NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Akhirnya Melawan

Semua orang dibuat terkejut dengan tindakan Rose, terlebih Sui yang sejak tadi berdiri tak jauh darinya. Wanita itu tercengang. Meski begitu ada sedikit kepuasan saat melihat apa yang dilakukan oleh Rose. 

Wanita yang selama ini dihina, ditindas dan diperlakukan buruk. Akhirnya bisa melawan. 

Sementara Alexa berteriak panik, melihat wajah kesakitan ibunya. 

“Mama!” Lalu tatapannya beralih cepat ke arah Rose. “Hei, apa yang kau lakukan. Lepaskan Mama!” 

Bukannya menuruti ucapan Alexa, Yvone justru menyunggingkan senyum tipisnya. “Sudah kubilang ‘kan? Tidak ada yang bisa melarangku!” 

Setelah membuat Brighita hampir menangis, Yvone baru melepaskannya. Ia kembali duduk dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa. 

“Mama.” Alexa mendekati ibunya. Mengusap lengan ibunya yang baru dipelintir oleh Yvone. 

Sementara Brighita memegangi lengannya yang serasa patah. Ia sungguh tidak menyangka akan mengalami kejadian semacam ini. Ia lantas menatap Rose. 

“Awas kau, akan kuadukan pada Arsen!” ancam Brighita. 

Mendengar itu, Yvone sama sekali tidak takut. “Ya, ya, adukan saja.” Setelah Alexa dan Brighita pergi, Yvone memanggil pelayan. “Pelayan!” 

Tak lama kemudian, beberapa pelayan berjalan takut-takut mendekati Yvone. “Ya, Nyonya.” 

“Mulai sekarang aku yang akan mengatur menu di rumah ini. Jangan memasak makanan lain selain menu yang kuberikan. Apa kalian mengerti?” 

“Ba-baik, Nyonya.” 

Lantas Yvone teringat sesuatu. “Oh ya, di mana suamiku itu. Kenapa aku tidak melihatnya?” Yvone merasa penasaran. Sejak kemarin, ia tidak melihat suaminya. 

“Tuan sedang perjalanan bisnis bersama Nona Renata, Nyonya,” jawab salah satu pelayan. 

“Perjalanan bisnis?” Yvone tidak tahu bisnis macam apa yang dijalani oleh suaminya. Dan sepertinya ia harus mencari tahu. “Ya sudah, cepat kembali ke dapur dan siapkan sarapan untukku.” 

“Baik, Nyonya.” 

Pagi itu, Yvone sarapan dengan menu yang biasanya ia makan. Salad sayur dan salmon segar. Daging salmon sangat bagus untuk kulitnya. Itu sebabnya meski ia seorang mafia, ia memiliki wajah yang cantik serta kulit yang mulus. 

Berbeda jauh dengan Rose, meski kulitnya putih, namun teksturnya sangat berminyak. Di wajahnya ada beberapa jerawat yang mulai tumbuh. Napas Yvone juga serasa sedikit berat. Selain lemah, tubuh ini memang sangat sulit bergerak bebas. 

“Sepertinya aku memang harus diet,” batin Yvone. 

Selesai sarapan, Yvone memutuskan untuk berkeliling. Meski Rose terbiasa dengan rumah ini, tetapi tidak dengan Yvone. Ia meminta Sui untuk menemaninya. 

“Nyonya, tadi Anda sangat berani,” puji Sui yang berjalan di belakang Yvone. 

“Aku memang berani. Aku tidak takut apa pun.” Yvone ingat sekali, di dunianya yang penuh dengan tindakan kriminal, Yvone adalah salah satu sosok yang ditakuti. Selain kemampuan meracik obat serta menciptakan ramuan yang mematikan, kehebatan Yvone dalam berstrategi juga menjadi dambaan klan lain. 

Itu sebabnya banyak Klan yang memilih bersekutu dengan Klan yang dipimpinnya yaitu Klan Phoenix. Siapa sangka, dirinya justru dikalahkan oleh orang kepercayaannya sendiri. Mengingat itu, Yvone merasa marah.

“Biasanya Nyonya akan diam saja saat Nyonya Besar memarahi Anda,” kata Sui lagi. 

“Sekarang tidak lagi.” Yvone berjalan-jalan di sekitar taman dan kolam renang. Langkah kakinya berpijak di tanah rerumputan yang terawat. 

“Rumah ini sangat besar dan megah. Banyak bangunan yang tidak digunakan. Aku bisa menggunakannya untuk menyimpan senjata,” batin Yvone. Ia memperhatikan bangunan tua di hadapannya, lantas bertanya kepada Sui. 

“Sui, bangunan apa ini?” 

Sui menatap bangunan yang dimaksud oleh Nyonya mudanya. Ia kembali dibuat heran karena Yvone mempertanyakannya, meski begitu ia tetap menjawabnya. 

“Ini adalah paviliun. Biasanya Nyonya Besar akan mengurung Anda di sini jika Anda membantah ucapannya,” jawab Sui. 

“Apa?” Yvone menatap Sui tak percaya. “Dikurung?” 

“Ya, Nyonya. Anda dikurung selama berhari-hari. Tidak ada yang boleh mendekat termasuk Tuan Arsen. Dan Anda dikeluarkan jika sudah pingsan,” jawab Sui lagi. 

“Apaaaa?” Yvone terlihat sangat geram. “Lalu apa suamiku patuh pada ibunya dan tidak melihatku?” 

Sui tertunduk. “Tuan terlalu sibuk dengan pekerjaannya, Nyonya. Tapi sesekali beliau menanyakan Anda.” 

“Hanya bertanya?” 

Sui mengangguk. 

“Dasar tidak berperasaan,” batin Yvone. “Lalu, apa lagi?” tanya Yvone lagi. 

“Akhir-akhir ini Nyonya sering sakit, tapi Nyonya Besar tidak suka melihat Anda tidur terus. Jadi Nyonya Besar menyuruh Anda membersihkan gudang.” 

“Apaaa???” Yvone mengepalkan tangannya kuat-kuat. Seolah ingin memberikan pukulan. Ia sadar betul, orang yang dimaksud oleh pelayan ini bukanlah dirinya, melainkan pemilik tubuh ini. 

Akan tetapi, entah mengapa Yvone seperti merasakannya sendiri. Seolah jiwanya benar-benar telah menyatu dengan tubuh wanita bernama Rose ini. 

“Kurang ajar. Benar-benar jahat. Sepertinya aku harus memberi pelajaran pada mereka.” 

Di dalam kamar. Brighita sedang meringis kesakitan. Ia terus mengeluh. 

Sementara Alexa memegang alat pengompres yang berisi es batu dan menempelkan pada kepala Brighita. 

“Kau ini bagaimana sih, yang sakit lengan, bukan kepala,” protes Brighita. 

“Ouh, maaf, Ma. Biasanya ‘kan Mama sering mengeluh sakit kepala,” balas Alexa sambil memajukan bibirnya. 

Brighita menoleh ke belakang, menatap putrinya dengan tatapan kesal. “Kau tidak lihat, wanita gendut itu memelintir tanganku.” 

“Untungnya bukan leher Mama yang dipelintir,” celetuk Alexa yang membuat Brighita semakin kesal. 

“Apa kau bilang? Kau ingin Mama mati?” 

“Bukan begitu. Tapi, Ma. Apa Mama tidak merasa kalau Rose itu aneh?” Alexa menatap ibunya. 

Mendengar ucapan sang anak, Brighita tampak berpikir. Setelah bangun dari mati suri, Rose memang terlihat berbeda. Tidak selembut seperti biasanya. 

“Kau benar, wanita itu sudah berani melawanku!” Brighita terlihat geram saat mengingat perlakuan menantu gendutnya itu. 

“Ma, sebaiknya Mama telepon Kak Arsen dan adukan semuanya!” 

“Kau benar.” Detik itu juga Brighita mengambil ponsel untuk menghubungi putera sulungnya. 

Di sisi lain, di sudut ruangan hotel, Arsen duduk tegak di kursinya. Jas hitamnya masih rapi, meski perjalanan bisnis panjang baru saja ia selesaikan.

Di seberangnya, Renata tersenyum manis. Wanita itu tampak santai, seolah tidak memiliki beban apa pun. Berbeda dengan Arsen yang sejak tadi terlihat sedikit gelisah.

Padahal, semua urusan bisnis sudah selesai. Seharusnya mereka sudah kembali sejak beberapa jam lalu. Namun Renata terus mencari alasan untuk menunda. Mulai dari ingin menikmati makan malam, hingga tiba-tiba mengeluh lapar lagi.

Kini, mereka masih berada di tempat yang sama.

Renata menyilangkan kaki, sedikit mendekat ke arah Arsen. Tangannya bermain-main dengan gelas jus di depannya.

“Kau terlalu serius, Arsen,” ucapnya pelan sambil tersenyum menggoda. “Sesekali santai itu tidak masalah.”

Arsen tidak langsung menjawab. Keningnya sedikit berkerut. Tangannya beberapa kali membuka layar ponsel, lalu menguncinya kembali. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Biasanya, di waktu seperti ini, ponselnya sudah penuh dengan pesan dari Rose.

'Suamiku, kapan kau pulag?'

'Suamiku, kau sudah makan belum?'

'Jangan terlalu capek ya.'

Tapi hari ini tidak ada sama sekali.

Arsen kembali menatap layar ponselnya. Ia bahkan sempat mengecek sinyal, memastikan tidak ada gangguan jaringan.

Semuanya normal. Lalu kenapa Rose tidak menghubunginya

‘Kenapa Rose tidak menghubungiku?’ batinnya, gelisah. ‘Apa terjadi sesuatu?’ gumamnya lagi. Mengingat wanita itu baru saja bangkit dari kematian membuat Arsen sedikit khawatir. 

Renata memperhatikan perubahan ekspresi Arsen. Ia menyipitkan mata, lalu tiba-tiba tersenyum lagi, seolah ingin mengalihkan perhatian.

Ia mengangkat gelas jusnya, lalu menyodorkannya ke arah Arsen.

“Arsen, coba jus ini. Rasanya sangat pas,” katanya ringan.

Sedotannya masih menempel di gelas itu. Jelas bekas miliknya.

Arsen langsung mendongakkan kepala. Tatapannya dingin seketika. “Tidak. Kau saja,” jawabnya singkat.

Renata cemberut. Bibirnya mengerucut, matanya sedikit menyiratkan ketidakpuasan.

“Kau ini dingin sekali,” gumamnya pelan.

Arsen tidak menggubris. Fokusnya kembali pada ponsel di tangannya. Jari-jarinya mengetuk layar dengan tidak sabar, seolah menunggu sesuatu.

Drrrrttt!

Ponselnya bergetar. 

Mata Arsen langsung menyala. Senyum tipis terukir di bibirnya tanpa sadar. Raut wajahnya yang tadinya dingin perlahan melunak. Ia bahkan tidak menyembunyikan harapan di matanya.

“Lihat, ternyata kau tidak tahan untuk menghubungiku, Rose.” 

Namun, saat ia melihat layar ponsel dan melihat nama yang tertera di sana seketika ia merasa kecewa. 

1
Uthie
Lanjuuttttt 💪🤗
Uthie
Semakin menarik disimak 👍👍👍😏
Uthie
Selalu sukkaaaa cerita yg ada kata:
Transmigrasi, Gendut, CEO/Mafia 😁🤩👍👍
Evi 060989
up
Tiara Bella
mending pisah aja rose pernikahan udh gk sehat....mertua sm iparnya jg ky teule semua...Arsen jg ky begitu
Anita Rahayu
Sikat yvone kasi juga obat yg di berikan 3 medusa sebelum cerai biar setres si arsen😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Anita Rahayu
Thor buat yvone kasi kembali obat untuk mertua ipar dan demitnya thor biar arsen pusing nanganin 3 SUMO😈😈😈😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tiara Bella
obat apakah gerangan.....
Anita Rahayu
upnya yg double dan panjang👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Rai Gojess
beri pengajaran dulu sama keluarga hama itu
Etty Rohaeti
lelaki ga bisa tegas tinggalkan saja
Rai Gojess: bikin geram ni cerita, malas mau bagi hadiah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tata Hayuningtyas
kelamaan pembalasan nya...ga sat set sat set
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
drama bngt....
Lyvia
sumpah gemesQ pingin tak cakar2 tu muka mereka, gsa kelamaan yvone kasih pelajaran aj mereka agar bisa menghargaimu apalagi suamimu yg lemah it 🤬🤬🤬
Ma Em
Yvone buat hukuman untuk Mereka yg sdh memecat Sui asisten setiamu , beri hukuman untuk Brighita , Renata begitu si Arsen yg plin plan itu mau saja disetir sama ibu dan adiknya buat mereka menyesal .
Evi 060989
up
Ma Em
Bagus Rose kamu hrs tegas dan balas semua perbuatan mereka yg selalu merendahkan dan menghina kamu dulu waktu jiwa Rose yg asli .
Sribundanya Gifran
lanjut
Evi 060989
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!