NovelToon NovelToon
Suamiku Juragan Kerupuk

Suamiku Juragan Kerupuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Romansa pedesaan / Komedi
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Arisa dikhianati calon suaminya sendiri di hari pernikahan. Namun karena tak mau malu, Arisa memutuskan menikahi pemuda desa bernama Ogi, yang diketahui juga sebagai murid favorit ayahnya Arisa dulu.

Ogi yang sepenuhnya punya usaha kerupuk di desa, membawa Arisa untuk ikut tinggal dengannya ke desa. Saat itulah kehidupan Arisa berubah drastis.

"Suara apa itu, Kang? Aku nggak bisa tidur," bisik Arisa sambil menghimpitkan badannya ke dekat Ogi.

"Itu cuman suara burung hantu atuh, Neng..." sahut Ogi berusaha tenang.

"Kompor gasnya mana, Kang?"

"Di sini masaknya masih pakai kayu atuh, Neng..."

"Ini kenapa sinyalnya nggak ada, Kang? Aku butuh wifi!"

"Di sini wifi belum ada atuh, Neng. Kalau mau sinyal pun harus naik ke tebing dulu."

Banyak pengalaman baru yang harus dilalui Arisa. Bagaimana kisah romantis dan kekocakkan mereka tinggal di desa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9 - Fakta Baru Tentang Ogi

Ogi tersenyum lembut. Dia berucap, "Makanan model kayak sandwich nggak ada atuh, Neng. Lagian di rumah Akang nggak ada persediaan roti. Tapi Akang coba bikinkan nasi goreng buat Eneng ya."

Arisa mendengus kesal sambil memutar bola mata. "Terserah! Aku mau mandi dulu deh." ujarnya sembari beranjak.

Saat masuk ke kamar, Arisa hendak mengambil handuk dari kopernya. Namun semua pakaian di kopernya sudah dimasukkan ke lemari. Segala peralatan make up Arisa bahkan sudah tersusun rapi di cermin rias.

"Wah... Apa Kang Ogi yang merapikannya? Serajin itu dia ya?" gumam Arisa yang merasa takjub. Selain mengambil handuk, dia juga tak lupa mengambil pakaian bersih untuk dirinya pakai setelah mandi.

Arisa pergi ke kamar mandi. Dia masuk dengan perlahan karena takut kamar mandinya kotor. Akan tetapi ternyata tidak. Malah sebaliknya, kamar mandi di rumah Ogi tampak bersih dan nyaman. Atensi Arisa tertuju ke arah gayung yang bertengger di pinggir bak.

Di luar kamar mandi, tepatnya di dapur, Ogi sedang mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Bersamaan dengan itu Asih datang. Dia merupakan wanita paruh baya yang bekerja sebagai pembantu di rumah Ogi. Asih biasanya hanya akan bekerja saat siang saja.

“Anjeun nu masak atuh, Gi? (Kau masak atuh, Gi?)" tanya Asih.

“Muhun, masak keur pamajikan abdi, Teh... (Iya, masak buat istriku, Teh...)" jawab Ogi.

“Muhun nya. Abdi ampir poho lamun anjeun kakara nikah. (Iya ya. Aku hampir saja lupa kalau kau baru menikah.)" Asih bertepuk tangan sekali untuk menunjukkan kebahagiaannya. Dia mendekat dan berbisik, "kumaha peuting kahijina? Geus? (Gimana malam pertamanya? Udah?)"

“Teteh naon sih. Masa abdi kudu nyaritakeun kumaha peuting kahiji abdi ka Teteh. Isin atuh! (Teteh apaan sih. Masa aku cerita bagaimana malam pertamaku sama Teteh. Malu atuh!)" tanggap Ogi.

“Ih, sagala maké isin ka Teteh. Baheula waktu anjeun masih leutik, Teteh geus sering ngamandian anjeun. Terus ngabersihan anjeun sanggeus ti kamar mandi, (Ih pakai malu segala sama Teteh. Dulu waktu kamu masih kecil, Teteh udah sering mandiin kamu. Terus bersihin bokong kamu setelah buang air besar,)" timpal Asih.

“Ya ampun, Teh… Éta mah waktu abdi masih leutik atuh. Ayeuna abdi geus gedé. Geus apal kana nu ngaranna isin, (Ya ampun, Teh... Itu kan pas aku masih kecil atuh. Sekarang aku udah besar. Udah tahu sama yang namanya malu,)" balas Ogi tenang.

"Kang!" panggil Arisa tiba-tiba. Kebetulan jarak kamar mandi dan pedapuran tak begitu jauh. Hanya sekitar sepuluh langkah. Lokasi pedapuran sendiri berada di luar dari rumah.

"Iya, Neng!" Ogi ingin bergegas menemui Arisa. Namun Asih langsung menghentikan.

"Udah! Biar Teteh saja. Lagian Teteh pengen kenalan sama istrimu atuh," cegah Asih.

“Geus! Keur Teteh wé atuh. Komo deui Teteh hayang wanoh jeung pamajikan anjeun atuh, (Ya sudah kalau begitu. Jangan digodain masalah malam pertama ya. Awas aja,)" ancam Ogi.

“Ih! Henteu atuh, Gi! (Ih! Enggak atuh, Gi!)" sahut Asih. Dia segera masuk ke rumah dan menemui Arisa. Hubungannya dan Ogi memang sudah seakrab itu.

"Eh, inget, Teh! Mun nyarita jeung Neng Arisa, maké Basa Indonésia nya. Manéhna teu ngarti Basa Sunda. (Eh, ingat, Teh! Kalau bicara sama Neng Arisa, pakai Bahasa Indonesia ya. Dia nggak paham bahasa sunda,)" kata Ogi mengingatkan.

"Siap!" balas Asih. Kini dia menghampiri Arisa. Melihat wanita paruh baya itu, dahi Arisa berkerut heran.

"Kenalkan aku, Teteh Asih. Aku yang bantu-bantu beres rumah dan juga masak di sini. Panggil saja Teteh Asih." Asih memperkenalkan dirinya. Dia sempat terkesiap akan kecantikan Arisa.

"I-iya, Teh. Aku Arisa..." tanggap Arisa sembari tersenyum canggung.

"Ya ampun, kamu geulis sekali atuh. Pantesan Ogi langsung mau. Lebih cantik dari pada itu si Mega. Si pengkhianat." Wajah Asih langsung berubah julid.

Kerutan dahi Arisa semakin dalam. Tadi pagi dia sudah bertemu dengan gadis bernama Lilis, sekarang ada wanita lain lagi. Arisa otomatis penasaran.

"Mega? Siapa itu, Teh?" tanya Arisa.

Asih sigap menutup mulutnya sendiri dengan mata membola. Seolah baru sadar dia sudah keceplosan.

"Bukan siapa-siapa atuh, Neng. Lupakan saja," ujarnya.

"Jangan, Teh. Kasih tahu aja. Aku janji nggak akan bilang ke Kang Ogi. Lagian kan aku istrinya. Aku mau tahu lebih banyak tentang dia," bujuk Arisa.

Asih tampak ragu. Tapi dia merasa tidak enak jika menolak Arisa. Alhasil dirinya menceritakan siapa Mega.

"Mega itu pacarnya Ogi dulu, Neng. Tapi Mega selingkuh sama kakaknya Ogi. Sekarang mereka udah menikah dan punya rumah sendiri di kampung sebelah," ungkap Asih.

"Apa?!" Arisa kaget. Dia tak menyangka ternyata Ogi juga punya nasib yang sama sepertinya, yaitu dikhianati.

"Hooh, aku kesal sekali sama kakaknya Ogi atuh. Udah ngambil pacarnya Ogi, dia juga ngambil semua warisan tanah punya orang tuanya. Sedangkan Ogi cuman dapat warisan usaha kerupuk sama rumah ini," kata Asih. Kembali menunjukkan ekspresi emak-emak julid. Namun tak berlangsung lama, karena senyuman perlahan menghiasi wajahnya. "Tapi hebatnya, setelah usaha kerupuk dipegang sama Ogi, usahanya sukses sekali. Pokoknya Neng beruntung banget punya suami kayak Ogi atuh," tambahnya sambil mengacungkan jempol.

1
vania larasati
lanjut
Rommy Wasini Khumaidi
kasihan Ogi😭😭
Fitri Yaningsih
jadi makin kacau.....berawal dari amukan dan berakhir dipenjara kelak ayo lah selamatkan ogi dulu baru selesaikan masalah toh bukti sudah dikantongi
Tiara Bella
Heru edan adek sndiri dibacokin....dah selamat mendekam km dipenjara Heru
W I 2 K
Heru gelap mata....karena berawal dr Mega..yglama di gubug
Tiara Bella
waduh bahaya ini Ogi sm Dadang gimana nasibnya kalian
vania larasati
lanjut
Rommy Wasini Khumaidi
waduh bahaya
Fitri Yaningsih
hayo apa yang bakal terjadi.....
ogi dan heru baku hantam apa
ogi dan dadang berhasil sembunyi
kita digantung bacanya 😁😁😁
juwita
klo pegat itu putus. klo patah itu potong.
Desau: mohon di maklumi kak, aku bukan org sunda soalnya 🤧🙏
total 1 replies
juwita
padahal lamun di Sunda Abdi teh saya. emg kang Abdi namanya Abdi?
juwita
kk ipar aq jualan kerupuk di jakarta alhamdulillah sukses. apa lg ini si ogi anu boga pabrik na langsung
Sri rahayu
wah kecebong ogi udah mau loncing
vania larasati
lanjut
Tiara Bella
Alhamdulillah Arisa hamil....Ogi pasti seneng deh...
Fitri Yaningsih
wih dapet hadiah tak terkira nanti pas ogi denger kabar kalo arisa hamil,masalah cepat berlalu dan kebahagiaan sejati akan hadir sebentar lagi yang kuat sejatinya orang hidup ada aja masalahnya baik ringan atau berat tergantung kita menyikapinya
wah selamat kang ogi debay otw .....🥰🥰🥰🥰
Ninik Sumarni: Alhamdulillah bahagia banget
total 1 replies
Rommy Wasini Khumaidi
selamat Arisa & Ogi,dapat anugrah ditengah musibah,itu justru yang akan menguatkan kalian
Tiara Bella
mantap Ogi....
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Ogi
W I 2 K
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!