NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Nick menemukan bukti itu kurang dari satu jam.

Rekaman CCTV dari area sekitar rumah Tessa.

Mobil hitam yang sama berputar dua kali. Nomor yang mengirim pesan terhubung dengan jaringan yang memang pernah bekerja untuk Madam Tifanny.

Ancaman itu nyata.

Sangat nyata.

Nick bersandar di kursinya. Tatapannya kosong beberapa detik.

Lalu ia menutup laptopnya.

Ia tidak menelepon kembali.

Tidak mengirim pesan.

Tidak melakukan apa pun.

“Bukan urusanku,” gumamnya pelan.

Ia sudah terlalu sering terjebak dalam masalah orang lain. Terlalu sering dimanfaatkan dengan alasan kasihan, alasan butuh perlindungan. Ia tidak akan jatuh lagi.

Bahkan jika kali ini mungkin berbeda.

Keesokan paginya, Nick kembali menjadi dirinya yang biasa. Rapi. Dingin. Terstruktur.

Sampai suara yang paling ia hindari muncul di ruang kerjanya.

“Nickolas.”

Ia mengangkat kepala.

Ayahnya berdiri di ambang pintu.

Pria itu tidak menunggu izin untuk masuk.

“Kita perlu bicara.”

Nick menghembuskan napas panjang. “Kalau soal calon istri lagi, aku sudah bosan.”

“Justru itu,” balas ayahnya. “Keluarga Wijaya sudah menunggu kepastian. Kamu tidak bisa terus menolak tanpa alasan jelas.”

“Aku sudah bilang, aku tidak tertarik.”

“Kamu butuh pasangan yang setara. Bukan sekretaris, bukan karyawan, bukan perempuan acak yang kamu temui di luar sana.”

Rahang Nick mengeras.

“Ayah bahkan tidak tahu siapa yang aku temui.”

“Kalau memang ada, perkenalkan.”

Itu dia.

Tantangan yang sama.

Tekanan yang sama.

Berbulan-bulan.

Nick berdiri. “Aku muak dijodohkan seperti aset perusahaan.”

“Ini bukan soal jodoh. Ini soal reputasi keluarga.”

“Reputasi?” Nick tertawa tanpa humor. “Ayah lebih peduli reputasi daripada apa yang aku mau.”

“Ayah peduli masa depanmu!”

“Aku sudah punya masa depan.”

“Sendiri?” suara ayahnya meninggi. “Sampai kapan kamu mau hidup seperti ini?”

Sesuatu di dalam diri Nick akhirnya pecah.

Tekanan. Amarah. Ego.

Dan tanpa berpikir panjang, kalimat itu meluncur begitu saja.

“Aku sudah menikah, Ayah.”

Sunyi.

Ruangan itu mendadak terasa sesak.

Ayahnya membeku. “Apa?”

Nick sendiri terdiam. Kata-katanya menggantung di udara.

Ia bahkan tidak merencanakannya.

“Aku sudah menikah,” ulangnya, kali ini lebih tegas, seolah ingin meyakinkan dirinya sendiri.

“Dengan siapa?” suara ayahnya berubah dingin.

Nick menelan ludah.

Nama itu muncul begitu saja di pikirannya.

Tessa.

Sial.

“Urusan pribadiku bukan konsumsi keluarga,” katanya cepat. “Tapi jelas, aku tidak bisa dijodohkan lagi.”

Ayahnya menatapnya lama. Tidak percaya. Marah. Tersinggung.

“Kamu akan memperkenalkan istrimu dalam waktu dekat.”

Itu bukan permintaan. Itu perintah.

Setelah pria itu pergi, Nick berdiri sendirian di ruangannya.

Ia mengumpat pelan.

“Bodoh.”

Ini adalah kebodohan terbesar yang pernah ia lakukan.

Sekarang bukan hanya soal reputasi keluarga. Jika kabar ini keluar, dunia bisnis akan tahu. Media bisa tahu. Keluarga besar akan menuntut penjelasan.

Dan satu-satunya nama yang bisa ia gunakan,

Tessa.

Nick langsung meraih ponselnya.

Ia menelepon.

Tidak aktif.

Ia mengirim pesan.

Tidak terkirim.

Perasaan tidak enak yang semalam ia abaikan kembali muncul. Lebih kuat.

Ia membuka kembali rekaman CCTV. Mobil hitam itu muncul lagi, kali ini berhenti lebih lama di ujung jalan.

Wajah Nick berubah.

Ia mengambil jasnya tanpa berpikir dua kali.

Sementara itu,

Tessa tidak pernah sampai ke tempat aman.

Ia baru berjalan beberapa blok ketika sebuah mobil berhenti pelan di sampingnya.

Awalnya ia tidak peduli.

Sampai pintu belakang terbuka.

“Tolong ikut kami dengan baik-baik, Nona.”

Dua pria turun. Rapi. Sopan. Tapi sorot mata mereka tidak memberi pilihan.

“Aku tidak kenal kalian.”

“Kami hanya menjalankan perintah Madam.”

Nama itu membuat langkah Tessa terhenti.

“Aku tidak akan ikut.”

“Sebaiknya jangan membuat keributan.”

Jalanan malam terlalu sepi untuk berharap pertolongan.

Tangan dingin mencengkeram lengannya.

Ia melawan. Tapi tas kecilnya jatuh. Ponselnya terlepas. Layar retak saat menghantam aspal.

“Lepaskan aku!”

Satu tangan menutup mulutnya.

Pintu mobil tertutup.

Dan kota kembali sunyi.

Mobil itu melaju ke sebuah rumah megah yang berdiri di pinggiran kota.

Gerbang tinggi. Lampu taman menyala terang. Bangunan putih dengan jendela-jendela tinggi yang terlihat indah dari luar, dan menakutkan dari dalam.

Tessa didorong masuk ke aula luas.

Seorang perempuan berdiri di tengah ruangan.

Elegan. Tenang. Tersenyum tipis.

“Selamat datang,” ucap Madam Tifanny lembut.

Tessa menatapnya dengan kebencian yang tidak ia sembunyikan.

“Aku tidak akan bekerja untukmu.”

“Oh, bukan bekerja,” jawab perempuan itu ringan.

“Kamu hanya akan… membantu. Sampai hutang keluargamu lunas.”

“Aku bukan jaminan.”

“Tentu bukan,” Madam tersenyum lebih lebar.

“Kamu investasi.”

Tessa merasakan dingin menjalar ke seluruh tubuhnya.

“Dan percayalah,” lanjut Madam pelan, “Siapapun yang kamu hubungi semalam tidak akan datang menyelamatkanmu.”

Kalimat itu seperti pisau.

Karena di suatu tempat di kota,

Nick baru saja tiba di jalan tempat Tessa terakhir terlihat.

Yang ia temukan hanya tas kecil tergeletak di trotoar.

Dan layar ponsel yang retak.

Nick membeku.

Terlambat.

Nick masuk ke mobilnya, menelepon seseorang.

“Lacak mobil itu,” perintahnya singkat. “Plat nomor ini.”

“Baik, Pak.”

“Saya mau lokasi terakhirnya dalam satu jam.”

Ia memutus panggilan.

Tangannya masih menggenggam ponsel terlalu erat.

Ia tahu persis jaringan seperti apa yang melibatkan Madam Tifanny. Bukan sekadar lintah darat kelas kecil. Perempuan itu membangun sistem. Orang-orangnya loyal karena uang. Dan karena takut.

Nick menutup mata sebentar.

Semalam ia bisa menghentikan ini.

Satu panggilan balik saja.

Satu keputusan kecil untuk peduli.

Tapi ia memilih tidak.

Karena ego.

Karena pengalaman buruk.

Karena ia tidak ingin terlihat bodoh.

Dan sekarang, Tessa mungkin membayar harga dari ketidakpeduliannya.

Di jalanan kota yang tidak terlalu ramai, mobil Nick melaju lebih cepat dari biasanya.

“Pak,” suara asistennya terdengar dari speaker.

“Mobil itu terakhir terdeteksi menuju kawasan Bukit Arwana.”

Nick membeku.

Bukit Arwana.

Daerah itu hanya punya satu properti besar yang terkenal dengan gerbang tinggi dan keamanan ketat.

Rumah Madam Tifanny.

Tangannya mengepal.

Sekarang ia tahu.

Dan untuk pertama kalinya, ini benar-benar sudah menjadi urusannya.

1
Nur Halida
cemburu lagi entar si nick orion deket2 sama tessa
itsmecancer: wkwk bisa jadi... 😭 nick lagi sensi banget sekarang sih🤫
total 1 replies
Nia Nara
Kalau belum menyerahkan diri sih masih mending, baru menyerahkan diri terus diginiin, sakitnya tuh berlipat2 rasanya
Nia Nara
Masa Nick gitu aja marah. Semua orang punya masa lalu. Tessa saja bukan wanita pertama Nick kan.
itsmecancer: iya tuh...si nick emang ngadi² aja😌🤫
total 1 replies
Nia Nara
Tessa definisi putri tidur ya, baru bangun jam 8 malam bisa tidur lagi 🤭
itsmecancer: definisi, bisa tidur kapan aja, dimana aja 🤫🤭
total 1 replies
Nia Nara
Kebayang jadi nick selelah apa dalam hidup. Mending duit cukup, makan enak, tidur nyenyak, pikiran tenang 😄
itsmecancer: wkwk andai hidup semudah itu ya 🤭
total 1 replies
Nur Halida
nick .. kamu buat tessa kecewa lagi dg menjawab tidak ..
itsmecancer: iyaa 😭 lagi-lagi dia salah langkah di sini😔
total 1 replies
Nia Nara
Terlalu banyak aturan. Ngerasa gak bisa napas 🤣
itsmecancer: wkwk iya ya kayak gak bisa napas jadinya🤭
total 1 replies
Nur Halida
nick kali ini kamu harus benar2 melindungi tessa dari kejulidan tante livia .. jangan sampe tessa terbojok dan membuatnya sedih cukup kamu saja yg buat tessa sedih dan kecewa
itsmecancer: huhu… tessa emang gak pantas disakitin lagi 😭 tapi nick nya lagi gak bener juga…
total 1 replies
Nur Halida
ada ya manusia macem nick ini..
munafik tau gak kamu nick😡😡😡
itsmecancer: dia sebenernya mau...tapi malu🤫
total 1 replies
Nur Halida
bagus tessa .. diemin aja terus si nick itu lama2 juga dia yg akan ngejar2 kamu
Jelita S
abaikan terus dia Tessa biar mampus sendiri dia
Nur Halida
dasar nick manja kalo gak disuruh tessa gak mau makan .. tapi tessanya di cuekin gak mau dilihat gak mau di dengar.. piye toh kamu nick... nick...🤔
itsmecancer: wkwk iya keliatan banget di part ini 😭
total 1 replies
Jelita S
apa sih maunya si Nick banci ini
Jelita S
malas banget liat Nick
Nur Halida
sumpah kesel banget sama nick ini... udah lah tessa sebaiknya kamu harus benar2 menjauh dari nick atau tinggakin aja sekalian .. darah tinggi aku lama2 dg sikap nick ini😡😡
itsmecancer: sabar.. sabar dulu ya...aku ngerti banget kenapa kalian pengen tessa ninggalin dia 😔🥺kita tunggu kelanjutannya dulu oke 🤫
total 1 replies
Nur Halida
kenapa gak pulang sih nick .. aku yakin walau kecewa tessa pasti tetap akan merawatmu dg lebih baik
itsmecancer: Nick : “kamu pikir semua bisa selesai cuma dengan pulang?" 😌
total 1 replies
Jelita S
GK usah pulang Nick kelaut z sana
itsmecancer: waduuhh.. kasian nanti Tessa nya dong😌
total 1 replies
Nur Halida
dasar nick cemen .. lari dari masalah .. kalo kamu gak pulang2 emang masalahnya bisa terselesaikan??
itsmecancer: bener banget lagi 😑
total 3 replies
Nur Halida
terus kapan kau mulai untuk memperbaikinya nick??
semakin lama semakin tessa kecewa sama kamu
itsmecancer: iya… masalahnya bukan cuma kapan dia mulai, tapi apakah semuanya masih bisa diperbaiki atau tidak😌
total 1 replies
Jelita S
Nikmatilah penyesalanmu Nick 😄😄
itsmecancer: wkwk… sepertinya dia memang harus merasakan menyesal dulu ya 😔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!