NovelToon NovelToon
Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ule Lau

Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).

Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidur Nyenyak Sang Putri dan Guncangan Susulan di Ranah Asal

Fajar perak merekah di ufuk timur Lembah Mirakel, membiaskan untaian cahaya fajar yang menembus kanopi kebun persik keabadian. Udara pagi itu terasa begitu bersih, membawa keharuman embun es dan nektar bunga melati yang mekar di sepanjang dinding Labirin Tanaman Merambat Spiritual.

Zhu Xuan melangkah dengan ritme yang sangat teratur dan senyap di atas jalan setapak berbatu giok menuju pondok kayu utama. Di dalam dekapan lengan kirinya yang kokoh, Zhu Ling'er terlelap dengan kedamaian yang mutlak. Kepala kecilnya bersandar nyaman di atas bahu bidang sang ayah, sementara sepasang tangan mungilnya mencengkeram lipatan jubah putih polos milik Zhu Xuan dengan erat, seolah-olah tidak ingin terpisahkan bahkan di dalam dunia mimpi sekalipun.

Di atas kepala kuncir kudanya yang terurai sebagian, Mahkota Cahaya Bintang memancarkan pendaran denyut cahaya keperakan yang sangat lembut dan ritmis. Setiap kali mahkota itu berdenyut, seberkas riak energi penenang transendental meresap ke dalam dahi Ling'er, memastikan bahwa seluruh lautan kesadaran jiwanya tetap berada dalam status perlindungan mutlak, bebas dari gangguan sisa-sisa memori dimensi masa lalu yang kelam.

TAP.

Langkah kaki Zhu Xuan berhenti tepat di depan pintu pondok kayu yang terbuka secara mandiri menyambut kedatangannya. Dugu Bo sudah berdiri berjaga di samping pilar selasar dengan kepala tertunduk dalam-dalam, menunjukkan rasa hormat suci yang tiada banding kepada sang penguasa tertinggi.

"Yang Mulia Tuan Agung," bisik Dugu Bo dengan suara yang ditekan serendah mungkin agar tidak menimbulkan riak gelombang suara yang dapat mengusik tidur nyenyak sang tuan kecil. "Seluruh perimeter lembah telah diperiksa ulang secara mandiri. Tiga ornamen batu baru di gerbang labirin selatan telah menyatu sempurna dengan formasi tanah, dan pasokan energi spiritual mereka telah dialihkan sepenuhnya menjadi nutrisi kebun bawah."

Zhu Xuan mengangguk kecil, sepasang matanya yang sedalam samudra kosmos memancarkan ketenangan mutlak yang mampu membekukan ruang-waktu. "Bagus. Jaga area halaman depan dengan baik. Jangan biarkan burung-burung roh bernyanyi terlalu keras sebelum matahari menyentuh tiga jengkal di atas pucuk pohon persik."

"Mematuhi perintah, Tuan Agung," jawab Dugu Bo dengan posisi membungkuk sembilan puluh derajat yang sangat khidmat.

Zhu Xuan melangkah masuk ke dalam pondok, menyusuri lantai kayu cendana putih yang memancarkan aroma terapi alami yang menenangkan pikiran. Ia menaiki anak tangga kayu dengan kelembutan yang luar biasa, lalu membuka pintu kamar tidur putrinya yang bernuansa merah muda dan emas suci.

Dengan gerakan yang sangat telaten—seperti seorang pengrajin dewa yang sedang menyentuh kristal tertua semesta—Zhu Xuan membaringkan tubuh mungil Ling'er di atas ranjang berkanopi sutra yang empuk. Ia melepaskan sepatu kain pelangi putrinya dengan perlahan, lalu menarik selimut sutra merah muda bermotif naga kecil hingga menutupi dada gembil Ling'er yang naik-turun dengan teratur karena napas tidurnya yang nyenyak.

Melihat wajah polos putrinya yang sesekali tersenyum kecil di dalam mimpinya, seluruh sudut dingin di hati Zhu Xuan mencair sepenuhnya. Ia berjongkok di tepi ranjang, jemari tangannya yang panjang dan bersih dengan lembut merapikan beberapa helai rambut hitam yang menempel di pipi gembil kemerahan milik Ling'er.

[Ding! Putri Anda telah memasuki fase 'Tidur Nyenyak Kosmik Transendental' di bawah perlindungan Mahkota Cahaya Bintang.]

[Status Evaluasi Pola Asuh Malam Hari: Legendaris Sempurna!]

[Hadiah Utama Dikirimkan: Poin Daddy +20.000 (Status: Tak Terbatas/Infinity).]

[Notifikasi Khusus: Jiwa putri Anda saat ini sedang menerima proyeksi memori hangat sang ibu di dalam dunia mimpinya secara aman tanpa memicu trauma masa lalu.]

Zhu Xuan tersenyum sangat tampan menatap panel sistemnya. "Tidurlah yang nyenyak, Sayang. Ayah akan selalu berdiri di sini, menjagamu dari segala bentuk badai di seluruh penjuru semesta."

Sementara ketenangan yang mutlak melingkupi kamar tidur Zhu Ling'er di Lembah Mirakel, situasi di wilayah hulu Ranah Asal justru mengalami guncangan susulan yang sangat mengerikan.

Di dalam aula utama Markas Besar Sekte Dewa Hitam yang berdiri megah di atas tebing kristal hitam berkarat, atmosfer dipenuhi oleh kabut darah dan kepanikan yang sangat pekat. Aula yang biasanya dipenuhi oleh kesombongan para tetua tingkat God-tier itu kini bergetar hebat karena runtuhnya tiga buah loh jiwa (soul tablets) milik Tiga Raja Pengejar Bayangan yang dikirim beberapa jam lalu.

PRAKKK... PRAKKK... PRAKKK...

Tiga buah loh giok hitam berukir simbol tengkorak meledak menjadi serpihan abu halus tepat di depan altar persembahan darah.

Sesosok pria tua bertubuh kurus kering dengan jubah kebesaran berwarna merah darah tua—Master Sekte Dewa Hitam, Ye Mo—berdiri dari kursi singgasananya yang terbuat dari tulang naga purba. Sepasang matanya memancarkan kilatan petir kegelapan yang sangat merusak, menghancurkan beberapa pilar batu di sekelilingnya hanya dengan tekanan emosinya yang meluap-luap.

"Bagaimana mungkin?! Tiga Raja Pengejar Bayangan adalah pembunuh tingkat atas yang memegang hukum penyusupan spasial tingkat dewa! Bagaimana mereka bisa lenyap dalam hitungan menit setelah melintasi celah dimensi bawah fana itu?!" raung Ye Mo dengan suara berat yang menggetarkan seluruh permukaan tebing kristal hitam.

Tuan Ular, tetua yang sebelumnya memimpin ramalan darah, berlutut dengan tubuh yang gemetar hebat di atas lantai aula. Wajahnya yang keriput tampak pucat pasi tanpa menyisakan sebutir pun darah fana.

"M-Master Sekte... Melalui sisa pantulan cermin darah sebelum koneksi mereka terputus secara mutlak, kami tidak mendeteksi adanya pertempuran energi jiwa fana atau benturan hukum kedewaan sedikit pun di planet bawah tersebut," lapor Tuan Ular dengan suara yang tersendat-sendat karena ketakutan yang mendalam.

"Lalu kenapa mereka bisa mati?! Apakah planet fana itu memiliki pelindung alam semesta yang menolak keberadaan kita?!" Ye Mo melangkah maju, mencengkeram leher baju Tuan Ular dengan satu gerakan tangan kegelapan yang kasar.

"T-Tidak, Master... Mereka tidak mati karena hancur... melainkan... eksistensi garis keturunan, meridian, dan lautan jiwa mereka secara paksa dibalikkan kausalitasnya oleh sebuah kehendak mutlak yang tidak terjangkau oleh radar ramalan kita! Mereka... mereka diubah menjadi patung batu dekorasi taman dalam hitungan detik!" Tuan Ular memekik panik, air mata darah mulai mengalir dari sepasang mata vertikalnya karena rasa ngeri yang teramat sangat saat membayangkan otoritas transendental yang mampu melakukan hal seperti itu.

Mendengar kata "dibalikkan kausalitasnya" dan "diubah menjadi patung batu", seluruh aula besar sekte kegelapan itu seketika menjadi hening senyap bagai kuburan mati. Para tetua agung lainnya yang biasanya haus akan darah fana kini saling pandang dengan wajah yang dipenuhi oleh keringat dingin. Mereka semua tahu apa artinya memanipulasi hukum kausalitas dasar ruang-waktu: itu adalah ranah kekuasaan milik Penguasa Kosmik Tertinggi—entitas legendaris yang seharusnya sudah punah jutaan tahun lalu bersamaan dengan runtuhnya garis waktu kuno.

Ye Mo melepaskan cengkeramannya, melangkah mundur satu langkah dengan ekspresi wajah yang mendadak dipenuhi oleh keraguan yang sangat mendalam. Ingatan delapan tahun lalu saat mereka bersekutu dengan faksi Dewa Pemusnah Dimensi untuk menghancurkan Kerajaan Kosmik Suci kembali membayang di benaknya. Saat itu, ada satu sosok pemuda berjubah putih yang membawa sebilah pedang putih bersih yang berhasil menembus kepungan jutaan tentara dewa hanya untuk menyelamatkan seorang bayi perempuan.

"Apakah... apakah bajingan pemegang Pedang Langit Abadi itu telah mencapai tingkat transendental penuh di tempat pelariannya?" bisik Ye Mo dengan suara yang bergetar pelan, sebuah pertanda ketakutan yang belum pernah ia tunjukkan selama ribuan tahun memimpin sekte kegelapan.

"Master... apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah kita harus mengaktifkan meriam penghancur dimensi untuk meledakkan seluruh koordinat planet bawah tersebut dari jarak jauh?" tanya seorang penatua garis depan dengan ekspresi nekat.

"Bodoh!" Ye Mo menampar penatua tersebut hingga terlempar menabrak dinding aula. "Jika pria itu benar-benar telah menggenggam otoritas kausalitas penuh, mengarahkan meriam dimensi kepadanya sama saja dengan menembakkan meriam itu ke wajah kita sendiri melalui pembalikan ruang! Mulai hari ini, segel seluruh gerbang dimensi yang mengarah ke wilayah bawah! Hapus seluruh catatan koordinat spasial tersebut dari radar sekte! Jangan ada satu pun murid yang diizinkan membicarakan tentang garis keturunan naga kehidupan atau nama wilayah itu lagi!"

Ye Mo mengepalkan tangannya erat-erat, menatap langit-langit aula yang gelap dengan kecemasan yang mendalam. "Kita hanya bisa berharap... dia tidak berniat membawa pedangnya kembali ke Ranah Asal ini untuk melakukan pembersihan massal..."

Kembali ke kamar tidur Zhu Ling'er di Lembah Mirakel.

Zhu Xuan yang masih berdiri dengan tenang di samping ranjang putrinya perlahan menarik kembali riak kesadaran spiritualnya yang baru saja selesai memantau seluruh pembicaraan ketakutan di Markas Sekte Dewa Hitam melalui proyeksi tak kasat mata. Sebuah senyuman tipis yang sarat akan dominasi transendental mutlak terukir di wajah tampannya.

Tahu diri adalah pilihan terbaik yang bisa kalian buat, Ye Mo, batin Zhu Xuan santai. Jika kalian berani melepaskan sebutir saja partikel energi meriam dimensi ke arah dunia ini, aku tidak akan keberatan untuk menggunakan ujung jari ini demi menggeser seluruh koordinat markas sekte kalian tepat ke dalam pusat pusaran lubang hitam kosmik terdalam malam ini juga.

Zhu Xuan mengalihkan pandangannya kembali pada wajah tidur putrinya yang sangat menggemaskan. Ling'er tampak membalikkan tubuh kecilnya ke posisi menyamping, memeluk erat guling sutranya sembari menggumamkan kata "Ayah... es krim..." dengan suara gumaman anak-anak yang sangat manja.

Zhu Xuan menarik kursi kayu cendana kecil, lalu duduk bersandar di samping ranjang dengan gerakan yang sangat santai. Jubah putih polosnya membiaskan pendaran cahaya keperakan dari Mahkota Cahaya Bintang milik putrinya, menciptakan visualisasi pemandangan yang sangat indah dan penuh kehangatan keluarga.

Tidak peduli seberapa besar ketakutan dan kepanikan yang melanda para dewa di Ranah Ilahi di atas sana, atau seberapa hancurnya ego para penguasa kegelapan di Ranah Asal ribuan tahun cahaya dari tempat ini; di dalam kamar kecil bernuansa merah muda ini, waktu seolah berjalan dengan sangat lambat dan damai. Seorang ayah super yang memegang otoritas tak terbatas semesta memilih untuk melepaskan seluruh keagungan takhta kosmosnya, hanya demi duduk diam di kegelapan malam, menjaga setiap helai napas dan mengawal mimpi indah anak perempuan tercintanya menuju fajar hari baru yang dipenuhi tawa ceria yang abadi.

1
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjut👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Kang Comen
okokokokokokokokokokokok
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Kang Comen
heh eh eh eh ....
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???
Ule Lau: Kalau levelnya berhasil di buka sesuai petunjuk di atas bru lah
total 1 replies
Kang Comen
anak² lain nya mna thor ???
Ule Lau: Ada masih main
total 1 replies
Miea™
next
Kang Comen
next⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
up up up 👍👍👍
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Ule Lau: Up nya perhari 1 bab ya kk... Banyakin sabaaaarnya ya kak
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Ule Lau: Menunggu ya
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪💪
yl
😍😍😍
yl
Lanjutkan 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
up up up 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!