NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Suasana ruang makan utama mansion Snowden malam itu tampak begitu megah, namun terasa sebeku lapisan es di kutub utara.

Di bawah pendar lampu gantung kristal bohemia yang memancarkan cahaya keemasan yang berkilau, sebuah meja panjang dari kayu jati solid berlapis kain linen putih bersih tersaji dengan berbagai hidangan prancis kelas atas.

Mulai dari foie gras sebagai pembuka hingga filet mignon dengan siraman saus anggur merah yang pekat.

Nyonya besar Victoria Snowden duduk di ujung meja dengan postur tubuh yang kaku dan dagu yang terangkat tinggi, memancarkan arogansi seorang matriark sosialita kelas atas yang selalu menuntut kesempurnaan tak bercela dari garis keturunannya.

Di sisi kanan meja, Edward Snowden duduk dengan setelan tuksedo hitam yang rapi, sementara di sisi kirinya, Dr. Emmeline Valerio duduk dengan gaun malam berbahan sutra satin berwarna merah marun yang membingkai tubuh indahnya dengan sangat anggun.

Rambut hitam panjang Emmeline ditata sanggul modern yang rapi, menampilkan leher jenjangnya yang putih bersih.

Sepanjang dua jam makan malam berlangsung, Emmeline menampilkan performa akting yang luar biasa profesional.

Dia tersenyum di saat yang tepat, memotong dagingnya dengan etiket yang sempurna, dan menyahuti setiap pertanyaan interogatif dari ibu mertuanya dengan jawaban yang begitu cerdas, santun, namun tetap mempertahankan kelasnya sebagai seorang putri dari dinasti Valerio.

Edward pun melakukan hal yang sama; dia menuangkan air ke gelas Emmeline dan sesekali melemparkan pujian palsu tentang betapa beruntungnya dia memiliki istri seorang dokter bedah utama.

Siapa pun yang melihat mereka malam ini pasti akan mengira bahwa mereka adalah perwujudan dari pasangan impian kaum borjuis Los Angeles.

Tidak akan ada yang menyangka bahwa kurang dari empat jam yang lalu, di lantai atas rumah ini, sang suami sedang bergulat gila di atas ranjang bersama wanita selingkuhannya.

"Aku sangat senang melihat keharmonisan kalian," ucap Victoria Snowden, menyeka sudut bibirnya dengan serbet sutra sebelum menyesap teh kamomilnya.

Pandangan mata tuanya yang tajam menatap Emmeline dengan bintik kepuasan. "Keluarga Valerio memang tidak pernah mengecewakan dalam mendidik anak perempuan. Jaga suamimu dengan baik, Emmeline. Snowden Group membutuhkan stabilitas domestik seperti ini untuk mempertahankan nilai saham kita di kuartal depan."

"Tentu saja, Ibu. Itu sudah menjadi kewajiban saya," jawab Emmeline, senyuman manisnya terkembang dengan sangat alami di bibirnya, meskipun di dalam hatinya dia merasakan rasa muak yang hampir meledak hingga ke tenggorokan.

Begitu jarum jam dinding antik di lobi menunjukkan pukul sembilan malam, Victoria Snowden akhirnya pamit untuk pulang.

Edward dan Emmeline mengantarkan wanita tua itu hingga ke pintu mobil Rolls-Royce-nya di pelataran depan. Mereka melambaikan tangan bersama dengan senyum palsu yang melekat erat di wajah masing-masing, hingga lampu belakang mobil mewah itu hilang tertelan kegelapan gerbang besi hitam mansion.

Begitu mobil itu benar-benar menghilang, atmosfer di sekitar mereka seketika berubah drastis. Senyuman manis di wajah Emmeline menguap tanpa bekas, digantikan oleh tatapan mata yang sedingin es dan rahang yang mengeras penuh keangkuhan.

Dia membalikkan tubuhnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, berniat untuk langsung kembali ke dalam rumah dan mengunci diri di kamar tamu.

Namun, langkah kakinya terhenti ketika mendengar suara dengus napas berat dari arah belakang.

Edward tidak mengikutinya masuk ke dalam lobi. Pria itu justru melangkah menuju mobil sport Aston Martin miliknya yang sudah terparkir di dekat air mancur, siap untuk pergi keluar dari rumah ini—kemungkinan besar untuk kembali menemui Niyna Boo di apartemen rahasia mereka.

Edward melonggarkan dasi kupu-kupunya dengan kasar, melemparkannya ke atas kap mobil, lalu berbalik menatap punggung Emmeline yang tegap.

"Emmeline," panggil Edward. Suaranya tidak lagi meledak-ledak penuh amarah gila seperti sore tadi di dalam kamar. Nada suaranya malam ini terdengar aneh; ada perpaduan antara rasa letih yang amat sangat, keputusasaan, dan sebuah kejujuran kelam yang selama ini dia sembunyikan di balik topeng keangkuhannya sebagai seorang Snowden.

Emmeline membalikkan tubuhnya perlahan, melipat kedua tangannya di depan dada dengan tatapan meremehkan. "Kau mau pergi menemui jalangmu itu sekarang? Pergilah. Aku tidak peduli jika kau mati di ranjangnya malam ini."

Edward menarik napas dalam-dalam, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa meter di bawah sorotan lampu taman yang temaram.

Wajah tampannya tampak kuyu, terpukul oleh realitas pernikahan mereka yang hancur sebelum sempat dimulai.

"Aku benar-benar minta maaf, Emmeline," ucap Edward tiba-tiba. Kalimat pembuka itu membuat Emmeline sedikit mengernyitkan alisnya, tidak menduga akan mendengar kata maaf dari mulut pria searogan Edward.

Edward menatap lurus ke dalam manik mata Emmeline dengan tatapan yang rumit.

"Keputusan untuk bercerai setelah enam bulan pernikahan kita nanti... sebenarnya adalah untuk menyelamatkanmu. Untuk menyelamatkan harga dirimu dari kehancuran sosial yang mutlak."

Emmeline terkekeh sinis, suara tawanya terdengar begitu meremehkan di tengah kesunyian malam. "Menyelamatkanku? Jangan melucu, Edward. Kau berselingkuh secara terang-terangan di dalam rumah kita, dan sekarang kau bertingkah seolah-olah kau adalah pahlawan yang sedang berkorban?"

"Dengar dulu!" potong Edward, suaranya sedikit meninggi namun tetap tertahan. Dia maju satu langkah lagi, menatap Emmeline dengan intensitas yang aneh.

"Dan jika kau menemukan penggantiku setelah kita resmi bercerai nanti, kau tidak perlu merasa malu atau takut menghadapi cemoohan publik di luar sana. Orang-orang di kalangan sosial atas kita akan percaya bahwa akulah bajingan dalam pernikahan ini. Mereka akan percaya bahwa akulah yang meniduri dan mencicipi tubuhmu lebih dulu sebelum mencampakkanmu demi wanita lain. Itu adalah keuntungan besar untukmu, Emmeline. Nama baikmu sebagai wanita suci dari keluarga Valerio akan tetap utuh di mata publik."

Emmeline membeku. Kata-kata Edward mulai terasa seperti tusukan jarum yang aneh di kepalanya.

Edward menyunggingkan sebuah senyuman miris yang sarat akan kepahitan yang mendalam. "Dengan begitu... kau tidak perlu repot-repot mencari alasan konyol seperti dulu lagi. Alasan gila yang kau ucapkan pada malam pertama pernikahan kita... bahwa kau telah menyerahkan dirimu secara sukarela pada seorang bocah SMA enam tahun lalu di paviliun universitas."

Edward menggelengkan kepalanya dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa tidak percaya yang campur aduk. "Entahlah, sampai detik ini aku benar-benar tidak habis pikir. Apa benar kau melakukan kegilaan itu bersama bocah ingusan itu? Atau jangan-jangan... itu hanya bualanmu?"

"Berhenti membual, brengsek!" bentak Emmeline, suaranya memotong kalimat Edward dengan sangat tajam dan penuh penekanan yang bergetar karena amarah yang memuncak. "Pergilah dari sini! Aku muak melihat wajahmu yang penuh dengan kepalsuan!"

Dada Emmeline naik turun dengan cepat. Sebutan 'bocah SMA' yang keluar dari mulut Edward seketika memicu alarm bahaya di dalam otaknya.

Edward tidak tahu, dan tidak boleh pernah tahu, bahwa bocah yang dimaksud adalah Kingdom Kyle Stone—pria yang kini telah menjelma menjadi sosok predator taktis yang paling berbahaya.

Edward menatap reaksi defensif Emmeline, dan senyuman di wajahnya berubah menjadi sebuah tawa lirih yang terdengar sangat terluka. Dia melangkah hingga jarak mereka begitu dekat, hingga Emmeline bisa mencium aroma alkohol samar dari napas suaminya.

"Jujur saja, Emmeline... aku pernah benar-benar mencintaimu," bisik Edward, suaranya mendadak melunak, memancarkan kerapuhan seorang pria yang egonya telah hancur berkeping-keping.

"Saat Daddy memperkenalkan kita, aku begitu bahagia. Aku bahkan sudah memutuskan hubunganku dengan Niyna Boo sepenuhnya sebelum hari pernikahan kita. Aku bersumpah pada diriku sendiri untuk menjadi suami yang baik dan setia untukmu."

Edward menunduk, menatap lantai marmer di bawah kaki mereka dengan tatapan kosong.

"Namun... setelah mendengar pengakuan sialanmu di malam pertama kita, saat kau dengan begitu angkuh mengatakan bahwa tubuhmu sudah tidak suci lagi karena telah kau serahkan pada pria lain... rasanya begitu sesak, Emme. Dadaku rasanya seperti dihantam batu besar setiap kali aku melihat wajahmu."

Edward kembali mengangkat kepalanya, dan kali ini, matanya memancarkan kilatan amarah yang terluka dan harga diri lelaki yang diinjak-injak.

"Bagaimana mungkin aku bisa menikmati dan menyentuh tubuh yang pernah dinikmati dan dirusak oleh orang lain?!" desis Edward dengan nada yang sangat tajam, penuh dengan racun penghinaan yang dia muntahkan langsung ke wajah Emmeline.

"kakek buyutku—selalu mengajarkan bahwa seorang Snowden tidak pernah mau menerima barang yang sudah disentuh atau dipakai oleh orang lain! Dan kau... kau adalah salah satunya, Emmeline. Kau adalah barang cacat yang sudah ternoda di mataku!"

Plak!

Sebuah tamparan yang sangat keras dan bertenaga bergema di pelataran mansion yang sepi. Emmeline tidak mampu lagi menahan tangannya; telapak tangan kecilnya menghantam pipi kiri Edward dengan begitu kuat hingga wajah pria itu terenggut ke samping.

Napas Emmeline memburu, sepasang mata bulatnya berkilat penuh dengan dendam dan harga diri yang terbakar hebat setelah disebut sebagai 'barang cacat'.

Edward memegang pipinya yang terasa panas dan memerah. Bukannya membalas, dia justru tertawa terbahak-bahak—sebuah tawa gila yang penuh dengan kepuasan karena berhasil mengobrak-abrik ketenangan istrinya.

Pria itu berbalik, membuka pintu mobil Aston Martin-nya, lalu masuk ke dalam kabin mewah tersebut.

"Nikmati malam sepimu di mansion kosong ini, Dr. Valerio," teriak Edward dari balik jendela mobil sebelum menginjak pedal gasnya sedalam mungkin.

Vroommm!

Mobil sport itu melesat membelah kegelapan malam dengan kecepatan tinggi, meninggalkan kepulan asap tipis dan deru mesin yang memekakkan telinga.

Emmeline tetap berdiri mematung di pelataran mansion, membiarkan angin malam yang dingin menerpa gaun sutra marunnya dan helai rambutnya yang mulai berantakan.

Tangannya yang baru saja menampar Edward masih terasa bergetar hebat. Kata-kata Edward tentang 'barang cacat yang disentuh orang lain' terus bergema di telinganya, memicu badai konflik emosional yang luar biasa besar di dalam dadanya.

Pintu perceraian kini telah terbuka lebar, dan konflik kecil malam ini dipastikan akan menjadi pemantik bagi hancurnya kedamaian.

1
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
Agus Tina
Semogabtidak ada badai berati lagi yg menghampiri mereka ...
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶
total 1 replies
Agus Tina
Suka sekali pasangan seperti ini badass ... bisan dg cerita laki2 power full pasangannya perempuan lembut yg gak bisa apa2 dan dari keluarga yg tidak punya apa2 ... 👍
Ros 🍂: ma'aciww ya kak
total 1 replies
Agus Tina
,syukaaa ... up banyak
Ros 🍂: Hihihi siap ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!