NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

Berhubung situasinya begitu canggung, ketegangan yang merayap di meja marmer itu seolah ditarik hingga ke titik tertinggi di mana satu desahan napas saja bisa memecahkan segalanya.

Kyna meletakkan cangkir tehnya dengan ketukan pelan yang terdengar nyaring di tengah keheningan yang mencekam. Di seberang meja, Aldrian tampak duduk dengan punggung kaku sementara jemarinya mencengkeram pinggiran cawan porselen hingga memutih.

Di sebelahnya Anara terus menundukkan kepala berpura pura sibuk membersihkan sisa tumpahan teh di gaunnya padahal ia hanya berusaha menyembunyikan getaran hebat di bahunya akibat ketakutan rahasia mereka akan terbongkar di hadapan mitra bisnis sepenting Evan.

Sonia yang tidak menyadari arus bawah yang bergejolak di antara ketiga orang itu justru tertawa renyah sembari menimpali ucapan suaminya tentang kebetulan marga yang sama tersebut.

Gurunya itu mulai mengenang kembali masa masa kuliah Kyna yang gemilang menceritakan kepada Evan betapa seluruh jajaran dosen sempat menangis saat mendengar kabar kecelakaan yang menimpa penari paling berbakat di akademi mereka.

Setiap patah kata yang keluar dari mulut Sonia bagaikan tetesan asam yang membakar nurani Aldrian membuat pria itu semakin menenggelamkan pandangannya ke arah lantai mal yang berkilau tidak sanggup menatap wajah istrinya sendiri.

Di balik ketenangannya Kyna menikmati setiap detik kepanikan yang terpancar dari wajah suaminya sebuah pemandangan langka yang tidak pernah ia saksikan selama lima tahun hidup dalam bayang bayang keacuhan pria itu.

Selama setengah dekade ini Aldrian selalu mengendalikan seluruh jalannya pernikahan mereka dengan otoritas penuh seorang penguasa namun sore ini di kafe yang bernuansa klasik ini kendali tersebut sepenuhnya berpindah ke tangan Kyna.

Kyna menolak untuk menjadi pihak yang bersembunyi lagi karena ia sadar bahwa beberapa jam ke depan ia akan melangkah keluar dari lingkaran beracun ini menuju benua baru yang telah dijanjikan oleh gurunya.

Evan yang merasa tertarik dengan pembicaraan mengenai dunia bisnis mencoba mengalihkan topik dengan bertanya lebih detail mengenai bidang usaha yang ditekuni oleh suami Kyna.

Pertanyaan ramah itu seketika membuat Aldrian menegakkan tubuhnya dengan tatapan mata yang dipenuhi permohonan yang teramat sangat seolah ia sedang berlutut di hadapan Kyna memohon agar harga dirinya tidak dihancurkan di depan rekan bisnis barunya.

Kyna membalas tatapan itu dengan senyuman tipis yang sangat dingin lalu menjawab dengan nada santai bahwa suaminya bergerak di bidang investasi korporat namun belakangan ini sang suami terlalu sibuk mengurusi masa lalu orang lain hingga melupakan kewajibannya di rumah.

Sindiran yang teramat tajam itu membuat Anara tersedak pelan sementara Aldrian dengan cepat memotong pembicaraan dengan alasan bahwa ia harus segera kembali ke kantor karena ada dokumen mendesak yang memerlukan tanda tangannya.

Pria itu bangkit dari kursinya dengan tergesa gesa mengisyaratkan kepada Evan bahwa mereka bisa melanjutkan pembahasan kerja sama di lain kesempatan.

Anara pun ikut berdiri dengan gerakan canggung menyampirkan tas mewahnya ke bahu sambil melirik Kyna dengan tatapan yang dipenuhi rasa benci yang bercampur dengan ketakutan mendalam.

Sebelum Aldrian melangkah pergi Sonia menahan lengan pria itu sejenak untuk berpamitan dan mengingatkan bahwa ia sangat senang bisa mengenal rekan bisnis suaminya yang begitu sukses.

Di saat yang sama Sonia juga merangkul pundak Kyna dengan kehangatan seorang ibu berbisik bahwa mereka harus segera bertemu kembali besok malam untuk mengurus seluruh administrasi keberangkatan staf belakang panggung menuju Eropa.

Mendengar kata Eropa disebut dalam obrolan tersebut langkah kaki Aldrian sempat tertahan di ambang pintu kafe ia menoleh sejenak ke arah Kyna dengan dahi berkerut seolah merasa ada sesuatu yang besar yang sedang direncanakan oleh istrinya tanpa melibatkan dirinya.

Setelah kepergian Aldrian dan Anara atmosfer di meja tersebut berangsur angsur mencair menjadi jauh lebih hangat dan bersahabat.

Kyna menghabiskan sisa sore itu dengan mendengarkan wejangan dari Sonia serta arahan dari Evan mengenai situasi kehidupan di luar negeri sebuah informasi berharga yang semakin memantapkan hatinya untuk melepaskan segala keterikatan di Kota Hatam.

Ketika senja mulai menyelimuti kota Kyna berpamitan kepada sepasang suami istri yang baik hati tersebut lalu melangkah keluar dari mal menuju taksi yang akan membawanya kembali ke hotel tempat ia menginap.

Setibanya di dalam kamar hotel yang sunyi Kyna segera mengaktifkan kembali ponselnya yang sejak siang sengaja ia matikan demi menjaga kelancaran ujian dan pertemuannya.

Layar ponselnya seketika menyala menampilkan sebuah pesan singkat yang baru saja masuk beberapa menit lalu dari nomor pribadi Aldrian.

Bukan berisi kemarahan atas sindiran di kafe tadi melainkan sebuah pesan singkat yang memerintahkan Kyna untuk segera datang ke rumah utama orang tua mereka malam ini juga karena Aldrian mengklaim telah menemukan berkas paspor tersembunyi milik Kyna di dalam laci rumah lama mereka.

Kyna merasakan darahnya mendesir dingin saat membaca pesan tersebut menyadari bahwa Aldrian entah bagaimana telah mengetahui rencana pelariannya lebih cepat dari yang ia perkirakan.

Dengan tangan yang kembali bergetar ia membuka tasnya untuk memeriksa keberadaan dokumen dokumen pentingnya namun ia terperangah saat mendapati bahwa lembaran visa resmi dan tiket pesawatnya yang semula tersimpan rapi di dalam selipan buku ujian kini telah lenyap tanpa bekas.

Di saat yang sama terdengar suara ketukan pintu kamar hotel yang teramat pelan dari arah luar diikuti oleh suara langkah sepatu kulit yang sangat ia kenal sedang berhenti tepat di depan ambang pintunya.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!