NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:55.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nggak Penting 05

"Ugh kemana ya enaknya. Ke Korea, Jepang, atau London. Ah aku beneran nggak sabar buat pergi."

Amara nampak sangat bersemangat ketika tengah memilih kemana tempat yang akan ia habiskan untuk berlibur bersama anak dan suaminya. Dia selalu merasa sangat senang setiap kali waktunya untuk pergi melancong. Bahkan sudah dari beberapa hari kemarin dirinya sibuk memilih dan menghubungi agen perjalanan.

Namun itu semua sebelum sang kakak mengatakan sesuatu yang membuatnya terperangah tidak percaya.

Amar yang merupakan kakak satu-satunya tiba-tiba datang keruangan nya dan berkata bahwa dirinya dipecat.

"Apa dipecat, jangan ngelawak deh kamu Mas,"ucap Amara tidak percaya. Meskipun terkejut dia masih berpikir positif yakni sang kakak saat ini bicara demikian hanya sekedar bercanda saja.

"Aku nggak ada ngelawak ya, Mara. Pokoknya sekarang cepet kamu pergi dari FAE. Bawa semua barang-barangmu itu. Panggil Tasya, dan serahkan semua kerjaan mu ke dia. Lagian selama ini emang Tasya kan yang ngerjain pekerjaanmu,"jawab Amar tegas. Perkataan Arimbi terus terngiang di kepalanya soal ia yang akan menjebloskan Amara ke penjara jika tidak segera di keluarkan dari perusahaan ini.

Amar tentu lebih memilih memecat Amara. Dia tidak mau nama baiknya tercoreng dengan kesalahan yang Amara buat.

"Kenapa, kenapa aku harus dipecat? Nggak bisa, aku nggak bisa terima ini. Siapa yang menyuruh Mas Amar buat mecat aku. Oh pasti wanita itu kan? Sialan, aku akan nemuin dia. Berani-beraninya dia mecat aku kayak gini."

Amara terlihat marah. Pikirannya langsung tertuju kepada Arimbi. Dia yakin bahwa kakak iparnya itu yang melakukannya.

Selama ini hubungan mereka memang kurang baik. Namun Amara sama sekali tidak menyangka bahwa Arimbi akan melakukan ini terhadapnya.

Sreeet

Amara mendorong kursinya, ia beranjak dari sana dan melenggang meninggalkan ruangannya. Namun tangan Amara ditarik oleh Amar sehingga membuat langkah wanita tersebut terhenti.

"Jangan halangi aku,"ucap Amara dengan mata yang melotot.

"Mau apa kamu, protes ke Arimbi? Ya sana lakuin aja, tapi aku yakin kamu bakalan di masukkan ke penjara sama dia. Asal kamu tahu Amara, Arimbi sudah mengantongi semua bukti kesalahan yang kamu lakukan. Kamu, kamu mengambil uang perusahaan kan? Dia udah tahu. Dan kamu pikir buat apa aku datang kemari hah!

Degh!

Perkataan Amar membuat Amara sangat terkejut. Dia yang tadi sudah sangat menggebu-gebu akan melabrak sang kakak ipar, akhirnya hanya diam lalu terdiam membeku.

"Haah, udah paham kan sejauh ini. Sekarang silakan pilih aja. Kamu mau ngelabrak Arimbi dengan berakhir masuk penjara, atau keluar dari FAE sekarang juga tapi aman."

Amara tak bisa menjawab pilihan yang diberikan oleh kakak lelakinya tersebut. Bagaimanapun berat rasanya meninggalkan FAE. Gaji yang diterimanya di sini cukup besar. Dengan berada di sini, ia bisa memiliki banyak hal yang diinginkan dimana sebelumnya sulit untuk dia miliki.

Suami Amara yang merupakan seorang perawat, tentu tak mampu memenuhi banyak permintaan Amara. Sehingga bekerja di FAE merupakan jalan keluar dari masalahnya.

Akan tetapi rasa tidak puas yang membelenggu diri Amara terhadap apa yang didapatkannya membawanya terjerumus ke jurang kesalahan.

"Dah nggak usah bengong, cepet beresin semua barangmu dan pulang. Kan bagus kamu bisa dirumah buat ngerawat anakmu."

"Tunggu!!"

Suara itu bukan milik Amara, melainkan milik Arimbi. Arimbi datang ke ruangan Amara masih dengan penampilan seperti tadi. Hal tersebut membuat Amara menatap Arimbi dengan kening berkerut.

"Cih, dasar nggak tahu sopan. Masa ke perusahaan dengan pakaian kayak gini. Lihat aja dia, kucel kayak gitu. Gimana nggak Mas Amar punya selingkuhan coba?"

Perkataan itu diucapkan Amara hanya di dalam hati. Dia tidak mungkin benar-benar mengucapkan perkataan tersebut di bibirnya.

"Enak aja main pergi aja. Nih baca, semua uang yang udah kamu ambil kembalikan cepat. Aku tahu semuanya udah dalam wujud barang, jadi sebelum kamu sepenuhnya keluar dari sini, maka kembalikan semuanya. Mobil, iphone, perhiasan, semua barang yang kamu beli menggunakan uang perusahaan segera kembalikan. Aku kasih waktu 1X24 jam. Kalau semua barang itu belum ada di sini, maka siap-siap aja kantor polisi memanggil mu. Inget Amara, aku masih baik mengingat kita pernah jadi ipar meski kau selalu benci aku. Tapi aku nggak akan baik dua kali, jadi lakukan semuanya dengan cepat."

Grttttt

Gigi Amara bergemelutuk karena terlalu marah terhadap semua yang dikatakan oleh Arimbi. Akan tetapi dia tidak bisa membalas ucapan Arimbi barang sepatah kata pun.

Alhasil Amara hanya diam sambil menatap kepergian Arimbi. Sorot matanya yang tajam yang mengarah ke Arimbi penuh denga kebencian.

Sedari dulu Amara tidak suka dengan Arimbi. Bisa dibilang dia tidak setuju Amar menikah dengan Arimbi. Sehingga hubungan mereka pun sama sekali tidak dekat.

Terlebih sudah tujuh tahun lamanya Amar dan Arimbi menikah namun belum juga memiliki anak. Itu seolah menjadi senjata Amara untuk mencibir Arimbi.

Tapi sekarang, Amara tidak bisa berkutik di depan Arimbi. Dia bak seekor tikus yang tertangkap oleh kucing galak.

"Mas tolong aku. Aku nggak mau dipenjara tapi aku juga nggak bisa balikin semua barang itu. Nanti kalau temen-temenku pada nanya gimana. Bantu aku, Mas,"rengek Amara kepada Amar.

"Cih, bukan urusan aku. Kamu yang berbuat jadi seharunya kamu juga bisa bertanggung jawab. Balikin barang ya tinggal balikin kok. Udah bagus itu Arimbi nggak ngelaporin kamu ke polisi. Inget ya Amara, kamu udah berkeluarga. Umurmu udah 27 tahun, jadi kamu udah sangat dewasa dalam mengambil sebuah keputusan."

Setelah bicara demikian, Amar meninggalkan ruangan sang adik. Baginya itu sudah bukan urusannya. Saat ini yang terpenting dia sudah menyampaikan keinginan Arimbi untuk memecat Amara.

Awalanya Amar memang merasa keberatan namun mengingat apa yang diambil oleh adiknya itu tidak sedikit, maka pilihan untuk memecat Amara adalah sebuah pilihan yang tepat.

Arghhhh

Amara berteriak, dia meluapkan rasa marahnya. Namun semua ungkapan marah itu tentu tidak berarti apa-apa, karena dia harus segera melakukan tindakan pengembalian barang ke perusahaan atas uang yang diambilnya.

Lalu Amar, dia yang meninggalkan ruangan sang adik bukannya kembali ke ruangannya sendiri melainkan menuju ke ruangan Arimbi. Di dalam sana, Arimbi tengah bersama Surya (kepala gudang) dan Tasya ( staf keuangan yang ternyata sekretaris Amara) lalu Dina yang merupakan staf HRD. Nampaknya Arimbi tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap perusahaannya tersebut.

"Aku mau bicara sama kamu," ucap Amar yang saat ini masih berdiri diambang pintu.

"Kalau nggak penting, nanti aja. Urusanku masih banyak. Dimana semua ini adalah ketidakbecusan mu sebagai Vice president FAE. Entah apa yang kamu lakuin selama ini sampai-sampai semua yang ada di dalam berantakan kayak gini. Tugas ku dan tugasmu sangat jelas, tapi kayaknya kamu sama sekali nggak ngelakuin bagianmu. Aaah aku tahu, kamu sibuk sama~"

"ARIMBI!!"

TBC

1
Dew666
🪭🪭🪭
Shee_👚
lah ngaca sana jangan hanya bertanya tanya, dasarnya aja g ada otaknya jadi g bisa mikir. bisanya hanya nyalahin orang lain😏
Shee_👚
mampus g tuh, rasain enakkan di rendahin begitu. dulu juga arimbi di gituin setelah kamu masuk ke rumh tangga arimbi
Shee_👚
tengah hamil ini mungkin ya kak
Shee_👚
nah kan emang ulahnya bhumi ini si amar susah dapet partner, tapi bagus juga biar bangkrut dan amar miskin. sekalian itu lekor bakalan bertahan atau cari mangsa lain😂
Shee_👚
betul, aku juga ikutan dorong nanti nu🤭
sekarang kamu duluan deh dorong bhumi🤣🤣
Shee_👚
bhumi g tau kode apa itu dari ibnu😂
Anonim
LO EMANG BODOH GOBLOK
dewi rofiqoh
Sepertinya bhumi tidak menyadari bahwa ia secara tidak langsung sudah memberikan perhatian dan perlindungan pada arimbi
Nurminah
haha emang oon kalo pinter mana mau jadi gundik dan kamu juga laki-laki oon selingkuh ama yg oon sama oon dong haha
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kagak sadar juga si Farah ..otak dia ketinggalan di mana sih heran bebal amat 🤣
Tarwiyah Nasa
karna yg indah2 sudah di awal kalian nikmati Far..jadi di nikmati ya karmanya...
Mundri Astuti
kamu tanyeee... far
dewi rofiqoh
Ibnu semangat karena pengen kamu berjodoh dengan arimbi bhumi
Mundri Astuti
gagal nyomblangin dah ya nu 😄
partini
bos mu terlalu cool kaya kulkas
Lela Angraini
🤣🤣🤣🤣 nggk peka ya bhum,,kamu thu mau di comblangin bhuuummm bhuuumiiii. hdeeeehhhh gmn thow bhumi kie,,gercepan dkit bhum sblm ada yg sleding lagi nanti 🤭🤭
cinta semu
yg di kasih bingkisan Arimbi kok q malah ikutan senyum2 sendiri ya 😂😂 seperti ny ada sinyal ikatan hati nih...lanjut thor
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
duuhh apaan tuh yg dikirim
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waah berasa JD tuker barang bawaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!