝒂¹⁶⁵
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!