NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labuhan terakhir sang matahari

"Tuan Bos, aku nggak mau pakai gaun yang beratnya 20 kilo! Aku mau yang gampang dibuka kalau nanti kita udah sampai di kamar hotel!" teriak Violet dari dalam ruang ganti butik pengantin ternama.

Arden yang sedang duduk tenang sambil membaca laporan saham di tabletnya langsung tersedak. Ia menoleh ke arah Danantya, Julian dan Kenzo yang juga sedang menemani pasangan masing-masing.

"Violet, jaga bicaramu. Ada desainer dan staf di sini," bisik Arden dengan wajah yang mulai memanas.

"Biarin aja, Tuan Bos! Kan fakta. Masa malam pertama aku harus sibuk lepas kancing sejam?" Violet keluar dari ruang ganti dengan gaun sutra putih yang sangat elegan, namun belahan dadanya cukup rendah, membuat Arden langsung berdiri dan menyampirkan jasnya ke bahu Violet.

"Gaun ini bagus, tapi bagian depannya akan saya minta tambah kain lima sentimeter lagi," ucap Arden otoriter pada sang desainer.

"Ih, Tuan Bos pelit banget sih bagi-bagi pemandangan! Padahal aku udah latihan gaya 'cegil' paling maut buat nanti malam," gerutu Violet sambil memeluk pinggang Arden, tangannya dengan nakal meraba saku celana Arden. "Tuan... udah siap mental kan? Aku nggak bakal kasih napas loh nanti."

Nasib Para Sahabat

Di sisi lain butik, Evara sedang memaksa Danantya untuk memakai dasi berwarna merah menyala agar senada dengan gaunnya.

"Kak Danan, kalau kita nikah nanti, aku mau konsepnya pool party. Jadi kita nggak usah pakai baju ribet, cukup bikini sama celana pendek aja," celetuk Evara.

Danantya memijat pelipisnya. "Evara Swastamita, selama aku masih hidup, tidak akan ada pernikahan pakai bikini di keluarga besar kita. Dan berhenti memegang ikat pinggangku di depan umum!"

"Habisnya Kakak seksi banget kalau lagi marah. Aku jadi pengen cepet-cepet 'ngandangin' Kakak di rumah," balas Evara dengan kedipan vulgar yang membuat Danantya hanya bisa pasrah pada takdirnya yang berjodoh dengan gadis ajaib ini.

Sementara itu, Lavanya tampak sangat anggun bersandar di bahu Julian Vance . Julian sudah memutuskan untuk menetap di Jakarta demi Lavanya.

"Julian, apa kau keberatan kalau setelah wisuda aku tetap bekerja dengan Arden?" tanya Lavanya lembut.

Julian mengecup kening Lavanya. "Asalkan kau pulang ke pelukanku setiap malam, my moon. Aku sudah memesan apartemen di dekat kantormu."

Avyana dan Kenzo tampak lebih tenang. Kenzo sudah menyerahkan kunci rumah hasil desainnya sendiri pada Avyana sebagai kado pertunangan mereka. "Rumah itu sudah jadi, Avyana. Tinggal menunggu kamu yang mengisinya dengan bunga-bunga hazelnut kesukaanmu."

Malam Resepsi: Pesta Sejuta Warna

Malam pernikahan pun tiba. Ballroom hotel bintang lima itu disulap menjadi hutan fantasi berwarna ungu dan emas. Para pejabat, pengusaha London, hingga teman-teman kampus berkumpul.

Violet tampil memukau. Ia tidak lagi tampak seperti gadis remaja yang tengil, melainkan seorang wanita yang memancarkan aura kekuasaan pendamping sang CEO. Namun, ketengilannya muncul saat sesi dansa.

"Tuan Bos, sekarang aku udah resmi jadi Nyonya Bayu. Berarti harta Tuan itu hartaku, dan badan Tuan itu... juga hak milikku sepenuhnya, kan?" bisik Violet saat mereka berdansa di tengah lantai.

Arden mengeratkan pelukannya di pinggang Violet. "Secara hukum dan agama, iya. Kamu puas?"

"Belum puas kalau belum 'praktek' di lapangan, Tuan Bos," balas Violet sambil menggigit kecil daun telinga Arden, membuat pria itu hampir kehilangan langkah dansanya.

Akhir yang Manis

Setelah pesta selesai, mereka berdua berdiri di balkon kamar penthouse mereka, menatap lampu-lampu Jakarta yang berkelap-kelip.

"Violet," panggil Arden rendah.

"Ya, Tuan Bos?"

"Terima kasih sudah merusak ketenanganku. Terima kasih sudah masuk ke hidupku dengan caramu yang berisik," Arden membalikkan tubuh Violet dan menatap matanya dalam-dalam. "Aku tidak pernah menyangka bahwa kebahagiaan itu bentuknya adalah seorang gadis nakal yang hobi membuatku hampir terkena serangan jantung setiap hari."

Violet tersenyum manis, sebuah senyum yang tulus tanpa ejekan. "Dan makasih juga ya, Tuan Bos, sudah mau jadi pelabuhan buat kapal aku yang sering oleng ini. Aku janji bakal bikin hidup Tuan nggak akan pernah bosen lagi."

Violet kemudian menarik dasi Arden, mendekatkan wajah pria itu ke wajahnya. "Sekarang, berhenti ngomong puitis. Tuan Bos udah janji kan mau kasih 'hadiah' yang panas? Ayo, aku udah nggak sabar mau liat Tuan Bos lepas kendali."

Arden tertawa kecil, suara tawa yang kini terasa sangat hangat. Ia menggendong Violet menuju tempat tidur yang bertabur kelopak mawar. "Apapun untukmu, Nyonya Bayu. Malam ini, aku bukan bosmu. Aku adalah milikmu sepenuhnya."

TAMAT

Luka lama Arjuna telah terkubur di balik jeruji besi untuk kedua kalinya, Arjuna tak lagi ada yang membantu atas semua tindakan nya, dan di atas puing-puing masa lalu itu, sebuah simfoni baru tercipta. Antara si kaku dari London dan si matahari kecil dari Jakarta, cinta menemukan bahasanya sendiri: sebuah keberisikan yang menenangkan.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!