NovelToon NovelToon
Antagonis Hamil Duluan

Antagonis Hamil Duluan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / CEO
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: supyani

transmigrasi jadi tokoh yang harusnya mati mengenaskan? tidak, Terima kasih.
saat suami CEO-ku meminta cerai, aku pastikan 2 garis biru muncul terlebih dahulu. permainan baru saja dimulai, sayang.

#jadi antagonis#ceo#hamil anak ceo#transmigrasi#ubah nasib#komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rumah besar sepi, nyonya punya misi

Siangnya, rumah Wijaya sepi kayak kuburan.

Jam dinding baru nunjukin angka satu. Tapi buat Vivian, rasanya udah kayak setahun dia diem di tengah ruang tamu.

Vivian rebahan di sofa panjang ruang keluarga. Matanya natap langit-langit. Ukiran plester mewah di atas sana keliatan kosong. Dingin. Gak ada nyawanya.

Rumah besar. Marmer mengkilap. AC nyala 24 jam. Tapi suasananya... sepi. Heningnya nusuk kuping.

Ini bukan rumah. Ini museum. Museum buat pamerin orang kaya yang kesepian.

Bu Ratna sedang pergi arisan. Katanya arisan ibu-ibu sosialita, padahal Vivian tahu, itu pelarian Bu Ratna biar gak stress liat kelakuan menantunya tiap hari.

Chindy? Dia punya toko pakaian di mall elit. Butik "Cindy Label". Udah sibuk sejak pagi tadi. Ngecek stok, marah-marahin karyawan, sekalian diet gak makan siang. Hidupnya cuma kerja sama timbangan badan.

Sementara Cika masih kelas 3 SMA. Tentu saja siang hari dia di sekolahnya. SMA Internasional paling mahal se-Jakarta. Tapi mahal gak jamin bahagia.

Sementara Eric... pria itu sudah pasti di kantor. Duduk di kursi direktur lantai 50, dengan wajah masam seperti ingin mencekik karyawannya satu-satu. Kerja, kerja, kerja. Kayak robot. Kayak gak punya rumah buat dipulangin.

Vivian hela napas panjang. Napasnya gema.

Di novel, penulis cuma nyorotin pemeran utama pria dan wanita. Eric sama Alea. Hanya dua orang itu yang akhir hidupnya bahagia. Nikah, punya anak tiga, perusahaan makin gede, liburan ke Swiss tiap tahun.

Tapi keluarganya yang lain? Di-anggurin. Dibuang kayak karakter figuran.

Memori Vivian berputar di kepala. Sakit. Nyesek banget.

Bu Ratna. Ibu mertua yang galak tapi hatinya lembut. Di novel, beliau meninggal mendadak karena serangan jantung. Kenapa? Sudah pasti karena kurang memperhatikan kesehatan. Gulanya tinggi, kolestrolnya gak kekontrol, ditambah stres ngurusin rumah tangga Eric yang berantakan gara-gara Vivian asli. Dia meninggal sendirian di kamar, gak ada yang nemuin sampai besok paginya. Tragis.

Cika. Adik iparnya yang umur 17 tahun, polos, pinter, tapi kesepian. Di situasi Vivian yang sering tak karuan, bikin suasana rumah kayak neraka. Gak ada yang ngawasin Cika. Gadis yang masih dalam masa pertumbuhan itu akhirnya terjun ke dunia yang salah. Dia gampang diperalat. Dia dihamili teman sekelasnya, anak dari keluarga kaya juga. Cika memang dinikahi, tapi suaminya itu anak saingan bisnis Eric. Pernikahan politik. Cika disiksa, dipukulin, dikurung. Sampai akhirnya dia mati saat hamil 8 bulan. Sama seperti Vivian yang asli. Mati bawa dua nyawa. Adik ipar dan keponakan Eric yang gak pernah dia temuin.

Vivian ngusap ujung matanya. Basah.

Sementara Chindy tak banyak disebutkan di novel. Cuma numpang lewat beberapa bab. Tapi akhir hidupnya tak kalah menyedihkan. Dia tua tanpa menikah. Terlalu sibuk benci Vivian sampai lupa cari jodoh. Usaha bajunya bangkrut karena salah manajemen dan kalah saing sama brand online. Dia jatuh miskin. Dan meninggal karena kelaparan di apartemen sewanya.

Chindy yang selama ini susah payah diet, nimbang makanan sampe ke gram, akhir hidupnya akan jadi mayat kering kerontang. Ironis.

Dada Vivian sesak.

Bukan hanya nasib Vivian yang harus diubah. Tapi seluruh anggota keluarga ini.

Kalau dia cuma mikirin diri sendiri, percuma. Dia selamat, tapi yang lain mati. Terus buat apa dia masuk ke novel ini? Jadi penonton tragedi?

Tangannya refleks ngelus perut. "Tenang, Nak. Kita gak cuma selamat sendiri. Kita harus selamat bareng Tante Cika, Oma Ratna, sama Tante Chindy ya," bisiknya.

Tiba-tiba...

Drrrt... Drrrt...

Dering ponsel memecah lamunan Vivian. Kenceng. Ngejutin.

Gadis itu bangkit, agak sempoyongan. Kepalanya masih pusing efek melamun kelewat dalem. Dia jalan ke meja marmer, ngambil ponsel yang layarnya nyala-nyala.

Di layar tertera satu nama: Silvi ♥

Vivian mengernyit. Nama yang familiar. Familiar banget.

Silvi. Sahabat karib Vivian di novel. Satu-satunya orang yang netral. Gak bela Eric, gak bela Doni. Dia cuma bela Vivian. Temen dari nol. Temen yang selalu dengerin Vivian curhat mau cerai, tapi gak pernah nge-judge. Di novel, Silvi juga yang nemuin mayat Vivian pertama kali dan nangis paling kenceng.

Bisa dibilang, satu-satunya orang yang dapat diandalkan di dunia novel yang antah-berantah ini.

Vivian segera menggeser tombol hijau. "Halo?"

"Sayang, aku kira kamu mati!" Suara Silvi nyerocos dari seberang. Heboh, cempreng, khas. "Dari semalam kamu gak bales WA! Aku udah mau ke rumah kamu bawa kembang sama kain kafan!"

Vivian ketawa. Kecil. Tapi lega. Akhirnya ada suara manusia normal.

"Bicaramu yang waras," sahut Vivian. "Kayak orang habis nyabu aja. Aku masih idup nih, napas juga masih lancar."

"Syukur deh. Kirain kamu beneran bundir gara-gara Eric gak mau ceraiin," Silvi ngakak. "Eh Vi, ayo makan di luar! Di cafe biasa kita. Aku laper. Sekalian aku ingin tau taktik barumu minta cerai. Semalem gagal ya? Makanya kamu ngambek sampe blokir semua orang?"

Vivian diem sebentar. Otaknya muter.

Taktik cerai? Oh. Di novel, tiap Vivian gagal maksa Eric cerai, dia pasti curhat ke Silvi. Terus mereka nyusun rencana baru yang lebih gila. Rencana terakhir ya itu: ngancam bundir.

Tapi sekarang beda. Vivian gak mau cerai. Dia mau bertahan.

Tapi... ajakan Silvi ini bisa dimanfaatin.

"Ok," sahut Vivian singkat. "Jam 2 di Le Blanche ya. Aku yang traktir."

"Asiiik! Tunanganku emang paling pengertian kalau abis dapet duit dari lakinya!" Silvi bersorak. Tut. Telepon mati.

Vivian naruh ponsel. Senyumnya licik.

Kebetulan sekali. Dia emang pengen ketemu Doni siang ini. Tadi pagi Doni ngancem "akan aku pastikan kamu sujud minta maaf di depanku". Pasti siang ini dia bakal cari gara-gara lagi. Dari pada ribut di rumah, mending selesaikan di luar.

Biar tak ada salah paham. Biar ada Silvi yang bisa jadi saksi. Saksi kalau Vivian udah putusin Doni. Saksi kalau Vivian gak ada niat aneh-aneh lagi. Nanti kalau Eric tanya, ada yang belain.

Sempurna.

Vivian jalan ke kamar. Dia harus ganti baju. Harus cantik. Harus keliatan kayak "Nyonya Wijaya" yang udah tobat, bukan "selingkuhan matre".

Dia buka lemari. Milih dress. Yang sopan. Yang mahal. Yang bikin Doni sadar level mereka udah beda jauh.

Sambil milih baju, otaknya gak berhenti muter.

Rencana hari ini:

Kasih tau Doni, putus. Titik. Gak pake koma.

Kasih tau Silvi, gak mau cerai lagi.

Balik ke rumah, lanjutin misi "taklukin keluarga Wijaya".

Tapi yang paling penting...

Vivian ngaca. Dia natap pantulan dirinya. Cantik. Muda. Kaya. Hamil.

Dia gak boleh gagal. Nyawa Cika, nyawa Bu Ratna, nyawa Chindy, nyawa anak di perutnya... semua ada di tangan dia sekarang.

"Vivian, kamu bisa," bisiknya ke kaca. "Kamu bukan figuran lagi. Kamu tokoh utamanya sekarang."

Dia ambil dress warna biru navy selutut. Elegan. Classy. Terus dia ambil tas Hermes yang tadi pagi diciumin.

Perang belum selesai. Ini baru babak kedua.

Dan dia gak akan kalah.

like komen ya besty🥰

1
Dinda Putri
lagi
Nurfi Susiana
lanjut thor
Hikmal Cici
nah gitu dong 👍👍👍🙂
Hikmal Cici
vivian ini cewek barbar kan ya thor, bukan yg kalau dijahatin cm bisa nangis. pasti ada perlawanan yg seru ya kan 😊
Dinda Putri
makin seru up lagi thor
anonim
bikin greget
Hikmal Cici
lagi...lagi...lagi
Uthie
ratingku perpect.. 10 🌟🌟🌟
Uthie
Wadduuhhhh.. si Alea makin kurang ajar itu 😡😡😡
Uthie
Puasssss banget itu Vivian nunjukin bekas cinta nya ma dokter rasa Pelakor 😆👍
Uthie
kurrraangggg
Irsyad layla
tapi lengan kemeja nya digulung thor kek mana ni😄😄
Hikmal Cici
ya pasti kurang lah kk
Uthie
masih gagal maniing...gagal maning... pusiiinggg dehhhh tuhhh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
Hikmal Cici
nunggu bab selanjutnya
lexxa
aaaaaa suka bngettttt
Uthie
Jadi makin favorit ceritanya 👍😘😍😍
Uthie
Lanjjjjjuuuuttttt 😍😍💪💪💪
Uthie
harusnya tunduk😆
Uthie
100😆👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!