NovelToon NovelToon
SENTUHAN SANG MAFIA

SENTUHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

"Jika besok pria tua itu datang lagi untuk menagih jawabanmu, katakan padanya kau lebih memilih membusuk di sel ini," suaranya rendah, nyaris seperti desisan yang berbahaya.

Aku tersentak, mencoba mencerna kalimatnya. "Apa? Kau... kau menyuruhku tetap di penjara ini?"

"Ya," sahutnya pendek. "Aku tidak ingin menikah. Terlebih lagi, aku tidak ingin menikah denganmu. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi jika melangkah masuk ke mansion utama sebagai istri seorang Grisham. Di sana, kau tidak akan hanya melihat darah, tapi kau akan mandi di dalamnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

***

Lampu kota di balik jendela besar penthouse mulai meredup, menyisakan kerlap-kerlip yang jauh dan sunyi. Aku terbangun dengan napas yang masih terasa berat. Lengan kekar Darrel melingkar posesif di perutku, menarik punggungku rapat ke dada bidangnya yang hangat. Aku menoleh ke arah jam dinding; pukul 11 malam. Darrel tampak sangat kelelahan; napasnya teratur dan dalam, menandakan dia sudah masuk ke alam mimpi yang nyenyak.

Perlahan, aku mengangkat lengannya, beringsut keluar dari tempat tidur dengan gerakan yang sangat halus agar tidak memicu naluri waspadanya. Setelah dari kamar mandi, kantukku hilang sepenuhnya. Mataku tertuju pada laptop hitam yang tergeletak di atas nakas. Pagi tadi, aku melihatnya membawa perangkat itu ke kampus.

Jantungku mulai berpacu. Ini kesempatanku.

Aku membuka layarnya. Benar saja, sebuah kolom kata sandi muncul. Aku mencoba memasukkan tanggal lahirnya, lalu tanggal pernikahan paksa kami, namun semua gagal. Jemariku bergetar saat mencoba mengetikkan angka yang sangat aku kenal: tanggal lahirku sendiri.

Klik.

Layar terbuka. Dadaku sesak menyadari dia menggunakan tanggal lahirku sebagai kunci duniaya. Sejak kapan dia tahu sedetail itu? Tapi aku tidak punya waktu untuk terharu. Aku harus bergerak cepat.

Aku membuka folder-folder yang tersusun rapi hingga mataku tertuju pada sebuah folder tersembunyi berlabel Drive X. Di dalamnya, ada sebuah file foto. Saat foto itu terbuka, duniaku seolah runtuh.

Damian.

Itu adalah foto Damian, pria yang menjadi kekasihku selama dua tahun sebelum dia menghilang tanpa jejak setahun yang lalu. Di foto itu, Damian tampak sedang berjabat tangan dengan Darrel di sebuah hanggar pesawat. Apakah mereka berteman? Atau Damian adalah bagian dari klan ini?

Tepat di bawah foto itu, ada sebuah file video berjudul CCTV-Sub-Area-4. Jemariku nyaris menyentuh kursor untuk membukanya, namun tiba-tiba suara gesekan sprei di belakangku membuat darahku membeku. Darrel bergerak.

Brak!

Aku menutup laptop itu secepat kilat, suaranya terdengar begitu nyaring di kesunyian malam. Dengan gerakan refleks yang gila, aku menyambar gelas air di dekat laptop dan menenggaknya dengan rakus.

"Lily?" suara bariton Darrel terdengar serak, khas orang yang baru bangun tidur. Ia duduk di tempat tidur, matanya yang tajam menyipit menatapku yang berdiri kaku di kegelapan. "Apa yang kau lakukan di sana?"

Aku mencoba menelan air dengan tenang, meski dadaku bergemuruh. "A-aku haus sekali, Darrel. Tenggorokanku kering," jawabku, berusaha keras agar suaraku tidak bergetar. Aku meletakkan gelas itu kembali dan berjalan pelan menuju ranjang.

Darrel masih menatapku penuh selidik, matanya melirik ke arah laptopnya yang kini sedikit bergeser dari posisi semula. "Kau tidak menyentuh barang-barangku, kan?"

"Tentu tidak," bohongku sambil merangkak naik ke atas ranjang. Aku segera merapatkan tubuhku padanya, melingkarkan lenganku di lehernya dan membenamkan wajahku di ceruk bahunya. "Kau tidur nyenyak sekali tadi. Aku tidak tega membangunkanmu."

Aku tahu, satu-satunya cara mengalihkan kecurigaan seorang predator seperti Darrel adalah dengan memberikan apa yang dia inginkan: kepatuhan dan kasih sayang. Aku mulai memanjakannya, menciumi rahangnya yang tegas dengan lembut, membiarkan jemariku bermain di rambutnya yang berantakan.

"Aku hanya merindukanmu," bisikku lirih, sebuah kalimat yang terasa pahit di lidahku namun efektif.

Darrel menghela napas panjang, ketegangan di tubuhnya mulai mengendur. Ia menarik pinggangku, mendekapku kembali dengan erat hingga aku bisa merasakan detak jantungnya yang kembali normal.

"Tidurlah, Lily. Jangan buat aku curiga padamu di tengah malam seperti ini," gumamnya sambil mengecup keningku.

***

Pagi itu, suasana di penthouse mendadak berubah tegang. Darrel menerima sebuah panggilan telepon yang membuatnya terdiam lama. Wajahnya yang biasanya datar kini mengeras, rahangnya terkatup rapat seolah sedang menahan amarah atau kekhawatiran yang besar. Ia tidak bersuara, hanya mendengarkan dengan tatapan yang terpaku pada pemandangan kota di balik jendela.

"Siapkan barang-barangmu, Lily. Kita kembali ke mansion sekarang," ucapnya singkat setelah mematikan ponsel.

"Ada apa, Darrel? Apa terjadi sesuatu dengan Erlan?" tanyaku cemas.

"Bukan urusanmu. Cepat!" titahnya tanpa menoleh.

Saat kami tiba di lobi hotel, Kael berdiri di sana, bersandar pada pilar marmer sambil menyesap kopi. Begitu melihat kami, Kael hendak melangkah mendekat, namun Darrel dengan sigap menarikku ke balik tubuhnya yang tegap, melindungiku seolah aku adalah pusaka yang tidak boleh tersentuh pandangan orang lain.

Kael berhenti di tempat, lalu terkekeh rendah. "Masih posesif seperti kemarin, Bos? Aku hanya ingin menyapa Nyonya Grisham."

"Bukan sekarang, Kael," desis Darrel tajam.

*

Darrel memberi isyarat pada Leo. Perjalanan menuju mansion terasa sangat mencekam. Leo mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, menyalip kendaraan lain seolah-olah nyawa kami sedang dipertaruhkan. Darrel hanya diam membisu, jemarinya mengetuk-ngetuk lutut dengan gelisah.

Begitu mobil berhenti di halaman mansion pribadi Darrel, seorang pria paruh baya dengan tas medis dan setelan jas rapi sudah menunggu di undakan tangga. Aura pria itu sangat tenang, kontras dengan ketegangan yang dibawa Darrel.

"Kau datang juga, Darrel," sapa pria itu.

"Lily, masuk ke kamarmu sekarang. Jangan keluar sampai aku memanggilmu," perintah Darrel tegas, mengabaikan sapaan pria itu untuk sementara.

"Tapi Darrel, siapa dia? Ada yang sakit?" tanyaku keras kepala.

"Ke kamar, Liana! Sekarang!" bentaknya, membuatku tersentak.

Aku terpaksa melangkah masuk dan menaiki tangga. Namun, rasa penasaran menggerogoti nuraniku. Aku melihat dari celah balkon lantai dua saat Darrel berbicara sangat serius dengan pria berjas dokter itu. Mereka tampak berdebat kecil sebelum akhirnya berjalan bersama menuju lift menuju lantai tiga.

Lantai tiga. Area terlarang di mansion ini yang bahkan tidak pernah disebut-sebut oleh para pelayan.

Aku segera mencari Martha yang sedang merapikan bunga di ruang tengah. "Martha! Siapa pria yang datang bersama Darrel tadi?"

Martha menoleh, wajahnya menunjukkan keraguan. "Itu Dokter Giovani, Nyonya. Dia rekan Tuan Muda saat beliau masih aktif sebagai dokter di rumah sakit dulu. Mereka berteman sangat lama."

"Kenapa dia ke sini? Dan kenapa mereka ke lantai tiga?" desakku.

Martha meletakkan vas bunganya, suaranya mengecil menjadi bisikan. "Saya tidak tahu pasti, Nyonya. Yang saya tahu, Dokter Giovani sering sekali diundang ke sini. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di lantai tiga. Tidak ada pelayan yang boleh masuk ke sana, bahkan untuk membersihkan debu sekalipun. Hanya Tuan Muda, Dokter Giovani, dan sesekali Leo yang memiliki akses."

"Apa ada ruangan medis di sana?"

"Entahlah, Nyonya. Peraturannya sangat ketat: apa pun yang terdengar atau terlihat dari lantai tiga tidak boleh dibocorkan, atau nyawa taruhannya. Sebaiknya Nyonya menurut pada Tuan Muda. Lantai tiga adalah rahasia terbesar rumah ini."

Pikiranku langsung melayang pada folder Drive X dan rekaman CCTV yang hampir kubuka semalam. Apakah lantai tiga ada hubungannya dengan foto Damian? Atau mungkinkah ada seseorang yang disembunyikan di sana?

**

Aku memanfaatkan kesempatan itu, Darrel pasti akan lama di lantai atas. Aku memberanikan diri menuju kamar Darrel. Sejak aku menikah, dia tak pernah mengijinkan ku masuk kedalam.

Langkahku terasa sangat ringan, nyaris tak bersuara saat aku menyusuri koridor lantai dua. Debaran jantungku berdentum di telinga, memekakkan akal sehatku. "Ini kesempatanku," bisikku dalam hati. Selama ini, kamar pribadi Darrel adalah zona terlarang, sebuah benteng yang kuncinya hanya dipegang oleh sang tuan rumah.

Aku berdiri di depan pintu kayu jati yang kokoh itu. Tanganku gemetar saat meraih gagangnya. Aku bersiap untuk kecewa, namun... ceklek.

Pintu itu terbuka. Keberuntungan ataukah kecerobohan Darrel yang sedang kalut? Aku tidak peduli. Aku segera menyelinap masuk dan menutup pintu di belakangku.

Kamar itu sangat luas, didominasi warna abu-abu maskulin dengan sentuhan emas yang memberikan kesan elegan namun dingin. Semuanya tertata sangat rapi, khas seorang dokter sekaligus pemimpin mafia yang perfeksionis. Namun, perhatianku tidak tertuju pada tempat tidur besarnya atau sofa kulit di sudut ruangan.

Mataku terpaku pada dinding di sisi terjauh, tempat sebuah bingkai foto raksasa tergantung dengan megahnya. Aku melangkah mendekat, dan semakin dekat aku melangkah, semakin kakiku terasa seperti jeli.

Itu foto keluarga. Erlan berdiri dengan angkuh di tengah, didampingi seorang wanita cantik dengan tatapan mata yang sangat lembut—mungkin itu ibu Darrel. Di sisi kanan Erlan, ada Darrel muda dengan wajah kaku yang sudah mulai terlihat dingin.

Namun, sosok di sisi kiri Erlan membuat napasku terhenti sepenuhnya.

"Damian?" suaraku tercekat di kerongkongan.

Aku menyentuh permukaan kaca foto itu tepat di wajah pria itu. Rambutnya, garis rahangnya, bahkan tahi lalat kecil di dekat telinganya—semuanya identik. Dia adalah Damian. Kekasihku yang menghilang setahun lalu tanpa jejak. Pria yang pernah menjanjikan masa depan untukku, sebelum akhirnya dia menghilang.

"Kenapa dia ada di sini? Bagaimana bisa Damian ada di tengah keluarga Grisham?"

***

Bersambung...

1
Mita Paramita
ayo Lily inget inget siapa Damian as Dante ? kamu hilang ingatan mungkin karena ulah Erlan atau Darrel?
Mia Camelia
damian atau dante ??? siapa yg dia😂🤣
MissSHalalalal
pelan-pelan ya. ternyata banyak hal yang Lily belum tau tentang siapa Dante dan kenapa Lily di jauhkan keluarganya dari dunia mafia.
Mia Camelia
banyak rahasia livingston😂
Mita Paramita
lagi Thor update lagi 😘😘😘
sebentar Evelyn masih hidup atau mati?
MissSHalalalal
sepertinya Darrel mulai terobsesi pada lily nih 🤭 takut lily tertarik pada kael
Mia Camelia
darel hebat ya bisa tau rencana liliy🤣🤣🤣
Mita Paramita
keren Thor ceritanya 🔥🔥🔥
Nanik Arifin
jika Evelyn yg dituduh menembak mati Dante, kau pikir ia bisa menyusup ke klan Grisham ?? pikir dg jernih Lily. jika terlanjur masuk ke klan, kau tak punya jl pulang
MissSHalalalal
siap 💪 bantu vote ya kak🙏
Mita Paramita
lagi Thor update 💪💪
Nda
di tunggu double up nya thor
Nda
novelmu luar biasa thor
Mita Paramita
Lily udah masuk jebakan tuan Erlan 🤣🤣🤣 lanjut Thor 💪💪💪
Nanik Arifin
Lili selalu bodoh & naif. klo Darrel JD pimpinan Klan kau pikir Erlan melepasmu & kau aman ? benar apa yg dikatakan Darrel, klo Darrel memimpin Klan kau adalah permaisuri yg akan datang kenal seluruh Klan. sedangkan antar Klan tak pernah ada persahabatan sejati, yg ada hanya keuntungan. setelah dikenal sebagai permaisuri pimpinan Klan kau pikir lepas itu aman ? siapa yg akan melindungimu ? kau bisa diburu oleh Klan" lain Krn permaisuri dianggap kelemahan perempuan ketua Klan. setelah Darrel memimpin Klan, tak ada lagi t4 aman untukmu Lily, selain Darrel. Erlan tak akan bisa melindungimu. berpikir lah... bisa dikatakan. ku itu orang yg tak tahu berterima kasih. Darrel berusaha melindungi, tapi kau mendorongnya ke dalam neraka. satu kata untukmu, Egois.
Yogi Prakoso: si lili gk ada kelebihan apa gtu secara dia kan keturunan klan Livingston masa sedikitpun gk ada Badas" nya 😁
total 1 replies
Mia Camelia
erlan kejam sekali mulut nya🤣
MissSHalalalal: orang punya kekuasaan. 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
emosional banget nih episode ini🤣🤣🤣
Mia Camelia
semangat thor🥰👍😄
makin seruuu nih😄😄😄
Mita Paramita
terimakasih author udah update 😘😘😘
Mia Camelia
jadi darel udh jatuh cinta nih🥰
MissSHalalalal: wah iya nih.. ternyata Darrel mulai jatuh cinta
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!