NovelToon NovelToon
Garis Takdir Baru

Garis Takdir Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: USR

Update:
Senin-Jum'at - 2 Bab
Sabtu-Minggu - 3 Bab

Nata Prawira mati dalam kehancuran mental dan kemiskinan, meninggalkan kedua adiknya dalam penderitaan. Namun, takdir membawanya kembali ke tahun 2014, tepat di masa SMA-nya.
​Berbekal memori masa depan dan kepribadiannya yang dingin serta kalkulatif, Nata bertekad menulis ulang nasib. Dari gang sempit yang kumuh, ia mulai merancang strategi investasi di dunia BitCore dan industri teknologi yang baru tumbuh. Bukan sekadar mencari kekayaan, Nata adalah seorang arsitek yang sedang membangun kekaisaran bisnis untuk melindungi Kirana yang lembut dan Arya yang penuh semangat. Di dunia yang kejam, ia akan membuktikan bahwa kecerdasan strategis adalah senjata paling mematikan untuk menjungkirbalikkan kasta sosial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon USR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: RUNTUHNYA MENARA GADING

Kapal cepat otonom itu membelah ombak Selat Bali menuju koordinat rahasia di lepas pantai Jawa Timur. Di dalam kabin yang kedap suara, Nata Prawira duduk diam, mengabaikan luka di lengannya yang sedang dibalut oleh Kirana dengan tangan gemetar. Matanya tertuju pada layar hologram yang menampilkan kekacauan di Nusa Dua melalui sensor Icarus.

​"Cukup, Kirana. Aku baik-baik saja," ucap Nata lembut, namun tatapannya tetap terpaku pada data yang mengalir.

​"Kak, mereka hampir membunuh semua orang di sana," bisik Kirana, suaranya pecah. "Kenapa mereka sejahat itu?"

​Nata menatap adiknya, lalu beralih ke kamera terminal yang terhubung dengan Elena di Tangerang. "Karena mereka takut, Kirana. Dan orang yang ketakutan akan melakukan apa saja untuk menjaga apa yang mereka curi. Tapi hari ini, pencurian itu berakhir."

​Nata menekan tombol aktivasi merah di layarnya. "Elena, aktifkan 'Protokol Nemesis'."

​Di seberang sana, Elena terdiam sejenak. Ia tahu apa arti protokol ini. Ini bukan lagi serangan siber untuk bertahan; ini adalah peluncuran algoritma predatory trading yang dirancang untuk mencari celah terkecil dalam sistem perbankan fraksional yang digunakan oleh The Council.

​"Nemesis aktif, Nata," suara Elena terdengar berat. "Dalam sepuluh menit, pasar saham Wall Street akan dibuka. Dan kita sudah memegang kendali atas 40% likuiditas yang mengalir melalui sistem kliring mereka."

​Tepat pukul 09.30 waktu New York, dunia menyaksikan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bukan hanya penurunan harga saham, melainkan penguapan nilai.

​Sistem Aquatic Nexus milik Nata mulai menjual aset-aset besar yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di bawah naungan The Council dengan kecepatan mikrodetik. Setiap kali algoritma pertahanan bursa mencoba melakukan trading halt (penghentian sementara), Icarus akan meluncurkan paket data yang membajak sinyal tersebut melalui satelit, memaksa transaksi terus berjalan.

​"Bos, Dow Jones anjlok 3.000 poin dalam lima menit!" teriak Yuda yang memantau dari bagian buritan kapal. "Bank-bank besar di London mulai melaporkan kegagalan sistem. Mereka tidak bisa menarik dana jaminan karena kuncinya sudah kita enkripsi!"

​Nata berdiri, memegang tepian meja. "Ini bukan sekadar keruntuhan harga. Kita sedang mengosongkan brankas mereka secara digital. Elena, alihkan semua dana hasil penjualan itu ke dalam Pool Kemanulatan Indonesia dan sekutu Dinar Digital. Kita akan memulihkan ekonomi rakyat dengan uang yang mereka gunakan untuk menindas kita."

​Di sebuah bunker bawah tanah di suatu tempat di Eropa, Madame Vivienne menatap layar monitornya dengan putus asa. Ia melihat kekayaannya yang dikumpulkan selama puluhan tahun menghilang seperti asap.

​"Hentikan dia! Gunakan otoritas pemerintah untuk menyita server-servernya!" teriak Vivienne kepada para menterinya.

​"Kami tidak bisa, Madame!" salah satu teknisi menjawab dengan panik. "Servernya tidak ada di bumi. Seluruh proses pengolahan datanya dilakukan secara terdistribusi di ribuan satelit Icarus dan jutaan terminal pengguna di tangan rakyat. Kita harus menembak jatuh seluruh satelit di langit jika ingin menghentikan ini!"

​Vivienne terduduk lesu. Ia menyadari bahwa Nata tidak hanya membangun sistem baru; ia telah membangun Internet yang Berdaulat. Sebuah sistem yang tidak memiliki pusat, sehingga tidak bisa dihancurkan.

​Kembali di atas kapal, Nata menerima panggilan dari Jenderal Surya.

​"Nata! Apa yang kamu lakukan?" suara Surya terdengar panik namun ada nada kagum di dalamnya. "Rupiah menguat 20% dalam satu jam karena kamu menyuntikkan likuiditas emas ke bank sentral kita secara anonim! Seluruh dunia sedang kacau, tapi Indonesia mendadak menjadi tempat paling stabil di bumi!"

​"Jenderal, katakan pada Presiden untuk segera mengumumkan bahwa Indonesia hanya akan menerima Dinar Digital atau Rupiah yang dijaminkan emas untuk setiap ekspor sumber daya alam kita mulai detik ini," ujar Nata. "Barat tidak punya pilihan. Mereka butuh energi dan pangan kita. Jika mereka ingin bertahan, mereka harus menggunakan sistem kita."

​Ini adalah Skakmat. Dengan runtuhnya bursa saham mereka, negara-negara besar tersebut tidak lagi memiliki daya tawar finansial. Mereka terpaksa tunduk pada aturan main baru yang diciptakan oleh seorang pemuda dari Jakarta.

​Menjelang sore, kapal Nata bersandar di sebuah dermaga pribadi yang tersembunyi di Banyuwangi. Di sana, helikopter sudah menunggu untuk membawanya kembali ke Prawira Fortress.

​Saat helikopter lepas landas, Nata melihat ke arah matahari terbenam. Dunia yang ia kenal di masa lalunya kini telah benar-benar lenyap. Tidak akan ada lagi dominasi tunggal dari satu atau dua negara.

​"Elena," panggil Nata melalui radio. "Bagaimana dengan tim 'The Arks'?"

​"Mereka selamat, Nata. Rian dan Sari berhasil keluar dari Bali tepat sebelum resor itu diisolasi total. Mereka sekarang sedang mengoordinasikan bantuan untuk nasabah kita yang terdampak kekacauan sistem perbankan lama," lapor Elena.

​Nata bersandar di kursinya, memejamkan mata sejenak. Tangannya masih memegang tangan Kirana yang kini tertidur karena kelelahan.

​"Kita sudah meruntuhkan menara mereka, Elena," bisik Nata. "Sekarang tugas yang lebih berat dimulai: Membangun sesuatu yang lebih baik di atas reruntuhannya."

​"Dan apa itu?" tanya Elena.

​"Keadilan yang tidak bisa diretas," jawab Nata.

​Hari itu, sejarah mencatat keruntuhan ekonomi terbesar dalam sejarah manusia. Namun, di balik angka-angka merah yang mengerikan di New York, ada sebuah harapan hijau yang mulai tumbuh di Jakarta. Nata Prawira telah memenangkan perang. Namun, ia tahu, para elit yang terluka seperti Madame Vivienne tidak akan pernah benar-benar menyerah selama mereka masih bernapas.

Bersambung.....

1
DemSat
Nice story
YoMi
Lanjutkan Thor, aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!