NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Misteri Cincin Naga Hitam dan Utusan Kematian di Gubuk Tua

​Gelapnya terowongan bawah tanah dirobek oleh tombak-tombak es yang menusuk dari langit-langit dengan kekuatan brutal. Wanita berbaju biru itu telah sepenuhnya kehilangan kesabaran. Domain Musim Dingin Mutlak miliknya mengubah struktur tanah menjadi permafrost yang rapuh, meruntuhkan lorong-lorong rahasia sang Beruang Hitam satu per satu.

​Lin Tian melesat bagaikan anak panah abu-abu di tengah reruntuhan. Kecepatannya kini berada di dimensi yang sama sekali berbeda dibandingkan beberapa jam yang lalu. Sebagai kultivator Pengumpulan Qi Tingkat 5 dengan fondasi Tubuh Pedang Kekacauan, otot kakinya menyimpan daya ledak yang mengerikan.

​Brak! Sebuah bongkahan batu kapur raksasa runtuh, menutup jalur di depannya. Tanpa mengurangi kecepatan, Lin Tian memusatkan Qi Primordial ke kepalan tangan kanannya.

​"Hancur!"

​Satu pukulan lurus dilontarkan. Udara di depan tinjunya terkompresi sebelum meledak ke depan. Batu raksasa itu hancur berkeping-keping layaknya tahu yang dihantam palu besi. Lin Tian menembus debu reruntuhan tanpa goresan sedikit pun, terus berlari mengikuti aliran udara segar yang menandakan jalan keluar.

​Sepuluh menit kemudian, dengan satu lompatan kuat yang menghancurkan atap sebuah gua dangkal, Lin Tian akhirnya menembus permukaan tanah.

​Ia berguling di atas hamparan daun kering dan langsung bersembunyi di balik akar pohon beringin raksasa. Cahaya fajar mulai menyingsing di ufuk timur, menyapu kabut beracun Hutan Siluman Kematian. Ia telah berada sekitar lima mil dari episentrum pertarungan, aman dari jangkauan indra spiritual wanita es tersebut.

​Napas Lin Tian teratur. Ia mengedarkan Qi di tubuhnya untuk menyingkirkan sisa-sisa hawa dingin yang menempel di jubahnya. Setelah memastikan area sekitarnya bersih dari ancaman siluman tingkat tinggi, ia duduk bersila dan mengeluarkan cincin hitam berkarat yang ia temukan di kolam urat bumi sang beruang.

​Cincin itu terasa dingin dan berat. Ukiran sisik naga di permukaannya sangat halus, namun tertutup oleh lapisan karat yang aneh.

​"Ini bukan karat biasa, ini adalah Segel Darah yang telah membusuk," analisa Lin Tian dengan logis. "Pemilik cincin ini pasti seorang kultivator kuat yang tewas di Hutan Siluman Kematian. Siluman beruang itu kemungkinan besar menemukan mayatnya dan membawa benda ini ke sarangnya karena tertarik pada energi urat bumi yang menempel di cincin ini."

​Bagi kultivator tingkat bawah, membuka Segel Darah dari seorang ahli yang telah mati adalah hal yang mustahil tanpa menghancurkan barang di dalamnya. Namun, Lin Tian memiliki keuntungan absolut: Hukum Kekacauan.

​Ia mengalirkan seutas Qi abu-abu dari Dantiannya, mengubah sifatnya menjadi sangat korosif, lalu membungkus cincin tersebut. Karat merah kehitaman itu mendesis pelan, mencoba melawan invasi energi Lin Tian. Namun, Segel Darah yang telah kehilangan pemiliknya ribuan tahun lalu itu tidak mampu bertahan lama melawan esensi Primordial.

​Tring!

​Terdengar suara retakan halus bagaikan kaca pecah dari dalam pikiran Lin Tian. Segel itu hancur. Kesadarannya langsung masuk ke dalam ruang penyimpanan cincin tersebut.

​Mata Lin Tian sedikit melebar. Ruang di dalam cincin ini luasnya menyamai sebuah aula besar, jauh melebihi cincin tingkat rendah hasil curian yang ia pakai saat ini. Sayangnya, sebagian besar isinya telah lapuk dimakan waktu. Senjata-senjata spiritual telah berkarat menjadi debu, dan botol-botol pil telah kehilangan khasiatnya.

​Namun, di tengah tumpukan debu itu, ada dua benda yang masih utuh.

​Pertama adalah tumpukan batu yang memancarkan cahaya biru murni—ratusan Batu Spiritual Tingkat Menengah! Satu batu ini setara nilainya dengan seratus Batu Spiritual Tingkat Rendah, dan kualitas energinya jauh lebih murni.

​Kedua adalah sebuah gulungan bambu giok yang tidak hancur oleh waktu. Lin Tian segera mengeluarkan gulungan tersebut. Saat ia membuka dan mengalirkan Qi-nya ke dalam giok itu, deretan teks kuno langsung mengalir ke dalam otaknya.

​"Seni Pedang Ilusi Pemutus Bayangan. Keterampilan Bela Diri Tingkat Bumi Tingkat Rendah. Bergerak seperti bayangan, memotong seperti cahaya. Hanya dapat dipelajari oleh mereka yang memiliki fondasi kecepatan ekstrem dan elemen pemutus."

​"Keterampilan Tingkat Bumi!" Jantung Lin Tian berdetak sedikit lebih cepat. Di seluruh Kota Daun Gugur, bahkan Kepala Klan Lin Kuang hanya memiliki keterampilan Tingkat Hitam (satu tingkat di bawah Bumi). Menemukan keterampilan tingkat Bumi di hutan ini adalah sebuah takdir yang luar biasa.

​Lebih penting lagi, seni pedang ini sangat selaras dengan Tubuh Pedang Kekacauan miliknya. Jika ia menguasai tahap pertamanya, kekuatannya untuk membunuh melampaui tingkatannya akan semakin mutlak.

​"Aku akan mempelajarinya nanti. Sekarang, prioritas utamaku adalah ayah," gumam Lin Tian. Ia memindahkan Teratai Salju Seribu Tahun ke dalam Cincin Naga Hitam ini untuk keamanan maksimal, memakainya di jari telunjuk, lalu bergegas melesat menuju Kota Daun Gugur.

​Matahari telah sepenuhnya terbit ketika Lin Tian berhasil menyelinap kembali ke wilayah Klan Lin melalui jalur pelayan. Pakaiannya yang kotor oleh lumpur dan debu membuat beberapa orang memandangnya dengan jijik, namun ia mengabaikan mereka sepenuhnya. Langkahnya terfokus menuju gubuk reot di sudut timur klan.

​Namun, ketika gubuk itu mulai terlihat dari kejauhan, langkah Lin Tian tiba-tiba terhenti. Indra pendengarannya yang tajam menangkap suara perdebatan bernada rendah dari dalam gubuk ayahnya.

​Itu bukan suara pelayan. Itu adalah suara Tabib Kepala Klan, Lin Hua, dan salah satu pengawal pribadi Lin Kuang.

​"Mustahil... Ini benar-benar mustahil!" Suara Tabib Lin Hua terdengar panik dan gemetar. "Aku baru memeriksanya tiga hari yang lalu! Racun Parasit Yin di Dantiannya sudah mengakar selama tiga tahun. Seharusnya butuh waktu berbulan-bulan untuk membersihkannya, itupun jika dia memakan pil tingkat dewa. Bagaimana bisa... bagaimana bisa racun itu hilang tanpa sisa dalam semalam?!"

​"Kecilkan suaramu, Tabib Tua!" desis sang pengawal dengan nada mengancam. "Apakah kau yakin racunnya hilang? Jika Tuan Kuang tahu bahwa sanderanya sembuh, kepala kita berdua yang akan dipenggal!"

​Di luar gubuk, mata Lin Tian menyipit menjadi celah yang sangat mematikan. Niat membunuh sedingin es mulai memancar dari tubuhnya, membuat suhu udara di sekitarnya anjlok. Prediksinya seratus persen akurat. Tabib klan adalah kaki tangan Lin Kuang dalam menyiksa ayahnya.

​"A-aku yakin! Meridiannya memang masih rusak, tapi nyawanya tidak lagi terancam. Tubuhnya secara perlahan mulai meregenerasi darah segar," Tabib Lin Hua menjelaskan dengan panik. "Pasti ada seseorang yang menyusup dan memberinya harta karun elemen Yang tingkat tinggi tadi malam! Mungkinkah faksi lama pendukung Lin Zhen mulai bergerak?"

​"Persetan dengan faksi lama. Mereka semua sudah dibungkam," geram sang pengawal. Suara decitan pedang yang ditarik dari sarungnya terdengar jelas dari luar. "Tuan Kuang memberi perintah jelas. Jika terjadi anomali pada kondisi Lin Zhen yang bisa mengancam posisi Kepala Klan, bunuh dia dan buat seolah-olah dia mati karena komplikasi racun."

​"T-tunggu! Jika kau membunuhnya sekarang dengan pedang, itu terlalu mencolok!" Tabib Lin Hua mencoba menahan. "Gunakan Pil Pembeku Jantung ini. Paksa dia menelannya. Ini akan membuatnya terlihat seperti terkena serangan jantung alami akibat racun lama."

​"Cepat berikan padaku. Tahan rahangnya, orang tua ini sepertinya mulai sadar."

​Di luar pintu, amarah Lin Tian telah mencapai puncaknya. Kesabaran dan taktik sembunyi-sembunyi tidak lagi berlaku saat nyawa satu-satunya anggota keluarganya berada dalam hitungan detik. Energi Qi abu-abu di Dantiannya meledak dengan beringas.

​BAM!

​Pintu kayu reyot itu tidak hanya ditendang terbuka, tetapi hancur berkeping-keping menjadi serpihan proyektil mematikan akibat ledakan Qi Lin Tian.

​Pengawal yang baru saja hendak memasukkan pil beracun ke mulut Lin Zhen terkejut bukan main. Sebelum ia sempat menoleh sepenuhnya untuk melihat siapa penyusup itu, sebuah bayangan abu-abu telah melesat masuk ke dalam ruangan dengan kecepatan kilat.

​Itu adalah Lin Tian, dan matanya memancarkan cahaya pedang yang haus darah.

​"Siapa—"

​Kata-kata sang pengawal terpotong selamanya. Tangan kanan Lin Tian melesat ke depan bagaikan sambaran petir, mencengkeram tenggorokan pengawal yang berada di Pengumpulan Qi Tingkat 4 itu dengan presisi mutlak. Tidak ada kesempatan untuk melawan, tidak ada waktu untuk memanggil energi spiritual.

​Dengan satu putaran brutal yang dilandasi oleh kekuatan fisik Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian mematahkan leher sang pengawal seketika.

​KRAK!

​Tubuh tak bernyawa itu dilemparkan ke sudut ruangan seperti karung beras bekas.

​Tabib Lin Hua mundur hingga membentur dinding bambu, menjatuhkan kotak obatnya. Wajah tuanya pucat pasi bagai mayat, matanya melotot menatap pemuda berpakaian lusuh yang baru saja membunuh pengawal elit klan hanya dalam waktu satu tarikan napas.

​"K-kau... Lin Tian?! B-bagaimana... kultivasimu..." Tabib Lin Hua tergagap, kakinya lemas hingga ia jatuh berlutut. Ia ingat betul pemuda ini adalah sampah yang lumpuh. Namun tekanan aura yang dipancarkan Lin Tian saat ini membuat napasnya sesak, aura ini jauh lebih pekat daripada para tetua klan!

​Lin Tian tidak langsung menjawab. Ia melangkah perlahan mendekati tabib tua yang gemetar itu, belati berukir rune di tangannya memantulkan cahaya matahari pagi dengan kilauan maut yang dingin.

​"Kau punya satu kesempatan untuk berbicara, Tabib Lin," suara Lin Tian terdengar datar, namun penuh dengan dominasi absolut. "Di mana Lin Kuang menyimpan Stempel Kepala Klan yang palsu, dan siapa orang di Sekte Pedang Surgawi yang melindunginya?"

1
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍
Fajar Fathur rizky
klan huangpu dan leluhurnya akan musnah hahahaha
Daryus Effendi
terlalu banyak penjelasan jadi nya membosankan
T28J
semangat kak 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!