NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Minggu-minggu menjelang peluncuran proyek terasa semakin mencekam namun juga penuh antisipasi.

Di Aegis Corp, setiap detail diperiksa berulang kali, setiap rencana cadangan disiapkan dengan matang, dan setiap anggota tim bekerja dengan fokus yang luar biasa.

Kim Ae Ra, sebagai koordinator utama, merasa beban tanggung jawab di pundaknya semakin berat, namun ia tidak pernah menunjukkan kelemahannya di depan orang lain.

Ia tahu, keberhasilan atau kegagalan proyek ini tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada kepercayaan yang telah dibangun dengan susah payah bersama Haesung Group.

Suatu sore, saat matahari mulai terbenam dan langit Seoul berubah warna menjadi jingga keunguan, Ae Ra masih duduk di mejanya, memeriksa daftar periksa untuk acara peluncuran yang tinggal tiga hari lagi.

Matanya sedikit lelah, namun pikirannya tetap tajam. Tiba-tiba, layar ponselnya yang terletak di samping berkas-berkas itu menyala. Sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak ia kenali.

Ae Ra mengerutkan kening. Biasanya, nomor asing jarang meneleponnya, terutama di jam yang sudah cukup larut ini. Dengan rasa penasaran dan sedikit was-was, ia mengangkat telepon itu.

"Halo, ini dengan Kim Ae Ra?" suara di seberang sana terdengar berat, sedikit serak, dan tidak familiar.

"Benar, saya sendiri. Dengan siapa ini?" tanya Ae Ra dengan sopan namun waspada.

"Saya tidak perlu memperkenalkan diri. Yang perlu anda tahu adalah, anda sebaiknya menghentikan proyek peluncuran antara Aegis Corp dan Haesung Group yang akan datang itu. Atau… anda akan menyesal seumur hidup," ucap suara itu dengan nada yang dingin dan mengancam.

Jantung Ae Ra seakan berhenti berdetak sejenak. Ia terbelalak kaget, tidak menyangka akan mendengar ancaman seperti itu. Tangannya yang memegang ponsel mulai gemetar dingin.

"Apa maksudmu? Siapa kau? Kenapa kau mengancam?" tanya Ae Ra, berusaha menjaga suaranya tetap tegar meskipun di dalam hatinya muncul rasa takut yang menjalar.

"Tidak perlu bertanya banyak. Lakukan saja apa yang saya katakan. Hentikan proyek itu. Jika tidak, hal-hal buruk akan menimpamu dan orang-orang yang kau sayangi. Ingat kata-kata saya," ucap suara itu lagi, lalu sambungan telepon tiba-tiba terputus.

Tut… tut… tut…

Ae Ra masih memegang ponsel itu di telinganya, tubuhnya terasa kaku dan kedinginan. Ancaman itu begitu nyata, begitu menakutkan. Siapa orang itu? Dan apa hubungannya dengan proyek peluncuran ini?

Pikiran-pikiran buruk mulai berputar kacau di kepalanya. Apakah ini ada hubungannya dengan masa lalu yang kelam yang pernah ia coba lupakan? Atau ini adalah musuh dari salah satu perusahaan yang tidak ingin kerja sama ini berjalan sukses?

Tanpa ia sadari, air mata mulai menetes dari matanya. Rasa takut yang selama ini ia coba tekan tiba-tiba meluap. Ia merasa sendirian, terancam, dan tidak tahu harus melakukan apa.

"Ae Ra?"

Suara yang sangat familiar memanggilnya, membuat Ae Ra tersentak dan segera mengusap air matanya dengan kasar.

Ia menoleh dan melihat Hyun Jae Hyuk berdiri di dekat meja nya, menatapnya dengan wajah cemas. Pria itu baru saja keluar dari ruangannya, mungkin hendak pulang, namun melihat kondisi Ae Ra yang tampak gemetar dan menangis, ia langsung berjalan mendekat dengan langkah cepat.

"Ae Ra, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis? Apakah ada masalah?" tanya Jae Hyuk dengan nada khawatir yang mendalam. Ia langsung duduk di hadapan Ae Ra dan menggenggam kedua tangan gadis itu yang terasa dingin dan gemetar.

Melihat wajah Jae Hyuk yang penuh perhatian dan kasih sayang itu, pertahanan Ae Ra runtuh. Ia tidak bisa menyembunyikan apa yang baru saja terjadi.

Isak tangisnya keluar, dan ia memeluk Jae Hyuk dengan erat, mencari perlindungan dan kenyamanan di dalam pelukan kekasihnya.

"Jae Hyuk…" bisiknya di antara isak tangisnya.

"Ada… ada orang meneleponku. Dia… dia mengancamku. Dia menyuruh aku untuk menghentikan proyek peluncuran itu. Jika tidak… dia akan menyakitiku dan orang-orang yang aku sayangi. Aku takut, Jae Hyuk. Aku benar-benar takut."

Jae Hyuk membalas pelukan itu dengan erat, membiarkan Ae Ra meluapkan emosinya. Wajahnya berubah menjadi serius dan dingin saat mendengar cerita Ae Ra.

Ada kilatan kemarahan dan kekhawatiran yang mendalam di matanya. Bagaimana bisa ada orang yang berani mengancam kekasihnya seperti ini?

"Shhh… tenanglah, Sayang. Tenanglah. Tidak ada apa-apa. Aku di sini. Aku akan melindungimu. Tidak ada yang boleh menyakitimu," bisik Jae Hyuk lembut sambil mengelus punggung Ae Ra berulang kali untuk menenangkannya.

Setelah beberapa saat, Ae Ra perlahan mulai tenang dan melepaskan pelukannya. Ia menatap Jae Hyuk dengan mata yang sembab.

"Siapa yang berani melakukan ini, Jae Hyuk? Apa maksud mereka?" tanya Ae Ra pelan, suaranya terdengar lemah.

Jae Hyuk menghela napas panjang, lalu dengan lembut menyeka sisa air mata di pipi Ae Ra dengan ibu jarinya.

"Aku tidak tahu siapa yang melakukannya, atau apa motif pastinya. Tapi aku berjanji padamu, aku akan menyelidiki hal ini sampai tuntas. Aku akan memastikan siapa orang itu dan menghentikan mereka sebelum mereka bisa melakukan apa pun."

Ia menatap mata Ae Ra dengan tatapan yang tegas dan penuh keyakinan.

"Dan soal ancaman itu, jangan kau pedulikan. Kita tidak akan menghentikan proyek ini hanya karena ancaman dari orang yang tidak bertanggung jawab. Kita sudah bekerja terlalu keras untuk sampai ke titik ini. Tapi, mulai sekarang, aku tidak akan membiarkanmu sendirian. Ke mana pun kau pergi, aku akan memastikan kau aman. Aku akan mengatur keamanan tambahan untukmu, untuk apartemenmu, dan juga untuk kantor ini."

Ae Ra mengangguk pelan, merasa sedikit lebih tenang dengan jaminan dari Jae Hyuk. Namun, rasa takut itu masih ada di sudut hatinya.

"Tapi bagaimana jika mereka benar-benar melakukan sesuatu? Aku tidak ingin kau atau Bo Ram, atau Seo Jun terluka karena hal ini."

Jae Hyuk menggenggam tangan Ae Ra erat-erat.

"Aku tahu. Itulah sebabnya kita harus waspada. Aku juga akan memberitahu Seo Jun tentang hal ini agar dia juga bisa waspada dan menjaga keamanan di pihaknya. Kita akan menghadapi ini bersama-sama, Ae Ra. Kau tidak sendirian. Aku ada di sini, dan aku akan melindungimu dengan nyawaku sendiri jika perlu."

Kata-kata itu memberikan kekuatan yang luar biasa bagi Ae Ra. Ia tahu, Jae Hyuk tidak akan pernah membiarkan apa pun terjadi padanya.

"Terima kasih, Jae Hyuk. Terima kasih sudah selalu ada untukku," ucap Ae Ra pelan.

"Sama-sama, Sayang. Itu tugasku," jawab Jae Hyuk lembut. Ia kemudian berdiri dan menarik tangan Ae Ra.

"Ayo, sekarang aku akan mengantarmu pulang. Kau tidak boleh tinggal di sini terlalu lama lagi hari ini. Kau butuh istirahat."

"Tapi berkas-berkas ini masih harus aku periksa…" bantah Ae Ra pelan.

"Nanti saja. Biarkan aku yang membantumu nanti, atau kita kerjakan besok pagi. Sekarang, prioritas utamamu adalah istirahat dan menenangkan diri. Ayo," kata Jae Hyuk dengan nada lembut namun tegas yang tidak bisa ditolak.

Ae Ra akhirnya mengangguk setuju. Ia membereskan barang-barangnya dengan bantuan Jae Hyuk, lalu mereka berjalan keluar dari gedung kantor bersama-sama.

Sepanjang perjalanan pulang, suasana di dalam mobil terasa lebih hening dari biasanya, namun kehadiran Jae Hyuk di sampingnya membuat Ae Ra merasa sedikit lebih aman.

Ia tahu, badai mungkin saja sedang mendatanginya, tetapi selama ia memiliki Jae Hyuk di sisinya, ia yakin ia bisa melewatinya.

Namun, di dalam hatinya, ia tetap berdoa agar tidak ada orang lain yang terlibat atau terluka dalam masalah ini.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!