NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Suasana restoran hotel pagi itu cukup ramai. Suara denting sendok dan garpu bersatu dengan suara alunan musik instrumen yang menenangkan. Dan juga di setiap meja, orang-orang saling bicara dan bercengkrama.

Adrian dan Mita memang masih cukup lelah. Karena setelah acara resepsi, mereka tidak langsung tidur, melainkan kegiatan dewasa lebih dulu sebanyak dua ronde. Di bathtub dan ranjang yang dipenuhi kelopak bunga mawar.

Kini, pagi-pagi sekali mereka harus turun ke restoran untuk sarapan dan tentunya berkumpul bersama keluarga yang masih menginap di satu hotel yang sama.

"Itu mereka," tunjuk Arumi yang langsung melambai pada pasutri.

Tante Citra menoleh dan tersenyum senang melihat kehadiran pasutri yang masih terlihat muka bantal.

"Aduh... Pengantin baru, wajahnya pada seger banget," sindir Arumi sembari menahan tawa.

Adrian menarik kursi untuk diduduki oleh Mita.

"Biasalah, abis mandi. Jadi seger deh." Adrian menimpali dengan santai.

"Asyik deh, yang udah bisa mandi berdua. Ups!" Arjuna kakaknya Arumi, alias anak sulung Tante Citra ikut menggoda.

"Iya dong. Emangnya Elo, mau mandi berdua aja takut ketahuan sama dua buntut tuh," balas Adrian tak mau kalah.

"Heh, kalian udah lah...," pungkas Tante Citra. "Sarapan dulu, ayo. Arjuna sama Arumi juga jangan ngeledek terus. Kayak nggak pernah aja deh."

Mereka semua tertawa mendengar sindiran Tante Citra untuk kedua anaknya.

Mita yang sejak tadi diam saja, ikut tertawa. Ia benar-benar lelah, hanya ingin tidur aja seharian di kamar. Tetapi, undangan Tante Citra tidak bisa ia tolak. Nggak enak karena dirinya sudah disambut hangat untuk menjadi salah satu anggota keluarganya.

"Kamu sehat kan, Ta?" Tante Citra menyadari bahwa Mita hanya diam.

"Sehat, Tan. Cuma agak capek aja." Mita mengambil anggur hijau segar yang ada di depannya.

Adrian langsung menoleh ke Mita dan mengecek keadaannya.

"Kamu sakit, Sayang?" suara itu hanya bisa di dengar Mita.

Mita tersenyum dan menggeleng pelan. "Nggak, Mas. Aku cuma lelah aja. Habis sarapan, boleh kan aku balik ke kamar?"

"Boleh dong. Ya udah, nanti habis sarapan balik ke kamar aja. Supaya kamu bisa istirahat. Maaf ya, semalam aku minta nambah," bisik Adrian.

"Iya, Mas." Mita menepuk paha Adrian, karena takut didengar yang lain.

Sarapan pun kembali dilanjutkan. Mita memilih nasi goreng yang simpel. Sedangkan Adrian memilih banyak makanan. Pria itu merasa tenaganya perlu diisi kembali dengan makanan enak dan bergizi. Mumpung sedang di hotel, jadi ia ingin puas-puasin makannya.

"Gila, Kak. Lo kesurupan, makan banyak gitu?" Arumi sampai melongo melihat menu makanan yang diambil oleh Adrian.

Ada salad, roti bakar, nasi putih beserta lauk pauk, soto Betawi, buah-buahan.

Adrian hanya menanggapi dengan gerakan bahu. Ia menyantap lagi makanan yang ia ambil, tanpa peduli dengan tatapan saudaranya.

Mita pun sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ini pertama kalinya ia melihat Adrian makan seperti orang kesurupan.

"Pelan-pelan, Mas."

"Iya, Sayang. Ini sedang menikmati. Mau coba sotonya nggak? Enak lho." Adrian menyodorkan mangkok sotonya ke arah Mita.

Mita mencoba dengan sendok, menyeruput kuahnya. Rasanya memang enak, tapi ada yang aneh dengan indra perasanya. Agak sedikit tebal dan pahit.

"Udah, Mas." Mita menjauhkan soto itu dan langsung minum air.

Dikelilingi oleh keluarga besar suaminya, membuat Mita memahami arti keluarga yang sesungguhnya. Meskipun mereka tidak tinggal bersama, tapi komunikasi mereka selalu hangat.

Berbeda dengan keluarganya. Sejak ibunya memutuskan menikah lagi, Mita kehilangan peran dari ibunya. Sebenarnya dari kecil seperti itu, akan tetapi, saat itu ia sedang terpuruk. Butuh sosok yang mampu membantunya untuk terus bertahan hidup.

Namun, pada akhirnya, Mita mencoba mengikhlaskan semuanya. Ia hadapi permasalahan hidupnya sendirian. Hingga ia kembali bertemu Adrian.

'Aku ingin Rio melihat betapa bahagianya aku bersama dengan Adrian! Dan perlahan aku akan melihatnya hancur. Aku percaya dengan karma.'

。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。

Kembali ke kamar hotel, Mita ternyata merasakan tubuhnya lemas. Ia merasa tulang dan sendinya linu. Panas dingin melandanya.

"Kamu demam, Sayang. Aku cari obat dulu ya." Adrian membatu Mita memasangkan selimut.

"Hmm..." hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya. Mita memejamkan matanya dan langsung tertidur efek dari demamnya.

Adrian menatap Mita penuh rasa bersalah. Harusnya semalam ia tidak berendam kelamaan di kamar mandi. Harusnya ia langsung mengajak istrinya untuk istirahat, bukan malah bercinta dan nambah pula.

Bagaimana tidak! Adrian sebagai pria normal, memang sudah menunggu ini sejak lama. Meskipun ia banyak uang dan bisa saja tidur dengan perempuan di luar sana. Akan tetapi, tidak ia lakukan. Ia benar-benar menjaga dirinya dari perbuatan kotor seperti itu. Ia lebih memilih memuaskan dirinya dengan tangannya sendiri daripada harus dengan perempuan yang belum tentu terjamin kesehatannya.

Tidak ingin mengganggu Mita yang sedang tidur. Adrian menelpon Arumi untuk datang ke kamarnya dan mengecek keadaan Mita.

lima menit kemudian Arumi dan Tante Citra sudah sampai di kamar suite yang dihuni oleh Adrian dan Mita.

"Kamarnya masih rapi aja nih. Berarti semalam nggak nyoba fantasi di kamar ini, "goda Arumi sambil berbisik. Karena takut kena marah lagi oleh ibunya.

"Belum aja! kalau Mita nggak demam, udah gue keluarin tuh semua jurus yang udah gue pelajarin," timpal Adrian.

Arumi terbahak dan memukul lengan Adrian. "Gila Lo, Kak. kalau gue tebak, ini Mita sakit karena lo ajak berendam semalaman suntuk kali ya?"

"Kok tau? Tapi nggak semalaman suntuk juga." Adrian menjawab dengan polos.

Tante Citra yang mendengar itu terkejut dan melotot ke arah Adrian. "Astaga... Adrian! Kamu kok tega sama istri kamu sih! Mita itu harus banyak istirahat setelah resepsi. Bukan malah diajak berendam. Tante yakin dia ini habis menjalankan beberapa ritual sebelum pernikahan. Kaya puasa mutih dan lainnya."

"Ya... Mana Adrian tau, Tan. Aku ajak dia mau, yaudah deh. Kan, berendamnya juga pakai air hangat."

Arumi sudah mengecek keadaan Mita. "Kecapean aja, Kak. Nanti gue respon obat deh ya. Nanti gue minta kirim dari bagian farmasi. Tapi, sementara minum parasetamol dulu nih. Obat lainnya nanti nyusul."

Adrian manggut-manggut seperti anak kecil.

"Kalau ada apa-apa kabarin. Tante sama Rumi mau balik ke kamar. kamu istirahat, Dri."

"Iya, Tan. Makasih ya Tan dan Rumi."

Pintu kamar tertutup dan Adrian langsung duduk di sisi Mita yang tertidur dengan wajah pucat. Lalu, ia mengecup singkat dan beranjak ke arah balkon.

Di balkon, dengan pemandangan kolam renang dan kota Jakarta. Adrian membuka ponselnya. Sejak kemarin ia tidak mengecek benda persegi itu.

Banyak pesan masuk, salah satunya dari Tiara.

[Tiara asisten: Aku nggak rela kamu nikah! Aku sedih banget. Aku nggak mau doain kamu supaya kamu bahagia. Karena yang pantas bahagia bersama kamu itu, Aku!]

1
riza
gacor bgt pasutri ini 🤭🔥
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
riza
uhuuuuyy 🤭🤭
Secilia Cindy
bacanya sambil meriang2 ka..🤭
Dila Dilabeladila
hadehhhhhh udah langsung ajak k KUA aja bias bisa nambah dengam bebas🤣🤣
riza
hot ya kak 🔥🤭
riza
si Rio sakit emang
riza
lah dasar si Rio tolil
riza
fitnah jir
riza
eh gila si Rio
riza
lah sama mas ... saya yg baca juga udh GK sabar ini 🤭
riza
mulai deh ngeselinnya
riza
mas Adrian maunya mewah ya 🤭
Ika Alif
tak tunggu sampai end aja bacanya😍
riza
nanggung sekali ya 🤭
riza
setuju nih
riza
ceritanya bagus kak. semoga karyamu banyak yg baca dan laris manis ya kak 😍
rachmaraaa: aamiin 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!