NovelToon NovelToon
Celestia Online

Celestia Online

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Aksi / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: alicea0v

Seorang gadis terbangun di tengah rimbunnya hutan benua Vlagria tanpa ingatan bagaimana ia bisa sampai disana. Ini adalah dunia Celestia Online, sebuah MMORPG megah yang menjanjikan petualangan tanpa batas. Namun, bagi Alice, petualangan itu berubah menjadi teka-teki mematikan. Bisakah Alice pulang ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alicea0v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 1-Lahirnya Cahaya

*catatan: gunakan musik di link ini untuk lebih mudah memasuki atmosfere di dalam cerita.

-Alice Victory Theme-

https://youtu.be/arqfjGSQY8g?si\=cbdBvCZf-JPQ3CUA

Di dasar kegelapan **Athena** yang mencekik, **Alice** tidak lagi menangis. Liontin kristal berbentuk bintang itu kini melingkar di lehernya, menempel sempurna di dadanya. Pendaran keemasan dari skill support-nya yang biasa kini bercampur dengan partikel-partikel hijau yang tajam. Rambut merah mudanya seolah berpendar, berkibar pelan meski tidak ada angin di kedalaman reruntuhan itu.

​Aura di sekitar Alice berubah total. Bukan lagi pancaran ketakutan, melainkan sebuah ketenangan mutlak yang dingin dan berwibawa.

\[**Status**\]

**Nama: Alice**

**Job: Support Lvl 30 ( Awakening Mode** )

**Equipment: Goddess Pendant**

**Active Skill: Dapat Menggunakan Sihir Dewi (Divine**)

**Passive Skill**: ?????

​Dari kegelapan yang pekat, ribuan mata merah *Shadow Stalkers* bermunculan. Makhluk-makhluk pemakan jiwa itu menerjang, namun tidak langsung menyerang. Mereka berputar-putar mengelilingi tubuh Alice dalam pusaran badai hitam yang mengerikan, mencoba mencari celah dalam pertahanan keheningan gadis itu.

*Wuuusshhh*....!!!!

​Alice hanya berdiri tegak, matanya menatap lurus ke depan, seolah pusaran monster di sekelilingnya hanyalah embun pagi.

​***Scene beralih drastis ke lantai atas dungeon***.

​Lubang menganga yang beberapa saat lalu menelan Alice mendadak tertutup rapat. Batu-batu reruntuhan menyatu kembali dengan paksa, seolah-olah dungeon itu sendiri menolak untuk melepaskan mangsanya.

​"ALICE!"

​Arthur meraung, wajahnya bersimbah peluh dan debu. Ia menghantamkan pedang raksasanya ke lantai batu yang baru saja menutup itu dengan putus asa.

*DANG! DANG! DANG*!

Percikan api memercik, namun lantai itu bahkan tidak retak.

​"Sial! Lantai apa ini?! Kenapa tidak hancur?!" teriak Arthur, urat-urat di lehernya menegang.

​Di belakangnya, Xena panik setengah mati. Ia mengacak-acak tas sihirnya, menjatuhkan belasan botol ramuan.

"Lubangnya... Lubangnya tertutup! Aku tidak bisa mendeteksi Mana Alice di bawah sana! Arthur, apa yang harus kita lakukan?!"

​Albertio mencengkeram gagang katananya erat-erat, wajah tenangnya sirna digantikan kecemasan yang mendalam. Ia menatap dinding reruntuhan yang berdenyut merah.

"Tempat ini... menjebak kita. Dan menjebak Alice sendirian di bawah."

​Hanya Violet yang berdiri diam. Gadis pembunuh itu memicingkan matanya, menatap lantai batu yang dihantam Arthur. Ia tidak panik, melainkan mencoba menganalisis aliran Aura yang aneh yang baru saja meletup dari bawah sana.

"Tenanglah, kalian semua," desis Violet rendah.

"Ada sesuatu yang sedang terjadi di bawah sana. Dan itu bukan aroma kematian."

​***Scene kembali ke dasar kegelapan***.

​Kesabaran para *Shadow Stalkers* habis. Ribuan monster itu berhenti berputar dan menerjang Alice secara bersamaan dari segala arah. atas, bawah, depan, belakang, yang siap menghancurkan tubuh ringkih gadis itu.

​Alice tidak berkedip. Ia mengangkat tangan kanannya pelan.

**​"\[Divine Protection: Aegis Shield**\]."

​Bukan sihir **Tier 1**. Bukan pula **Tier 3**. Sebuah kubah transparan berwarna hijau zamrud, sekeras berlian dan semurni kristal, meletup keluar, membungkus tubuh Alice dengan sempurna.

*​BOOM*!

​Ribuan *Shadow Stalkers* menghantam kubah itu secara bersamaan. Ledakan energi hitam beradu dengan dinding hijau tersebut. Namun, kubah itu bahkan tidak bergetar.

​Monster-monster itu tertegun dalam keraguan kolektif. Serangan gabungan mereka, yang seharusnya bisa menghancurkan ksatria level 80, gagal total menghadapi pertahanan seorang penyihir level 30 yang baru saja "bangkit".

​Alice mendongak. Auranya tetap tenang, sedingin es.

​"Enyahlah," gumamnya datar.

​Alice meledakkan kubah energinya keluar.

​*VROOOM*!

​Gelombang kejut hijau zamrud melesat ke segala arah, menghantam ribuan monster itu. Mereka melengking kesakitan, terlempar brutal ke dinding-dinding gua dan tumpukan reruntuhan. *Duaaarr*...!!! Kegelapan di ruangan itu hancur berantakan oleh ledakan cahaya tersebut.

​Namun, *Shadow Stalkers* adalah makhluk tanpa rasa takut. Mereka bangkit kembali, kemarahan mereka memuncak. Kali ini, mereka tidak lagi mengepung. Mereka menyerang dalam gelombang-gelombang yang sangat cepat, silih berganti, seperti ratusan belati hitam yang menghujam dari kegelapan.

Serangan monster itu begitu cepat hingga hanya terlihat sebagai garis-garis hitam di udara.

"*Perasaan ini*..." batin Alice merasakan hal tidak biasa dari dirinya.

​perlahan Alice menutup matanya.

​Ia tidak membutuhkan penglihatan lagi. Melalui kalung di dadanya, ia bisa merasakan aliran Mana dari setiap serangan.

*Adegan menjadi sangat intens. Waktu seolah melambat*.

​Dengan ketenangan yang anggun, Alice mulai bergerak. Ia melangkah sedikit ke kiri, membiarkan satu taring bayangan lewat hanya satu sentimeter dari pipinya.

*Wuush*..

Ia memutar tubuhnya perlahan, menghindari cakar yang mengarah ke lehernya.

*Swaaash*...

Ia menekuk lututnya sedikit, membiarkan gelombang kegelapan lewat di atas kepalanya.

*Swiiish*...

​Setiap gerakannya sangat efisien, sangat tenang, kontras dengan serangan monster yang brutal dan kacau.

*Waktu kembali berjalan semestinya*.

Alice tampak seperti sedang menari di tengah badai belati, menghindari setiap ancaman dengan keanggunan seorang dewi yang tak tersentuh.

​*tebas! Hindar. Tusuk! Hindar. Gigit! Hindar*.

​Ribuan serangan, dan tidak satu pun yang berhasil menggores jubah putihnya. Namun satu hal yang pasti, kekuatan itu menguras mana miliknya setiap detik.

​Akhirnya, Alice berhenti melangkah. Pusaran monster di sekelilingnya semakin rapat, frustrasi karena gagal menyentuhnya.

​"Hentikan," suara Alice bergema, bukan di udara, melainkan langsung di pikiran setiap makhluk di ruangan itu.

​Alice membuka matanya. Pupil matanya berkilat emas murni.

​Ia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. Sebuah pendaran aura kuning keemasan yang murni dan menyilaukan meledak dari tubuhnya, menyebar ke segala arah seperti matahari yang baru lahir di tengah kegelapan murni. Ini bukan lagi sihir perlindungan; ini adalah sihir pemurnian dewi.

​Aura kuning itu menyentuh para *Shadow Stalkers*.

​Mereka tidak meledak. Mereka tidak berteriak.

​Perlahan, tubuh-tubuh bayangan mereka mulai memudar. Kegelapan pekat yang menyusun mereka perlahan menyatu dengan udara, terurai menjadi partikel-partikel Mana murni yang tak berbahaya. Mereka hancur dalam keheningan yang damai, diserap kembali oleh struktur dunia yang kini berada di bawah kendali Alice.

​*Hening sejenak*.

Ruangan itu kini benderang, bersih dari kegelapan dan monster.

***DEGG... DEGG... DEGG... DEGG***...

Seketika itu juga, warna emas di matanya meredup. Alice terhuyung, napasnya tersengal-sengal. Visi di depannya mulai kabur saat panel status di benaknya berkedip merah, Mana miliknya terkuras hampir habis. Dunianya terasa berputar, rasa lelah yang luar biasa menghantamnya seperti palu godam.

Rasa sesak yang luar biasa menghantam dadanya.

"Uhukk!" Alice terbatuk hebat, memuntahkan darah segar yang bercampur dengan air biru di dasar reruntuhan.

Darah hangat itu terasa pahit di lidahnya. Dadanya seperti retak dari dalam, seolah setiap detak jantungnya memaksa tubuhnya hancur sedikit demi sedikit. Tubuh manusianya yang rapuh memberontak akibat penggunaan kekuatan yang melampaui batas logika dunia tersebut.

​Lututnya melemas, hampir menyentuh air dingin yang sunyi itu. Alice nyaris pingsan, kegelapan mulai merayapi sudut matanya.

"*kekuatan ini.. membutuhkan banyak mana*." Alice masih berusaha berdiri, menepis seluruh rasa lelah pada tubuh manusianya.

Di tengah keputusasaan itu, denyut hangat dari kalung kristalnya kembali merambat, memberikan sisa-sisa energi terakhir ke tubuhnya. Mananya pulih sedikit.

​Dengan gemetar, ia mencengkeram kalungnya. Memaksakan satu kakinya untuk kembali berpijak kuat. Ia tidak boleh jatuh sekarang. Gadis itu mencoba bangkit dengan sisa-sisa Mana yang ada dan berhasil berdiri tegak, meski napasnya masih berat.

"*Berat sekali.. tubuhku.. rasanya sangat berat*." pikir Alice sembari mendongak ke atas langit-langit reruntuhan.

*Tik... Tik*...

*Suara tetesan air memecah keheningan*.

​Alice berdiri sendirian di dalam ruangan yang kini berpendar terang.

Setelah beberapa menit berlalu,

Kelelahan ditubuhnya perlahan mulai berkurang oleh kekuatan yang terasa asing namun sangat tepat, seolah-olah ia memang ditakdirkan untuk memegang kendali ini. Matanya kini berkilat dengan cahaya kecerdasan yang melampaui batas manusia. Sesuatu yang purba kini telah terbangun sepenuhnya di dalam diri wanita berambut merah muda itu.

Alice yang kini memiliki kekuatan dewi namun dalam tubuh manusia yang rapuh berusaha mencari jalan menemukan teman-temannya. Apakah kekuatan ini akan menjadi penyelamat, atau justru menghancurkan hidupnya?

![](contribute/fiction/12571772/markdown/57489056/17786812591.jpeg)

1
T28J
buset, kebablasan bah, jauh banget 20 meter 🤣
alicea0v: Eh, Kejauhan kah🤭🤭🤭 gomenasaai..
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
aku akan selalu mendukungmu/Rose/
Manusia Ikan 🫪
TUH SUDAH AKU DUGA DARI AWAL CHAPTER 🤣
Manusia Ikan 🫪: insting ku ini cukup kuat loh/Doge/
tidak ada yang kebetulan untuk nama author dan MC yang sama... kecuali keduanya saling terhubung🥴
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
inilah tantangannya :v
Manusia Ikan 🫪
semangat ya, aku juga gitu T_T
cape😅
alicea0v: makasih bg 🤣 semangat atta halilintar.
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
Hai sayang☺
Manusia Ikan 🫪
is is iiis :v
Manusia Ikan 🫪: iyaa, cantik kok kayak authornya🌹
total 6 replies
Manusia Ikan 🫪
wow bisa ganti POV gitu ya dari sudut pandang ketiga ke pertama... menarik manrik... 🥴
Manusia Ikan 🫪
ooh bagus bagus, aku bakal copy skill ini untuk ceritaku selanjutnya😜
Manusia Ikan 🫪: iya iyaaa :v
total 4 replies
Manusia Ikan 🫪
baru juga aku selesai nulis pertempuran di reruntuhan kuno juga, sama sama di ganggu oleh debu yang bikin sedak sama sakit mata😹 malah ketemu bab ini di sini, kebetulan macam apa ini. 😹
Manusia Ikan 🫪
segala ada lubang 😹
Manusia Ikan 🫪: iyaaah, maap baru hadir :v
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
uweeek daging orc🥴
Manusia Ikan 🫪
temaram artinya apa?
Manusia Ikan 🫪: oalaaah :v
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
agak kejam juga aturannya😹
alicea0v: kan dunianya jadi real gitu🤭
total 1 replies
T28J
cantik. juga si Hestia /Drool/
alicea0v: Ehehe... 🤭 apa ceritanya udah bagus kak? apa yang kurang?
total 1 replies
T28J
kasih bunga untuk 3 jam nya /Rose/
alicea0v: Terima kasih /Drool/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bahaya, bisa meninggal oleh tersedak kalau kayak gitu🥴
alicea0v: Roti bantal bang.. gak kesedak kok.. 😄
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
/Sob/ gak jadi sedih deh gue🤣
alicea0v: Wah makasih banyak kakak, kalau ada kritik yang membangun jangan segan-segan ya.. 🙏🙏😍😍
total 3 replies
T28J
/Sob//Sob//Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!