NovelToon NovelToon
PEMBALASAN ISTRI Yang DITINGGALKAN

PEMBALASAN ISTRI Yang DITINGGALKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Elena bukan perempuan biasa meskipun hidupnya tampak biasa. Lahir dari keluarga berada, ia rela meninggalkan segalanya demi menikahi Adrian, lelaki sederhana yang ia cintai sepenuh hati.

Mereka hidup miskin tapi bahagia. Hingga suatu hari Adrian merantau ke kota mencari kerja dan perlahan menghilang. Tidak ada kabar, tidak ada lagi kiriman uang. Tapi Elena tetap setia menunggu, banting tulang sendirian, membesarkan kedua buah hatinya dengan keyakinan bahwa suaminya pasti punya alasan dan suatu saat pasti kembali.

Hingga pada akhirnya kabar itu datang padanya. Bahwa Adrian ternyata hidup mewah di kota bersama wanita lain.

Elena memutuskan datang ke kota menyusul suaminya dan ia mendapati pengkhianatan yang telah dirancang sejak lama. Elena diam-diam mulai menyusun rencana untuk membalaskan rasa sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Malam itu Leon duduk di sofa ruang tamunya dengan satu map coklat tebal di atas meja di depannya.

Di seberangnya lelaki itu duduk tenang, usia pertengahan empat puluhan, kemeja polos, tidak ada yang mencolok dari penampilannya. Persis seperti pekerjaannya yang memang tidak boleh mencolok.

Mereka sudah sepakat bertemu malam ini sejak siang tadi, satu pesan singkat yang masuk ke ponsel Leon saat ia sedang di kantor.

Laporan siap. Malam ini bisa?

Dan Leon membalas dengan satu kata.

Bisa.

Sekarang map coklat itu ada di meja di antara mereka dan penyelidik itu duduk dengan cara orang yang sudah terbiasa menyampaikan hal-hal yang tidak mudah didengar.

"Semuanya ada di sana." Ia menunjuk map itu. "Tapi sebelum kamu buka aku ingin jelaskan dulu."

Leon menyandarkan punggungnya ke sofa. "Silahkan."

"Adrian Kusuma dan Clara Andita. Hubungan mereka sudah berjalan sejak Adrian pertama kali masuk ke PT Claresta. Sekitar empat belas bulan lalu." Ia berhenti sebentar. "Buktinya lengkap. Foto di luar konteks profesional, rekaman percakapan, dan dua saksi internal yang bersedia memberikan pernyataan tertulis."

"Itu yang aku minta." Leon mengangguk. "lanjutkan."

Pria itu melanjutkan. "Kondisi keuangan PT. Claresta jauh lebih buruk dari yang terlihat di permukaan. Arus kas negatif sejak tiga kuartal lalu. Dua kreditur besar sudah mengirim surat peringatan. Mereka bergantung sepenuhnya pada kontrak Wirawan untuk bertahan, kalau kontrak itu putus, Claresta tidak punya runway lebih dari dua bulan."

Leon diam mengamati dan mendengarkan.

Pria itu menarik nafas perlahan. "Ada sesuatu yang tidak aku antisipasi saat memulai penyelidikan ini." Ia berkata akhirnya. "Sesuatu tentang Clara Andita sendiri. Bukan tentang bisnisnya."

Leon sedikit mengangkat alisnya. "Apa?"

"Ini tentang Suaminya Clara Andita." Pria itu berkata pelan. "Reza Andita. Meninggal tiga tahun lalu dalam kecelakaan mobil. Resminya dinyatakan kecelakaan tunggal, rem blong di jalan menurun, malam hari, dan tidak ada saksi mata."

Ruangan terasa berubah heningnya.

Pria itu mengeluarkan satu lembar dokumen dari map dan meletakkannya di depan Leon. "Tapi ada satu orang yang malam itu seharusnya ada di sana tapi tidak jadi. Sopir pribadi Reza. Namanya Pak Darto." Jarinya menunjuk bagian atas dokumen. "Malam kejadian Clara meneleponnya sore hari, bilang Pak Reza tidak jadi keluar malam itu dan ia tidak perlu datang." Ia berhenti sebentar. "Tapi Reza tetap keluar. Sendirian. Dengan mobil yang remnya ditemukan bermasalah setelah kecelakaan. Masalah yang menurut mekanik yang memeriksa tidak mungkin terjadi secara alami dalam waktu sesingkat itu."

Leon menatap dokumen di depannya.

"Pak Darto sudah lama memendam kecurigaan ini." Pria itu melanjutkan. "Ia tidak pernah bicara karena tidak punya bukti yang cukup dan tidak ada yang bertanya." Ia menatap Leon langsung. "Sampai aku datang."

Leon mengambil map itu, lalu membukanya.

Foto-foto. Dokumen keuangan. Transkrip rekaman. Dan di bagian paling bawah pernyataan tertulis Pak Darto yang ditandatangani di atas materai, tulisan tangan yang tidak terlalu rapi tapi sangat jelas isinya.

Leon membaca semuanya dari awal sampai akhir. Pelan dan teliti. Pria itu menunggu tanpa bersuara.

Saat Leon selesai ia menutup map itu dan meletakkannya kembali di meja.

"Bukti untuk kasus kecelakaan ini seberapa solid?"

"Cukup untuk dibawa ke penyelidikan ulang." Penyelidik itu menjawab langsung. "Tidak cukup untuk langsung ke dakwaan tanpa penyelidikan resmi. Tapi kalau ada yang melaporkan dengan bukti ini sebagai dasar, cukup kuat untuk membuka kasusnya kembali."

"Untuk kasus perceraian?"

"Sangat solid. Bukti perselingkuhan ini tidak bisa dibantah di depan hakim manapun."

Leon berdiri. Pria itu mengikutinya berdiri, membaca isyarat bahwa pertemuan sudah selesai. "Ada lagi yang perlu diselidiki?"

"Belum." Leon menjawab. "Aku hubungi kalau perlu."

Pria itu mengangguk dan berjalan ke pintu. Membukanya dan Keluar. Menutupnya kembali dengan bunyi yang sangat pelan.

Leon berdiri sendirian di ruang tamunya. Map coklat itu masih di meja, menyimpan terlalu banyak hal tentang satu perempuan yang selama ini ada urusan dengan nya, tapi entah kenapa tiba-tiba ia ingin ikut campur dengan urusan orang lain.

Ia berjalan ke jendela. Kota di bawahnya masih berjalan seperti biasa. Lampu-lampu gedung yang tidak pernah padam, kehidupan yang terus bergerak tidak peduli dengan apapun.

Leon memikirkan Elena. Perempuan yang akhir-akhir selalu mengganggu pikirannya. Sampai membuatnya mau ikut turun ke lapangan berdebu dengan helm proyek di kepala nya. Dan sampai membuatnya rela di pukul tanpa melawan padahal ia sangat ingin meninju balik wajah Adrian, hanya demi menarik simpatinya.

Yang masih tidak tahu bahwa perempuan yang ia selalu pikir kan itu apakah memikirkannya balik.

Leon mengambil ponselnya. Menatap nama Elena di kontaknya. Lalu meletakkannya kembali.

Leon kembali ke mejanya, lalu duduk. Membuka map coklat itu sekali lagi, kali ini bukan untuk membaca, tapi untuk menyusun. Ia membagi dokumen itu menjadi tiga tumpukan.

Tumpukan pertama bukti perselingkuhan Adrian dan Clara. Untuk kasus perceraian.

Tumpukan kedua, kondisi keuangan Claresta dan bukti sabotase proyek. Untuk kasus bisnis.

Tumpukan ketiga, pernyataan Pak Darto, laporan mekanik, rekaman telepon Clara ke sopir pribadi Reza malam sebelum kecelakaan. Untuk sesuatu yang jauh lebih besar dari keduanya.

Leon menatap tumpukan ketiga itu. Ia sebenarnya tidak mengerti kenapa ia melakukan itu semua. Dan apa.yang harus ia lakukan dengan dokumen-dokumen tersebut.

1
Lee Mbaa Young
pelakor memang bgitu lbih galak, mau bangkrut masih sombong ngancam. gk pernh tau rasanya hidup miskin dan kehilangan anak sih si Clara.
Lee Mbaa Young
Yup tinggal nunggu karma kalian saja, karma tak Semanis kurma tentunya
Ma Em
Benci banget sama si Adrian , harusnya Alena jgn buka identitas nya dulu bahwa Alena putrinya tuan Wirawan agar Adrian langsung mau tanda tangan untuk perceraian Alena dgn Adrian , sekarang Adrian sdh tau status Alena putri dari tuan Wirawan ya otomatis Adrian tdk akan mau melepaskan Alena karena Alena anak orang kaya .
sunaryati jarum
Adrian hanya ingin dompleng nama besar Hana,di depan Clara katanya hanya ada dia.
arniya
bakal ada persaingan.....,
sunaryati jarum
Belum jadi janda sudah dapat perhatian dari dua pria pebisnis handal
sunaryati jarum
Jangan memanasi hati yang baru mulai hangat
sunaryati jarum
Kehancuran Clara dimulai
sunaryati jarum
Pasti Clara yg bilang
Ovha Selvia
Jgn sampai elena kalah sama clara dan adrian.. Clara padahal org ketiga alias pelakor, tapi seperti istri sah aja yg merasa tersaingi dgn kembalinya elena. Dia yg merebut adrian, tapi knp dia juga yg benci & dendam ke elena. Kemungkinan yg sabotase itu clara deh, tapi lets see 🤔🤔
Lili Inggrid
lanjut
Ovha Selvia
Pasti si clara lah pelakunya, klo si adrian mah ngikut2 aja..
Ovha Selvia
Waaah gak nyangka ternyata clara juga pintar, dia bahkan tau niatnya elena.. Elena, kamu harus selangkah lebih maju daripada pelakor.. Buktikan klo kamu seorang Elena Wirawan 💪
As Tini
yg kyk gini br AQ suka, hrs tegas berwibawa dan TDK menye"😄
As Tini
knp GK minta bantuan ke kluarga sndiri, pdhl kaya raya, demi anak hilangkan ego dan malu. pasti bklan di bantu kok, kasian ara
Sasikarin Sasikarin
lanjuuuuut 💪
Dessy C: siap kak 🫰
total 1 replies
arniya
mampir kak
Dessy C: makasih kak🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!