NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 08 - Perjalanan Kultivasi Dimulai

Xiao Yun menatap tajam bayangan dirinya yang terpantul di permukaan air dengan saksama. Lalu, ia memasukkan satu per satu setiap bahan dari Ramuan Penyucian Tubuh ke dalam bak mandi. Bunga Serbuk Api, Rumput Kaca Suci, Gingseng Seribu Tahun dan Mutiara Tak Bernoda. Keempat bahan tersebut langsung bercampur menjadi satu dengan air hangat yang memenuhi bak mandi.

Setelah itu, Xiao Yun mengeluarkan bahan terakhir dari Ramuan Penyucian Tubuh yakni, Inti Spirit Beast tingkat Dua berelemen Api. Xiao Yun segera memasukkan Dua Inti Spirit Beast berbentuk segi enam tersebut ke dalam bak mandi. Warna air pada bak mandi seketika berubah menjadi merah darah setelah Dua Inti Spirit Beast melebur menjadi satu dengan air hangat. Suhu air panas juga turut meningkat drastis, menjadi lebih panas dari sebelumnya. Tubuh Xiao Yun tampak sedikit gemetar ketika melihat perubahan yang terjadi pada air di dalam bak mandi tersebut. "Hei, Yan. Apakah menurutmu, tubuhku yang masih lemah ini mampu menahan dampak dari Ramuan Penyucian Tubuh?"

"Hmm.. Menurut instingku, tubuhmu sepertinya akan terbakar kembali seperti kejadian tujuh hari yang lalu." jawab Yan melalui transmisi suara

"Sungguh?! Apakah kau tidak bisa mengatakan hal yang lebih positif? tanya Xiao Yun dengan ekspresi datar

"Memangnya hal positif seperti apa yang kau ingin aku katakan, Yun?"

Xiao Yun seketika menghela napas panjang, saat mendengar perkataan Yan yang sangat berbeda dari harapannya. Ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sebab merasa pusing oleh sikap Yan yang terus menyebalkan. "Lupakan. Tidak seharusnya aku berharap padamu."

Xiao Yun pun kembali fokus pada Ramuan Penyucian Tubuh yang berada di hadapannya. Kemudian, ia mulai melepaskan pakaiannya hingga tidak ada satu helai kain pun yang menutupi tubuhnya. Setelah itu, ia langsung berendam di dalam Ramuan Penyucian Tubuh dengan posisi duduk bersila. Seketika, tubuh Xiao Yun diserang oleh sifat dasar dari Ramuan Penyucian Tubuh yang cukup panas. Rasa panas yang menjalar ke setiap inci tubuhnya, membuat Xiao Yun mengerutkan dahi serta mengertakkan giginya. Meskipun rasa panas dari Ramuan Penyucian Tubuh menyebabkan dirinya kesakitan. Xiao Yun tetap berusaha untuk berkonsentrasi agar bisa menyerap Ramuan Penyucian Tubuh ke dalam tubuhnya.

Tak lama kemudian, Ramuan Penyucian Tubuh mulai masuk melalui pori-pori tubuh Xiao Yun dan bersatu dengan aliran meridian, darah serta organ dalamnya. Efek dari Ramuan tersebut langsung ia rasakan ketika sudah bersatu dengan tubuhnya. Rasa panas yang menjalar ke seluruh meridian layaknya aliran lava. Darahnya yang terasa mendidih saat bersatu dengan Ramuan Penyucian Tubuh. Dan, rasa panas tak tertahankan yang menyelimuti setiap organ dalamnya. Xiao Yun benar-benar kembali dihadapkan pada situasi antara hidup dan mati. Namun, ia tidak akan menyerah begitu saja. Xiao Yun tetap berkonsentrasi penuh untuk menyerap setiap inti sari dari ramuan tersebut agar tubuhnya kembali bersih.

_______

Tiga puluh menit kemudian..

Setelah berjuang melawan rasa sakit dan panas cukup lama. Xiao Yun akhirnya berhasil menyerap seluruh inti sari Ramuan Penyucian Tubuh. Akan tetapi, dirinya tampak masih berkonsentrasi dengan mata yang terpejam. Beberapa saat kemudian, kumpulan asap hitam terlihat keluar bersamaan dengan terbukanya mulut Xiao Yun. Kumpulan asap hitam tersebut merupakan hasil endapan dari pil serta ramuan yang berada di dalam tubuh Xiao Yun selama ini. Lalu, diubah oleh sifat dasar Ramuan Penyucian Tubuh yang panas hingga menjadi kumpulan asap hitam. Asap hitam tersebut terus keluar dari mulut Xiao Yun selama beberapa saat, kemudian terhapus oleh angin pagi yang bertiup melalui jendela kamarnya.

Setelah proses pembersihan selesai, Xiao Yun langsung membuka kedua matanya. Tatapan matanya terlihat sangat tenang, namun memancarkan tekad yang kuat. Lalu, ia segera bangkit dan keluar dari bak mandi yang masih dipenuhi oleh air. Kemudian, kedua tangannya meraih sebuah kain katun yang ia gunakan untuk mengelap seluruh bagian tubuhnya. Setelah tubuhnya kembali bersih, Xiao Yun langsung mengenakan pakaian yang sudah disiapkan dan menyantap beberapa makanan yang dibawa oleh Bibi Yi sebelumnya. Karena sudah beberapa hari tidak makan, Xiao Yun hanya membutuhkan waktu sesaat saja untuk menghabiskan seluruh makanan yang berada di hadapannya.

Selepas selesai makan, Xiao Yun langsung merapikan peralatan makan yang ia pakai serta kamarnya untuk meringankan pekerjaan Bibi Yi. Lalu, ia segera pergi meninggalkan kamarnya dengan langkah yang tegas. "Apa yang akan kau lakukan sekarang, Yun?" tanya Yan melalui transmisi suara

"Aku akan pergi ke Lapangan Bela Diri, untuk mengetahui perkembangan tubuhku ketika proses penyerapan energi murni." jawab Xiao Yun

"Begitu, ya"

Xiao Yun terus melangkah pergi meninggalkan Kediaman ayahnya, berjalan menuju ke arah Lapangan Bela Diri dengan penuh semangat. Sesampainya di sana, pandangan kedua mata Xiao Yun langsung disambut oleh puluhan murid Klan Xiao yang sedang berkultivasi bersama seorang Pria berjubah emas yang membimbing mereka.

Suasana pagi yang tenang, namun dipenuhi oleh semangat yang tinggi. Cerahnya cahaya pagi yang menyinari setiap wajah mereka. Embusan angin segar nan sejuk yang sesekali mengibaskan rambut serta pakaian mereka, menjadi sebuah pemandangan yang sangat indah di Klan Xiao. Senyum kecil seketika merekah di bibir Xiao Yun, saat kedua matanya melihat para murid Klan Xiao yang sangat giat berkultivasi. Kemudian, ia langsung berjalan ke arah pohon besar yang selalu menjadi tempat dirinya untuk belajar. Xiao Yun pun segera duduk bersila dan memejamkan matanya. Suasana yang sangat tenang di Lapangan Bela Diri, membuat jiwanya seketika tenggelam dalam kesunyian.

Xiao Yun pun segera menajamkan indranya untuk merasakan energi murni yang berada di sekitar. Hanya dalam beberapa saat, kumpulan energi murni mulai mengelilingi tubuh Xiao Yun dan perlahan memasuki lautan energinya. Aliran energi murni tersebut terus mengalir masuk ke dalam lautan energi Xiao Yun dengan lembut layaknya embusan angin.

Proses penyerapan energi murni yang dilakukan Xiao Yun tampak sangat tenang, hingga menarik perhatian murid-murid Klan Xiao serta Pria berjubah emas. Konsentrasi mereka teralihkan oleh gelombang energi murni yang sangat tenang dan kuat dari tempat Xiao Yun berada. Alis mereka seketika terangkat, ketika melihat Xiao Yun yang sedang melakukan proses penyerapan energi murni. Namun di sisi lain, Xiao Yun terlihat tidak terganggu oleh tatapan beberapa mata yang mengarah pada dirinya. Ia tetap berkonsentrasi penuh untuk terus menyerap energi murni yang berada di Lapangan Bela Diri. Hingga akhirnya, sesuatu yang mengejutkan terjadi.

WHOOSH!

BOOM!

Embusan angin yang kencang serta ledakan aura yang kuat seketika keluar dari tubuh Xiao Yun. Momentum ini, merupakan sebuah kenaikan tingkat. Mulut serta mata semua orang langsung terbuka lebar. Tubuh mereka membeku. Mereka tidah menyangka, kalau Xiao Yun tiba-tiba mengalami kenaikan tingkat. Sebab, mereka belum mengetahui fakta tentang Xiao Yun yang sudah bisa berkultivasi. Sementara itu, Xiao Yun yang baru saja mendapatkan pencapain bagus dalam kultivasinya. Segera membuka matanya perlahan seraya menghela napas panjang. "Kultivasiku langsung meningkat. Sekarang, aku berada di tahap Pemurnian Energi Lapisan Kelima."

Xiao Yun pun segera bangkit dari tempatnya. Kemudian, ia melangkahkan kakinya ke arah sebuah batu hitam berukuran besar dengan tinggi sekitar lima meter. Batu besar tersebut biasanya digunakan oleh murid-murid Klan Xiao untuk mengukur kekuatan pukulan mereka. Metode penilaiannya pun cukup mudah dan sederhana. Para murid Klan Xiao hanya perlu meninggalkan bekas pukulan yang besar dan dalam di permukaan batu tersebut, untuk mengetahui kekuatan mereka. Xiao Yun yang baru saja memulai perjalanan kultivasinya, juga ingin menguji kekuatan pukulannya. Ia juga hendak mengetahui, perbedaan kekuatan tubuh fisiknya di kehidupan sekarang dengan sebelumnya.

Dan saat ini, Xiao Yun sudah berdiri tegap di hadapan batu besar tersebut. Kedua matanya mengamati dengan cermat, setiap bekas pukulan pada permukaan batu yang dibuat oleh para murid Klan Xiao. Lalu, Xiao Yun segera memejamkan matanya sesaat sembari menarik napas dalam-dalam. Ia mulai memusatkan seluruh kekuatan yang dimilikinya pada kepalan tangan kanannya.

Semua orang yang berada di Lapangan Bela Diri pun memperhatikan setiap gerak-gerik Xiao Yun dengan saksama. Pikiran mereka penuh oleh rasa penasaran. Kemudian, Xiao Yun perlahan menarik sisi kanan tubuhnya ke belakang seraya mengangkat tangan kanannya. Tatapan matanya terlihat lurus dan tajam. Setelah itu, Xiao Yun dengan cepat melayangkan sebuah tinju yang kuat ke permukaan batu tersebut.

BAMM!!

Pukulan yang dilayangkan Xiao Yun seketika menghasilkan suara yang sangat kuat. Semua orang sontak terkejut ketika melihat pukulan Xiao Yun. Mulut mereka terbuka lebar. Di sisi lain, Xiao Yun segera menarik tangan kanannya yang terasa kebas. Ia pun langsung menatap tangannya yang tampak memar dengan saksama. "Batu besar ini memang layak untuk dijadikan alat penguji."

"Akan tetapi.." Xiao Yun pun lekas mengalihkan pandangannya ke arah bekas pukulannya

KRAK! KRAK!

Beberapa retakan cukup besar seketika muncul di sekitar bekas pukulan Xiao Yun. Retakan-retakan tersebut terlihat memenuhi hampir seluruh permukaan batu. Sebuah senyum kecil pun langsung merekah di sudut bibir Xiao Yun. Kedua mata birunya mengkilat. Ia merasa sangat puas. "Tetapi sepertinya, kekuatan fisikku di kehidupan saat ini jauh lebih baik." lanjut Xiao Yun

"Bisa mengeluarkan kekuatan sebesar itu, dengan tingkat kultivasi yang masih berada di tahap Pemurnian Energi Lapisan Kelima."

"Yun, kau benar-benar membuatku takjub." ucap Yan melalui transmisi suara

Xiao Yun segera tersenyum lembut saat mendengar sebuah pujian dari Yan. Tidak mudah baginya untuk mendengar kata-kata manis dari Yan. Sementara itu, para murid Klan Xiao tampak masih terkejut. Mata mereka masih tidak bisa mempercayai suatu hal yang baru saja mereka lihat. Satu pukulan dari Xiao Yun sudah cukup untuk membuat retakan besar pada permukaan batu besar tersebut.

Sebab, mereka yang selalu berlatih setiap hari hanya mampu meninggalkan beberapa bekas pukulan kecil. Sedangkan Xiao Yun, mampu melakukan hal yang lebih hebat dibandingkan mereka. Kejadian yang mengejutkan ini pun turut menarik perhatian pria berjubah emas. Melihat keberhasilan yang didapatkan oleh Tuan Muda Klan Xiao tersebut, membuat dirinya bergegas menghampiri Xiao Yun. Ketika dirinya telah berada di hadapan Xiao Yun. Ia langsung menundukkan kepala memberi hormat sembari berkata, "Selamat atas pencapain Anda, Tuan Muda Ketiga."

Xiao Yun sontak terkejut. Kehadiran serta sebuah ucapan secara langsung dari pria berjubah emas tersebut, merupakan hal yang tidak ia duga. Lalu, Xiao Yun segera membalas ucapan pria tersebut dengan nada lembut. "Terima kasih banyak, Paman."

"Sama-sama, Tuan Muda. Aku merasa sangat senang. Karena akhirnya, harapan besar yang diperjuangkan oleh Pemimpin Klan Xiao selama ini dapat terwujud."

"Itu benar. Ayah benar-benar telah melakukan banyak hal untuk mewujudkan harapannya." ucap Xiao Yun seraya tersenyum lembut

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!