Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 05
"tolong aku ma, aku sangat mencintai kak Samuel, aku ingin dia menikah dengan ku," lagi-lagi Tara merengek.
"Itu mudah, kita tinggal membatalkan pertunangan itu dan menukar Sofia dengan mu, gampang kan? Kenapa kau harus sekhawati ini?" tanya Rusita lagi.
"Bukan begitu ma, tapi kedua orang tua Samuel, mereka mengetahui kalau pewaris nya adalah Sofia bukan aku, bagaimana mereka bisa merelakan anak nya menikah dengan aku? Aku hanya anak tiri orang tua itu," ujar Tara gundah.
"Hmm, kau benar juga, kelaurga Samuel lumayan terpandang dan mereka tidak mungkin menyetujui begitu saja, aku harus menjadi cara untuk menyingkirkan Sofia secepatnya dari rumah ini," ungkap mama Rusita yang selalu menuruti keinginan Rusita tak ingin anak nya bersedih atau tidak mendapatkan apapun yang dia inginkan.
"Bagaimana cara nya ma? Mama harus melakukan nya dengan segera," kata Tara dengan penuh harapan.
"Mama punya ide yang cukup bagus, kita tinggal merusak reputasi nya saja, dengan begitu kelaurga Samuel tidak akan menyukai nya lagi," bisik Rusita dengan senyum mengembang.
"Reputasi? Maksud mama? Reputasi apa yang dia punya?" tanya Tara kebingungan.
"Bodoh, kau ini tidak tau ya? Reputasi Sofia di kelaurga Samuel itu sangat bagus, dia gadis lembut dan juga penurut dia juga putri kelaurga Amores yang terkenal kaya dan bermartabat," kata Rusita lagi.
"Lalu bagaimana caranya kita merusak reputasi nya ma?" ujar Tara.
"Sini, mama bisikan sesuatu kepada mu," kata Rusita yang kemudian mendekatkan bibirnya ke kuping Tara.
Mulut nya mulai berkomat-kamit seperti orang yang sedang membaca mantra, entah rencana jahat apa yang akan ia lakukan kepada Sofia.
"Bagaimana?" tanya Rusita kembali menatap Tara.
Seketika senyum terukir di kedua sudut bibir Tara, ia terlihat bahagia dengan rencana sang mama.
"Mama sangat pintar, mama memang yang terbaik," kata Tara sambil mengacungkan dua jempol nya.
"Oke sekarang seharusnya kau tidak khawatir lagi," kata Rusita senang.
Tara pun mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum kecil.
Sementara itu di sisi lain.
Terlihat sebuah perusahaan yang cukup besar dan juga berdiri kokoh di antara banyak-banyak gedung di sekitar nya hanya perusahaan itu yang paling besar dan kelihatan menonjol.
Terukir jelas sebuah nama ...
"Atharyan grup"
Itulah nama perusahaan tersebut.
Tap ...
Tap ...
Tap ...
Terdengar suara langkah kaki seorang laki-laki bertubuh tinggi, kurus, serta kacamata rose gold yang selalu ia pakai sebagai alat untuk memperjelas pandang nya, ia berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan.
"Tuan muda, apa yang sedang anda pikirkan? Apakah anda sedang tidak enak badan?" tanya Glen yang saat ini baru saja masuk ke ruangan Zavier sambil membawa beberapa berkas di tangan nya.
"Aku baik-baik saja," jawab Zavier seperti biasa nya dengan wajah tampa ekspresi.
"Bagaimana keadaan tuan Wiliam? Apakah beliau baik-baik saja tuan muda?" sambung Glen sambil merapikan berkas-berkas tersebut.
"Tidak baik, sekarang sedang di rawat oleh Siho," Zavier menutup laptopnya dan kemudian berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju jendela satu-satunya yang ada di ruangan tersebut.
Zavier membuka jendela tersebut dan mulai memasang sebatang rokok.
Ruang kerja Zavier di perusahaan nya terletak di lantai tiga, ruangan tersebut di desain cukup gelap dan hanya ada satu jendela kecil di pojok ruangan, benda-benda yang ada di dalam nya juga semua berwarna hitam.
"Tuan muda, hentikan, jangan merokok lagi lihat seberapa banyak puntung rokok mu di sini," kata Glen sambil menggeleng kepala melihat tingkah atasan nya itu.
Glen adalah asisten sekaligus orang kepercayaan Zavier, Glen juga sekertaris kepercayaan Zavier ia juga sosok laki-laki pintar yang sudah belasan tahun menemani Zavier.
Di bandingkan dengan Siho, Zavier jauh lebih dekat dengan Glen.
Tidak memedulikan ucapan Glen, Zavier terus menyedot rokok nya, tak peduli kalau ia punya satu penyakit yang sangat di larang oleh Siho untuk mengisap rokok.
"Tuan muda, aku tau permasalahan anda dengan tuan Wiliam, namun anda juga tidak boleh menyakiti diri sendiri," kata Glen yang kini berdiri di samping Zavier.
"Aku cukup bosan dengan permintaan kakek yang tidak bisa aku penuhi, aku tidak tau harus bagaimana sekarang," jawab Zavier mematikan rokok nya.
"Hal ini juga membuat tuan muda berdebat lagi dengan tuan muda Siho?" ucap Glen sambil tersenyum kecil.
"Kau tau dari mana?" kata Zavier tampa menoleh ke arah Glen.
"Lupakan saja tuan muda, sejujurnya aku punya satu usulan untuk menyelesaikan masalahmu ini, namun aku tidak tau kau menginginkan nya atau tidak," kata Glen sembari melipat tangannya ke bawah dada.
"Katakan saja," jawab Zavier menoleh sekilas namun kembali fokus ke luar jendela.
"Bagaimana kalau tuan muda mencari seorang istri kontrak saja?"
Kalau kata author sih, Glen benar-benar berani mengatakan usulan itu di depan harimau.
Zavier menoleh ke arah Glen dan menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Maksud mu aku menikah pura-pura agar kakek tenang?" tanya Zavier ingin penjelasan lebih dari Glen.
"Ya, itu benar, aku rasa ini adalah satu-satunya jalan yang cukup bagus untuk menyelesaikan masalah tuan muda, kita cukup membayar seseorang untuk menikah secara kontrak dengan anda," jelas Glen.
"Bagaimana dengan wanita yang selama ini aku cari? Bagaimana jika suatu saat aku menemukan nya?" ucap Zavier.
"Tuan muda, aku sudah menjelaskan ini adalah jalan terbaik, tidak ada hubungannya dengan cinta masa kecil tuan muda itu, ini bahkan satu-satunya cara untuk menyelamatkan cinta masa kecil anda, jika nanti anda sudah menemukan nya, selesai kan saja kontrak itu dan menikah dengan wanita yang anda cintai," ungkap Glen panjang lebar.
Zavier teridam dan mencerna ucapan Glen barusan.
"Bagaimana? Usul ku bermanfaat kan?" tanya Glen lagi.
Setelah memikirkan dengan seksama, Zavier akhirnya memahami semua yang di katakan Glen, dia hanya perlu mencari seorang wanita yang mau dia bayar untuk menikah kontrak dengan nya, dengan begitu dia tidak akan repot-repot lagi memikirkan permintaan sang kakek dia juga bisa terus mencari cinta masa kecil nya yang tadinya di bahas oleh Glen.
"Aku tidak menyangka kau sepintar ini, kalau begitu aku minta kau cari wanita yang tepat untuk membantu sandiwara yang akan aku lakukan ini," kata Zavier yang ternyata menyetujui usul dari Glen.
"Apa? Aku yang harus mencari nya?" Glen kaget, bukan karena Zavier menyetujui ide konyol nya, namun karena dirinya juga yang harus kerepotan mencari orang yang mereka butuhkan itu.
"Kau yang punya ide, kau yang harus menyelesaikan nya," kata Zavier tanpa rasa bersalah.
Seketika Glen menarik nafas panjang dan kemudian mengangguk pasrah dengan permintaan Zavier.
Bersambung ....