" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meeting Cafe
Setelah masuk ke dalam meeting cafe, zafran langsung disambut oleh banyak pegawai disana. Luna yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya.
" kenapa?" tanya zafran yang melihat luna bingung.
" gpp, mereka kaya yang hormat banget sama kamu" ucap luna lirih
" cafe ini punya kaka" jawab zafran santai. Luna hanya menganggukan kepala tanda paham.
Setelah itu, Zafran segera membawa luna ke lantai dua. Begitu menginjakan kaki di lantai dua, ada seorang pria yang menyapanya
" oi ran, sama siapa? " tanya fiki. Bukannya dijawab, zafran hanya berdehem.
Fiki yang melihat keberadaan seorang wanita di samping zafran, otomatis meledeknya.
" cieee, anak bujang udah bawa cewe nih" goda fiki yang melihat zafran denga luna
" Pertama kali loh, seumur hidup dia bawa perempuan kesini" ucap fiki spontan, membuat luna salting
"ya udah gih pesen, gak usah bayar gw traktir" lanjut fiki
" thank you ka" jawab zafran
" eh ini siapa namanya? " tanya fiki pada luna
" luna pak" jawab luna sopan.
" oke luna, selamat datang dan selamat menikmati makanan di meeting cafe yah" ucap fiki ramah
" terimakasih pak" jawab luna sopan
" ya udah, ran, kaka tinggal yah, mau jemput ka inda dulu di rumah kaka ipar kamu" ucap fiki
" ya ka, aku juga dari sini mau jenguk ka khanza ka" jawab zafran
" ya udah kalau gitu, ketemu disana yah" ucap fiki dan berlalu.
" yuk luna duluan yah, ketemu disana" ucap fiki dan berlalu
Setelah kepergian fiki, zafran mengajak luna untuk duduk di salah satu meja dan langsung meminta luna untuk memindai barcode yang ada di meja untuk memesan makanan.
" kamu mau makan apa? " tanya zafran pada luna
" hmm.. " belum sempat luna menjawab, ponsel zafran berbunyi. Zafran menatap layar ponselnya dan mengangkatnya sedangkan luna asik melihat menu makanan
" halo " jawab zafran dingin
" dimana bro? " tanya keen di sebrang sana
" meeting cafe"
" ok" ucapnya
" ngapain? " tanya zafran
" ketemu elo" jawab keen, belum sempat zafran menjawab telefon sudah ditutup. Zafran hanya menaruh ponselnya di meja.
" kamu udah tau mau pesan apa luna? " tanya zafran melihat luna yang sudah asik dengan ponselnya melihat menu
" aku mau Lasagna" jawab luna tersenyum pada zafran
cantik
" hmm . . apa lagi? " tanya zafran
" hah? " tanya luna bingung menatap zafran
" kamu kenyang cuma makan itu? "
" kenyang ko. hmm kamu mau makan apa?"
" terserah kamu"
" hmm ko terserah aku? Yang makan kamu" jawab luna
" aku mau Spageti" jawab zafran tersenyum
" hmm... Minumnya apa ? " tanya luna
" ice lemon tea aja, kamu apa?"
" java tea "
" cuma itu?" tanya zafran
" iyah ka zafran" jawab luna, membuat zafran tersenyum, karena luna mengucapkan namanya. Dan luna? Jangan ditanya, rasanya dia ingin loncat dari gedung pencakar langit Mahesa grup, melihat ketampanan orang yang disukainya selama ini.
Luna menunduk dan mencubit lengannya, takut takut kalau ini mimpi. Begitu mencubitnya, bukannya bangun dari mimpi, dia malah meringis kesakitan. Zafran yang melihat luna meringis kesakitan, khawatir dan langsung memegang tangan luna.
" kenapa? kamu gpp? " tanya zafran sambil melihat lengan luna.
Bukannya di jawab luna hanya melihat ke arah zafran. luna merasa dejavu, sama halnya pada saat ia bertabrakan dengan zafran dahulu. kalimat yang sama yang keluar dari mulut zafran. luna merasakan nano nano antara senang, bahagia, salting campur aduk jadi satu.
" gpp ko. . Hmm kalau boleh tau tadi denger dengar mau jenguk ibu khanza. Apa beliau sakit? " tanya luna mengalihkan akward nya.
" hmm.. Kaka harus bedrest luna. "
" kenapa? tapi kandungan bu khanza gpp kan? "
" kalau kamu khawatir, kamu bisa ikut saya habis ini. Lagian kaka pasti senang kamu datang " ucap zafran santai
" hmm kayanya gak deh ka, aku gak enak. " jawab luna
" kenapa harus gak enak? " jawab zafran dengan pertanyaan.
"hmm tapi saya gak enak" ucap luna santai. Dia takut mengganggu kediaman atasn nya
" gak akan luna, lagian kaka pasti senang kamu datang" ucap zafran.
Belum juga luna menjawab, pramusaji sudah datang membawa pesanan mereka dan menghidangkannya. Zafran mempersilahkan untuk luna menikmati makan malamnya, sesekali mereka saling mencuri pandang. Zafran di buat gemas karena luna yang gampang salting dan merona, saat ketangkap basah melihatnya.
Setelah dua puluh menit mereka menikmati makan malam mereka, tiba tiba ada yang menghampiri meja mereka, dan berdiri di sebalah kursi zafran.
" ran" panggil keen
" hmm" jawab zafran mengacuhkan
" kirain sendiri, gak taunya lagi ngedate" goda keen.
Luna yang sedang meminum minumannya, mendengar ucapan keen membuatnya terkejut dan alhasil dia tersedak dan batuk. Melihat luna yang seperti itu, zafran langsung bangun dari kursinya dan berdiri di samping kursi luna. Ia mengusap punggung luna dan memberikan tisu pada luna.
" Gila" lirih keen. Hampir sembilan tahun persahabatannya dengan zafran, dia tidak pernah melihat zafran dekat dengan wanita manapun, apalagi khawatir dengan wanita, kecuali ibunya, dan kaka iparnya alias tantenya keen. Ya keen adalah keponakan dari khanza, sekaligus salah satu sahabat zafran.
" pelan pelan luna" ucap zafran lembut sambil mengusap punggung luna
" makasih ra.. n" jawab luna terbata.
" udah oke? Gpp? " zafran memastikan luna baik baik saja
" gpp ko.. Makasih yah" ucap luna. Setelah zafran merasa luna baik baik saja, dia kembali ke kursinya. Sedangkan luna sudah merah merona sesak nafas. Dia sangat sangat gugup dan salting.
" lo ngapain nemuin gw sampai sini? " tanya zafran santai sambil melihat luna yang salting membuat zafran tersenyum sangat tipis.
" tumben amat, biasanya juga tiap balik kerja kita ketemu. " gerutu keen, tapi tidak ada tanggapan dari zafran.
" Eh hai salam kenal gw keen" sapa keen pada luna dan pandangannya langsung tertuju pada mata luna dan mengulurkan tangan untuk berkenalan.
Luna dengan sopan akan menerima uluran tangan keen, belum juga menyentuhnya, zafran sudah menepis tangan keen, membuat keen tertawa. sedangkan luna dibuat bingung.
" eh ngomong ngomong ko gw kaya kenal yah sama lo? " ucap keen pada luna
" hmm saya adik kelas kaka" jawab luna. Ya dulu saat sekolah, zafran berteman baik dengan ditto, keen dan kian. Namun keen dan kian adalah kaka kelas mereka. karena zafran saat kecil sering berpindah pindah sekolah, pada akhirnya dia harus turun satu tingkat untuk bisa bersekolah saat itu.
" oh yah? Pantesan kaya kenal" ucap keen
" kamu udah kenyang luna? Mau nambah? " tanya zafran
" ran, gw belum selesai ngobrol" sewot keen. Luna hanya tersenyum melihat perdebatan dua sahabat ini.
" luna" panggil zafran kembali
" oh, udah kenyang ko" jawab luna tersenyum
" ran, demi apa gw gak di tawarin apa apa ini? " protes keen
" urus sendiri lah" jawab zafran sambil menggeser kursinya dan berdiri
" ya udah , yuk kita ke rumah kaka" ajak zafran mengambil lengan luna agak berdiri dan zafran sudah membawa tas luna.
" hah? saya beneran ikut? Apa tidak apa apa? " tanya luna ragu
" gpp luna, onty dan om zaviar welcome banget ko" ucap keen
" om zaviar? Onty? " luna mengerutkan keningnya
" nanti aku jelasin dimobil, yuk" ajak zafran yang sudah berdiri di samping luna. Luna segera berdiri dan mereka beranjak menuju ke rumah khanza dan zaviar. Tapi sebelumnya, luna dan zafran mampir dulu ke salah satu toko kue, untuk membeli kue dan coklat kesukaan ibu hamil itu.
" kamu udah bilang sama orang tua kamu luna, akan pulang telat" ucap zafran
" sudah, dan mereka sudah mengizinkan" jawab luna
" bagus kalau begitu. " ucap zafran
****