NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bolehkah aku jatuh cinta?

“Kenapa belum kembali? Ini sudah malam,” tanya Kalvin.

“Masih pengen di sini aja sih,” jawab Kaluna sekenanya.

“Di sini dingin, Letda Kaluna, kamu juga baru kembali dari perawatan. Apa tidak lebih baik istirahat saja,” usul Kalvin penuh perhatian.

Sikap pria itu selalu saja membuat Kaluna gelisah, wanita itu sampai bingung menyikapi perasaannya ini.

Bohong jika Kaluna tidak terpesona dengan Kalvin, pria itu tampan, gagah, meski ucapannya terkadang mengesalkan, namun ia orang yang sangat perhatian.

“Saya baik-baik saja, Kapt,” sahut Kaluna.

Hening...

Hanya suara alam malam di sekitar hutan yang terdengar. Semakin malam, suhu udara terasa semakin dingin di kawasan itu.

“Kapten, sekali lagi terima kasih karena sudah membantu dan merawat saya.” Kaluna menatap Kalvin sejenak, menilik wajah tampan yang akhir-akhir ini sering singgah dalam benaknya.

Tanpa sengaja tatapan mereka kembali bertemu, menimbulkan debaran aneh dalam hati keduanya. Sama-sama tidak pernah merasakan jatuh cinta, dua anak manusia itu tak dapat memahami apa yang sebenarnya diinginkan hati mereka.

Kalvin mengangguk, buru-buru membuang muka saat pikirannya mulai aneh. Bagaimana mungkin ia tiba-tiba memperhatikan bibir mungil berwarna pink yang baru saja mengucapkan terima kasih padanya.

Kembali keduanya terdiam, menyelami perasaan masing-masing. Sebenarnya Kaluna bukan orang bodoh, meski tidak pernah menjalin kasih dengan pria manapun, tapi ia tahu apa arti perasaannya ini.

Namun Kaluna berusaha menepis, lagi pula tak mungkin Kalvin merasakan hal yang sama dengannya. Ia pun harus membatasi diri dan mengingat apa yang Papanya katakan.

“Apa Letda Kaluna trauma dengan peristiwa kemarin?”

Pertanyaan yang sebenarnya Kalvin buat untuk mengalihkan kecanggungan di antara mereka.

Entah Kaluna merasakan atau tidak, namun kini diam-diam Kalvin terus memperhatikannya. Bahkan tanpa ia sadari, Kalvin sering setia ada di samping Kaluna, menggenggam tangannya dengan erat.

“Tidak, saya memilih profesi ini, menerima apa pun risiko yang mungkin akan terjadi sepanjang perjalanan karir saya ini,” jelas Kaluna.

Sejenak Kalvin dibuat kagum dengan apa yang baru saja Kaluna katakan. Ia pikir Kaluna akan takut dan trauma, namun siapa sangka jika wanita itu berpikir positif.

“Kemarin saya sempat takut, tapi saya berusaha membuang jauh semua perasaan itu. Walau tidak dipungkiri jika berdirinya saya di sini atas pertolongan Kapten Kalvin yang berhasil menyelamatkan saya dan Safira,” sambung Kaluna.

“Sudah pasti saya akan menyelamatkan kamu, apa pun yang terjadi,” balas Kalvin.

Deg!

Kaluna berusaha mencerna maksud ucapan Kalvin, namun sedetik kemudian ia menghela napas dalam.

Kaluna tidak mau terlalu percaya diri, ia meyakini siapa pun yang ada di posisinya pasti Kalvin akan melakukan hal serupa.

Pada akhirnya wanita itu tertawa, menanggapi dengan candaan perkataan Kalvin tadi.

“Kapten Kalvin memang hebat, pantas jika banyak yang menaruh hati pada Kapten,” canda Kaluna.

Namun nampaknya Kalvin menanggapi dengan serius perkataan wanita itu. “Apa itu termasuk Letda Kaluna?”

Seketika Kaluna menjadi salah tingkah, ingin sekali ia menenggelamkan diri di dasar lautan. Apa yang harus ia katakan?

Jika mengelak secara langsung, Kaluna takut akan menyinggung Kalvin, namun jika ia menjawab "iya".

Kaluna juga takut Kalvin menganggapnya serius. Walau memang sebenarnya ia sedikit menaruh hati pada Kalvin.

Tawa nyaring Kalvin membuyarkan lamunan Kaluna. “Jangan anggap serius, Letda Kaluna,” ucapnya.

“Dua hari lagi kita patroli, kalau kondisi Letda Kaluna belum pulih sepenuhnya, lebih baik istirahat dulu,” usul Kalvin yang sengaja mengalihkan kecanggungan dari pertanyaan itu tadi.

“Kaluna, yuk balik!” ajak Safira.

Kesempatan itu tidak Kaluna sia-siakan, buru-buru ia menyetujui ajakan Safira, sebab Kaluna sudah tidak tahan berdekatan lebih lama lagi dengan Kalvin.

“Kapten, saya izin undur diri lebih dulu,” pamitnya.

Anggukan kepala dipilih Kalvin sebagai respons dari perkataan Kaluna. “Selamat beristirahat, Kaluna,” ucapnya sebelum Kaluna melangkah menjauh.

Kaluna kembali menoleh, andai mereka berada di bawah pencahayaan yang memadai, pastilah Kalvin dapat melihat semburat merah yang kini timbul di wajah Kaluna.

“Bolehkah saya memanggil Kaluna?” tanya Kalvin memastikan.

“Boleh, lagipula kita seumuran,” jawab Kaluna setuju.

“Kalau begitu panggil saya Kalvin jika kita tidak sedang bertugas!”

Panggilan itu terasa sangat asing untuk Kaluna, bagaimana bisa ia menyebut nama Kalvin begitu saja.

Orang-orang akan menduga jika mereka sangat dekat. Lagi pula kapan mereka tidak bertugas? selama berada di Papua bukankah mereka sedang bertugas?

“Saya pamit dulu ya, Vin...” Kaluna berlari meninggalkan Kalvin. Entah apa yang ia pikirkan, sempat keberatan, namun akhirnya tetap menyebut nama Kalvin dengan santainya.

Sudut bibir Kalvin terangkat, pria itu terkekeh sambil menyisir rambutnya menggunakan jari-jemari. Bolehkah Kalvin jatuh cinta, Mom? batinnya.

“Cie, ngobrol berdua nih,” ledek Safira, wanita itu mengerlingkan mata menggoda Kaluna yang nampak malu-malu.

“Apaan sih Fir, nggak lucu,” sahut Kaluna yang tidak nyaman dengan candaan sahabatnya.

“Jangan menutup diri, Lun. Boleh kali sedikit saja punya perasaan, jangan kaku banget,” sergah Safira.

“Ya aku nggak enak kalau Sertu Tina dengar, kamu tahu kan dia gimana?” timpal Kaluna kemudian.

“Peduli amat, Lun. Yang penting kita happy, jangan terlalu monoton, nanti kamu nggak bahagia lho.”

Sepanjang perjalanan menuju mess, Safira terus saja mengatakan hal-hal yang membuat Kaluna pening. Namun ia membiarkan saja, hingga tidak terasa mereka telah tiba di area mess.

Sebagian pintu kamar sudah tertutup rapat, mungkin sudah banyak yang tidur, begitupun kamar yang biasa Tina tempati.

Kaluna berlalu ke dalam toilet lebih dulu, mengganti pakaian serta membersihkan diri. Setelahnya ia mulai mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah, bahkan area punggung terasa sedikit sakit.

Hingga pukul satu dini hari tak juga mata Kaluna mampu terpejam. Ia membuka satu per satu pesan yang masuk ke dalam ponselnya.

Salah satunya dari rekan-rekan sesama anggota militer, serta Papanya sendiri, ada pula beberapa nomor baru yang mengirimkannya ucapan selamat.

Foto seorang pria tampan dengan pakaian formal membuat Kaluna tertegun. Ia meneliti lagi siapa yang mengirimkan foto itu, sebab Kaluna baru saja membuka pesan dari sang Papa.

Sebuah caption menyertai foto itu, jelas jika itu adalah foto laki-laki yang akan dijodohkan dengannya.

(Berhubung kamu jauh, jadi Papa hanya bisa memberikan kado ini. Dia calon suami kamu, kamu pasti sudah tahu namanya. Sekarang Dia jauh lebih tampan dari terakhir kali kamu bertemu dengannya).

Jelas Kaluna masih mengingat siapa orang itu. Pria dingin dan irit bicara yang beberapa tahun lalu pernah ia temui saat Mamanya meninggal dunia. Entah apa tujuan Papanya mengirim foto Kevandra padanya?

“Ya ampun, Papa apa-apaan sih, kenapa kirim foto dia coba?” keluh Kaluna. Baru saja ia berbunga-bunga karena kedekatannya dengan Kalvin, namun sudah harus disadarkan oleh Kevandra.

Kaluna kembali menatap foto itu lebih lama. Entah kenapa, wajah Kevandra membuatnya terdiam, dan tanpa sadar ia justru teringat wajah Kalvin. Mereka terlihat seperti memiliki kemiripan samar di sorot mata dan garis wajahnya.

“Tapi kenapa mirip Kalvin ya?” gumam Kaluna pelan. Namun ia segera mengenyahkannya. Di dunia ini, katanya kan ada tujuh orang yang mirip satu sama lain.

“Huft... Kenapa aku harus memikirkan Kapten Kalvin sih,” gumamnya sendiri, sebelum akhirnya perlahan memejamkan mata.

1
Raja Tampan
Seru👍
Prihesti Setiasih
ceritanya seru selalu ditunggu updatenya
Mutia Kim🍑: Terimakasih kak🥰
total 1 replies
Alfatia🌷
Dejavu, kisah emaknya. Yang waktu Kirana masih belum di kasih tahu kalau Ravella abis ketemu sama Kaivan😭
MayAyunda
keren 👍👍
Alfatia🌷
Udah mulai mau ngobrol sedikit lebih banyak nih yaaa🤣
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!