NovelToon NovelToon
Dialah Sang Terpilih

Dialah Sang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HUKUMAN UNTUK YOHANES

Dunches Ariana berjalan menuju ruangan kerja khusus untuk putra pertamanya, ia menunjukkan ekspresi marah setelah melihat apa yang dilakukan putra sulungnya itu pada adiknya.

Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Dunches Ariana langsung masuk dan menghampiri Yohanes de Fleur yang saat itu sedang membaca beberapa berkas pemberian ayahnya.

Plakk!

Sebuah tamparan terdengar begitu nyaring mendarat di pipi Yohanes de Fleur, membuat pemuda itu terkejut dan mendongak untuk melihat siapa yang telah lancang menamparnya.

Melihat sosok sang ibu yang menatapnya marah, Yohanes de Fleur merasa sangat bingung kenapa ibunya terlihat begitu marah dan langsung menamparnya alih-alih bertanya terlebih dahulu kepadanya padahal ia sama sekali tak melakukan kesalahan apapun.

Yohanes de Fleur ingin bertanya pada sang ibu mengapa ia ditampar dengan sangat keras, tapi belum sempat membuka mulutnya tiba-tiba sang ibu menamparnya lagi sebanyak tiga kali.

PLAK! PLAK! PLAK!

"Charlotte de Fleur adalah adik kandung mu, mengapa kau melakukan hal buruk itu kepadanya" , tanya Dunches Ariana dengan emosi yang menggebu-gebu.

Yohanes de Fleur menaikkan sebelah alisnya merasa tercerahkan setelah mendengar pertanyaan sang ibu.

Jadi sang ibu marah hanya karena masalah kecil antara ia dan adik perempuannya itu?

Yohanes de Fleur mengepalkan tangannya, ia begitu kesal karena Charlotte de Fleur mengadukan hal itu pada ibunya sehingga menamparnya begitu keras. Meski tamparan itu sama sekali tak membuatnya kesakitan mengingat kekuatan api level tujuh yang berhasil dikuasainya, tapi hal itu sedikit menampar ego dirinya.

"Apa yang salah dengan tindakanku ibu? aku hanya meminta bantuan penyihir dari Menara Suci untu  melihat kemurnian jiwa Charlotte. Apakah ibu tak nerasa curiga saat Charlotte tiba-tiba berubah secara drastis dalam satu hari tanpa alasan yang jelas? Bagaimana jika ada jiwa lain yang masuk ke dalam tubuhnya, atau ia sedang dirasuki iblis? Sampah seperti dia, akan sangat mudah untuk melakukan tindakan bodoh itu hanya demi bisa bertahan didalam keluarga kita ini, ucap Yohanes de Fleur dengan berapi-api, tanpa tahu jika ucapannya semakin menyulut kemarahan sang ibu.

PLAK! PLAK! PLAK!

“Sadarlah Yohaness! Seburuk apapun, ia tetap adikmu! Orang yang memiliki darah yang sama denganmu! Apa tamparanku ini tak bisa juga membuatmu sadar?”, Dunches Ariana kembali marah dengan sorot mata tajam dan penuh kekecewaan.

Ia sama sekali tak menyangka jika putra sulung yang selama ini menjadi kebanggaannya dan diharapkan akan menjadi pewaris Keluarga de Fleur ternyata memiliki hati dan pemikiran sesempit ini.

Tampaknya, ia perlu berbicara lagi dengan sang suami mengenai hal ini dan ia juga berniat untuk lebih mendisplinkan lagi putra pertamanya ini agar pikirannya bisa jernih dan tak lagi melenceng seperti ini.

"Charlotte de Fleur adalah putriku. Dia juga adikmu, dan dia adalah satu-satunya anak perempuan yang ada di Kediaman de Fleur. Aku tahu dengan pasti bahwa Charlotte de Fleur tetaplah Charlotte de Fleur meskipun sifatnya sudah berubah. Bukankah ia menjadi seperti sekarang ini karena ulah mu juga? renungkan kesalahan mu dan jangan berani keluar selangkahpun dari tempatmu sekarang!" ucap Dunches Ariana dengan tegas.

Ia tak habis fikir putra pertamanya memiliki pemikiran seburuk itu mengenai perubahan yang terjadi pada Charlotte de Fleur hingga nekat mengundang penyihir dari Menara Suci yang ia takutkan akan menggunakan cara ini untuk membuat masalah dengan Kediaman de Fleur.

Bagaimanapun juga, hubungan antara Keluarga de Fleur dan Menara Suci sudah buruk. Dengan pemikiran licik dan sikap arogan mereka, ia yakin jika ada hal yang bisa membuat Keluarga de Fleur terlibat masalah, mereka pasti tak akan segan menggunakan senjata tersebut untuk menjatuhkan Kediaman de Fleur.

Melihat jika putra sulungnya itu masih tak tahu apa kesalahannya, Dunchess Ariana yang tak ingin lepas kontrol karena terlalu emosi segera beranjak dari ruang kerja Yohanes de Fleur.

Begitu Dunchess Ariana meninggalkan ruang kerja putra sulungnya itu, kabut es mulai membekukan pintu yang menandakan jika hukuman yang akan dilalui oleh Yohanes de Fleur sudah dimulai.

"Sial!Mengapa ibu dan ayah sangat menyayangi gadis sampah itu!”, umpat Yohaness de Fleur penuh amarah.

“Charlotte hanyalah gadis tak berguna, selain wajah cantiknya itu ia tak memiliki apapun untuk dibanggakan, lalu bagaiman bisa aku menerima dengan mudah semua itu", gerutu Yohanes de Fleur dengan ekspresi kesal.

Ia tak terima jika sang ibu begitu membela adik perempuannya yang lebih buruk daripada sampah dan malah menghukumnya, seorang yang cerdas dan merupakan calon pewaris Kediaman de Fleur.

Dunchess Ariana yang masih berada didepan pintu ruang kerja putra sulungnya itu hanya bisa menutup mata sejenak untuk meredam emosinya.

"Ibu harap, kamu jangan sampai menyesali perkataan mu itu, Yohaness", guman Dunches Ariana pelan dan segera pergi meninggalkan area depan ruang kerja putra sulungnya itu untuk mencari pengurus rumah Ronix agar mencari orang untuk membenahi pintu kamar tidur Charlote de Fleur.

Begitu pintu kamar terpasang, Charlotte de Fleur meminta pengurus rumah Ronix agar tak ada yang boleh mengganggunya karena ia ingin beristirahat dan menenangkan diri setelah kejadian buruk yang terjadi padanya tadi.

Ronix yang merasa jika tampaknya Nona Muda de Fleur tersebut kembali terguncang jiwanya setelah perilaku buruk para penyihir dari Menara Suci pun menuruti perintahnya dan berniat pergi untuk menceritakan semuanya kepada Tuan dan Nyonya de Fleur.

Begitu Ronix pergiu, Charlote de Fleur segera memasang sihir pembatas diseluruh sisi kamarnya agar pembuatan ramuan obat yang sebentar lagi akan dijalaninya tak sampai diketahui oleh orang lain.

Ini pertama kalinya Charlotte de Fleur membuat ramuan obat sehingga kemungkinan gagal atau tungku meledak sangat tinggi sehingga iapun membuat persiapan agar tak sampai mengkangetkan semeua orang jika sampai hal buruk itu terjadi.

Berdasarkan ingatan milik penyihir Beatrix, Charlotte de Fleur melakukan step by step semua langkah pembuatan ramuan obat, mulai dari pengendalian api dibawah tungku hingga cara memasukkan bahan obat, semuanya ia lakukan dengan perlahan.

Keringat sebesar biji jagung keluar membasahi tubuh Charlotte de Fleur, tapi hal itu tak menggoyahkan gadis berusia empat belas tahun itu untuk menyelesaikan pekerjaannya membuat ramuan obat.

Setelah berkutat didepan tungku hitam selama kurang lebih lima jam, pada kahirnya Charlotte de Fleur bisa mencium aroma segar dari ramuan obat yang tengah dibuatnya, membuat tubuh dan pikirannya yang sejak tadi tegang berubah menjadi rileks.

Begitu ramuan obat telah jadi, dengan perlahan, melalui bantuan sihir yang dimilikinya cairan itupun melayang dan masuk kedalam botol kaca kecil yang sudah Charlotte de Fleur persiapkan sebelumnya.

Melihat banyaknya botol obat yang terisi, hati Charlote de Fleur merasa sangat lega. Ternyata satu resep ramuan bisa menghasilkan seratus botol obat.

Hal itu cukup membuatnya merasa senang karena ia hanya perlu membuat dua resep obat untuk menyiapkan stock obat bagi Tuan Thonsom.

Selain ramuan obat kualitas tinggi, Charlotte de Fleur juga membuat ramuan obat tingkat menengah dimana harga jualnya bisa sedikit murah sehingga para penyihir dan rakyat jelata yang memang membutuhkan bisa membelinya.

Ide ini tercetuskan setelah ia mengingat kehidupannya dulu, sebelum ditemukan oleh Keluarga de Fleur, bagaimana sulitnya rakyat jelata seperti dirinya untuk bisa mendapatkan ramuan obat karena harganya yang sangat mahal sehingga banyak diantara mereka yang sakit dan membutuhkan ramuan obat terpaksa menahan diri dan menahan rasa sakit yang ada tanpa bisa berbuat apapun.

Dengan warisan kekuatan dari penyihir Beatrix ia berharap bisa membantu menyembuhkan banyak orang sehingga ramuan obat tingkat menengah inipun ia produksi dengan harapan ramuan obat buatannya bisa membantu banyak orang yang memiliki keterbatasan dana untuk masalah kesehatan mereka.

1
Aie Saragih
kk lanjut ya kk trus snang kli kk karya kk trus gak pernah terlewatkan 😍😍
Aie Saragih
sangat Sukak sekali cerita nya bgus tidak bertel tele
lanjutkan trus y kk karya nya
Lili Inggrid
lanjut
PengGeng EN SifHa
Sikap tegas seorang dara 14thn memang tiada kaleng...meskipun kekuatan milik orang lain...semoga bisa mengendalikan kekuatan itu dgn sangat baik.
PengGeng EN SifHa
BEST👏👏👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!