Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.
Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.
Sementara itu, di kamar lain.
Felix masih melongo, sembari terus menatap dada istri nya. Karena tiba tiba kesadaran nya sudah kembali. Dia sudah menjadi normal seperti laki laki dewasa pada umum nya.
'Fandy sialan, kenapa obat yang membuat tingkah laku gue seperti anak 7 tahun, hanya bertahan selama 12 jam. Sialan lo Fandy.' Batin Felix dari dalam hati nya.
Felix sudah kembali dalam mode laki laki dewasa. Felix bingung harus merespon perempuan yang bertingkah aneh di depan nya seperti apa.
Buka nya dia tidak doyan dada perempuan itu, tapi dia begitu kaget saat kesadaran nya kembali. Qiandra malah membuka dada dan menyodor kan dada nya yang besar itu tepat di depan wajah nya.
Memang Felix akui, jika perempuan di depan nya benar benar cantik. Bahkan kini burung nya benar benar berdiri. Tapi Felix terlalu takut, dia juga terlalu gengsi jika mendapat kan penolakan cinta lagi, jika nanti cinta itu tumbuh dari dalam hati nya.
Felix juga orang normal, dia bukan type orang dengan kelainan seks, seperti hyper seks. Sepanjang hidup nya, dia melakukan hubungan terlarang atau hub seks dengan 2 orang saja. Dua orang itu juga yang menyakiti dan menolak cinta nya Felix.
Selain itu saat setiap malam dia pergi ke klub untuk minum, dia hanya bermain main saja dengan tubuh para perempuan gampangan yang tertarik dan mengejar diri nya.
Felix sangat berhati hati, dia tidak asal melakukan ninu ninu. karena Felix orang dengan IQ tinggi. Tidak mungkin dia memasuk kan benda keramat nya ke sembarangan gua.
"Kata nya mau nenen, kenapa malah diam seperti patung?" Tanya Qiandra dengan wajah bingung.
"Gak, gu - e." Ucapan Felix dengan nada suara dewasa pun akhir nya terjeda. Felix pun akir nya teringat jika diri nya sekarang sedang dalam mode pura pura menjadi anak kecil.
Qiandra sendiri membulat kan mata nya kala mendengar apa yang barusan suami nya itu kata kan.
"Aku mau ke kamar mandi dulu ya!" Tiba tiba Felix mengubah nada suara nya seperti anak kecil, tapi hal ini membuat Qiandra yang sedikit bodoh curiga.
Karena saat ini nada suara Felix seperti di buat buat, sungguh berbeda dengan suara suami nya tadi. Dan satu lagi biasa nya Felix manja ke pada nya dan memanggil nya dengan nama Qian.
Felix pun lari ngacir dan masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa dia mengunci pintu kamar mandi itu. Lalu dia mengambil hape jadul yang dia simpan di tempat begitu tersembunyi di dalam kamar mandi.
Tut
Tut
Felix menutup bagian kepala nya dengan sebuah handuk, agar suara nya tidak terdengar sampai keluar kamar mandi. Bahkan Felix sengaja menghidup kan kran air. Agar yang terdengar dari dalam kamar mandi, hanya suara gemericik air.
Fandy : "Tumben?"
Felix : "Sialan, apa gak ada obat yang bertahan lebih dari 12 jam. Gue udah mahal mahal bayar elo buat obat itu."
Fandy : "ha ha ha." Fandy malah tertawa lebar.
Felix : "Gue butuh obat yang bertahan 2 sampai 4 hari langsung."
Fandy : "Gak ada lah, elo bisa overdosis bro. Bisa bisa otak elo itu malah jadi geser beneran!" ter dengar dari balik telepon, Fandy terus menahan tawa nya.
Felix : "Kasih gue yang lebih lama lagi dari ini, soal nya gue curiga. Bukan nyokap gue dalang dari semua masalah itu. Tapi nyokap nya si Rio yang playing fictim."
Fandy : " Elo gak kasihan ama nyokap elo, kerjaan dia jadi banyak banget loh karena aksi elo ini!. Elo bikin dia susah dengan menghandle semua pekerjaan elo."
Felix : "Biarin, biar dia tahu susah nya jadi gue. Sebelum kebenaran ini terungkap, gue tetep masih membenci nyokap gue. Kapan obat nya bisa elo kirim?"
Fandy : "Seminggu lagi, karena di indo gak ada bro. Ada nya di Aussie. Gue lagi sibuk!"
Felix : "Apa seminggu lagi, gak. Gak besok elo harus kirim obat itu ke gue. Seperti biasa lewat Reno."
Fandy : "Gue gak mau kalau ketemu lagi sama si Reno, Jijay gue di pegang pegang sama dia."
Felix : " elo gak usah takut, dia itu normal."
Fandy : "Normal apaan? pokok nya gue gak mau. Seminggu lagi gue antar ke rumah elo, sekalian jadwal gue berkunjung."
Felix : "Plis lah, bantu gue. bahkan obat gue tinggal 5 butir doang. Ya udah gue bayar 3 kali lipat.
Fandy : "Gak perlu, gue gak mau dosa karena malak sahabat gue sendiri. Besok obat nya gue titipin istri elo yang cantik itu, gue akan menemui nya sepulang sekolah di area sekolah nya. Gue udah stalking banyak hal tentang istri elo itu."
Felix : "Elo bohongin gue, kata nya obat itu ada nya di Aussie. Kenapa besok udah ada."
Fandy :" Karena sekarang gue emang posisi nya sudah berada di Ausie. Gue tertarik banget ma istri elo itu. Beneran sekarang cuman pernikahan di atas kertas kan? Gak elo apa apa in kan si Qiandra. Nanti kalau elo udah cerai, janda nya istri elo biar buat gue."
Felix : "ya ya elo tau kan, gue gak akan melakukan itu ke orang yang gak gue suka. Apa lagi dia masih bocah bro dan satu lagi agak oneng. Sejak kapan selera gue bocah terus Oneng lagi. Oke Deal ya besok titipin obat itu ke istri bocah gue. Dah dulu istri gue manggil manggil nama gue."
Felix pun menutup telepon nya sepihak. Lalu mematikan kran air. Tapi yang membuat nya bingung. Di luar kamar mandi terdengar begitu ramai, seperti ada banyak orang yang berada di dalam kamar nya.
Bahkan dia melihat ke arah handle pintu kamar mandi, seperti orang yang sedang berusaha untuk membuka paksa bahkan menjebol kamar mandi nya.
"Duh jangan jangan istri oneng gue minta bantuan orang rumah sambil nangis nangis lagi, karena ngira gue kelelep di bath tub kamar mandi. kalau gak ngira kepala gue masuk ke dalam toilet duduk. gue harus segera meminum obat itu dulu"
Brakkk
Pintu pun terbuka. Semua melongo melihat ke arah Felix.