Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Fallen bagian 6
Rencana Merlin untuk mengungkap jati diri para Fallen sangatlah mudah, pertama dia dengan sengaja memancing amarah para prajurit Mage yang ada di markas sementara tersebut, dan kedua menggunakan alat khusus dia menyamarkan dirinya menjadi salah satu Mage dari pihak asosiasi yang menjadi korban serangan dari Fallen. Menggunakan energi force elemen kegelapan, dia membuat bayangan dirinya di dalam kemah mili Rose dan berbicara pada Rose lewat telephone miliknya.
Akan tetapi semua itu tidak dapat dia lakukan tampa menggunakan tehnik sihirnya, yaitu tehnik sihir dari Black Grimoire level 1 Mind Coruption, itu adalah sebuah tehnik sihir yang memberikan Debuff pada lawannya berupa emosi yang tak terkendali. Setelah Merlin mengalihkan perhatian para prajurit dengan kata-kata hinaan kepada ras monster, saat itu juga Merlin mulai menyebarkan tehnik sihir miliknya ke seluruh lapangan.
Tentu saja Saundra dan juga pengawas nomer 15 tidak mengetahui hal tersebut, bahkan Rose baru tersadar kalau dirinya terkena tehnik sihir saat energi force elemen kegelapan berusaha untuk mempengaruhi pikirannya.
“Untuk bisa mempengaruhi pikiran puluhan orang dengan tingkatan yang mungkin lebih tinggi dari miliknya, dia adalah seorang Mage yang berbahaya… mulai sekarang lebih baik untuk tetap berada di sisi baiknya” pikir Rose.
Kembali ke masa sekarang, setelah Riki yang mana adalah putra angkat Saundra tertangkap basah akan jati dirinya yang sebenarnya, hal itu membuat Saundra kesal dan langsung melancarkan tinjuan ke wajah Riki. Namun yang Saudra tidak ketahui ialah kalau emosinya sedang di permainkan oleh Riki, dan sekarang ini setelah terkena tinju tepat di wajahnya “Frushk…” dari mulut Riki keluar asap putih yang mana mengandung racun.
Racun yang berada di asap putih tersebut “Drukk.. Tussk…” langsung membuat Saundra dan juga Rose menjadi tidak berdaya. Dengan wajah santai, “Traangssk…” Riki langsung melepaskan borgol tangannya, dan di sana Riki dengan nada sombong berkata.
“Jangan melawan, tidak ada gunanya kalian berusaha karena racun ini bukan di buat untuk menghabisi kalian… ini adalah racun yang di hilangkan zat berbahaya di dalamnya, sehingga hanya meninggalkan zat pelumpuh yang juga akan membuat tubuh menjadi semakin sehat”
“Namun karena tidak berbahaya bagi tubuh, asap racun ini menjadi semakin kuat dan bahkan dapat membuat Mage level 5-6 seperti kalian menjadi tidak berdaya”
Riki yang mana mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri melirik kebelakangnya, dan di sana dia dapat merasakan tatapan tajam yang menakutkan, sebuah tatapan yang berasal dari ruang perawatan, sebuah tatapan seorang yang memiliki kekuatan melebihi apa yang dia bayangkan dan sedang melihat dirinya secara kasat mata. Dan karena perasaan tidak nyaman tersebut, “Wushkk…” Riki langsung melarikan diri dengan rasa takut di dalam tubuhnya, setelah itu “Taak…” Merlin keluar dari tenda perawatan sambil “Crrak…” merobek topeng kulit miliknya.
Merlin kemudian mulai menyembuhkan lainnya dengan energi force elemen kegelapan miliknya, energi force tipe racun yang berada di dalam tubuh lainnya langsung berubah menjadi energi force elemen kegelapan dan langsung di serap masuk kedalam tubuh Merlin. Setelah bisa sedikit bergerak, Saundra langsung bersiap untuk mengejar Riki, dengan nada bersalah Saundra melihat kearah Merlin dan berkata.
“Terimakasih… dan maaf tidak mempercayaimu sebelumnya”
Setelah mengatakan hal itu Saundra langsung pergi “Wushkk…” untuk mengejar Riki, akan tetapi pada saat itu Merlin hanya tersenyum sambil memikirkan tentang rencananya yang sebenarnya.
“Baiklah kalau begitu, mari kita mulai tes kekuatannya…” pikir Merlin.
Rikir yang melarikan diri menggunakan tehnik sihir khusus miliknya, langsung melihat kearah buku Grimoire palsu miliknya, sebagai seorang Fallen yang mendapatkan tehnik sihirnya melalui darah monster, Riki tidak memiliki Grimoire karena tehnik sihirnya telah tertanam di dalam darahnya. Tidak seperti para Mage biasanya, yang memerlukan beberapa item untuk mengaktifkan tehnik sihir mereka, para Fallen hanya membutuhkan darah mereka untuk mengaktifkan sihir mereka.
Dan tehnik sihir yang tertanam di dalam tubuh Riki adalah elemen racun, itu adalah tehnik sihir elemen unik yang mana dia dapatkan dari ras monster Manticore, sosok monster singa dengan wajah manusia menyeramkan yang sangat menyukai daging manusia, Manticore adalah ras monster yang dapat berkembang dengan memakan otak korban mereka, dan karena rasa lapar mereka yang sangat tinggi, terkadang mereka juga memakan ras monster lain dan menjadi musuh mereka.
Salah satu dari musuh Manticore adalah ras Roc Bird, pimpinan ras Manticore saat ini adalah monster berlevel 8 yang mana memiliki sepasang sayap lebar di punggungnya, sayap itu dia dapatkan setelah melahap puluhan Roc Bird saat menyerang sarang mereka. Semenjak hari itu para Manticore muda mendambakan sayap para Roc Bird, dan sering menyerang sarang Roc Bird yang berada di area-area berbatu.
Namun Roc Bird adalah ras yang sering bertarung secara berkelompok, sehingga alih-alih menambah jumlah Manticore bersayap, para Manticore muda yang menyerang sarang Roc Bird mati satu demi satu. Hal itu membuat pimpinan ras Manticore murka dan memikirkan berbagai cara untuk menghancurkan ras Roc Bird, dan salah satu caranya adalah untuk mengadu domba mereka dengan ras manusia.
Di tengah kekacaun peperangan antara manusia dan Roc Bird, pimpinan ras Manticore berencana untuk mengirim beberapa Manticore muda ke sarang Roc Bird yang telah kehilangan puluhan Roc Bird yang menjaganya. Bukan hanya itu saja, dia juga berencana untuk ikut maju berperang dalam peperangan tersebut menggunakan Magic item spesial yang dia dapatkan, akan tetapi Magic item itu membutuhkan pengorbanan akan darah dari ribuan nyawa.
Sehingga membuat pimpinan ras Manticore harus menunggu peperangan terjadi agar dia dapat berpindah dengan cepat ke medan peperangan, namun seluruh rencana itu telah hancur, dan hal itu membuat pimpinan ras Manticore marah besar. Di dalam kepalanya dia terus meraung dan membentak Riki atas ke gagalan dari rencananya tersebut, dan Riki yang mendengarkan langsung bentakan di dalam pikirannya langsung dapat merasakan rasa sakit pada kepalanya.
“Uggghkk… tenanglah tuanku, memang peperangan antara manusia dan Roc Bird tidak akan terjadi, akan tetapi anda tetap akan bisa membantai ras Roc Bird… karena kita juga memiliki salah satu orang kita di dalam ras Roc Bird”
“Dengan bantuan dirinya, para Manticore lain pasti dapat memasuki sarang Roc Bird dengan mudah… dan mereka dapat membantai para Roc Bird tersebut, lalu melahirkan beberapa Manticore baru dengan sayap yang indah” kata Riki.
Namun pada saat Riki sedang berbicara dengan pimpinan ras Manticore di dalam pikirannya, pada saat itu juga “Bumsshk…” sosok bayangan secara tiba-tiba muncul dan menyerang dirinya. Dengan gesit Riki dapat menghindari serangan fatal dari sosok asing tersebut, akan tetapi “Tik-tik-tik…” tangan kanannya terluka karena serangan tersebut, dan saat Riki melihat kearah sosok yang menyerang dirinya, dia terkejut karena melihat sesuatu yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
“A-apa-apaan itu… mahluk apa itu sebenarnya” kata Riki yang terlihat sangat terkejut dengan apa yang dia lihat.
.
.
.
.
Bersambung…..