NovelToon NovelToon
Idola Kampus Itu Pacarku

Idola Kampus Itu Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Woy, lihat! Itu Kak Baskara!"

​Bisikan-bisikan itu menyebar cepat seperti api yang menyambar rumput kering. Lara yang awalnya sibuk merapikan buku catatannya, refleks mendongak ketika suasana mendadak hening selama satu detik, lalu pecah oleh riuh tepuk tangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembaran baru baskara dan lara

Senyum di wajah Baskara kali ini benar-benar berbeda. Bukan sekadar tarikan garis bibir yang formal, melainkan senyum penuh kemenangan sekaligus kasih sayang yang hanya ia simpan untuk Lara—gadis yang kini resmi menyandang status sebagai kekasihnya.

​Baskara masih tidak melepaskan pandangannya dari puncak kepala Lara. Rasanya masih sedikit tidak nyata bahwa perdebatan panjang mereka selama ini berujung pada komitmen yang manis.

​"Masih belum terbiasa dipanggil pacar?" goda Baskara dengan suara yang lebih lembut dari biasanya.

​Lara semakin menenggelamkan wajahnya di balik kedua telapak tangan. "Bas, berhenti. Suaramu terdengar sangat berbeda, aku jadi makin malu."

Baskara justru tertawa renyah. Ia menarik pelan tangan Lara dari wajahnya, memastikan ia bisa melihat rona merah yang masih menghiasi pipi gadis itu.

Baskara mengaitkan jemarinya di sela-sela jari Lara. "Aku juga belum terbiasa, Ra. Tapi rasanya jauh lebih baik daripada harus menebak-nebak perasaanmu setiap hari."

Lara akhirnya berani menatap Baskara kembali, meski matanya masih berkilat karena malu. "Jadi, setelah ini apa? Sebagai... pacar baru?"

Keadaan rumah yang sepi membuat suasana terasa sangat berbeda bagi Lara. Sudah empat hari ia hanya ditemani suara detak jam dinding dan keheningan koridor rumah, sementara kedua orang tuanya masih harus menyelesaikan urusan di luar kota untuk tiga hari ke depan.

Keputusan orang tua Lara untuk menitipkan putri mereka di bawah pengawasan Baskara bukanlah tanpa alasan. Di mata mereka, Baskara adalah sosok pemuda yang bertanggung jawab, memiliki integritas tinggi, dan yang paling penting: bisa diandalkan.

​Selama empat hari ini, Baskara benar-benar menjalankan "tugasnya" dengan sangat serius. Ia bukan sekadar pacar yang datang berkunjung, tapi menjadi garda terdepan bagi keamanan dan kenyamanan Lara.

​Baskara tahu betul tanggung jawab yang diletakkan di pundaknya. Saat Papa Lara meneleponnya sebelum berangkat, pria itu hanya berpesan satu hal: "Tolong jaga Lara, Bas. Kami percaya padamu."

Malam itu, mereka duduk di kursi rotan teras rumah. Meskipun orang tua Lara tidak ada, Baskara tetap memilih untuk duduk di luar, menjaga kesopanan dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.

​"Papa benar-benar percaya ya sama kamu," ujar Lara sambil menikmati martabak pemberian Baskara. "Kadang aku merasa dia lebih sayang kamu daripada aku."

​Baskara terkekeh, tangannya sibuk merapikan tumpukan majalah di meja teras yang berantakan. "Bukan lebih sayang, Ra. Beliau hanya ingin memastikan kamu berada di tangan yang tepat. Menjaga kepercayaan itu lebih sulit daripada mengerjakan soal kalkulus tersulit sekalipun."

​Lara menatap profil samping wajah Baskara yang tampak serius di bawah temaram lampu teras. Ada rasa hangat yang menjalar di hatinya. Di tengah kesepian rumah selama tiga hari ke depan, kehadiran Baskara adalah kepastian yang paling ia syukuri.

​"Terima kasih ya, Bas. Sudah mau repot-repot menjagaku," bisik Lara tulus.

​Baskara menoleh, memberikan senyum tipis yang menenangkan. "Ini bukan repot, Ra. Ini caraku menunjukkan kalau kamu berharga. Masih ada tiga hari lagi, dan aku tidak akan lengah sedikit pun."

Suasana di teras rumah yang sepi itu mendadak terasa jauh lebih hangat. Keheningan malam seolah menjadi saksi bisu saat Baskara, pria yang biasanya sangat menjaga jarak dan kaku, perlahan memajukan wajahnya.

​Dengan sangat lembut dan penuh perasaan, ia mendaratkan sebuah kecupan singkat di pucuk kepala Lara.

​Lara tertegun. Ia bisa merasakan kehangatan bibir Baskara di sela-sela rambutnya, serta aroma maskulin yang menenangkan dari tubuh pria itu. Sentuhan itu tidak berlangsung lama, namun maknanya jauh lebih dalam dari sekadar kata-kata cinta.

​"Bas..." bisik Lara pelan, napasnya seolah tertahan di tenggorokan.

​Baskara tidak langsung menjauhkan wajahnya. Ia tetap berada di posisi itu selama beberapa detik, memejamkan mata seolah sedang merapalkan janji pada dirinya sendiri.

​"Aku akan menjagamu, Ra. Bukan cuma karena diminta orang tuamu," suara Baskara terdengar berat dan tulus, tepat di dekat kening Lara. "Tapi karena aku memang ingin melakukannya. Selamanya."

1
ASTRI LIANTI
kok di paragraf atas ga berjilbab kok di sini berjilbab sih
Zet3: mksh kak koreksi nya,aku perbaiki yaa🙏🏻
total 1 replies
Ryuu
semangat terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!