Asih gadis berparas cantik yang merupakan salah satu kembang desa, banyak laki-laki yang mengejar cintanya tak hanya pemuda desa, duda dan laki-laki beristri pun mengejar cinta Asih. Namun kemalangan menimpa nya Asih ditemukan seorang warga tergeletak tak bernyawa disalah satu kebun warga. Siapakah orang yang tega berbuat keji terhadap Asih?
Yuk baca terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arztha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
BRUK!!!!!!
Suara orang jatuh pun terdengar Raka, Badri, dan Jono mereka pun baru menyadari kalau suara tadi ternyata Rizal yang jatuh tak sadar kan diri.
"Zal Zal bangun Zal. " Raka terlihat panik saat melihat Rizal yang sudah tergeletak pingsan.
"Zal bangun woy Zal. " Jono pun mengguncang tubuh Rizal agar segera bangun.
"Ngeliat apaan sih ko bisa sampe pingsan begini? " tanya Badri kepada yang lain.
"Nggak tau gue pas gue liat itu anak udah pingsan aja. " Jono juga tidak tau penyebab Rizal yang pingsan tiba-tiba.
Raka terus mencoba membangunkan Rizal dari pingsannya. "Hadeh si Supri belom ketemu ini si Rizal malah pingsan begini. " keluh Raka.
"Bawa balik dulu aja kali ya si Rizal. "Badri pun memberi saran.
Raka dan Jono pun menyetujui usulan Badri agar mereka lebih mudah mencari Supri.
" Yaudah ayok kita anter Rizal dulu baru mencari Supri lagi. " ucap Jono.
Mereka pun akhirnya memapah bergantian tubuh besar Rizal menuju rumah bos mereka.
"Nyusahin aja nih mana berat lagi. " keluh Raka yang sedang memapah tubuh Rizal.
"Sabar Rak gitu gitu kan temen lo dia. " ucap Jono.
Semula yang hanya di papah akhirnya Rizal pun di gendong Raka agar mereka cepat sampai. Pencarian Supri pun terhambat karena mereka harus mengantarkan Rizal pulang terlebih dahulu.
🍀🍀🍀
Malam ini terasa sangat panjang, pencarian Supri terhambat karena Rizal yang tiba-tiba pingsan entah abis melihat apa sehingga ia ditemukan sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Akhirnya setelah perjalanan dari kebun karet Raka yang membawa Rizal pun telah sampai di rumah Andre.
Andre terkejut saat melihat Raka menggendong Rizal. "Loh Rizal kenapa Rak? "
Raka pun terus berjalan ke arah sofa yang berada di ruang tamu untuk membaringkan tubuh Rizal. "Nggak tau bos, saat nyari Supri si Rizal tiba-tiba udah tergeletak di tanah entah apa yang dia liat. "
Raka pun duduk meluruskan pinggang nya yang mulai berasa sakit sehabis menggendong Rizal cukup jauh. Nafas nya pun tersengal sengal.
"Terus Supri mana? "
Raka menggeleng. Jono yang akhirnya menjawab pertanyaan Andre. "Belom ketemu bos, kita nganterin Rizal dulu kesini habisnya dari tadi nggak sadar sadar. "
"Ya udah cari Supri lagi sana. " Andre pun menyuruh mereka segera mencari Supri.
Jono, Badri dan Raka pun kembali mencari Supri satu teman mereka pun ikut menggantikan Rizal yang pingsan.
"Bro, si Rizal ngeliat apa sih ya tadi ko sampai pingsan gitu. " Badri yang agak jauh jaraknya dengan Rizal saat pencarian Supri tidak melihat kejadian yang menyebabkan Rizal tergeletak tak sadarkan diri.
"Jangan jangan Rizal liat hantu lagi. " tebak Raka.
Jono mengangguk. "Bisa jadi sih, dia kan penakut banget tuh mungkin dia liat hantu terus langsung pingsan gitu. "
Ternyata mereka bertiga tidak ada yang mendengar teriakan Rizal sebelum tak sadarkan diri.
"Gue kalau bukan bos yang nyuruh ogah nyari Supri malem malem gini. "
"Gue juga ogah Dri, mending tidur deh daripada keluyuran gini nyari Supri. " keluh Raka.
"Apa lagi gue, ngeri banget ketemu Asih sumpah. " ucap Jono sambil bergidik.
"Husttt, jangan nyebut nama dia napa. " tegur Raka.
"Iya gue jadi merinding kan. " Badri pun langsung mengusap tengkuknya yang tiba-tiba merinding.
Mereka pun terus berjalan mencari Supri menelusuri kebun karet yang tadi mereka sempat kunjungi. Untuk mengurangi rasa takut mereka pun terus mengobrol.
"Lo ngapa diem aja Mad, awas kesambet. " tegur Raka kepada Ahmad yang sadari tadi ikut mencari untuk menggantikan Andre.
"Iseng Rak. " Ucap Ahmad sambil celingukan mencari Supri.
Tanpa mereka sadari ada sosok yang memperhatikan mereka dari gelap nya malam. Sorot tajam mata makhluk itu sangat menyeramkan. Empat pemuda itu terus menelusuri kebun karet. Belum ada tanda tanda keberadaan Supri.
"Ini kita kemana lagi ya. " Jono terus memindai sekeliling kebun karet dengan senter yang dia bawa.
"Kata bos suruh cari sekitar kebun karet. "
"Buset yang bener aja ini kebun luas banget bro. Tau gitu tadi kita ajak Juna aja ya kan dia yang tau kejadiannya." keluh Jono kepada Raka.
"Iya ya kaga kepikiran kita bro. " sahut Badri.
"Payah ah kalian, kalau soal kayak gini aja lemot giliran soal cewek aja gercep bener. " canda Jono kepada teman temannya.
Mereka pun terus mencari Supri kebun karet yang luas ini pun mereka kelilingi untuk mencari teman mereka yang hilang.
"Bro itu motornya supri kan. " tanya Raka yang melihat motor yang tergeletak di tanah.
"Wah iya bro, mungkin Supri ada disekitar sini. " Jono yang tadinya sudah tak semangat mencari Supri akhirnya dengan ditemukannya motor Supri dia pun menjadi semangat kembali.
"Ayo kita cari lagi, biarin aja itu motor tinggal di situ dulu. " ucap Badri.
Mereka pun terus mencari kesana kemari namun belum menemukan Supri.
"Mau mencar lagi nggak biar cepet? " usul Badri.
"Nggak ah, mending bareng bareng iseng gue. " tolak Raka.
"Iya mending bareng bareng aja, takut kayak tadi lagi. " ucap Jono.
"Apa bagi dia aja kan jadi nggak sendiri sendiri tuh, gue sama Badri Raka sama Jono. " usul Ahmad.
"Engga, udah kita bareng bareng aja. " jawab Raka yang diangguki Badri dan Jono.
Akhirnya mereka pun memutuskan mencari bersama sama agar tak ada kejadian seperti tadi.
"BANG."
"Lo dengar kaga ada yang manggil? " ucap Badri yang mendengar suara seseorang yang memanggil.
"Nggak, gue kaga dengar ada yang manggil. " ucap Jono.
"Gue juga nggak denger. Lo Mad dengar kaga. " tanya Raka kepada Ahmad. Ahmad menggeleng dia tidak mendengar suara apa apa.
"Masa gue salah dengar sih, tadi tuh kayak ada suara cewek yang manggil. " Badri menggaruk kepalanya tak gatal.
"Salah denger kali. " ucap Raka.
"BANG."
"Nah kan ada yang manggil lagi. " Bulu kuduk Badri pun berdiri.
"Serius bro. " tanya Raka yang tak percaya.
"Iya sumpah dah masa gue becanda. "
"Siapa sih yang jail manggil manggil gak jelas gini. " kesal Jono.
"Udah ayok kita cari lagi biar cepet ketemu si Supri. " ajak Raka.
"Ayok, perasaan gue udah nggak enak nih. " jawab Ahmad.
"Sama bro perasaan gue juga mulai nggak enak ini. " sahut Badri.
"Iya gue juga sama. Merinding banget ini gue. " Jono pun merasakan hawa yang tidak enak.
Ditempat yang jauh Asih pun memperhatikan empat pemuda yang sedari tadi mencari Supri. Sambil duduk mata Asih pun tak lepas mengawasi mereka semua.
Asih duduk bersama dengan Supri yang masih belum sadarkan diri. Badri pun melihat Supri tanpa memperhatikan bahwa di sebelah Supri ada Asih.
"Loh Supri ada disana toh. " ucap Badri , Badri pun menoleh mengajak ketiga temannya namun saat melihat kebelakang ternyata temen temannya sudah ditak berada berasa Badri.
"Loh kemana Raka, Jono sama Ahmad. Perasaan tadi dibelakang gue. " Badri pun celingukan mencari ketiga temannya.
"BANG BADRI SINI. " panggil Asih.
Badri pun menoleh ke sumber suara yang memanggil nya ternyata Asih duduk disamping Supri yang masih tak sadar kan diri.
"Asih." seketika keringat dingin mulai keluar dari tubuh Badri, ia pun mengusir rasa takutnya. Kata orang kalau kita takut dengan setan maka setan itu makin berani mengganggu kita.
"SINI BANG TEMANIN ASIH SAMA BANG SUPRI. Hihihi hihihi. "
Muka Badri pun seketika pucat saat mendengar tawa Asih yang bikin tulang tulang lemas tak berdaya. Ia pun gemetaran keberanian yang tadi ia miliki pun hilang. Dengan sisa tenaga yang ia miliki Badri pun memberanikan diri meminta Asih untuk mengembalikan Supri.
"Balikin Supri Sih, kasihan Supri. " mohon Badri.
"TIDAK AKAN. ORANG ORANG MUNAFIK SEPERTI KALIAN PANTAS DIBERIKAN PELAJARAN. "
"hihihi hihihi. "