NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Pernikahan Palsu Kita

Rahasia Di Balik Pernikahan Palsu Kita

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Penyelamat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Candra Arista

Pernikahan tanpa cinta adalah impian Alya, atau setidaknya itu yang dia pikirkan. Namun, apa yang akan terjadi jika suaminya menyimpan rahasia tentang dirinya sejak awal? Alya tidak terduga bahwa suaminya, Raka Pratama, adalah seorang yang dingin, berkuasa, dan tidak terlalu terbuka. Mereka menikah dengan kontrak, tapi dengan satu syarat yang tidak biasa: jangan pernah jatuh cinta. Apakah Alya dapat memenuhi syarat itu, ataukah cinta akan menghancurkan kontrak pernikahan mereka?
Ketika kebohongan berlangsung terus-menerus, batas antara apa yang palsu dan apa yang nyata mulai kabur. Alya harus menghadapi keputusan sulit: mempertahankan kebohongan yang telah ia jalankan atau meninggalkan pria yang telah berhasil memenangkan hatinya. Pernikahan ini tampaknya telah terjadwal dengan baik, tetapi ada satu hal yang tidak termasuk dalam kontrak: perasaan yang sebenarnya. Sekarang, Alya harus memilih antara kebenaran dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 – Batasan yang Tegas

Gerbang besi hitam itu perlahan terbuka.

Mobil yang mereka tumpangi melintasi jalan panjang yang diapit oleh taman rapi dan lampu-lampu taman bergaya klasik. Semakin dalam mereka masuk, semakin Alya merasa seperti memasuki dunia yang bukan miliknya.

Rumah besar itu akhirnya terlihat.

Bukan—bukan rumah.

Lebih cocok disebut mansion.

Bangunan tiga lantai yang didominasi warna putih dan abu gelap itu berdiri megah di tengah lahan yang luas. Jendela-jendela tingginya memantulkan cahaya senja yang mulai turun, membuat tempat itu terlihat indah… sekaligus dingin.

Alya menatapnya tanpa berkedip.

“Ini rumahmu?”

Raka yang duduk di sampingnya menjawab singkat, “Ya.”

Alya hampir tidak percaya.

Sepanjang hidupnya, ia hanya melihat rumah seperti ini di drama televisi atau majalah interior mahal. Bahkan apartemen sederhana yang pernah ia tinggali dulu terasa sangat kecil dibandingkan tempat ini.

Mobil berhenti tepat di depan pintu utama.

Beberapa orang sudah berdiri menunggu.

Para pelayan.

Jumlahnya bahkan lebih banyak daripada yang pernah Alya bayangkan.

Seorang wanita paruh baya maju lebih dulu begitu Raka turun dari mobil.

“Selamat datang kembali, Tuan.”

Tatapan wanita itu lalu beralih pada Alya.

Dan untuk sepersekian detik—

Alya melihat keterkejutan di wajah wanita itu.

Namun wanita itu segera membungkuk sopan.

“Selamat datang, Nyonya.”

Kata itu terasa aneh di telinga Alya.

*Nyonya.*

Ia bahkan masih belum terbiasa dengan status barunya.

Raka berjalan masuk tanpa banyak bicara, dan Alya segera mengikuti dari belakang. Begitu melewati pintu utama, ia langsung disambut interior rumah yang sangat besar.

Lantai marmer mengilap.

Langit-langit tinggi.

Lampu gantung kristal.

Dan suasana sunyi yang terlalu rapi.

Tidak ada kesan hangat.

Tidak ada jejak kehidupan.

Rumah ini terasa seperti hotel mewah yang jarang dihuni.

“Mulai hari ini, Anda akan tinggal di sini,” kata Raka sambil melepas jasnya.

Alya mengangguk pelan, masih sibuk melihat sekeliling.

“Apa kamu tinggal sendirian?”

“Ya.”

Jawaban pendek lagi.

Alya mulai sadar bahwa pria ini memang bicara seperlunya saja.

Wanita paruh baya tadi mendekat.

“Saya Mira, kepala pelayan di sini. Kalau Nyonya membutuhkan sesuatu, silakan beritahu saya.”

Alya langsung merasa canggung dipanggil seperti itu.

“Panggil saya Alya saja.”

Mira tampak ragu dan melirik Raka.

Namun pria itu hanya berkata, “Ikuti keinginannya.”

“Baik, Tuan.”

Mira tersenyum kecil pada Alya kali ini, lebih hangat dibandingkan sebelumnya.

“Kamar Anda sudah disiapkan.”

Alya mengernyit sedikit.

“Kamar saya?”

“Ya,” jawab Raka sebelum Mira sempat bicara. “Kita tidur di kamar terpisah.”

Alya langsung terdiam.

Entah mengapa… ada sedikit rasa lega.

Meski sebagian kecil dalam dirinya juga merasa aneh karena lega akan hal itu.

Raka mulai berjalan menaiki tangga besar menuju lantai dua.

“Ayo.”

Alya mengikutinya.

Lorong lantai dua dipenuhi lukisan besar dan jendela tinggi. Semua terlihat elegan, tapi lagi-lagi terlalu dingin.

Raka berhenti di depan sebuah pintu.

“Kamar Anda.”

Pintu dibuka.

Dan Alya kembali terdiam.

Ruangan itu sangat besar.

Tempat tidur king size, sofa panjang dekat jendela, lemari besar, bahkan balkon pribadi.

Semua terlihat sempurna.

Terlalu sempurna.

Alya masuk perlahan, hampir takut menyentuh apa pun.

“Kalau ada yang kurang, bilang pada Mira,” kata Raka dari belakang.

Alya menoleh.

“Ini terlalu berlebihan.”

“Tidak.”

“Raka, saya biasa hidup di kontrakan kecil.”

“Sekarang Anda bukan hidup di sana lagi.”

Kalimat itu sederhana.

Tapi berhasil membuat Alya terdiam.

Raka masuk beberapa langkah ke dalam kamar, lalu meletakkan map baru di meja.

“Baca ini.”

Alya mendekat dan membuka map itu.

Beberapa lembar aturan tambahan.

Ia menghela napas pelan.

“Tentu saja ada aturan lagi.”

Raka mengabaikan nada protes itu.

“Karena mulai sekarang, hidup Anda akan berubah.”

Alya mulai membaca.

Poin pertama langsung membuatnya mengernyit.

**Jangan berbicara tentang kontrak pada siapa pun.**

Lalu berikutnya.

**Hindari skandal atau tindakan yang dapat merusak citra keluarga Pratama.**

Dan—

**Jangan masuk ke kamar saya tanpa izin.**

Alya mengangkat alis.

“Serius?”

“Ya.”

“Kamu takut saya mencuri sesuatu?”

“Tidak.”

“Lalu?”

Raka menatapnya datar.

“Saya tidak suka ada orang di ruang pribadi saya.”

Jawaban itu terdengar… sangat Raka.

Dingin.

Tegas.

Penuh batasan.

Alya kembali membaca aturan lainnya.

“Tidak boleh menyentuh dokumen di ruang kerja. Tidak boleh menerima wawancara tanpa izin. Harus hadir di acara tertentu…”

Ia menatap Raka tidak percaya.

“Ini pernikahan atau kontrak kerja?”

“Dua-duanya.”

Jawaban cepat itu membuat Alya memijat pelipisnya.

“Dan saya pikir hidup saya sebelumnya sudah rumit.”

Raka tetap terlihat tenang.

Seolah semua ini normal baginya.

Alya menutup map itu perlahan.

“Kalau saya melanggar?”

“Ada konsekuensi.”

“Kalimat favoritmu ya?”

Raka tidak menjawab.

Dan itu malah membuat Alya sedikit kesal.

“Apakah kamu selalu sedingin ini?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja.

Hening beberapa detik.

Raka menatapnya lurus.

“Apakah itu masalah?”

Alya membuka mulut, lalu menutupnya lagi.

Entah mengapa, pria ini selalu berhasil membuat percakapan terasa seperti permainan yang tidak bisa ia menangkan.

“Tidak,” gumamnya akhirnya. “Hanya… aneh saja.”

“Aneh?”

“Kita menikah, tapi rasanya seperti dua orang asing yang dipaksa tinggal serumah.”

Tatapan Raka berubah sedikit.

Sangat tipis.

Hampir tidak terlihat.

“Tapi memang begitu, bukan?”

Jawaban itu terasa lebih tajam dari yang seharusnya.

Alya terdiam.

Ya.

Memang begitu.

Ini bukan hubungan normal.

Tidak ada cinta.

Tidak ada kedekatan.

Hanya kesepakatan.

Raka melirik jam tangannya.

“Makan malam pukul tujuh. Jangan terlambat.”

Lalu ia berbalik pergi.

Begitu pintu tertutup, Alya langsung menghela napas panjang dan menjatuhkan dirinya ke atas kasur.

Empuk sekali.

Terlalu empuk sampai terasa asing.

Ia menatap langit-langit kamar.

Sunyi.

Hari ini hidupnya berubah total.

Kemarin ia masih duduk di koridor rumah sakit sambil memikirkan biaya operasi.

Dan sekarang—

Ia berada di kamar mewah sebagai istri pria kaya yang hampir tidak bisa ia pahami.

Alya menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Ini gila…”

Tok.

Tok.

Suara ketukan pintu membuatnya tersentak.

Mira masuk sambil membawa beberapa tas kertas besar.

“Ini pakaian untuk Anda.”

Alya membelalak.

“Sebanyak itu?”

“Tuan Raka meminta kami menyiapkannya.”

Mira mulai menata beberapa gaun, tas, dan sepatu di sofa.

Dan semuanya terlihat mahal.

Sangat mahal.

Alya langsung merasa takut menyentuhnya.

“Saya tidak mungkin memakai semua ini.”

“Mulai sekarang Anda adalah istri Tuan Raka,” kata Mira lembut. “Orang-orang akan memperhatikan penampilan Anda.”

Kalimat itu membuat Alya kembali sadar.

Ia bukan hanya tinggal di rumah ini.

Ia sedang masuk ke dunia baru.

Dunia yang penuh sorotan.

Dan sedikit kesalahan saja mungkin akan jadi masalah besar.

Malam tiba dengan cepat.

Tepat pukul tujuh, Alya turun ke ruang makan setelah mengganti pakaian dengan gaun sederhana yang disiapkan Mira.

Ia merasa canggung.

Tidak terbiasa memakai pakaian semahal ini.

Ruang makan itu panjang dan elegan, dengan meja besar yang mungkin bisa menampung belasan orang.

Namun hanya ada dua kursi yang digunakan.

Raka sudah duduk di sana.

Masih rapi.

Masih tenang.

Masih sulit dibaca.

Alya duduk perlahan di seberangnya.

Beberapa pelayan mulai menyajikan makanan.

Dan lagi-lagi Alya merasa seperti orang asing.

Makanannya terlihat seperti hidangan restoran mahal.

Ia bahkan tidak tahu nama beberapa menunya.

“Kenapa diam?” tanya Raka tiba-tiba.

Alya tersadar.

“Hm?”

“Kamu terlihat tegang.”

Alya hampir tertawa kecil.

“Tentu saja saya tegang. Saya makan malam di rumah orang asing setelah menikah tiba-tiba pagi tadi.”

Untuk pertama kalinya—

Raka tampak sedikit terdiam.

Lalu, tanpa diduga, sudut bibirnya bergerak tipis.

Sangat tipis.

Hampir seperti senyum.

Dan entah mengapa…

Itu membuat jantung Alya berdetak sedikit lebih cepat.

“Kalau dipikir,” lanjut Alya pelan, “hidup saya benar-benar hancur setelah bertemu kamu.”

Raka menatapnya lurus.

“Belum tentu semuanya akan berakhir buruk,” ujarnya.

Intonasi suaranya merendah kali ini. Terasa lebih tenang.

Dan untuk sejenak, Alya merasa tersimpan sesuatu di balik sikap dingin pria itu. Sesuatu yang belum dapat ia pahami sepenuhnya.

Namun, sebelum Alya sempat merenung lebih dalam, ponsel Raka mendadak berdering.

Pria itu menatap layar ponselnya.

Dan untuk pertama kalinya sejak pertemuan mereka—

Raut wajahnya berubah. Raut dinginnya kini tajam dan tampak lebih gelap.

Raka mengangkat telepon itu perlahan.

“Kenapa dia kembali?”

Kalimat tersebut seketika mengubah suasana di antara mereka.

Dan Alya mendadak memiliki firasat—

Bahwa masalah mereka baru saja akan dimulai.

1
Mtch🍃
Tiba tibaaa bngt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!