Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10.
Baru kali ini Naura melihat laki laki yang terlihat sabar di sepanjang hidupnya. Selain ayahnya, karena sebelum kejadian aneh yang menimpanya sekarang ini.
Ayahnya begitu sabar, perhatian dan juga begitu menyayangi Naura. Makanya Naura memilih tidak pacaran, karena dia memang sama sekali tidak kekurangan kasih sayang dari seorang laki laki.
Walaupun Naura hidup dalam kemiskinan. Namun, hidupnya bahagia dan di penuhi kasih sayang.
"Hah." Naura malah melongo.
Ting Ting tong
Bel masuk kelas pun berbunyi.
"Naura, ayok aku bantu jalan, kita ke kelas!" titah Liam sembari mengulurkan tangannya, guna membantu
Naura pun meraih tangan Liam. Dan di bantu Liam bangun untuk pergi meninggalkan UKS.
Mereka berdua jalan dan keluar dari UKS. Liam begitu erat menggandeng tangan Naura. Seakan untuk menunjukan kepemilikan jika Naura itu memang miliknya.
Apalagi baru kali ini Liam merasa sangat aneh. Tubuh nya seperti terserang aliran listrik saat berdekatan dengan Naura.
Apalagi Liam merasa juga hati nya seperti ada ribuan Kupu kupu yang menggelitik di dalam benaknya.
"Hal aneh apa yang menimpa ku sekarang ini?" sebuah tanda tanya besar merasuk di dalam pikiran Liam.
Liam memang terlambat masuk ke sekolah baru nya. Karena harus mengurus beberapa hal di ruang kepala sekolah.
Apalagi saat di ruang kepala sekolah. Liam itu kekeh meminta agar dapat sekelas dengan istrinya, dalam artian se kelas dalam pelajaran mau pun sekelas waktu tes sekolah di laksanakan.
Intinya apapun yang terjadi Liam ingin selalu dekat dengan istrinya. Sehingga hal itu membuat proses pendaftaran sekolahnya menjadi tambah lama.
Tapi Liam bersyukur, dia bisa menyelamatkan istri nya. Sebelum di jamah oleh laki laki lain.
Mereka berjalan berdua di koridor sekolah SMA Nusa bangsa. Tatapan kagum mengarah ke arah Liam.
Apalagi para murid perempuan, mereka semua sungguh merasa asing dengan ke hadiran Liam.
Liam begitu terlihat tampan dan mempesona. Dengan kulit putih pucat dan tinggi badan 180 cm.
Memiliki wajah yang begitu tampan dan juga imut. Perpaduan antara orang barat dan orang China. Dengan mata berwarna abu abu.
"Siapa sih dia? Tampan banget. Murid baru kah?" Ucap beberapa murid perempuan dengan suara yang cukup keras, masih bisa terdengar oleh Naura.
Meskipun begitu, Naura tidak terlalu memperdulikannya. Pikirannya masih begitu kaget dengan keadaan yang tiba-tiba merubah hidupnya. Selama ini, ia selalu menjadi anak yang manja pada kedua orang tuanya. Namun, sekarang ia harus hidup mandiri dan menyandang status sebagai istri, saat ia masih duduk di bangku SMA.
Naura masih belum merasakan adanya perasaan khusus terhadap Liam.
"Bagaimana aku bisa jatuh cinta padanya jika pernikahan kami bukan karena cinta?" batin Naura, sambil merenung sejenak.
Akhirnya, mereka berdua pun sampai di kelas yang akan Naura gunakan untuk mengerjakan tes. Dalam keadaan buru-buru dan merasa malu, Naura melepas tangan Liam dengan kasar. Ia belum pernah memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis sebelumnya.
Liam adalah orang pertama yang mengambil segalanya darinya, mulai dari ciuman pertama hingga pengalaman making of love.
"Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menerima keadaan ini atau melawan perasaanku sendiri?" gumam Naura dalam hati, mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan yang menghantui pikirannya.
"Pak maaf saya terlambat" ucap Naura sembari membungkuk kan badan. Liam yang melihat istrinya bertingkah seperti itu pun mengikuti apa yang istri nya lakukan.
"Eh tunggu," ucap Pak Tarto dengan nada agak jengkel.
Seketika membuat Liam mau pun Naura menoleh ke arah guru nya itu.
"Iya pak," sahut Naura. Sedangkan Liam hanya diam sembari mengamati situasi.
"Bukan kamu Naura, tapi itu teman kamu ... " tegur pak guru yang terkenal killer dan juga galak itu. Yang tak lain dan tak bukan adalah Pak Tarto di perkirakan berumur 41 tahun.
"Saya Pak," celetuk Liam dengan ekspresi dan tatapan dingin.
Setelah Liam bisa keluar dari alam kematian. Seakan tidak takut dengan apa pun kecuali Naura. Naura adalah kunci dan pemegang segel kehidupan nya. Dan sekarang Liam merasa mempunyai ikatan batin dengan Naura.
"Kamu murid baru kan? Ayo perkenalkan dulu diri kamu!" Ucap pak Tarto dengan tatapan nyalang ke arah Liam.
"Dan kamu Naura. Duduk ke kursi kamu!" ucap pak Tarto ke arah Naura.
Liam ber jalan gontai ke arah depan kelas. " Perkenalkan nama saya Liam Stevan Bouven saya pindahan dari sekolah Bright school " ucap Liam dengan wajah cool dan santai.
Kelas yang di huni Naura untuk ujian kali, di isi dari oleh murid dari ber bagai kelas. Dari kelas X, XI dan XII. Dan juga dari ber bagai jurusan. Ada IPA, IPS mau pun kelas bahasa
Para murid yang mendengar kan penuturan Liam pun menganga.
Bright school adalah sekolah ber taraf internasional. Selain mahal untuk masuk ke sekolah itu harus ikut berbagai tes dan wajib cerdas mau pun pintar. Agak aneh sih kalau Liam pindah ke sekolah yang taraf nya jauh lebih buruk dari sekolah nya yang sebelum nya. Jika memang alasan nya bangkrut itu tidak lah mungkin. Keluarga Bouven ikut jajaran 10 orang Ter kaya se-Asia. Tidak mungkin jika alasan nya karena Liam tak punya uang.
"Terus apa yang melandasi mu pindah ke sekolah ini?" Tanya pak Tarto. Karena dia juga merasa aneh. Bright school adalah sekolah yang mendapat predikat sekolah terbaik se - Asia. Memang SMA Nusa Bangsa juga ikut jajaran sekolah elit nan mahal. Tapi kalau di banding kan dengan Bright School tentu bagai kan langit dan bumi per bandingan nya.
Sebenar nya Liam merasa jengah. Buru buru ingin duduk dengan istri nya itu. Apalagi Naura terlihat duduk dengan seorang anak laki laki. Seketika membuat jantung Liam terasa ber denyut nyeri. Apakah Liam cemburu? Tentu saja.
"Alasan nya Naura pak" ucap Liam dengan nada penuh penekanan dan suara yang lantang.
"Apa?" Ucap pak Tarto dengan bingung. Bagaimana dia gak bingung. Naura yang terkenal di SMA Nusa bangsa. Selain terkenal pintar. Naura juga terkenal akan kemiskinan nya. Maka nya pak Tarto bingung. Dari mana dia mengenal Naura. Tentu hal yang sangat mustahil jika Naura punya akses masuk ke keluarga Bouven.
Naura apalagi melihat ke arah Liam dengan tatapan penuh tanya. Sontak saja seluruh murid di kelas menatap Naura dengan tatapan tidak percaya. Liam dan Naura sempat ber pandangan. Tapi Liam buru buru memutus pandangan itu. Dia merasa jengkel dengan Naura yang seperti tidak menganggap nya sebagai suami nya. Tentua saja Naura tidak begitu peduli. Kan mereka baru saja menikah kemarin.
"Pak gimana, kaki saya kebas nih, saya boleh duduk?" Tanya Liam ke arah pak Tarto.
"Oke boleh. Kamu duduk di bangku kosong belakang Naura ya!" Ucap pak Tarto dengan nada agak sopan. Karena tahu dengan siapa dia ber hadapan.