NovelToon NovelToon
Skenario Rahasia Sang CEO

Skenario Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:478
Nilai: 5
Nama Author: Shee Lyn

"Pernikahan ini adalah benteng, dan rahasia adalah senjataku."
Bagi dunia luar, Mike Raharja adalah lambang kesempurnaan sekaligus kutukan. Sang tirani korporat yang dingin, tak tersentuh, dan dirumorkan tidak bisa memberikan keturunan bagi dinasti bisnis raksasa Raharja Group. Demi menjaga takhtanya dan melindungi sebuah rahasia besar dari musuh-musuh dalam selimut, Mike merancang sebuah skenario gila: pernikahan kontrak selama empat tahun dengan pengacara ambisius, Anita.
Namun, ketika masa kontrak berakhir dan topeng-topeng mulai berjatuhan, sebuah kejutan besar yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di balik dinding sangkar emas yang penuh manipulasi, ada satu jiwa yang selama ini disembunyikan Mike dari radar dunia—sebuah pelabuhan hati rahasia yang menjadi alasan di balik semua kelicikan dan pengorbanannya.
Saat badai korporasi mengancam dan masa lalu menuntut balas, akankah skenario yang disusun Mike berakhir sebagai kemenangan mutlak, atau justru menjadi bumerang untuknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shee Lyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 (Jamuan di balik Topeng)

Malam yang dinantikan oleh Mike Raharja akhirnya tiba. Kediaman utama keluarga Raharja yang berdiri megah di kawasan perumahan elite Menteng tampak berkilau oleh lampu-lampu kristal gantung yang mewah. Halaman rumput yang luas dipenuhi oleh deretan mobil mewah milik para kolega terdekat Kakek Surya. Namun, suasana di dalam rumah tidak sehangat cahayanya. Ada ketegangan yang merayap di sela-sela obrolan para tamu, sebuah bisik-bisik tak kasat mata mengenai skandal perceraian kilat sang CEO muda dan rumor memalukan yang menyertainya.

Di dalam sebuah sedan hitam yang terparkir agak jauh dari lobi utama, Alisha meremas jemarinya yang dingin. Ia mengenakan gaun sederhana berwarna putih gading dengan riasan wajah minimalis yang justru memancarkan kecantikan alaminya yang jernih. Di sampingnya, Mike duduk dengan sikap tenang yang intimidatif, mengenakan setelan tuksedo hitam yang membuatnya tampak seperti seorang penguasa sejati.

"Kamu gemetar, Alisha," suara bariton Mike memecah keheningan kabin mobil. Pria itu menoleh, menatap gadis di sampingnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Saya... saya hanya takut mengacaukan semuanya, Pak—maksud saya, Mike," Alisha meralat ucapannya dengan gugup. Mengingat bahwa malam ini ia akan diperkenalkan sebagai calon istri dari seorang pewaris tunggal Raharja Group membuat perutnya mulas. "Apakah Kakek Anda benar-benar akan menerima saya? Saya hanya gadis biasa. Saya tidak punya latar belakang bisnis seperti Ibu Anita."

Mike mengulurkan tangannya, menggenggam jemari Alisha yang dingin dengan cengkeraman yang hangat dan kokoh. "Aku sudah mengatakannya padamu, bukan? Di mata Kakek saat ini, aku adalah pria yang memiliki kekurangan besar. Kehadiranmu yang bersedia mendampingiku tanpa menuntut ahli waris adalah sebuah keajaiban bagi beliau. Jangan takut. Cukup berdiri di sampingku dan ikuti apa pun yang kukatakan."

Alisha menatap sepasang mata elang Mike. Di dalam pusaran rasa bersalah dan keinginannya yang besar untuk membalas budi, Alisha menemukan secercah rasa aman yang aneh di dalam genggaman tangan pria itu. Ia mengangguk pelan, memantapkan hatinya. *Aku ada di sini untuk menolongnya,* tekad Alisha dalam hati.

"Ayo keluar," ucap Mike, melepaskan genggaman tangannya lalu membuka pintu mobil.

Begitu kaki Alisha melangkah memasuki aula utama kediaman Raharja, desas-desus yang semula berupa bisikan lirih seketika mereda. Ratusan pasang mata menatap ke arah pintu masuk, tempat di mana Mike Raharja berjalan dengan dagu terangkat, menggandeng lengan seorang gadis muda yang asing yang belum pernah mereka lihat di kalangan sosialita mana pun.

Di ujung ruangan, duduk di atas kursi roda kayunya yang megah, Surya Raharja menatap kedatangan cucu tunggalnya dengan pandangan tajam yang sarat akan kesedihan yang mendalam. Sejak rumor tentang kemandulan Mike menyebar, pria tua itu tampak menua sepuluh tahun lebih cepat. Kebanggaannya runtuh, dan ketakutannya akan punahnya garis keturunan Raharja menjadi kenyataan pahit yang harus ia telan.

"Kakek," Mike membungkuk hormat di depan kursi roda Surya, diikuti oleh Alisha yang merunduk dengan sopan.

"Mike..." suara Surya terdengar serak, tidak lagi menggelegar seperti beberapa bulan lalu. Matanya kemudian beralih pada Alisha, meneliti dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Siapa... siapa gadis yang kamu bawa ini?"

"Ini Alisha, Kek. Adik dari mendiang Aryo, ajudan pribadi mendiang Ayah yang gugur sepuluh tahun lalu," Mike memperkenalkan Alisha dengan nada suara yang sengaja dibuat melunak, memberikan kesan emosional yang kental. "Dan dia... adalah wanita yang bersedia menjadi pendamping hidupku yang baru."

Mendengar nama Aryo, mata Surya seketika berkilat oleh rasa ingat yang mendalam. Namun, keterkejutannya jauh lebih besar saat mendengar kalimat terakhir Mike.

"Maksudmu... dia tahu tentang kondisimu?" tanya Surya dengan suara bergetar, melirik Alisha dengan pandangan tak percaya. Di dunia mereka, berita kemandulan Mike telah membuat para konglomerat menarik putri-putri mereka mundur dari daftar perjodohan.

Sebelum Mike sempat menjawab, Alisha melangkah maju satu tapak. Gadis itu menatap langsung ke dalam mata tua Surya dengan binar kejujuran yang murni, didorong oleh rasa bersalah dan tekadnya untuk melindungi Mike dari keterpurukan.

"Benar, Kek," ucap Alisha, suaranya terdengar jernih dan mantap di tengah keheningan aula. "Saya tahu semua desas-desus tentang Pak Mike. Saya tahu tentang... kekurangannya yang membuat Ibu Anita memilih pergi. Tapi bagi keluarga kami, Pak Mike adalah pria yang sangat berharga. Dia telah menjaga saya dan Ibu selama sepuluh tahun ini setelah Kakak saya gugur. Jadi, jika di saat seperti ini tidak ada satu pun wanita yang mau berdiri di sampingnya, maka biarkan saya yang membalas seluruh kebaikannya seumur hidup saya. Saya tidak peduli tentang harta, dan saya tidak peduli tentang garis keturunan. Saya hanya ingin memastikan Pak Mike tidak menanggung beban ini sendirian."

Kata-kata Alisha yang mengalir tulus tanpa rekayasa—setidaknya dari sudut pandang Alisha sendiri—bagaikan hantaman godam yang meruntuhkan sisa-sisa keangkuhan Surya Raharja. Pria tua itu menatap Alisha dengan mata yang perlahan berkaca-kaca. Di tengah dunia korporat yang penuh dengan kepalsuan, di mana setiap orang mendekati keluarganya demi uang dan kekuasaan, melihat seorang gadis muda yang bersedia menyerahkan masa mudanya demi mengabdi pada cucunya yang 'cacat' adalah sesuatu yang luar biasa.

Surya mengulurkan tangannya yang gemetar, menyentuh lengan Alisha. "Kamu... kamu benar-benar tulus, Nak? Kamu tidak akan menyesal mengikat dirimu pada pria yang tidak bisa memberikanmu anak seumur hidupmu?"

Alisha melirik Mike sekilas, melihat gurat wajah pria itu yang tampak tegang (padahal Mike sedang menahan diri untuk tidak meledak dalam tawa kemenangan), lalu kembali menatap Surya. "Saya tidak akan menyesal, Kek. Ini adalah keputusan saya sendiri."

"Oh, Tuhan..." Surya mengembuskan napas panjang, air mata haru akhirnya menetes di pipinya yang keriput. Pria tua itu mendongak, menatap Mike dengan pandangan penuh rasa syukur. "Mike... kamu benar. Tuhan mengambil satu hal darimu, tapi Dia mengirimkan malaikat untuk menjagamu. Kakek merestui kalian. Kakek merestui pernikahan ini sepenuhnya! Persiapkan pernikahannya bulan depan, tidak perlu pesta mewah jika itu membuat Alisha tidak nyaman, yang penting kalian resmi!"

Alisha mengembuskan napas lega yang amat sangat di dalam dadanya. Ia tersenyum manis, merasa sangat bahagia karena telah berhasil menyelamatkan harga diri dan posisi Mike di depan kakeknya. Ia merasa telah melakukan hal yang benar untuk mendiang kakaknya.

Sementara itu, di sudut ruangan yang agak temaram, tiga pria dengan gelas sampanye di tangan mereka memperhatikan seluruh drama tersebut dengan gelengan kepala tak habis pikir.

"Demi Tuhan, aku harus mengakui bahwa akting Mike dan skenarionya adalah mahakarya abad ini," bisik Marvel, menyenggol lengan Kevin. "Lihat Kakek Surya, beliau menangis haru! Beliau mengira cucunya mendapatkan malaikat penolong, padahal cucunya baru saja memasukkan seekor anak domba polos ke dalam kandang serigala."

Kevin terkekeh rendah, menyesap minumannya. "Gadis itu... Alisha, dia benar-benar tulus membela Mike di depan semua orang. Rasa bersalahnya telah dimanipulasi sedemikian rupa hingga dia merasa menjadi pahlawan bagi hidup Mike. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya jika suatu hari nanti, setelah mereka menikah, dia mendapati dirinya... hamil."

Alvin, yang malam itu datang bersama Anita yang berdiri anggun di sampingnya setelah status mereka tak lagi rahasia, hanya tersenyum tipis. "Mike tidak akan membiarkan Alisha tahu rahasia ini sampai posisi pernikahan mereka benar-benar mengikat dan tidak bisa digugat. Dia sudah menghitung setiap jengkal langkah ini selama empat tahun, Vin. Ini adalah kemenangan mutlak bagi seorang Mike Raharja."

Jamuan makan malam akhirnya selesai. Di dalam perjalanan pulang, keheningan kembali merayap di dalam mobil sedan hitam Mike. Alisha menyandarkan kepalanya pada jok mobil, merasa seluruh energinya terkuras habis namun ada rasa puas yang membuncah di hatinya.

"Terima kasih, Alisha," suara rendah Mike memecah kesunyian, terdengar begitu lembut di telinga Alisha.

Alisha menoleh, menatap profil samping wajah tampan Mike yang diterangi oleh lampu-lampu jalanan ibu kota. "Untuk apa, Mike? Saya yang harus berterima kasih karena Kakek Anda begitu baik."

"Untuk semua kalimatmu di depan Kakek tadi," Mike memelankan laju mobilnya, lalu menepikan kendaraan tersebut di bawah sebuah pohon peneduh jalan yang sepi. Ia mematikan mesin, memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Alisha. "Kamu membelaku di depan semua orang. Kamu bersedia mengorbankan masa mudamu untuk pria sepertiku."

Alisha tersenyum tulus, sepasang matanya yang jernih menatap Mike tanpa ada rasa curiga sedikit pun. "Sudah saya katakan, bukan? Anda tidak sendirian. Kita akan menghadapi keluarga besar Anda bersama-sama setelah ini."

Mike menatap intens ke dalam manik mata Alisha. Ada kilat posesif yang menyala-nyala di balik kornea matanya, sebuah obsesi yang telah ia penjarakan selama empat tahun penuh dalam sunyi kini menuntut untuk dilepaskan. Namun, Mike tahu ia harus tetap bermain rapi. Langkah tarik ulur ini harus ia pertahankan sampai jari manis Alisha terikat oleh cincin pernikahannya.

Mike mengulurkan tangannya, mengusap lembut pipi Alisha yang halus dengan ibu jarinya, membuat wajah gadis itu seketika merona merah akibat sentuhan yang terasa begitu intim.

"Pernikahan kita bulan depan tidak akan menjadi pernikahan kontrak seperti operasiku dengan Anita, Alisha," bisik Mike, suaranya bariton dan sarat akan penekanan yang mutlak. "Ini akan menjadi pernikahan yang mengikat hidupmu seutuhnya bersamaku. Tidak akan ada jalan untuk kembali. Apakah kamu benar-benar siap?"

Alisha menelan ludah, dadanya bergemuruh oleh kedekatan mereka yang begitu intim, namun tekadnya tidak goyah.

"Saya siap, Mike. Saya tidak akan mundur."

Mike tersenyum tipis—sebuah senyuman kemenangan seorang predator yang berhasil mengunci mangsanya di titik mati.

"Bagus," bisik Mike dalam hati sembari menatap bibir Alisha yang ranum. Mundurlah sesukamu nanti, Alisha... karena saat kamu menyadari bahwa pria mandul yang kamu kasihani ini sebenarnya bisa membuatmu mengandung ahli waris Raharja, kamu sudah menjadi milikku seutuhnya, lahir dan batin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!