Irfandy saputra adalah seoarang CEO tampan, yang baik hati dan juga peramah, tapi itu semua berubah saat tunangan nya natasya kecelakaan di hari pernikahan mereka.
di saat saat nafas terakhir natasya malah melamar adinda sahabat baik nya untuk menggantikan diri nya menikahi irfan..
akankah irfan bisa menerima adinda di kehidupan nya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhuwee dealova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Setelah makan malam Dinda di antar pulang oleh Irfan,Irfan mengendarai mobil nya sendiri, sedangkan Kelvin di suruh pulang bareng sang mama.
Mama Rose sangat senang melihat Irfan menawarkan diri untuk mengantar Dinda tanpa harus di perintahkan oleh nya.
Sesampai nya di depan rumah, Dinda megucapkan terimakasih pada Irfan dan hendak keluar, tapi di tahan oleh Irfan
''Tunggu Din.'' Ucap Irfan, Dinda hanya diam dan menoleh ke araf Irfan, lalu Irfan menyodorkan sebuah kartu pada Dinda.
''Apa ini Tuan ''
''Ambil lah Din, pakai untuk keperluan mu''
''Tidak usah Tuan, saya rasa tidak membutuhkan itu'' Tolak Dinda,
''Saya tidak menerima penolakan, ambil ini dan gunakan, jangan buat saya merasa lebih bersalah lagi terhadap mu, karna selama tujuh bulan pernikahan tidak pernah menafkahi mu'' Ucap Irfan panjang lebar.
''Baik lah Tuan, akan saya simpan'' jawab Dinda kemudian
''Gunakan itu Din jangan cuma di simpan, saya berikan untuk di gunakan bukan untuk di simpan ingat itu Din'' Dinda hanya menggangguk pasrah.
''Baik lah Tuan saya masuk dulu, terimakasih sudah mengantar'' Irfan hanya mengangguk menanggapi ucapan Dinda
***
Beberapa hari setelah nya, Dinda sedang makan siang dengan Weny di Kafe langganan mereka.Dengan tiba-tiba saja Dony duduk di samping Dinda
''Boleh aku gabung kan Din ucap Dony''
''Silahkan Don, kami juga belum pesan, baru saja sampai'' Jawab Dinda. Tanpa mereka sadari di pojokan Kafe Irfan sedang mengawasi mereka, awal-awal nya Irfan biasa saja melihat Dinda dan Weny sampai akhirnya Dony datang, barulah Irfan mengepalkan tangan nya merasa geram.
''Vin, simpan kontak Dinda di ponsel ku'' ucap Irfan menyodorkan ponselnya pada Kelvin
''Sudah Tuan Muda '' Ucap Kelvin seraya mengembalikan ponsel bos nya
''**J**angan dekat-dekat dengan pria itu'' isi pesan chat yang Irfan kirim ke Dinda, Dinda hanya melihat pesan tersebut tanpa niat untuk membalas,karena Dinda tidak tahu itu pesan dari siapa.Mungkin cuma orang iseng atau salah kirim saja pikir nya,Irfan geram sekali Dinda tidak membalas pesan nya
''Berani sekali dia mengabaikan pesan ku'' ucap Irfan,
Dinda, Weny dan Dony tengah asyik makan siang sambil sedikit bercanda, Dinda terlihat sangat bahagia saat sedang bersama mereka, lain hal nya saat bersama Irfan, bila di dekat Irfan Dinda hanya diam saja. Saat sedang asik makan tiba - tiba saja Irfan sudah berada di samping Dinda,
''Echeemm '' deheman Irfan
''Tuan Irfan '' Sebut Dinda spontan karna terkejut mengapa tiba-tiba suami nya di sini
''Kok Tuan Irfan, bukan nya dia suami mu Din'' ucap Dony penasaran
''Eh mas Irfannn'' Ralat Dinda cepat
''Kita lagi makan,Gak sengaja bertemu Dony'' jelas Dinda, Dinda terlihat gugup seperti orang yang ketehuan selingkuh saja.
''Boleh saya duduk '' ucap Irfan
''Silahkan Mas'' Dinda mempersilahkan suami nya duduk di depan, karena di samping nya sudah ada Dony, ''Mas mau makan apa, biar saya pesan kan'' Sambung nya lagi.
''Tidak usah saya sudah makan'' Jawab Irfan.
Suasana sangat canggung di meja mereka, tatapan Irfan sangat menusuk kepada Dony, sedangkan Dony hanya acuh saja, jantung Dinda seakan ingin lompat keluar saat melihat tatapan Irfan pada nya.
''Nona Dinda.Kita harus kembali ke Kantor, seteng jam lagi kita ada meeting'' Ucap Weny beralasan, agar mereka bisa terlepas dari suasana canggung ini.
''Oh iya Wen, saya hampir lupa'' jawab Dinda cepat
''Anda duluan saja, Dinda biar saya antar'' Ucap Irfan cepat, Weny hampir tersedak dengan ludah nya sendiri mendengar perkataan Irfan, bukan nya membantu dia malah mempersulit Dinda rupanya.
''Ya sudah Mas, ayuk'' ucap Dinda seraya bangun dari kursinya dan cepat-cepat menarik tangan Irfan, tanpa Dinda sadari dia sudah menggandeng tangan Irfan sampai ke mobil, Irfan yang berjalan sambil menggandeng tangan Dinda hanya tersenyum melihat kegugupan istrinya itu.
Saat di perjalanan tidak ada satu pun yang bersuara, suasana sepi mencekam
''Kita ke mana Tuan Muda'' ucap Kelvin akhirnya,
''Antar saya ke Kantor saja Tuan Kelvin'' jawab Dinda cepat
''Kita kembali ke kantor Vin''
''Tapi Mas,eh Tuan Irfan, saya ada meeting sebentar lagi'' sela Dinda
''Suruh aja Asisten mu yang mengurus nya, karena saya juga ada meeting ''
''Gak bisa gitu dong Tuan''
''Kenapa tidak bisa, diakan Asisten mu harus bisa tangani pekerjaan saat kamu tidak ada''
''Kalau gitu turunin di sini saja tuan Kelvin, saya naik taksi saja, karena kita berlawanan arah''
''Jangan panggil dia Tuan.Panggil Kelvin saja, berapa kali harus saya ingati''
''Tapi saya tidak terbiasa ''
''Biasakan mulai sekarang '' ucapa Irfan tegas.
''Gimana mau di biasain jumpa aja sebulan sekali'' cemberut Dinda.
''Setelah ini kamu akan sering bertemu dengan nya''
''Untuk apa ?''Bingung Dinda, Irfan tak lagi menjawab, hanya tersenyum ke arah jendela saja
Baru kali ini Dinda dan Irfan berdebat.Kelvin merasa bahagia melihat Tuan dan Nona nya berdebat, karena ini sangat lucu sekali menurut nya,Tanpa Dinda sadari mereka sudah berada tepat di depan lobby Perusahaan Irfan.
''Siang Tuan Irfannn '' sapa para staf yang berpapasan dengan nya dan Dinda, Irfan hanya membalas dengan senyuman
''Siapa perempuan itu'' bisik salah satu karyawan nya
''Tidak tahu, baru kali ini dia datang, apa mungkin pacar Tuan muda '' jawab karyawan yang lain
''Kalau memang pacar Tuan Muda, maka hari ini adalah hari patah hati di Kantor kita'' dan banyak gosip-gosip yang lain saat mereka melihat Dinda berjalan mengekori Irfan di belakang nya.
Dinda sangat bosan sekali menunggu di ruangan Irfan, sesekali Dinta tanpak menguap sambil meinkan ponsel nya,tok.. tok.. tok... suara ketukan dari luar
Saat pintu terbuka terlihat Kelvin bersama dua orang perempuan
''Tuan, Nona Celine sudah datang '' ucap Kelvin
''Suruh mereka masuk'' Irfan tanpa menoleh dari berkas yang dia periksa
''Selamat siang Tuan Irfan'' ucap Nona Celine partner bisnis Irfan
''Selamat siang Nona Celine'' seraya menjabat tangan Celine
''Vin, di mana berkas nya agar bisa kita mulai''
''Kita rapat di sini Tuan Irfan?'' kata Celine seraya memandang Dinda dengan sinis
Dinda yang merasa dirinya mengganngu pun ingin keluar tapi di tahan oleh Irfan, Irfan berjaan ke arah Dinda dan menggandeng tangan nya membawa Dinda ke sebuah ruangan yang ada di dalam sana, itu adalah sebuah ruang istirahat Irfan, hanya ada kamar mandi dan sebuah tempat tidur,terlihat banyak pakaian Irfan tergantung di dalam nya. Setelah membawa Dinda ke dalam, Irfan langsung memulai rapat nya.
''Kenapa gak dari tadi nyuruh aku ke sini, kan lumayan bisa tidur siang'' ucap Dinda saat merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur yang empuk itu.
tbc...
dukung terus ya bestie 🙏🙏🙏
ceritamu lumayan, hanya bnyak typo, alurnya loncat2 kyak kereta api.
ada sedih ada ngakak juga😭😭😭😭😭😭😭🤣🤣🤣