––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(5) HAH? MENIKAH?!
Ailena terdiam saat sudah berada di dalam ruangan ber-AC dan terlihat beberapa orang yang berpakaian dinas sedang berbicara dengan Haikal--laki-laki yang membawa nya ke kantor itu.
Sebenarnya Ailena bisa saja kabur sekarang apalagi tangan nya sudah tak lagi di genggam Haikal, tapi entah kenapa kaki nya terasa berat untuk berlari, ia memilih untuk duduk menunggu.
Tak berselang lama, Haikal kembali menghampiri Ailena dan mengajak masuk ke dalam ruangan itu.
"Kita mau apa kesini?" tanya Ailena akhirnya bersuara, setelah beberapa saat tiba di ruangan itu.
"Menikah.."
Deg..
"HAH?!" seru Ailena tak bisa menahan keterkejutan nya yang mendengar jawaban singkat dari laki-laki yang tidak Ailena kenal.
Haikal melirik lalu menyodorkan nya pulpen dan kertas. "Tulis nama mu disitu ditambah nama Ayah mu" pinta Haikal tak langsung di turuti Ailena.
"Nggak!" tolak Ailena membuat para petugas menatap Ailena dan Haikal serentak.
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas namun berbisik.
"Tapi kita nggak saling kenal!" sahut Ailena berbisik dengan mata melotot menatap Haikal tajam.
"Nanti kenalan!" balas Haikal ikutan melotot, kedua nya jadi saling adu pelototan hingga petugas memilih melerai.
Petugas KUA yang menonton hanya menatap kedua nya datar, saat kedua orang yang ada di depan nya itu nampak berbisik-bisik.
"Bisa serahkan KTP masing-masing" pinta petugas itu membuat Haikal segera memberikan KTP nya tanpa bertanya, berbeda dengan Ailena yang nampak mengernyit.
"Buat apa ya Pak?" tanya Ailena dengan curiga.
"Buat di periksa saja" jawab petugas itu dengan wajah santai nya, Ailena pun menyerahkan KTP nya dengan ragu.
"Haikal Keandro.. Aliena Putri Marwa.." ucap petugas itu sembari membaca nama pemilik KTP masing-masing sembari melirik ke arah Haikal dan Ailena secara bergantian.
"Bukan Aliena, Ailena" ralat Ailena dengan tatapan datar dan sedikit ketus, dia sering mendengar nama nya memang di pelintir oleh kebanyakan orang karena merasa sulit untuk mengeja.
Haikal nampak menahan tawa nya saat mendengar koreksi dari Ailena yang terlihat kesal.
"Alien, nama mu bagus juga" bisik Haikal pada Ailena dengan nada mengejek, Ailena melirik sinis Haikal yang duduk di sebelah nya.
"Ah ya Ailena? Apa Ayah mu masih--"
"Sudah tiada, Pak. Nama Ayah saya Muhammad Ali" jelas Ailena langsung mencela, petugas itu manggut-manggut dan menuliskan nama ayah kandung nya Ailena yang ternyata sudah tidak di dunia.
Haikal terdiam menatap lamat ke arah Ailena saat mendengar jawaban Ailena yang membuat nyeri di hati nya.
"Silahkan di hapal sebentar" titah petugas itu sembari menyodorkan kertas bertuliskan nama Ailena ditambah nama ayah kandung Ailena.
Haikal pun menjabat tangan petugas itu dengan erat dan sedikit berkeringat, bahkan terasa dingin menurut petugas itu. Tapi itu hal wajar bagi para petugas yang sering menikahkan banyak orang dengan suasana tegang seperti ini.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ailena Putri Marwa binti Alm. Muhammad Ali dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Haikal dengan lantang dan satu tarikan nafas.
Mas kawin yang di berikan Haikal berupa uang yang tersisa di dompet nya, yaitu sekitar 352 ribu yang nampak kucel.
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"Sah!"
Ailena tak merasakan apapun yang berbeda seperti yang di rasakan oleh kebanyakan orang yang baru saja di nikahi.
Dia bahkan melirik sinis ke arah Haikal yang nampak tersenyum puas setelah berhasil mengucapkan ijab kabul tanpa mengulang.
Ailena dan Haikal pun menandatangani surat nikah yang ada menjadi awal dari kehidupan kedua nya.
"Pak sekalian ngurus KTP bisa kan ya?" tanya Haikal membuat Ailena melirik nya sebal.
"Itu bisa kalian urus di Dukcapil beserta Kartu Keluarga yang baru yang berisi nama kalian berdua, semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan dan tak datang ke pengadilan agama" jelas petugas itu di tambah doa yang penuh harap.
"Terimakasih Pak" ucap Ailena dan Haikal hampir bersamaan.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️