NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EIGHT

Keesokan paginya, Della terbangun karena merasakan sesuatu yang hangat di pipinya. Saat ia membuka mata, ia melihat Aksa sudah duduk di sampingnya, sedang memperhatikan wajahnya dengan saksama.

​"Sudah tidak sakit perut?" tanya Aksa langsung.

​Della berkedip, mencoba mengumpulkan kesadarannya. "Eh? Iya... sudah mendingan."

​"Bagus. Jadi malam nanti bisa praktik?"

​Della hampir jatuh dari tempat tidur. Pria ini benar-benar gigih! "A-Aksa, pagi-pagi jangan bahas itu dulu. Kita harus turun. Kakek pasti sudah menunggu."

​Saat mereka turun ke lantai bawah, Zacky sudah berdiri di sana dengan wajah kaku seperti biasa. Della memberikan tatapan mematikan pada Zacky, namun pria itu hanya membalas dengan sedikit tundukan kepala yang seolah berkata, Saya hanya menjalankan tugas dari Tuan Besar Jerry.

​Tiba-tiba, seorang pelayan masuk dengan terburu-buru. "Nyonya Muda, ada telepon untuk Anda di ruang depan. Katanya dari Tuan Adryan Juardi."

​Della membeku. Aksa yang sedang memegang sendok pun langsung menghentikan gerakannya. Suasana ruang makan yang tadinya hangat tiba-tiba berubah menjadi dingin.

​"Adryan?" gumam Della.

​"Siapa Adryan?" tanya Aksa. Suaranya berubah. Dingin, datar, dan tajam. Tatapan matanya yang polos hilang, digantikan oleh tatapan predator yang cemburu.

​Della merasakan bahaya. Ia tahu, jika ia salah menjawab, Aksa bisa meledak lagi. Namun ia juga penasaran, apa yang diinginkan oleh mantan tunangannya yang brengsek itu setelah kejadian peti mati kemarin.

​"Hanya sampah dari masa lalu, Aksa," jawab Della tenang sambil mengusap tangan Aksa yang mulai mengepal. "Biarkan aku yang menanganinya."

​Della bangkit berdiri dan menuju ruang depan. Ia mengangkat gagang telepon dengan perasaan jijik.

​"Mau apa lagi kau, Adryan?" desis Della.

​"Della... tolong dengarkan aku," suara Adryan di seberang sana terdengar lembut, sangat kontras dengan suaranya yang menghina tempo hari. "Aku tahu kau terpaksa. Aku tahu kau tersiksa bersama si gila itu. Kejadian kemarin... aku mengerti Aksa memaksamu untuk membela dia. Della, aku masih mencintaimu. Aku ingin menyelamatkanmu dari neraka itu."

​Della hampir saja tertawa terpingkal-pingkal. "Menyelamatkanku? Setelah kau membiarkan aku dikurung di RSJ selama lima tahun? Kau benar-benar punya muka tembok, Adryan."

​"Aku tidak punya pilihan dulu, Della! Tapi sekarang beda. Aku bisa membantumu. Temui aku sore ini di kafe dekat perempatan. Ada rahasia besar tentang keluarga Herlos yang harus kau tahu jika kau ingin tetap hidup. Datanglah sendirian, jangan bawa si gila itu jika kau tidak ingin dia mencelakaimu lagi."

​Klik.

​Telepon diputus sepihak. Della menatap gagang telepon itu dengan mata menyipit. Rahasia besar keluarga Herlos? Adryan pasti sedang mencoba menjebaknya, namun informasi itu cukup menggoda.

​Saat Della berbalik, ia tersentak. Aksa sudah berdiri tepat di belakangnya. Jarak mereka begitu dekat hingga Della bisa mencium aroma parfum woodsy yang maskulin dari tubuh suaminya.

​"Apa katanya?" tanya Aksa. Suaranya begitu rendah, menyerupai geraman.

​"Dia... dia hanya bicara omong kosong," jawab Della mencoba bersikap tenang.

​Aksa mencengkeram bahu Della, tidak keras, namun menuntut. "Dia ingin bertemu denganmu? Dia ingin membawamu pergi dariku?"

​Della menatap mata Aksa. Ia melihat ketakutan yang mendalam di balik kegilaan itu. Ketakutan akan ditinggalkan. Ketakutan akan menjadi sendirian lagi.

​"Tidak akan ada yang bisa membawaku pergi darimu, Aksa. Kecuali kau sendiri yang mengusirku," ucap Della sungguh-sungguh.

​Aksa menatap Della lama, lalu tiba-tiba ia memeluk Della dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di pundak Della. "Jangan pergi. Kalau kamu pergi... aku akan membunuh mereka semua. Lalu aku akan membunuh diriku sendiri."

​Della tertegun. Ia menyadari satu hal, cinta dan obsesi di hati pria ini sangatlah tipis batasnya. Dan ia sekarang berdiri tepat di atas garis itu. Di tengah kepungan rencana busuk ayahnya, ambisi licik Adryan, dan konspirasi obat-obatan di rumah ini, Della menyadari bahwa ia tidak hanya harus berjuang untuk hidupnya sendiri, tapi juga untuk jiwa suaminya yang hancur.

​Baiklah, Adryan. Kau ingin bermain? Mari kita lihat siapa yang akan berakhir di dalam peti mati kali ini, batin Della dengan senyum yang tidak kalah gilanya dengan sang suami.

Langit di atas kota terasa sedikit mendung saat Della berdiri di depan cermin besar di kamar utama kediaman Herlos. Ia mengenakan dress biru muda model Sabrina yang mengekspos bahunya yang jenjang, namun sekaligus memberikan kesan anggun yang rapuh. Wajahnya dipoles dengan riasan tipis, namun matanya memancarkan ketajaman yang tak bisa disembunyikan.

Hari ini adalah hari "pulang ke rumah" sebuah formalitas yang sebenarnya sangat ia benci. Namun, Della tahu ada sesuatu yang lebih penting daripada sekadar berkunjung. Ada harta peninggalan ibunya yang masih tertinggal di sana, sesuatu yang tak boleh jatuh ke tangan para lintah di keluarga Gauta.

Saat Della menuruni tangga, ia melihat sebuah pemandangan yang cukup menghibur. Di tengah ruang tamu, Zacky Wijaya tengah berdiri kaku dengan sebuah nampan berisi air penuh di atas kepalanya. Pria dingin yang biasanya selalu tampil sempurna itu kini sedang menjalani hukuman dari Tuan Jerry.

"Ingat, Zacky," suara berat Jerry terdengar dari arah perpustakaan. "Jika setetes air pun jatuh, kau akan memegang dua nampan sampai matahari terbenam. Beraninya kau memberikan buku-buku 'dewasa' itu pada cucuku!"

Beberapa pelayan yang lewat sesekali menutup mulut, menahan tawa melihat sekretaris kepercayaan keluarga Herlos itu tampak seperti anak SD yang sedang dihukum gurunya. Zacky hanya menatap lurus ke depan, wajahnya tetap datar seperti es, meski otot lengannya mulai bergetar.

Della menghampiri Jerry yang baru saja keluar menemui cucu menantunya. "Kakek Jerry," sapa Della lembut.

"Ah, Della. Kau sudah siap?" Jerry menatap Della dengan penuh kasih sayang, lalu ia memberikan sebuah tas kain mewah berisi beberapa kotak perhiasan dan makanan mahal. "Maafkan Aksa, dia tidak bisa ikut mengantarmu karena jadwal terapi intensif hari ini. Tapi ini, bawalah beberapa buah tangan untuk keluargamu. Katakan pada Tantowi, ini salam dari keluarga Herlos."

Della tersenyum sopan. "Terima kasih, Kakek. Kakek sangat baik."

"Zacky! Turunkan nampan itu!" perintah Jerry keras. "Hukumanmu ditangguhkan. Sekarang, antarkan Della ke rumah Gauta. Pastikan dia aman. Jika ada satu helai rambutnya yang hilang karena ulah keluarga itu, kau tahu apa konsekuensinya."

Zacky menurunkan nampannya dengan gerakan presisi, meletakkannya di meja tanpa menumpahkan setetes air pun. Ia membungkuk dalam. "Dimengerti, Tuan Besar."

Saat mereka berjalan menuju mobil, Della memberikan tatapan tajam pada Zacky. "Jangan pikir urusan buku itu selesai, Zacky. Aku masih ingat cara menggunakan alat setrum."

Zacky hanya berdeham pelan sambil membukakan pintu mobil. "Saya hanya menjalankan saran dari penasehat pernikahan, Nyonya Muda."

Perjalanan dua jam menuju kediaman Gauta terasa sangat panjang bagi Della. Rumah besar dengan pilar-pilar putih itu kini tampak seperti monumen pengkhianatan baginya. Saat mobil berhenti, Della tidak menyentuh tas hadiah dari Jerry. Ia justru mengambil sebuah bungkusan panjang dan berat yang ia siapkan sendiri dari bagasi.

Zacky mengikutinya dari belakang tanpa suara, matanya waspada mengamati sekitar.

Langkah kaki Della berdentang di atas lantai porselen saat ia memasuki ruang makan. Di sana, keluarga Gauta sedang berkumpul, Tantowi, Yuhana, dan Ratu sedang menikmati makan siang mewah yang seolah-olah dibayar dengan darah Della.

"Wah... sepertinya aku datang di waktu yang salah," suara Della terdengar manis namun beracun. Ia berdiri di ujung meja, menatap satu per satu wajah yang pernah membuangnya ke RSJ. "Apakah aku mengganggu kegiatan 'kebersamaan' kalian yang indah ini?"

Ratu meletakkan garpunya dengan kasar. "Rasa-rasanya aku mendengar suara sampah," desisnya tanpa menoleh. "Oh, ternyata Della. Masih hidup rupanya? Kukira kau sudah jadi santapan anjing Aksa."

1
umi
tahan aksa jgn terpancing esmosi mu yaa mereka tau titik kelemahan mu tu .. ingt della pasti kamu tenang tu
umi
kalah jauh kamu adryan jgn main2 lah sma keluarga besar aksa ya . bgi della kamu sdh yg terbaik aksa
umi
gila ya kamu adryan ,blom kena ya dia ni buku lima nya aksa lgi ni maka berkata bgitu pla ..
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
pasti ada sesuatu dengan obat Aska 👀
Kau harus kuatt Aska jgn sampai terpengaruh
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
aduh jangan kambuh sekarang 😳🥺
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
ciiih ngeselin lu sampah 🤢🤮
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
mantabs
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
waduh jangan sampai Aksa gak fokus lagi karena hasil presentasi kedua belah pihak akan ditentukan saat ini antara presentasi Aksa dan Emily tolong jangan kambuh Sa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Zacky memang tangan kanan yg bisa dipercaya & diandalkan
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😭😭 di hati Della, Aksa menang Voting
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😒 monyeet satu ini benar2 tidak tahu malu, dr awal memang sdh tidak waras si Ardyan 😏
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
iya Zacky benar bisa jadi Aksa sedang banyak pikiran jadinya ke mode silent
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
malu gak tuh luuu Adryan Juardi gak mungkin Della mau sama kau lagi huuuu bersama Aksa dia diratukan disayangi sedemikian rupa jadi ga butuh pria munafik kek luuu😏🤨
El Zèphyr
Aksa emang gila, tapi dia punya sisi pintar yang gak orang lain ounya
El Zèphyr
Oh astagaa manusia satu ini bucin sekaliehh
El Zèphyr
Aksa Masi bisa mikir kok kalo hal beginian
El Zèphyr
Tatapan yang mengerikan itu muncul guys
El Zèphyr
Aksaa kau jadi bucin + nurut gitu si sama Della.
Lucu deh kalian berdua
El Zèphyr
noh kan noh kannn liattt
El Zèphyr
ihhh bucin aku mau jugak 😽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!