Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya ada tiga porsi
"Makanya kamu jangan jadi wanita penggoda."
Deg.
Tubuh Alesha langsung menegang. Ucapan itu membuat dadanya kembali sesak.
Padahal ia sudah berkali-kali menjelaskan bahwa dirinya difitnah. Namun, tidak ada satu pun orang di rumah ini yang mau mendengarkannya.
"Bu... aku difitnah, Bu..." ucap Alesha dengan suara bergetar.
Helena menatapnya sinis.
"Alah, ngeles saja kamu. Kalau kamu nggak menggoda Pak Darto, mana mungkin kamu dipecat. Lihat sekarang akibatnya."
Helena menunjuk Alesha tajam.
"Kamu kehilangan pekerjaan."
Alesha menundukkan kepalanya.
Jemarinya saling menggenggam erat, menahan gemetar.
"Bu, aku benar-benar tidak melakukan apa-apa."
"Sudahlah. Ibu sudah bosan dengar alasan itu. Gara-gara perbuatanmu, Ibu malu. Semua tetangga kompleks menggosipkan Ibu punya menantu penggoda."
"Tapi Bu, aku bersumpah. Aku nggak menggoda Pak Darto."
"Sudah, nggak usah nangis kamu," ucap Helena.
Belum sempat Alesha mengatakan apa pun lagi, suara langkah kaki terdengar dari arah depan rumah.
"Ada apa ini?" tanya Renata sambil mendekat. Di kedua tangannya terdapat paper bag berukuran besar. Penampilannya menor. Pakaiannya yang sangat ketat membuat lekuk tubuhnya terbentuk dengan jelas.
"Biasa, kakak ipar kamu itu drama," balas Helena lalu menatap putrinya. "Kamu baru pulang pagi ini?"
Renata mengangguk santai.
"Iya, Bu."
"Kenapa kamu pulang sepagi ini, hah? Kamu ngapain saja sama temanmu?" tanya Helena.
"Biasa, Bu. Anak muda," jawab Renata.
"Ibu nggak usah marah, nih aku belikan Ibu tas baru."
Renata langsung memberikan paper bag berukuran besar itu kepada Helena.
Helena langsung sumringah. Ia segera menerima paper bag tersebut dengan wajah berbinar.
"Ini untuk Ibu?"
Renata mengangguk.
"Iya, Bu. Itu kan tas yang Ibu inginkan, kan?"
Helena mengangguk cepat.
"Iya, Nak."
Helena menatap tas itu senang. Sudah lama ia mengincar tas tersebut, tetapi belum pernah kesampaian untuk membelinya.
"Makasih ya, sayang."
Renata membalas dengan anggukan kecil.
"Kamu dapat uang dari mana, Nata?" tanya Helena heran. Putrinya itu masih sekolah.
"Bantuin usaha temanku, Bu," jawab Renata.
Alesha memperhatikan Renata.
Entah kenapa jawaban itu terdengar tidak meyakinkan bagi Alesha.
"Usaha apa?" tanya Helena.
"Adalah pokoknya. Ibu nggak usah banyak tanya deh. Mending kita sarapan. Aku sudah beli nasi goreng kesukaan Ibu."
Mata Helena langsung berbinar.
"Kebetulan Ibu juga sudah lapar."
Helena menggandeng tangan putrinya menuju meja makan.
Sementara itu, Alesha masih terdiam di tempatnya.
Pikirannya terus memutar satu pertanyaan yang sama.
Dari mana Renata mendapatkan uang sebanyak itu?
Alesha tidak bodoh. Tas yang baru saja diberikan Renata bukanlah tas murah. Belum lagi melihat penampilan adik iparnya pagi itu, membuat rasa curiganya semakin besar.
"Alesha, ambilkan piring!"
Teriakan Helena membuyarkan lamunannya.
"Iya, Bu."
Alesha segera mengambil piring lalu membawanya ke meja makan.
Di sana, suaminya juga sudah duduk.
Pandangan Alesha tertuju pada nasi goreng yang dibawa Renata.
Hanya ada tiga porsi.
Dada Alesha langsung tidak nyaman.
"Nata, untuk kakak mana?" tanya Alesha.
Renata menatap kakak iparnya dengan tatapan datar.
"Nggak ada."
Alesha terdiam.
Hati Alesha seperti jatuh.
"Kenapa? Tidak terima?" ucap sinis Renata. "Gara-gara Kakak jadi wanita penggoda, semua tetangga menggosipkan kita. Jadi terima saja hukumannya."
Alesha meremas ujung bajunya.
Dadanya terasa sesak.
Ia bahkan tidak diberi kesempatan untuk membela diri.
"Kakak tidak melakukan apa-apa, Nata."
"Sudahlah, Kak. Nggak usah pura-pura kasihan."
Renata langsung duduk di kursi sebelah Helena.
Aldo yang sejak tadi diam, hanya fokus pada ponselnya.
Tidak satu pun dari mereka membelanya.
"Alesha, ambilkan minum," perintah Helena.
"Iya, Bu."
Alesha berbalik menuju dapur.
Tak lama kemudian ia kembali membawa beberapa gelas.
Saat itu aroma nasi goreng memenuhi ruangan.
Perut Alesha yang sejak pagi belum terisi kembali terasa perih.
Namun ia hanya bisa menelan ludah.
Helena, Renata, dan Aldo mulai makan dengan lahap.
Sementara dirinya hanya berdiri di samping meja.
"Nggak usah berdiri di situ. Ganggu saja," ucap Helena.
Alesha menunduk lalu menjauh.
Ia memilih masuk ke kamarnya.
Perutnya lapar, tapi ia sudah tidak berselera makan.
Hari itu terasa begitu berat.
Kehilangan pekerjaan dan difitnah.
Dan tidak dipercaya oleh orang-orang yang seharusnya berada di sisinya.
Alesha merebahkan dirinya di atas ranjang.
Perlahan, ia meremas perutnya yang mulai terasa sakit akibat belum terisi makanan sejak pagi.
Matanya terpejam rapat. Tubuhnya terasa lemas, sementara pikirannya dipenuhi berbagai masalah yang datang bertubi-tubi.
Perutnya kembali berbunyi pelan.
Namun Alesha hanya memejamkan mata.
"Ya Allah, kuatkan aku."
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁