NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Munafik

Alex yang melihat Karen berlutut, segera mendekat dan memintanya bangun.

"Karen, tidak perlu seperti ini..."

"Siapa bilang tidak perlu?" sela Sheza.

Alex mendongak, melihat Sheza yang menatapnya dengan berbeda.

"Sheza, tadi itu hanya kesalahpahaman...!"

"Kamu mencium calon sepupu iparmu, kamu bilang itu kesalahpahaman?" tanya Sheza dengan suara meninggi.

Sementara Karen yang menundukkan kepalanya terlihat tersenyum puas. Dia berhasil membuat Alex dan Sheza bertengkar.

"Ini salahku, Sheza. Maafkan aku! hiks!"

Sheza mendesah kasar.

"Sheza, Karen dia memang menyukai ku. Aku hanya menghiburnya. Karena setelah kita menikah, aku tidak akan lagi berhubungan dengannya. Dia sudah cukup kasihan! ayahnya meninggal saat dia baru lahir. Ibunya meninggal ketika menyelamatkanmu..."

Sheza memejamkan matanya, menahan emosi. Lagi-lagi tentang balas budi itu. Balas budi yang dia sama sekali tidak ingat apapun yang terjadi saat itu. Dia dibius dengan sapu tangan dan pingsan. Dia tidak tahu apapun. Tapi selalu dia yang disalahkan, dan dianggap berhutang nyawa pada bibinya itu.

"Cukup! kalau kamu memang perduli padanya. Harusnya yang kamu nikahi itu, dia saja! Alex, kita putus. Kalian bisa lanjutkan ciuman kalian yang menjijikan itu!"

Sheza berbalik hendak pergi. Tapi Alex menahan tangannya.

"Sheza, jangan begini? aku janji itu yang terakhir kali. Aku tidak akan perduli padanya lagi!"

Sheza menghentakkan tangannya dengan kuat, hingga terlepas dari cengkraman tangan Alex.

"Bukan urusanku lagi. Kita putus! dengar! aku dan kamu, kita sudah berakhir!"

Sheza segera pergi meninggalkan tempat itu. Alex masih berusaha untuk mengejar, namun Karen yang segera berdiri menarik tangan Alex.

"Alex, aku akan jelaskan pada Sheza. Aku akan minta maaf padanya. Aku yang salah!" kata Karen.

"Iya, kita harus menjelaskan padanya..."

'Enak saja, sudah susah payah aku buat kalian putus. Haruskah aku membujuknya? itu tidak mungkin!' batin Karen.

Baru keduanya melangkah beberapa langkah untuk mengejar Sheza. Karen berpura-pura sakit kepala.

"Aduh, kepalaku!"

"Ada apa?" tanya Alex.

"Kepalaku sakit sekali!"

Brukk

Dan ya, Karen di ratu drama, berpura-pura pingsan. Hingga membuat Alex membawanya ke rumah sakit, alih-alih terus mengejar Sheza.

Sheza sendiri berjalan dengan cepat ke arah mobilnya. Dia segera kembali ke rumah yang dia beli dengan hasil kerjanya sendiri.

Namun ketika Sheza mencoba menenangkan dirinya, ponselnya yang sudah dia charger berdering. Panggilan itu dari orang tuanya.

Dengan malas Sheza menjawab panggilan itu.

"Ha..."

[Apa yang sudah kamu lakukan pada Karen? kenapa dia bisa sampai pingsan dan di rawat di rumah sakit? Sheza, apa kamu tidak kasihan, semalaman dia mencari kamu dengan Alex. Dia itu yatim piatu Sheza]

Suara ibunya membuat dada Sheza penuh. Rasanya segala macam perasaan ada disana. Marah, kesal, benci dan terluka. Kenapa ibunya selalu seperti ini? lebih baik rasanya tidak mendengar semua kata-kata ini.

"Apa yang dia katakan pada ibu?"

[Dia belum sadar, tapi Alex mengatakan kalau kamu sempat menemui mereka di villa. Kalian bertengkar dan Karen pingsan!]

Sheza kembali menelan salivanya. Mencoba menahan emosinya.

"Jadi Alex hanya bilang itu. Harusnya dia juga bilang kalau aku tampar Karen...!"

[Sheza! kamu keterlaluan sekali]

"Ibu terdengar seperti seorang ibu yang sedang membela anak kandungnya. Dan menyalahkan anak pungutnya..."

[Ibu tidak mau tahu, datang ke rumah sakit. Minta maaf pada Karen. Jika tidak, jangan salahkan ibu kalau menghentikan semua fasilitas untukmu!]

"Hentikan saja! bukannya kalian memang mau melakukan ini sejak lama!"

Tut

Sheza memutuskan panggilan telepon itu, bahkan memblokir nomor ibunya, nomor ayahnya, juga nomor Karen dan Alex. Dia benar-benar di titik yang sudah merasa sangat muak.

Sheza menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Matanya terpejam. Dia bahkan baru di pecat. Semua tabungannya sudah dia gunakan untuk membeli rumah ini. Dia hanya punya 300 ribu lagi di tabungan pribadinya.

Gertakan ibunya itu pasti dilakukan oleh ibunya, jika dia tidak datang ke rumah sakit. Tapi, dia sungguh tak ingin lagi bertemu dengan orang-orang munafik itu.

"Bagaimana ini, aku harus cari kerja. Tapi apa 300 ribu cukup untuk satu bulan? jual mobil... hais, suratnya di rumah ibu. Itu juga mobil dari ibu. Menyebalkan!" pekiknya kesal.

Tok tok tok

Sheza menoleh ke arah pintu. Perasaan dia tidak memberitahu pada siapapun kalau dia tinggal di rumah ini.

Sheza berjalan ke arah pintu. Dan membuka pintu itu.

Ceklek

"Tolong aku!"

Brukkk

"Hehhh!"

Mata Sheza melotot, ketika melihat Jendra jatuh ke lantai dengan banyak sekali darahh.

"Apa yang harus aku lakukan?"

Tapi, tiba-tiba saja ponsel Jendra berdering. Sheza susah payah meraih ponsel itu.

"Halo..."

[Bos, kamu dimana? apa kamu terluka?]

"Hei, bosmu pingsan. Ada di rumahku. Cepat bawa dia pergi!"

[Kirimkan alamatnya!]

Sheza segera mengirim lokasinya. Selanjutnya dia hanya mondar-mandir di sekitar Jendra.

"Sentuh, jangan... sentuh, jangan! aduh bagaimana ini? kalau aku sentuh, tapi dia mati. Nanti aku kena! biarkan saja kalau begitu!" gumamnya yang cukup panik.

Hingga beberapa orang berlari ke arah rumah Sheza itu.

"Bos..."

"Bawa dia!" kata Sheza.

Vins lantas mengangkat tubuh Jendra. Tapi langsung membawanya masuk ke dalam rumah Sheza.

"Ehhh, kenapa malah dibawa masuk? bawa dia pergi!"

"Ini darurat nona, kami harus keluarkan pelurunya!"

Mata Sheza membola.

"Pe... peluru!"

Wajahnya langsung pucat. Hingga seorang dokter berlari masuk ke dalam rumah juga. Lalu dua lainnya tampak berjaga di luar.

"Nona, kami akan bereskan ini. Ada alat pel?" tanya anak buah Vins yang lain.

"Di... di dapur!" tunjuk Sheza ke arah dapur.

Dua anak buah itu bergegas membersihkan noda darahh di lantai. Sheza berjalan sedikit ke arah orang-orang yang ada di ruang tamunya.

Vins membaringkan Jendra di sofa. Dan dokter Devan sedang melakukan tindakan untuk mengeluarkan peluru di perut sebelah kanan Jendra.

Sheza sedikit meringis, dia melihat bagaimana dokter Devan memegang gunting dan pinset.

Sheza memilih menjauh dan duduk di kursi lain di dekat pintu.

"Pelurunya sudah di keluarkan. Pindahkan ke tempat yang lebih nyaman. 8 jam lagi mungkin dia akan segera sadar!" Kata dokter Devan.

"Baik dokter!" Jawab Vins.

"Kalian! buka pintu kamar!"

Sheza langsung berdiri.

"Mohon maaf, tapi ini rumah ku loh!" kata Sheza menjelaskan kalau mereka tidak seharusnya bersikap seenaknya begitu.

Salah satu anak buah Vins yang ada di depan. mengeluarkan senjata apinya di depan Sheza.

"Ehhh!"

"Paul, simpan senjata itu. Nona ini kekasihnya bos!" kata Vins yang langsung membawa Jendra ke dalam kamar.

Sheza tertegun diam.

"Heh, siapa kekasihnya..."

"Tolong jangan berisik, dia butuh istirahat!" celetuk Devan.

'Hehh, apa-apaan ini. Ini rumahku, kalian...!' Sheza menjeda omelan dalam hatinya, ketika dia melihat senjata yang dibawa oleh semua orang yang katanya anak buah Jendra.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tapi gimana, dia kan ibunya 😔
Noer: dilema ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!