NovelToon NovelToon
Istriku Mengubah Hidupku

Istriku Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Ramirisss

Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.

Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.

Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.

Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.

[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 Musuh yang tidak disangka

​Beberapa hari telah berlalu sejak kencan mewah itu. Arka tidak membiarkan dirinya terlena dalam kenyamanan.

Ia terus bergerak, memburu ratusan monster Common, mendobrak masuk ke dalam celah-celah rahasia menggunakan Dimensional Breach, dan mengklaim setiap Kristal Sonoro yang ia temukan untuk menutup retakan dimensi.

​Hari ini, target Arka telah berubah. Monster kelas Common terasa lebih lambat untuk menghasilkan banyak uang. Targetnya kali ini adalah: Zona Perburuan Kelas Elite.

​Arka berdiri santai di dekat pilar luar gedung Serikat Userator, menunggu seseorang. Tak lama kemudian, seorang pemuda dengan napas terengah-engah berlari menghampirinya. Punggung pemuda itu tenggelam di balik sebuah tas taktis raksasa yang tampak sangat berat.

​"A-Apakah Anda... Tuan Arka?" tanya pemuda itu, menyeka keringat yang bercucuran di dahinya.

​"Iya, aku Arka," jawab Arka, meneliti penampilan pemuda di depannya.

​"Perkenalkan, nama saya Handji. Saya porter yang ditugaskan Serikat untuk memfasilitasi perburuan Anda hari ini, Tuan," ucapnya sambil membungkuk sopan.

​"Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang. Jangan sampai kemalaman," ucap Arka langsung membalikkan tubuh dan melangkah memimpin jalan.

​Sembari berjalan menyusuri pinggiran distrik menuju zona bahaya, Handji mencoba mencairkan suasana. "Tuan Arka, kalau boleh tahu... apakah hari ini kita benar-benar akan langsung menuju retakan dimensi kelas Elite?"

​"Ya. Monster kelas Common sudah terlalu mudah untukku. Membuang-buang waktu," jawab Arka datar.

​Handji menghela napas panjang, wajahnya menyiratkan rasa iri yang kentara.

"Wah... enaknya menjadi Userator yang Awakening dengan kekuatan hebat seperti Anda. Saya juga berhasil Awakening, tapi potensi saya mentok. Jangankan naik peringkat, melawan monster Common saja saya masih sering pontang-panting. Alhasil, saya cuma bisa jadi kuli panggul material monster seperti ini."

​Langkah kaki Arka terhenti seketika. Ia membalikkan badannya secara lambat, lalu menatap Handji dengan sorot mata yang begitu tajam dan menusuk. Atmosfer di sekitar mereka mendadak terasa berat.

​"Syukuri apa yang kau punya sekarang. Orang lain di luar sana pasti ingin berada di posisimu," ucap Arka, suaranya terdengar dingin dan penuh penekanan.

​"I-Iya... Maafkan saya, Tuan Arka. Saya tidak bermaksud mengeluh," jawab Handji panik, nyalinya menciut seketika melihat tatapan mengintimidasi dari Arka.

​"Hidup akan terasa jauh lebih ringan jika kau pandai bersyukur," Arka mengalihkan pandangannya, lalu mengacungkan telunjuknya ke arah seberang jalan—menunjuk sebuah proyek pembangunan gedung bertingkat. "Lihat orang-orang di atas perancah baja itu."

​Handji menoleh, menatap beberapa pekerja yang sedang bertaruh nyawa mengangkut material di ketinggian puluhan meter tanpa perlindungan sihir sedikit pun.

​"Mereka adalah manusia biasa yang tidak beruntung untuk mendapatkan Awakening. Mereka memeras keringat, menantang maut setiap hari, dan penghasilan bulanan mereka bahkan tidak sampai sepersepuluh dari apa yang kau dapatkan sebagai porter Serikat hanya dalam sehari," ucap Arka, suaranya melunak, namun sarat akan pengalaman hidup yang pahit.

"Kau sudah diberi kekuatan untuk bertahan dari energi dimensi. Jangan mengerdilkan berkah itu hanya karena kau melihat orang lain berada di atasmu."

​Handji termenung seketika. Kata-kata Arka menghantam kesadarannya laksana gada berat. Ia menatap telapak tangannya sendiri, lalu beralih menatap para kuli bangunan di kejauhan. Sadar akan kekeliruannya, Handji menundukkan kepalanya dalam-dalam, kali ini dengan rasa hormat yang tulus.

​"Anda benar, Tuan Arka... Saya kurang bersyukur. Terima kasih banyak sudah menyadarkan saya," ucap Handji lirih namun mantap.

​Arka hanya mengangguk pelan, seulas senyum tipis terukir di sudut bibirnya sebelum ia kembali melanjutkan langkah.

​Di tempat yang berbeda, di dalam ruang eksekutif lantai atas gedung Serikat.

​Suasana di dalam ruangan Jae Gin mendadak tegang setelah sang asisten wanita membacakan laporan intelijen terbaru dengan wajah pucat.

​"Apa?! Kau bilang beberapa retakan dimensi kelas Common mendadak lenyap sekaligus?!" Jae Gin bangkit dari kursi kerjanya, menumpukan kedua tangannya di atas meja dengan raut wajah tidak percaya.

​"Benar, Tuan Jae Gin. Semuanya terjadi berurutan di wilayah hunian orang-orang Indonesia. Berdasarkan data fluktuasi energi, saya sangat mencurigai ada satu individu—atau kelompok rahasia— yang sengaja melakukan tindakan untuk menutup retakan-retakan tersebut," lapor sang asisten serius.

​"Tapi bagaimana caranya?!" Jae Gin memijat pelipisnya, mondar-mandir di balik mejanya. "Kita semua juga tahu bahwa retakan itu adalah pintu satu arah. Struktur energinya tidak bisa dihancurkan dari luar, dan tidak ada satu pun Userator yang bisa menembus masuk ke dalam celah tersebut! Jangankan kita, bahkan barisan Userator 6 Stars yang menguasai puncak dunia pun tidak memiliki kemampuan untuk memaksa masuk dan menutup retakan dimensi!"

​"Kami tidak menemukan penjelasan logis apa pun untuk saat ini, Tuan. Namun di sisi lain, ini adalah berita luar biasa bagi warga sipil karena zona bahaya di kota kita berkurang drastis," tambah asisten itu.

​Jae Gin terdiam lama, matanya menyipit penuh intrik. "Ini bukan lagi sekadar berita baik, ini bisa mengguncang peta kekuatan benua jika pihak luar tahu. Hubungi Min Suho. Suruh orang malas itu berhenti bersenang-senang dan perintahkan dia untuk menyelidiki secara langsung apa yang sebenarnya terjadi di distrik tersebut!"

​Sementara itu, di dalam Zona Perburuan Kelas Elite yang dipenuhi puing-puing stasiun kuno yang hancur.

​CRAAAK! BLAAM!

​Percikan kilat biru keperakan menyambar liar merobek udara temaram. Arka bergerak laksana bayangan petir, berteleportasi dari satu titik ke titik lain menggunakan skill Blink. Setiap kali tubuhnya muncul, pedang raksasa Dissord yang telah dilapisi petir mematikan akan menebas horizontal, memenggal kepala monster-monster Elite berbentuk gargoyle batu dengan presisi tinggi.

​Handji yang berdiri di jarak aman hanya bisa menonton dengan rahang yang jatuh terbuka. Matanya sampai tidak sanggup mengikuti kecepatan gerak Arka.

​"Gila... Kuat sekali! Ini benar-benar kekuatan Userator 2 Stars?!" seru Handji dalam hati, tangannya dengan gemetar memunguti kristal inti monster Elite yang berserakan lalu memasukkannya ke dalam tas raksasanya. "Cara dia membantai monster Elite sesantai ini... dia bahkan terlihat sanggup jika disuruh bertarung melawan monster kelas Overlord sendirian!"

​Mereka terus merangsek masuk lebih dalam menyusuri labirin reruntuhan, hingga akhirnya tiba di titik terdalam stasiun. Di depan mereka, sebuah retakan dimensi berukuran besar berdenyut hebat, memancarkan aura merah keunguan yang pekat.

​"Kau tunggu di sini dan fokus kumpulkan sisa material," perintah Arka tanpa menoleh.

​"Baik, Tuan," jawab Handji patuh, langsung berlutut untuk memanen sisa-sisa buruan.

​Arka melangkah mendekati retakan dimensi tersebut. Alih-alih bersiap menahan monster yang keluar, Arka justru menjulurkan tangannya ke depan.

​Dalam sekejap, tubuh Arka melangkah maju dan tenggelam, menembus masuk ke dalam pusaran retakan dimensi tersebut seolah benda itu hanyalah pintu air biasa.

​Handji yang secara tidak sengaja mendongak langsung membelalakkan matanya hingga hampir melompat keluar. "A-Apa?! Dia... Tuan Arka masuk ke dalam retakan dimensi?!" jerit Handji histeris.

​Karena rasa penasaran yang luar biasa, Handji nekat berlari mendekati portal tersebut dan mengulurkan tangannya. Namun—DUG! Tangannya menghantam sebuah dinding tak terlihat yang sangat keras, memantulkan tubuhnya ke belakang.

​"Benar-benar keras... manusia memang tidak bisa masuk," gumam Handji, memegangi pergelangan tangannya yang linu dengan wajah penuh kebingungan dan kekaguman mutlak pada Arka. "Bagaimana bisa Tuan Arka masuk kedalam sana? Ah, sudahlah... memikirkan rahasia orang kuat hanya akan membuat kepalaku pecah. Lebih baik aku selesaikan tugasku."

​Namun, Handji yang kembali sibuk mengemas kristal tidak menyadari bahwa di balik reruntuhan beton bertulang tak jauh di belakangnya, sepasang mata jahat sedang mengintainya sejak tadi.

​"Ke mana perginya Userator yang bersamanya tadi?" bisik salah satu pria bertopeng kain di balik reruntuhan.

​"Aku tidak tahu, tiba-tiba lenyap di dekat portal. Tapi ini kesempatan emas kita. Target sekarang sendirian, dia hanya seorang porter pembawa barang," sahut pria kedua dengan seringai licik.

​"Tapi kita harus tetap waspada. Pria yang bersamanya tadi mampu membantai monster Elite dengan mudah, dia pasti minimal seorang Userator 3 Stars," cetus pria ketiga, agak ragu.

​Pria pemimpin kelompok itu terkekeh pelan. "Apa yang perlu ditakutkan? Kita berempat di sini adalah Userator 3 Stars. Satu lawan empat, dia tidak ada peluang. Begitu bajingan itu muncul kembali, kita bantai dia dan jarah seluruh tas material Elite yang dibawa si porter. Bergerak!"

​Di saat yang sama, di dalam dimensi Sonoro.

​Arka melangkah di atas tanah gersang berwarna abu-abu. Dimensi Elite ini jauh lebih luas dan mengerikan dibanding dimensi Common kemarin. Ribuan monster Elite langsung menyadari kehadirannya dan mengepungnya dari segala arah.

​Namun, Arka tidak gentar. Menggunakan kombinasi Swordsmanship pasif dan skill Blink, ia berpindah-pindah tempat di udara, menebas dan memotong setiap monster yang mendekat hingga membentuk hujan darah hitam di sekelilingnya. Semakin ia masuk ke dalam, jumlah monster kian menggila, namun ritme bertarung Arka justru makin solid dan tak tersentuh.

​Hingga akhirnya, ia tiba di pusat dimensi. Di sana, berdiri sebuah Kristal Sonoro raksasa berwarna biru muda yang memancarkan energi magis yang masif.

​Namun, kegembiraan Arka terhenti saat matanya menangkap sesosok makhluk raksasa yang melingkari kristal tersebut. Sebuah ular raksasa berkepala tiga dengan sisik sekeras baja dan ukuran tubuh sebesar monster purba. Sorot mata keenam netranya langsung mengunci pergerakan Arka.

​"Ular berkepala tiga... Aura ini... bukankah ini monster kelas Overlord?!" batin Arka terkejut.

​ROAAARRR!

​Ketiga kepala ular itu berteriak bersamaan, memuntahkan gelombang suara frekuensi tinggi yang menghancurkan tanah di sekitarnya dan memberikan tekanan gravitasi yang luar biasa hebat ke tubuh Arka.

​Detik itu juga, layar Status Window muncul di depan matanya dengan warna merah darah yang berkedip cepat.

​[Peringatan! Anda Terkena Efek Status Abnormal: Seluruh Atribut Stat Dasar Anda Diturunkan Secara Paksa!]

[Peringatan Krisis! Anda Terkena 'Kutukan Kematian Absolut'. Jika Anda Menerima Satu Kali Saja Serangan, Anda Akan Mati Seketika!]

​Jantung Arka sempat berdesir, namun sedetik kemudian, sebuah notifikasi emas langsung menimpa layar merah tersebut.

​[Ting! Skill Pasif 'Cure' Otomatis Diaktifkan!]

[Efek Status Abnormal & Kutukan Kematian Absolut Telah Dibersihkan Sepenuhnya! Kondisi Tubuh Anda Kembali ke Status Normal!]

​Arka mengembuskan napas lega, sebuah seringai liar perlahan terukir di wajahnya. "Skill pasif Cure ini benar-benar membantu sekali," gumamnya, mencengkeram erat hulu pedang Dissord. "Sekarang... giliranku yang menyerang!"

​BOOM!

​Menggunakan Blink, Arka melesat ke udara, langsung muncul tepat di depan wajah kepala bagian tengah sang ular Overlord. Merasa terancam, kepala bagian kiri si ular langsung menyemburkan lautan api neraka yang pekat, disusul oleh kepala bagian kanan yang memuntahkan badai petir merah yang menghancurkan.

​Kombinasi elemen api dan petir itu bersilangan di udara, menciptakan daya ledak masif yang mengguncang seluruh dimensi Sonoro.

​Arka meliuk di udara dengan kelincahan yang luar biasa, memanfaatkan tubuh monster-monster Elite di sekitarnya sebagai pijakan kaki sembari terus menghindari jangkauan semburan maut sang Overlord. Di tengah hujan api dan petir yang membakar dimensi, Arka justru tertawa lepas penuh kepuasan.

​"Gila... Melawan monster kelas Overlord dikelilingi ribuan kelas Elite secara bersamaan ternyata bisa se-menyenangkan ini!" seru Arka dalam hati.

​Setiap kali ular itu menyemburkan serangannya untuk membunuh Arka, semburan gabungan api dan petir berdaya hancur masif itu justru meleset dan membantai ratusan monster Elite yang berada di dekat Arka.

​Bersambung...

1
Alia Chans
lanjut thor😣
like+ bunga🌹✍️






kalo berkenan mmpir y thor😉
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
**Maulina**
lanjut thor💪
Arts: siap, ditunggu ya
total 1 replies
Zem Pioneer
namalu dapin bg?
Zem Pioneer: temen cewek gw baru putus namanya sisil ga lama ini,kali aja lu cowoknya yg gamon...sorry dah 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dell AliNka
up yg banyak Tor
Arts: ditunggu ya
total 1 replies
Nyxara_09
keren! btw semangat kak!
Nyxara_09: iya kak, maaf yaa🙏
total 2 replies
sakura
...
Kim Borahae
hii, ceritanya seru.. SUKAAAA😍 Semangat terus ya 💪.


Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/
Key Kastara
Halo author, smangat selalu buat cerita kerennya 😍👍
Arts: makasih
total 1 replies
Sahabat Oleng
Hadir thor☝️
Arts: thankyou udah hadir
total 1 replies
Ofu Madu
💪
Ofu Madu
bagus👍..up yg bnyk torr
Arts: ditunggu ya, makasih udah mampir
total 1 replies
Ofu Madu
lanjut 👍
cila_aa
ihh seruu next chapter selanjutnya thor/Smile/
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!