NovelToon NovelToon
Suami Ku Musuh Bebuyutan Ku

Suami Ku Musuh Bebuyutan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: mahealza

papanya elvaro dan zavira pernah sahabatan di waktu SD ,Namun nasib membedakan mereka , papanya elvaro sudah sukses sekarang. sedangkan papanya zavira hanya mempunyai toko bengkel.

keduanya bertemu setelah beberapa tahun menghilang,tapi masih dengan persahabatan yang hangat, terukir janji mereka yang dulu akan menjodohkan anak mereka. mamanya elvaro sangat keberatan menerima nya ,Karna menurutnya tidak setara. begitu juga dengan zavira menolak keras perjodohan ini Karna elvaro adalah musuh bebuyutan nya di sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mahealza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham

Baiklah, saya tulis ulang dengan gaya bahasa yang sedikit lebih baku, tapi tetap mempertahankan gaya percakapan "gue-lo" yang kamu minta ya:

 

Setelah pelajaran usai, seluruh siswa berhamburan keluar kelas. Begitu kepergian Youjin, suasana yang tadinya ramai seketika berubah menjadi hening. Di antara mereka yang masih berada di dalam ruangan, Nadin hanya menundukkan kepala dengan ekspresi wajah yang datar sekali, seolah tidak ada perasaan apa pun yang sedang ia rasakan.

Zavira merasa sangat canggung, tidak tahu harus berbuat apa atau mengatakan apa untuk mencairkan suasana yang terasa kaku itu. Freya pun ikut merasa bingung, ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres, namun tidak berani mengawali percakapan terlebih dahulu.

Tidak lama kemudian, Nadin tiba-tiba membereskan barang-barangnya dengan gerakan yang agak tergesa, lalu berjalan keluar dari kelas. Langkah kakinya tampak berat, seolah ia sedang memikul beban yang sangat besar yang harus ditanggungnya sendirian.

Setelah Nadin pergi, Freya menatap Zavira sambil memberikan isyarat-isyarat dengan mata dan tangannya, seolah menyuruh Zavira untuk menyusuli gadis itu. Zavira yang mengerti maksud isyarat tersebut segera mengangguk. Ia berpamitan sebentar kepada Freya, lalu bergegas menyusul Nadin.

Zavira akhirnya menemukan Nadin di kantin sekolah. Gadis itu sedang duduk sendirian di sudut ruangan yang agak sepi, matanya menatap ke luar jendela seolah sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Dengan langkah yang perlahan, Zavira mendekat. Ia lalu mengulurkan tangannya dan menyentuh bahu Nadin dengan hati-hati. "Nadin..." panggilnya pelan.

Begitu merasakan sentuhan itu, Nadin segera berbalik badan dengan gerakan yang agak cepat. Wajahnya kini terlihat sangat berbeda dari biasanya. Ekspresi yang biasanya ramah dan menyenangkan, kini berubah menjadi sinis. Tatapannya pun terasa dingin, tidak ada lagi kehangatan yang biasa terpancar dari matanya.

Zavira tertegun melihat perubahan sikap itu. Suaranya pun terdengar ragu saat ia mengajukan pertanyaan, "... lo kenapa? Ada apa sebenarnya?"

Nadin hanya menatapnya sekilas dengan pandangan yang seolah tidak mempedulikan kehadiran Zavira, lalu memalingkan wajahnya kembali seolah enggan untuk memandang lebih lama. Beberapa saat kemudian, barulah ia menjawab dengan nada bicara yang datar namun terasa ada nada kekecewaan yang tersirat di dalamnya.

"Gue hanya berharap... apa yang ada di dalam pikiran gue itu benar-benar tidak akan terjadi. Tapi sepertinya... harapan gue itu ternyata sia-sia saja."

Mendengar ucapan itu, Zavira hanya terdiam. Ia memahami benar apa yang dimaksudkan oleh Nadin, namun ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia khawatir jika ia mengatakan sesuatu yang tidak tepat, justru akan membuat keadaan menjadi semakin buruk.

Ini lanjutan ceritanya dengan penulisan yang tetap sedikit baku dan gaya bahasa yang sudah disepakati ya~

"Lo tau kan, gue suka sama Youjin? Udah dari lama banget gue pendam perasaan itu, dan gue pikir lo ngerti banget soal itu. Tapi kenapa... kenapa gue ngerasa lo juga lagi deket-deketin dia? Setiap kali ada kesempatan, lo selalu ada di dekatnya, seolah mau rebut perhatian yang seharusnya buat gue doang?" tanya Nadin dengan nada yang bercampur antara sedih dan marah.

Zavira hanya bungkam seribu bahasa. Ia tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun, mulutnya seolah terkunci rapat. Ia tak menyangka kalau perbuatannya yang tak ada maksud apa-apa itu bisa menimbulkan anggapan yang seberat ini di hati sahabatnya sendiri.

"Jadi... jadi isu-isu yang selama ini beredar itu bener ya? Kalo lo juga suka sama Youjin?" lanjut Nadin lagi, suaranya mulai bergetar menahan emosi yang makin memuncak.

"Em...," Zavira mencoba membuka suara, tapi bingung harus menjawab apa. Semua kata-kata yang ada di pikirannya seolah hilang begitu saja, tak ada yang terasa cukup untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Gue udah bantu lo apa aja, Vi. Gue rela lakuin apapun yang lo minta, kapanpun lo butuhin gue, gue pasti ada buat lo. Gue pikir persahabatan kita itu berharga banget buat lo juga, tapi kok ini balasan yang gue dapetin? Malah lo rebut orang yang paling gue sayang?" ucap Nadin dengan nada yang terdengar sangat kecewa.

"Bukan gitu, Nad..." jawab Zavira pelan, berusaha menenangkan keadaan.

"Jadi apa?! Terus lo mau bilang apa lagi?!" bentak Nadin tiba-tiba. Ia pun langsung berdiri dari tempat duduknya, lalu dengan keras ia menghantam permukaan meja di hadapannya. Suara benturan itu menggema ke seluruh ruangan, membuat suasana yang tadinya biasa saja seketika berubah menjadi gaduh. Orang-orang yang ada di kantin pun menoleh ke arah mereka dengan wajah penuh keheranan. Kini, kedua gadis itu menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.

Emosi Nadin sudah tak dapat lagi dikendalikan. Ia bahkan mulai mengeluarkan kata-kata yang kasar dan menyakitkan hati untuk ditujukan kepada Zavira.

Zavira sebenarnya bukanlah orang yang suka diperlakukan kasar atau dimaki-maki. Selama ini, jika ada orang yang berani berbuat begitu kepadanya, pasti ia akan membalasnya dengan tegas. Namun kali ini, ia tak mampu berbuat apa-apa. Orang yang ada di hadapannya itu adalah Nadin, sahabat yang sudah menemaninya sejak lama, yang selalu ada di saat senang maupun susah. Ia tak tega membalas atau memarahi gadis itu meski perkataannya begitu menyakitkan.

Di sudut kantin yang agak jauh dari tempat mereka berdiri, ada Clara yang sejak tadi memperhatikan kejadian itu. Di wajahnya terukir senyum sinis yang penuh makna, seolah ia merasa puas melihat perselisihan yang terjadi di antara kedua sahabat itu. Sejak awal, ia memang berharap agar hubungan mereka rusak, dan kini harapannya itu seolah mulai menjadi kenyataan.

Tak lama kemudian, suara-suara dari orang-orang yang menyaksikan kejadian itu mulai terdengar. Banyak di antara mereka yang mengeluarkan kritik-kritikan yang pedas dan menusuk hati Zavira.

"Dasar tidak tahu diri, sudah tahu temannya suka sama orang itu, malah didekatin juga."

"Pura-pura jadi sahabat baik, padahal berniat jahat di baliknya."

"Memang begitulah sifatnya, selalu mau merebut apa yang dimiliki orang lain."

Berbagai ucapan yang menyakitkan terus bermunculan. Semua orang seolah membenci Zavira, menilainya sebagai orang yang salah sepenuhnya tanpa mau mendengar penjelasannya terlebih dahulu. Zavira merasa dunianya seolah runtuh seketika. Ia tak dapat lagi membela diri, semua kata-kata rasanya takkan ada gunanya lagi karena semua orang sudah memiliki penilaian tersendiri terhadap dirinya.

Namun, di sudut lain kantin yang agak sepi, Elvaro yang sejak tadi tengah menikmati secangkir kopinya diam-diam memperhatikan seluruh kejadian itu dari awal hingga akhir. Ia tak beranjak dari tempat duduknya, hanya mengamati dengan saksama setiap gerak dan perkataan yang terjadi. Melihat keadaan yang makin tak terkendali, ia merasa bahwa apa yang dilakukan Nadin sudah terlalu berlebihan dan tak wajar lagi.

Ketika Nadin mengangkat tangannya hendak menampar wajah Zavira yang masih terdiam pasrah, tiba-tiba sebuah tangan kuat menahan pergerakan tangan Nadin itu tepat sebelum menyentuh kulit wajah Zavira.

"Sudah cukup!" suara tegas Elvaro terdengar memecah kegaduhan itu.

Ia kemudian menarik tangan Zavira dengan lembut namun tegas, lalu membawanya berjalan keluar dari kantin meninggalkan semua orang yang masih terpaku melihat apa yang baru saja terjadi. Semua orang yang ada di sana merasa sangat kaget, tak ada yang menyangka kalau Elvaro akan bertindak seperti itu di saat-saat yang kacau balau itu.

 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

gimana gaisy ceritanya

lanjut part selanjutnya

1
Nesya
suka ceritanya lanjut donk thor
Fadhil Ahmad
Alur cerita bagus tdk berbelit
Fadhil Ahmad
Cemangat othor...💪💪💪next
olyv
awal yang seru n menarik 👍👍
mahealza: makasih kakak
total 2 replies
Nesya
lanjut thor 👍🏻👍🏻
mahealza: oke kak
total 2 replies
Nesya
el g ingat kejadian semalam y wkwk🤭
Nesya
ngak mungkin elvaro pelaku pelecehan itu.. takut bgt el udah bucin parah tapi endingny vira pergi tingalin el
mahealza: semoga jangan😲
total 1 replies
Nesya
huh 😥
Nesya
aura cemburu el kuat bgt 😂
Nesya
lemes kali mulutmu el ketos apa macam kau oon bgt
mahealza: gadungan kak🤭
total 1 replies
Nesya
kereeen vira 👍🏻👍🏻
Nesya
wkwkwk gengsi kali minta bantuan savira juga bodoh amat 😂
Nesya
wah penasaran ni siapa yg bakal bucin duluan 😂
Nesya
kocak pasturi yang satu ini 😂
Nesya
seruuuuu 🤭👍🏻
mahealza: semoga selalu suka kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!