sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Dita
Penyelidikan terus dilakukan, dari semua saksi tak satupun yang sesuai dengan fakta yang terjadi, bahkan ketika polisi sempat minta keterangan dari Salwa, gadis itu tak tahu menahu karena mereka memang tak ada kontak selama beberapa Minggu.
Salwa malah dengan tegas mengatakan dan menuduh jangan jangan Laluna yang melakukan nya karena sudah di ketahui bahwa antara Laluna dan Alina adalah musuh bebuyutan, polisi mengelak dan membela Laluna karena alibi yang terlalu kuat, ketika kejadian berlangsung Laluna bersama Reza papi nya Dandy sedang menangani penculikan Najwa oleh dokter Hilman.
Kemudian penyelidikan diarahkan ke Gibran, pacar Alina si preman bisu, ternyata juga Gibran saat ini lagi berada di luar negeri bersama keluarga nya untuk merayakan natal bersama keluarga besarnya di eropa.
Polisi stuck seperti tak ada celah lagi, meskipun begitu penyelidikan tetap di lakukan, Luna berusaha membantu polisi dengan stalking Instagram dari Alina, Dandy yang memang seorang yang bisa membajak akun orang itu membuka DM dari Instagram Alina, dibukanya dan di baca satu satu, disana ada percakapan antara Alina dengan seorang yang sepertinya boss pinjaman online, ada sebuah ancaman pembunuhan disana, Dandy dan Laluna terus membaca setelah di screen shoot DM itu dikirim ke polisi, om Reza mempelajari dan menganalisa terus di bagikan ke koleganya, polisi menyelidiki pemilik akun itu dengan bantuan Dandy.
Sementara itu keesokan harinya, Laluna yang mau berangkat kerja malah di kejutkan oleh seorang gadis seperti nya anak SMA yang lagi bersitegang dengan dua orang yang ingin merampas motornya, dengan sekuat tenaga gadis kecil mungil yang mengendarai Scoopy warna pink itu mempertahankan motornya, dua debt collector berusaha merebut motor, yang satu berusaha mengambil dengan paksa dan satunya menampar kepala gadis itu yang memakai hijab putih, sebelum tangan DC itu sampai ke kepala si gadis mungil, sebuah batu bata sudah melayang ke arah kepala si preman hingga DC itu jatuh terkapar dengan kepala yang bocor.
"Kurang ajar, siapa yang berani ikut campur urusan kami". Teriak sang preman, sementara satunya yang mau merampas motor terperangah ketika melihat kepala temannya bocor, motor sudah ada di tangan preman yang satu tetapi ketika melihat kunci kontak tak ada di tempatnya sang preman jadi bingung, gadis kecil imut itu sudah berdiri di belakang Luna sambil memamerkan kunci motornya yang dengan cerdik di cabut nya.
"kurang ajar, sudah tak membayar cicilan malah mau melawan?" gertak sang preman.
"Siapa yang tak mau nyicil, bukankah seharusnya sudah lunas, kenapa di mintai kwitansi pelunasan malah kalian selalu mengelak, jika harus lapor polisi ayo, aku akan ladeni". Teriak sang gadis.
"Lagian sudah ada undang undangnya agar tak mengambil paksa motor konsumen di tengah jalan, katakan pada boss mu jika tetap memaksa maka aku Laluna yang akan menghadapi kalian, mau aku viral kan supaya usahamu bangkrut?" ancam Luna dengan tangan berada di pinggang, berdiri menantang bak seorang ksatria wanita yang gagah perkasa.
"Laluna? Ha ha ha namanya hampir sama dengan Alina, Alina yang kemarin bermasalah dengan bos". Bisik preman itu pada kawannya dan Laluna mendengar dengan jelas.
"Jadi kalian yang membunuh Alina?" bentak Luna kedua cecunguk itu terperangah dengan ucapan salah satu dari mereka yang tak bisa menahan mulutnya.
keduanya tak lagi melakukan perlawanan,langsung ngacir melarikan diri, si gadis yang bernama Dita itu mengucapkan banyak terimakasih pada Luna, dan Luna minta sedikit keterangan kenapa sampai Dita berurusan dengan para preman tersebut.
Dita mengatakan bahwa STNK motornya di pinjamkan oleh kakaknya yang gila game online untuk top up, Dita yang anak seorang janda dan yatim itu sudah melunasinya tetapi tetap saja masih kurang padahal hutang empat juta sudah membengkak jadi hampir enam juta, mereka tidak mau mengembalikan surat motornya malah masih tetap menagih.
"Itu namanya pemerasan Dita, insyaallah akan kami bantu mengambil surat motormu, nanti sore setelah kamu pulang sekolah dan aku sudah pulang kerja kita ketemuan, dan antarkan aku ketempat kantor pinjol itu!" ucap Laluna sambil bertukar nomor hape, Dita sungguh merasa seperti ada malaikat turun dari langit yang akan membantunya keluar dari masalah ini, bukan Ding, bukan malaikat tapi bidadari ksatria yang gagah perkasa berwajah cantik jelita, " terimakasih banyak kak Luna". Ucap Dita kemudian dan Laluna yang tak tega Dita pergi sendirian membuntutinya dari belakang takutnya jika preman itu masih mengincarnya.
Dan benar saja ketika pulang dari sekolah dua preman yang tadi pagi sempat bentrok kali ini sudah mengintai sekolahan Dita, mereka sudah menyiapkan drama penculikan, sudah terbiasa jika tak mau membayar hutangnya motor akan di rampas dan pemiliknya jika masih gadis akan di jual sebagai seorang wanita pemuas laki-laki hidung belang ke luar pulau, tujuannya pasti Batam dan Bali.
Dita yang tak mengira dirinya akan di culik itu berjalan dengan santai dan bercanda ria bergurau dengan kawan kawannya, seperti kebanyakan anak muda seusianya masalah adalah hal yang tak begitu penting baginya, tetap saja haha hihi dengan sahabat nya, dan kurang waspada maklum masih remaja labil.
Ketika Dita berjalan pulang, dua orang pria memepetnya dengan mobil Avanza putih yang sudah jadi rongsokan karena penyok sana sini, pastinya tak ada surat lengkapnya.
Dita yang kaget tak bisa mengendalikan motornya dan 'bruk' Dita terjatuh, belum juga menyadari apa yang terjadi salah satu dari mereka membekap mulut dan hidung Dita menggunakan tissu yang sudah di bubuhi obat yang membuatnya pingsan, beberapa detik kemudian Dita pingsan, salah satu dari laki laki itu menggendong Dita masuk ke mobil reotnya, dan salah satu darinya mengendarai motor Dita, "lumayanlah, boss menikmati tubuh gadis mungil ini sebelum di jual sedang kami akan menjual motornya, lumayan bisa buat makan seminggu". Ucap preman bernama Gento itu sumringah.
Preman jangkung ompong dengan rambut gimbalnya itu terus melajukan mobil penyoknya melaju dengan kecepatan tinggi diatas jalanan, seperti seorang pembalap preman itu cerdik sekali menghindari tempat tempat yang biasanya ada polisi jaga, dia berbelok ke kanan ke kiri menghindari kejaran petugas, benar-benar seorang raja jalanan, sementara yang satunya membuntuti temannya dengan mengendarai Scoopy pink milik Dita.
Akhirnya keduanya sampai juga di tempat bos mereka, ini bukan kantor tapi bangunan terbengkalai yang di sulap seakan menyerupai kantor dengan sebuah banner di depan bangunan itu.
"BANK SYARI'AH" begitu banner yang tertulis di tempat itu, tentu saja itu hanya sebuah kamuflase untuk menarik konsumen sebanyak banyaknya, konsumen bodoh yang begitu membutuhkan uang padahal setelahnya bunganya mencekik leher, dan tidak masuk akal.
Sementara Luna pulang dari kantor jam satu siang, begitulah kerja di tempat Luna memang pakai shift pagi dan sore, jika pagi jam satu siang sudah pulang jika sore jam satu siang berangkat dan jam sembilan malam baru pulang.
Luna menghubungi Dita, tapi tak tersambung, Luna yang punya insting tajam segera curiga terjadi sesuatu pada Dita, dan insting Luna benar terjadi, bagaimana Luna akan menolong Dita kita tunggu lanjutnya besok!
@@$@@