NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Bad Boy / Fantasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Lupakan apa yang kalian ketahui tentang Zhang Yuze yang lama. Di Jilid 2 ini, panggung kehidupan akan menjadi jauh lebih luas dan berbahaya.

​Bukan lagi sekadar urusan asmara di bangku sekolah, Zhang Yuze akan mulai melangkah ke dunia bisnis yang penuh intrik, berhadapan dengan tokoh dunia bawah tanah yang kuat, hingga terjebak di antara pesona selebritas papan atas yang memabukkan. Akankah Kitab Santo Cinta cukup untuk melindunginya saat kekuatan rahasia mulai mengincar dirinya? Ataukah godaan dari para wanita menawan di sekelilingnya justru akan menjadi bumerang bagi takdirnya?

​Persiapkan diri kalian. Ambisi yang lebih besar, romansa yang lebih membara, dan rahasia pusaka yang lebih dalam akan segera dimulai.

​Pastikan kalian berada di barisan terdepan saat langkah baru ini dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

​"Kalau kamu butuh bantuanku, aku akan melakukan apa pun yang kamu minta. Anggap saja aku asistenmu," ucap Yudha sambil menepuk dadanya mantap.

​Fajri mengangguk, namun tatapannya pada Yudha berubah menjadi sedikit aneh. "Tentu saja kamu yang harus menanganinya. Sangat tidak sopan bagi orang suci sepertiku untuk melakukan proses itu."

​Yudha melongo, tidak mengerti apa maksud perkataan Fajri. Fajri tersenyum penuh arti. "Jika kamu benar-benar ingin menyembuhkannya, pengobatan harus dilakukan dari dalam dan luar. Aku akan menggunakan ramuan herbal untuk menguapkan energi statis di tubuhnya, tapi sumbatan di jalur sarafnya harus dibersihkan olehmu menggunakan tenaga dalam. Dan tentu saja, selama proses ini, dia tidak boleh mengenakan pakaian sehelai pun agar alirannya tidak terhambat..."

​Sambil berbicara, Fajri bahkan berpura-pura melakukan gerakan meditasi yang khusyuk. Yudha rasanya ingin menjitak kepala pemuda itu; bisa-bisanya dia berlagak suci di saat seperti ini. Padahal dari kelakuannya yang gemar mencuri ayam, dia sama sekali tidak terlihat seperti petapa terhormat.

​Namun, metode pengobatan yang dijelaskan Fajri terdengar sangat... mendebarkan. Jantung Yudha berdegup kencang. Pemandangan seperti itu biasanya hanya ada di film-film silat! Ia tak pernah menyangka akan mengalaminya sendiri di dunia nyata.

​"Kapan kita bisa mulai?" tanya Yudha, tak bisa menahan rasa penasarannya.

​Fajri menatap Yudha dengan pandangan jenaka. "Kenapa buru-buru sekali? Aku perlu mencari beberapa tanaman herbal langka dulu di hutan. Aku tidak punya stoknya di sini. Sepertinya kamu harus menetap di sini untuk beberapa hari."

​Mendengar bahwa ia harus tinggal lebih lama, Yudha sempat bimbang. Ia sudah cukup lama meninggalkan kampusnya di Kota Bandung. Kalau tidak segera kembali memberi kabar, dosen pembimbingnya mungkin akan memberikan "kuliah tambahan" yang tidak menyenangkan saat ia pulang nanti.

​Yudha mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Luna, mengatakan bahwa ia ada urusan mendesak di luar kota selama beberapa hari. Luna segera membalas dengan nada cemas, menanyakan apa yang terjadi. Yudha harus berusaha keras meyakinkan Luna agar gadis itu tidak terlalu khawatir.

​Selama menunggu persiapan Fajri, Yudha menghabiskan waktunya menemani Lulu. Karena khawatir Lulu merasa kesepian, Yudha membacakan cerita untuknya setiap hari. Lulu sangat menyukainya, bahkan sekarang ia tidak bisa tidur jika belum mendengar dongeng dari Yudha. Hal itu membuat Yudha merasa gemas sekaligus haru.

​"Kak, Lulu ingin sekali cepat-cepat buka mata dan melihat wajah Kakak," bisik Lulu pelan sambil memeluk lengan Yudha.

​Yudha menyentil hidung mungilnya dengan gemas. "Bukannya kamu bilang ingin sekali melihat Ayah dan Ibu?"

​"Tapi saat ini kan cuma ada Kak Yudha di samping Lulu!" sahut Lulu dengan senyum manis.

​Meskipun mata Lulu tampak sayu dan tanpa binar, bagi Yudha mata itu tetap indah karena menyimpan kerinduan yang mendalam akan cahaya. Pada saat itu, Yudha berharap dengan segenap hati agar keajaiban segera datang dan mengembalikan penglihatan gadis kecil itu.

​"Lulu, apa masa kecilmu dulu tidak bahagia?" Yudha tiba-tiba teringat ucapan Fajri bahwa saraf optik Lulu tersumbat karena luapan emosi yang hebat. Ia menatap gadis itu dengan rasa ingin tahu sekaligus iba.

​Mendengar pertanyaan itu, Lulu menunduk dalam. "Kak, waktu aku kecil, Ayah dan Ibu sering sekali bertengkar hebat. Suatu hari, Ibu bilang dia mau pergi meninggalkanku dan Ayah. Aku sangat takut sampai jatuh pingsan. Begitu aku bangun hari itu, semuanya sudah gelap. Aku tidak bisa melihat apa-apa lagi."

​Hati Yudha seolah teriris mendengarnya. Ia mengusap lembut rambut Lulu untuk menenangkannya. "Tenang saja, Lu. Mulai sekarang, semuanya akan baik-baik saja."

​"Iya, Kak!" Lulu tersenyum manis, merasa hangat oleh perhatian Yudha.

​Satu hari berlalu, Fajri akhirnya selesai mengumpulkan semua tanaman herbal dan menghabiskan waktu seharian untuk meracik ramuan tersebut ke dalam bak mandi kayu. Segalanya telah siap. Namun, situasi ini membuat Yudha merasa canggung. Meskipun ia bukan pria suci, ia benar-benar tidak ingin memiliki pikiran kotor terhadap Lulu di saat seperti ini.

​Lulu, meski tampak sangat malu, akhirnya melepas pakaiannya setelah mencoba menenangkan diri. Sosok yang murni muncul di hadapan Yudha. Kulitnya putih bersih dan halus, memancarkan aura polos yang membuat tenggorokan Yudha mendadak kering. Sebagai pria normal, sulit baginya untuk benar-benar tidak bereaksi, namun ia segera mengutuk dirinya sendiri dalam hati. Ia harus fokus pada kesembuhan gadis ini.

​Yudha menghampiri Lulu, mengangkat tubuh mungilnya dengan hati-hati, dan membantunya duduk di dalam bak mandi kayu yang berisi cairan obat panas.

​Cairan itu berfungsi untuk menguapkan energi statis yang meracuni tubuh Lulu. Panasnya ramuan itu membuat kulit Lulu seketika berubah merah padam. Meski keringat bercucuran dan rasa sakit menyengat kulitnya, Lulu menggertak gigi dan bertahan tanpa mengeluh. Melihat perjuangan Lulu, Yudha terus membisikkan kata-kata penyemangat di telinganya.

​Waktu berlalu lambat. Begitu air ramuan di dalam bak berubah warna menjadi hitam pekat—sesuai instruksi Fajri—Yudha segera memulai bagiannya. Ia menempelkan telapak tangannya ke punggung Lulu dan mulai menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam tubuh gadis itu.

​Saat energi Yudha memasuki jalur saraf Lulu, ia merasakan resistensi yang kuat. Wajahnya berubah serius. Ternyata energi statis yang menyumbat tubuh Lulu sudah sangat mengakar selama bertahun-tahun, batinnya. Dengan penuh ketelitian, Yudha menuntun tenaga dalamnya untuk menarik keluar sumbatan tersebut, membiarkannya menguap keluar dari pori-pori kulit Lulu.

Setelah tiga jam perjuangan yang menguras tenaga, sisa-sisa energi negatif terakhir dalam tubuh Lulu akhirnya berhasil dikeluarkan. Yudha menghela napas panjang; ia berhasil. Tubuhnya basah kuyup oleh keringat, dan rasa lelah yang luar biasa menghampirinya, seolah-olah ia baru saja pulang dari medan perang. Namun, melihat Lulu yang kini tampak lebih tenang, semua rasa lelah itu terasa sepadan.

​Setelah membantu Lulu berpakaian dan merebahkannya di ranjang, Yudha tersenyum lembut. "Lulu, tidurlah yang nyenyak. Mungkin besok pagi saat kamu bangun, kamu sudah bisa melihat dunia lagi."

​Mata Lulu berbinar meski masih terpejam. Ia meraih lengan Yudha dengan antusias. "Benarkah, Kak? Lulu bisa melihat lagi? Aku senang sekali!"

​"Tentu saja. Kakak tidak pernah berbohong padamu. Percayalah pada Kakak," ujar Yudha sembari menyentuh pipi Lulu yang mulus dengan kasih sayang.

​"Iya! Kak, aku ingin wajah Kakak menjadi hal pertama yang kulihat besok pagi," pinta Lulu manja sembari menggenggam tangan Yudha.

​"Oke, Kakak janji. Setelah kamu sembuh, Kakak akan membawamu jalan-jalan dan membacakan lebih banyak cerita untukmu," hibur Yudha.

1
Julius Nasution
kenapa harus diganti nama2 tokohnya. jadi nggak menarik kesannya dipaksakan malah jadi kayak karya jiplakan.
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
loh loh koq isinya yudha kn mc nya "zhang yuze" koq bs jdi yg laen alurnya ini kemana koq tidak sesuai thor
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱: kn ini jlid ke 2 sistem penakluk koq bs MC jdi yudha
total 1 replies
Tri Rahayu Amoorea
💪
Tri Rahayu Amoorea
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!