Naima, seorang gadis cantik yang hidup sederhana di desa terpencil, harus menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya yang buta. meninggal dunia dan ibunya mengalami depresi berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Di tengah keterpurukannya, takdir justru mempertemukannya dengan Sean, seorang pria kaya raya yang memiliki kepribadian dingin.
Akankah pertemuan ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Naima, atau justru membawanya ke dalam lika-liku kehidupan yang lebih rumit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon i'm gresya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menerima takdir
naima yang sudah tidak punya pilihan terpaksa harus diam, dia merasa telah di tipu oleh tania. bahkan saat noah tadi membicarakan sesuatu pada tania, dan tania merasa sangat senang. saat mina pergi tadi.
saat ini naima, sudah di tempatkan di salah satu ruangan seperti kamar. di sana dia melihat joy wanita yang di tampar tania tadi.
joy menatap naima yang seperti menangis, ingin menanyakan tapi joy tidak tau bagaimana cara bicara pada naima.
naima duduk di lantai sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
joy yang melihat itu makin merasa kasihan pada naima. dia mendekati naima dan menyentuh pundaknya. naima melihat kearahnya tapi kembali menundukkan wajahnya.
"hmmmm you ok" ucap joy gugup pada naima.
naima melihat kearahnya dan tidak mengerti maksud joy mengatakan apa.
sebagai balasannya naima hanya menggeleng kepalanya pertanda dia tidak mengerti maksud ucapan joy.
tapi joy menanggapinya kalau dia tidak baik baik saja. saat melihat naima membalas gelengan.
joy segera mengambil handphonenya dan membuka translet supaya pembicaraan mereka di mengerti.
"apa kau baik baik saja, apa orang membuatmu terluka" ucap joy dalam bahasa korea dan monitor itu langsung mengucapkan kalimatnya tadi dalam Bahasa indonesia.
naima yang mendengar itu, menggelengkan kepalanya artinya dia lagi bersedih.
selanjutnya joy menyuruh naima untuk bicara sambil mengarahkan handphone itu kearahnya.
"aku bersedih karna aku ditipu oleh temanku sendiri, dan menjual ku disini" ucap naima dan langsung di arahkan dalam bahasa Korea.
joy menutup mulutnya karna syok mendengar itu. ingin melanjutkannya, tiba tiba tania datang. dan keduanya langsung diam.
tapi tidak dengan naima, dia merasa jijik bertemu dengan tania.
"naima nanti malam kau harus bersiap dengan tugas pertamamu. aku dengar orang yang membeli mu sangat kaya. aku yakin pria itu pasti memberi uang tip banyak padamu. apalagi kau kan masih perawan. " ucap naima sambil tersenyum mengejek padanya.
naima yang tidak tahan, langsung menghampiri talia dan menamparnya. joy yang melihat itu seketika terkejut.
"kau pikir aku barang yang bisa di beli.. aku pikir talia pekerjaan sangat mulai disini ternyata aku salah, kau bahkan lebih rendah daripada kami yang miskin. apa yang dikatakan ibuku itu memang benar, bahwa orang yang berpenampilan bagus. tidak akan memungkinkan pekerjaan mereka mulia. " ..
tahlia menghapus jejak tamparan naima di wajahnya dan menatapnya dengan tajam..
"aku memang hina,tapi aku tidak munafik naima. kau pikir pekerjaan mana yang mau menerima tamatan SMP sepertimu, aku saja yang memiliki tamatan sarjana. tidak memungkinkan untuk bekerja yang lebih layak. seperti orang yang bekerja di kantor. kau itu akan seperti ku nantinya naima, jadi simpan saja omong kosong mu itu kepada dirimu sendiri. "jawabnya..
" dan kau..(tunjuk ke joy) mulai malam ini bos ingin kau keluar dari sini.bos tidak menginginkan kamu lagi, jadi segera angkat kakimu dari tempat ini. " ucapnya dalam bahasa Korea lalu pergi dari sana.
joy tidak menolak, dia senang akhirnya bisa keluar dari penjara ini. walaupun hatinya begitu sakit, karna dirinya sudah tidak berguna lagi.
naima melihat joy, memasukkan semua bajunya kedalam tas.ingin menghampirinya tapi langkahnya tertahan karna dia tidak tau harus bicara apa.
saat semua bajunya sudah dimasukkan, joy berhenti tepat di samping naima. dan tersenyum padanya lalu pergi dari hadapannya. namun langkahnya kembali berhenti saat ingin memberikan sesuatu pada naima.
dia berjalan ke arah naima, dan memberikan buku pada naima yang ia ambil dari tasnya. tapi sebelum itu dia berbicara menggunakan bantuan dari translate.
"aku juga bukan asli orang sini, aku tinggal di thailand. kita sama, aku ditipu oleh seseorang dan pada akhirnya berakhir disini. orang orang kaya disini sangat jahat pada kita yang miskin. kita datang untuk pekerjaan yang mulia, tapi malah berakhir menjadi pemuas nafsu pria. kau ambilah buku ini, ini adalah kamus bahasa Korea kau bisa belajar dengan ini. dulu aku juga belajar dengan buku ini dan pada akhirnya aku bisa bahasa Korea. semoga hidupnya jauh lebih baik dari aku. selamat tinggal. " ucapnya dalam bahasa Korea lalu di translate dalam Bahasa indonesia.
naima mendengar itu dan kembali menjatuhkan air matanya. ingin sekali marah pada Tuhan tapi apa boleh buat, jika Tuhan sudah menulis takdir hidup kita. kita tidak bisa membantahnya.
naima mengambil buku itu, dan tersenyum padanya. lalu joy pergi dari hadapan..
..
sean menatap arloji di tangannya. waktu begitu cepat berlalu. dan dia harus pergi ke club itu. ini bukan hal pertama baginya bersenang senang dengan seorang wanita. dia banyak menghabiskan hasratnya kepada semua wanita. tapi kali ini dia ingin hal baru yaitu bermain dengan seorang gadis..
..
malam pukul 8, di korsel.
naima di bantu berdandan oleh wanita yang bekerja di club itu. pakaian yang pakai sekarang sungguh miris, tapi dia tidak bisa menolak karna jika menolak dia harus membayar pinalti seperti yang di katakan wanita tadi. uang darimana membayarnya.
"jangan nangis dong, lihat ini kami harus mengulangi dari awal. aihhh" kesal wanita dalam bahasa Korea.
seperti biasa, naima tidak mengerti dan memilih untuk diam.
pintu kamar di buka tampaklah talia yang sedang berdiri disana, memandang naima.
naima menatapnya dengan datar dan tidak suka.
talia menghampiri naima yang sedang di rias.
"kau memang cantik naima tapi takdirmu yang tidak cantik. tapi kurasa kau bisa mengubah sedikit takdir hidupmu melalui wajahmu ini. " ejeknya..
naima tidak menanggapinya, dia hanya diam sambil menatap wajahnya yang ada di cermin. namun talia tidak berhenti disitu dia kembali mengatakan sesuatu yang membuat naima menjadi marah.
"kau akan menjadi pelacur naima. pertahankan itu karna itu bisa mengubah nasib keluargamu yang serba kekurangan. "
naima berdiri dari duduknya dan menatap talia.
" ternyata orang yang putus sekolah, tidak terlalu buruk dibanding dengan orang yang berpendidikan tinggi seperti mu. aku bersyukur dilahirkan dari keluarga yang miskin tapi memiliki harga diri yang tinggi."
talia mengepalkan kedua tangannya, ingin sekali memukul naima saat ini. tapi dia tidak ingin terkena masalah dengan noah.
"siapkan saja dirimu, dan nikmati rasanya" ucapnya lalu pergi dari sana.
...
sean yang tengah bersiap di kamarnya. menatap pantulan dirinya di cermin.