Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana pernikahan
Mendengar ucapan Ilham yang mengatakan kalau Iqram di jodohkan oleh bunda nya di kampung,hati Vania memanas. Dia tidak percaya kalau Iqram akan menerima perjodohan itu.
Vania langsung mengejar Iqram," Iqram tunggu" ucap nya yang dengan cepat berhasil menghadang langkah kaki Iqram.
" Apa benar kamu di jodohkan oleh bunda mu dengan orang kampung mu" tanya Vania yang penasaran dengan ucapan Ilham tadi.
Iqram tersenyum sambil mengangguk," benar. Kan jadi sama sama orang kampung. Nanti dia pasti tidak akan keberatan kalau bunda dan adik ku datang berkunjung ke rumah kami. Dan aku yakin kalau dia tidak mungkin akan alergi berdekatan dengan bunda ku karena sama sama berasal dari kampung " jawab Iqram yang membuat Vania terkejut.
Vania menatap tajam kearah Iqram," kamu menerima begitu saja perjodohan itu tanpa memikirkan perasaan ku. Kamu kira aku ini apa ha. Aku ini bukan barang yang bisa kamu buang sesuka hati mu" ucap Vania dengan suara melengking.
Iqram merasa malu saat semua mata di sana memandang kearah mereka karena mendengar suara Vania yang keras.
" Cukup Vania,lihat semua orang memandang kearah kita. Kamu tidak malu apa" ucap Iqram.
" Hubungan kita sudah berakhir. Jadi aku bebas mau melakukan apa saja, termasuk menerima jodoh pilihan bunda ku. Kenapa kamu harus jadi histeris seperti ini. Katanya orang kota,kok malah bersikap kampungan" ucap Iqram yang kemudian berjalan meninggalkan Vania.
Dengan cepat Iqram dan Ilham masuk ke dalam mobil dan melesat meninggalkan tempat itu.
" Gila,gue nggak nyangka kalau Vania bisa bertindak seperti itu. Bar bar,kayak Mak Mak lagi ribut di pasar" ucap Ilham.
Iqram melihat sekilas kearah sahabat nya itu. " Lo juga sih yang mancing. Tapi gue suka. Biar dia tau sekarang kalau gue udah berpaling pada yang lain" ucap Iqram sambil tersenyum.
***
Vania pulang ke rumah nya dengan perasaan yang sangat kesal. Dia langsung membanting tas nya ke sembarangan arah dan menghembuskan bokong nya di sofa ruang tamu di rumah nya.
Buk Yanti yang melihat anak nya seperti itu langsung menghampiri nya. " kenapa kamu. Nggak jadi ketemu sama Iqram" tanya beliau sambil duduk di samping putri nya itu.
Vania menatap mama nya," sudah ketemu ma. Tapi malah bikin aku semakin kesal. Dia sudah menerima jodoh pilihan bunda nya di kampung. Dia beneran mau putus hubungan sama aku" jawab Vania sambil sedikit merengek.
Buk Yanti terkejut mendengar jawaban anak nya," apa,si Iqram menerima jodoh pilihan bunda nya? Kamu yakin,siapa tau itu hanya akal akalan dia saja karena ingin kamu mengikuti semua mau nya dia. Jangan mudah percaya. Kamu lengahin aja,nanti dia juga bakal kelimpungan sendiri kalau kamu melengahkan dia. Mana mungkin dia mau mengganti kan posisi kamu dengan seorang gadis kampung ,malu dong dia sama rekan rekan kerjanya " ucap buk Yanti.
Vania menggeleng," tapi kabar ini aku dengar dari rekan kerja nya sendiri ma. Tadi mereka lagi makan berdua saat aku ketemu Iqram " ucap Vania.
Buk Yanti langsung tertawa mendengar ucapan anak nya," tentu itu akal akalan mereka saja untuk ngerjain kamu. Kamu jangan khawatir, Iqram itu cinta mati sama kamu. Kalau kamu jaga jarak sama dia sekarang,pasti dia akan gelisah. Dan ujung ujungnya dia akan datang minta maaf pada mu. Dan dia pasti akan mengabulkan semua permintaan mu sebagai syarat pernikahan kalian" ucap buk Yanti mencoba meyakinkan anak nya.
" Udah jangan di pikir kan lagi. Lagian kamu itu cantik dan berpendidikan. Kalau nggak sama Iqram,kamu pasti bisa dapat yang jauh lebih baik dari pada dia" ucap buk Yanti lagi.
Vania menggeleng," tapi Iqram itu lain dari yang lain ma. Dia itu baik.dan nggak suka macam macam. Dia juga rajin ibadah dan nggak suka dugem. Cowok kayak gitu mudah untuk di kuasai " ucap Vania.
" Tapi aku rasa apa yang mama ucapkan tadi ada bener nya. Nggak mungkin Iqram bakal mau menggantikan posisi aku dengan wanita dari kampung, apalagi mau di nikahi nya. Bodoh juga aku yang langsung percaya dengan ucapan rekan Iqram tadi" ucap Vania yang di iringi dengan senyuman manis nya.
***
Di kampung Iqram,suasana di rumah Cahaya tampak ramai. Buk Vita,bunda nya Iqram sengaja datang dengan beberapa orang kerabat almarhum ayah nya Iqram untuk mengantarkan cincin tanda pengikat Cahaya untuk Iqram.
" Buk Saidah,saya datang untuk mengganti kan anak saya Iqram mengantarkan cincin ini buat Cahaya. Iqram belum bisa pulang karena belum dapat cuti dari kantor nya. Insaallah dalam waktu dekat ini dia bakal pulang untuk meminang Cahaya. Cincin ini dia minta saya antarkan sebagai tanda ungkapan perasaan nya pada Cahaya. Semoga saja Cahaya mau menerima nya" ucap buk Vita.
Buk Saidah langsung tersenyum mendengar ucapan calon besan nya itu. Dia kemudian melihat kearah Cahaya, putri nya.
" Bagaimana nak,apa kamu mau menerima cincin ini. Kalau kamu terima, berarti kamu sekarang berganti status menjadi calon istri nya Iqram. Dia berjanji akan datang dalam waktu dekat ini untuk melamar kamu" ucap buk Saidah.
Cahaya yang sedang menunduk mengangkat kepala nya. " Kalau bang Iqram serius,saya akan menerima cincin ini dengan senang hati. Tolong sampaikan pada bang Iqram,kalau memang ingin menikahi saya,nggak usah lagi ada acara lamaran setelah ini. Kedatangan ibu Vita dan keluarga bang Iqram yang lain saat ini sudah saya anggap sama dengan lamaran. Langsung aja pada acara pernikahan" ucap Cahaya.
Buk Vita dan keluarga nya yang lain sangat senang mendengar jawaban Cahaya. " Alhamdulillah,kalau begitu ibu akan bilang langsung pada Iqram. Dia pasti sangat senang sekali" ucap buk Vita.
" Tapi nak,apa boleh ibu memberikan nomor handphone mu pada Iqram. Agar kalian bisa saling berkomunikasi untuk menentukan tanggal pernikahan kalian" tanya buk Vita.
Cahaya langsung mengangguk," boleh Bu. Silahkan. Cahaya juga mau bicara banyak sama bang Iqram " jawab Cahaya.
Acara itu pun berlangsung dengan lancar. Setiap obrolan mereka nyambung satu sama lain. Tidak ada terdengar permintaan yang muluk muluk dari keluarga Cahaya pada keluarga nya Iqram.
Sepulang dari rumah Cahaya,buk Vita langsung menghubungi anak nya.
" Assalamualaikum Bu" ucap Iqram mengangkat panggilan dari bunda nya.
" Waalaikumsalam nak, udah pulang kerja" tanya buk Vita.
" Udah Bu,baru aja" jawab Iqram.
" Nak,tadi ibu sudah melakukan apa yang kamu minta kemaren. Cahaya menerima cincin itu dengan wajah bahagia" ucap buk Vita.
Buk Vita kemudian menceritakan semuanya pada Iqram dengan nada suara yang tampak sangat bahagia membuat Iqram pun terbawa senang