Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Para Penyembah Iblis
Makam ibu Ren tidak berada di pemakaman desa maupun pemakaman yang di buat untuk korban, makamnya berada di belakang rumah Ren, di samping makam ayahnya.
Setibanya di depan rumahnya, Ren melihat rumah yang di kelilingi pagar kayu itu sudah hangus terbakar, terdapat beberapa lubang di dinding dan atap.
Ren sudah menduga jika kondisi rumahnya tidak akan baik-baik saja, para penyembah iblis waktu itu benar-benar kejam dan tidak kenal ampun.
Melihat rumahnya berada dalam kondisi seperti itu membuat Ren sangat sedih, meski begitu, dia tidak lupa tujuan utamanya, dia mendarat dan langsung pergi ke halaman belakang.
Di halaman belakang, Ren melihat dua makam, di batu nisan Ren melihat dua nama, Reina Abraham dan Zen Abraham.
Melihat batu bata yang dia tempatkan di atas makam ibu dan ayahnya masih sama seperti yang dia ingat, kelegaan memenuhi hati Ren, dia bersyukur makam kedua orang tuanya baik-baik saja.
" Hahh... sepertinya aku terlalu khawatir hingga membuatku berpikir yang tidak-tidak "
Ren menghela nafas, dari dulu dia memang tidak bisa tenang ketika ada masalah yang berhubungan dengan ibunya.
Karena kedua makam itu kotor, Ren berniat untuk membersihkannya, dia mengambil sapu lidi yang dia taruh di dekat pagar sebelum meninggalkan desa.
' Makam ibu dan ayah baik-baik saja, pertanyaannya sekarang adalah apa yang Erin von Trysa itu rencanakan dengan membongkar makam? '
' Apa dia berniat menggunakan semua tengkorak itu sebagai media untuk memanggil jiwa yang ada di dunia Roh, jika ini benar maka wanita bernama Erin ini adalah seorang Necromancer '
' Jika bukan, Erin von Trysa mungkin ingin melakukan semacam ritual atau eksperimen tidak manusiawi '
' Hahh... seharusnya aku menanyakan kemana para bandit mengirim tengkorak sebelum membunuhnya, sial! '
' Para bandit yang tersisa sudah keluar dari desa ini, mengejar mereka akan menjadi sangat sulit sekarang '
Ren menghela nafas, sebelum dia pergi dari desa, dia akan melihat apa yang ada di dalam rumah kakek Baram, atau markas para bandit.
Setelah selesai membersihkan makam, Ren duduk di depan makam ibu dan ayahnya.
" Ibu, ayah, maaf karena jarang mengunjungi kalian berdua akhir-akhir ini "
Ren tidak mengenal ayahnya, dia sudah meninggal saat Ren masih berada di dalam kandungan ibunya, Ren tidak memiliki rasa kasih sayang yang sama dengan ibunya terhadap ayahnya, perasaan Ren terhadap ayahnya hanya sebatas menghormatinya.
" Aku hidup dengan baik, kalian berdua tidak usah khawatir "
Setelah selesai, Ren pergi meninggalkan makam orang tuanya, masuk kedalam rumahnya melalui pintu belakang.
Di dalam, Ren melihat dapur yang dia gunakan untuk memasak sangat berantakan, semua peralatan masak di penuhi debu, beberapa puing-puing atap jatuh dan merusak piring.
Ren pergi dari dapur dan melihat kondisi ruang tamu juga tidak jauh berbeda, beberapa barang ada yang menunjukkan tanda rusak oleh seseorang, Ren tahu jika para penyembah iblis waktu itu masuk kedalam rumahnya.
Membayangkan para penyembah iblis itu mengacak-acak rumahnya membuat Ren sangat marah.
Ren masuk kedalam kamarnya dan melihat kondisinya tidak jauh lebih baik daripada ruang tamu, lemari tempat dia menyimpan pakaian sekarang rusak.
Setelah puas melihat kondisi rumahnya, Ren keluar dan dengan cepat terbang menuju rumah kakek Baram yang di jadikan markas oleh para bandit.
Setibanya disana, Ren masuk melalui lubang yang dia buat di lantai dua, ternyata itu adalah sebuah kamar, dia keluar dan melihat tangga menuju ke bawah.
' Lebih bersih dari yang aku kira, berbeda dengan para bandit yang aku tahu '
Karena penasaran, Ren pergi ke kamar lainnya, di lantai dua ini terdapat tiga kamar, dia memeriksa salah satunya dan menemukan tumpukan amplop tersusun rapi di atas meja.
Melihat kebersihan dan kerapian kamar tersebut, Ren yakin jika ini adalah ksmar yang Gram tempati.
Ren membuka salah satu amplop dan mengeluarkan surat di dalamnya.
" 22 Mei! "
" Surat ini di buat seminggu sebelum aku datang ke kota Lonor "
' Terpujilah Dewi Kegelapan yang tertidur di dunia ini '
' 3 tahun lagi hari pengorbanan akan datang, tugasmu sama seperti sebelumnya, mengumpulkan semua kerangka manusia yang ada di desa yang telah di hancurkan ke tempat itu '
Alis Ren mengerutkan, dia selalu penasaran kenapa para penyembah iblis waktu itu menyerang desanya, setelah membaca surat tersebut, dia akhirnya tahu jika para penyembah iblis waktu itu menyerang desa Lestor bukan karena mereka bosan, tapi ada orang yang menyuruh mereka.
' Aku tahu kekhawatiranmu, tapi yakinlah, semua petualang yang datang akan membantumu menutupi rencana kita, rekan kita yang berada di lingkungan masyarakat manusia akan secara aktif membuat misi di guild petualang '
" Hah? "
Ren bingung, dia sama sekali tidak bisa mengerti apa arti dari susunan kalimat tersebut.
' Jadi untuk menghapus semua bukti, bakar semua surat yang akan aku kirim padamu di masa depan, oh dan surat ini juga '
Karena itu adalah paragraf terakhir, Ren menaruh surat tersebut di atas meja lalu memegangi kepalanya.
' Tampaknya bos bandit yang aku bunuh sebelumnya adalah orang yang ingin bergabung dengan sebuah organisasi, dan surat ini menjadi awal diterimanya dia dalam organisasi '
' Jika orang yang mengirim surat ini ada hubungannya dengan para penyembah iblis yang menyerang desa Lestor waktu itu, maka organisasi yang sesuai adalah Black Sun '
Ren menatap surat yang baru saja dia baca, bagian yang menjadi misteri adalah hari pengorbanan yang akan di lakukan 3 tahun lagi, membuat misi di guild petualang secara aktif, dan kenapa bos bandit bernama Gram tidak membakar surat tersebut.
' Mage itu mungkin tidak membakar surat ini karena dia masih baru dan cukup ragu, atau dia berpikir surat ini penting '
' Dan untuk membuat misi di guild petualang secara aktif, aku akan bertanya pada Neil, kemungkinan besar misi yang aku ambil ini ada hubungannya '
Berharap untuk mendapatkan informasi lainnya, Ren mengambil amplop surat yang lain, dia mengeluarkan isinya dan mulai membacanya.
' Kau bingung... hahaha, baiklah akan aku jelaskan rencana ini sedikit saja '
Ren menganggukkan kepalanya, ya aku juga bingung.
' Seperti yang kau ketahui, meskipun guild petualang itu kuat, semua anggotanya terpisah dan memiliki ikatan yang lemah, mereka bebas untuk tidak membantu rekan-rekan mereka yang kesulitan '
' Alasan rekan kita membuat misi di guild petualang adalah untuk menghindari mata para kesatria sihir, coba pikirkan, bukankah lebih baik di perhatikan oleh sekelompok orang gila uang yang terpisah-pisah daripada satu pasukan kesatria '
' Misi di buat untuk membuat para kesatria berpikir jika masalah di sebuah desa yang kita incar akan di tangani oleh petualang, karena ini guild petualang yang kita bicarakan, mereka tentunya hanya akan mengirim beberapa orang, berhasil atau gagal, mereka tidak peduli selama mereka mendapatkan uangnya '
' Jika para petualang itu berhasil menangani masalah yang ada, itu berarti kita sedang tidak beruntung, jika mereka gagal, rekan kita akan datang dengan menyamar sebagai bandit atau sesuatu yang lain '
' Setelah misi yang di berikan selesai, rekan kita akan membuat misi lagi untuk membuat seorang petualang datang, jika saat itu terjadi padamu, kabur dan korbankan bawahanmu '
Setelah membaca hal itu, Ren akhirnya mengerti, dia di kirim ke desa ini untuk menghapus bukti, orang-orang akan berpikir jika dia hanya menyingkirkan bandit biasa, dan apa yang para penyembah iblis lakukan menghilang begitu saja.
' Apakah aku harus mengatakan aku beruntung karena menemukan surat ini atau sial karena terlibat dalam rencana besar para penyembah iblis '
Ren memegangi kepalanya, dia bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.
' Jika aku menyerahkan semua surat ini pada para kesatria, penyembah iblis yang bersembunyi akan menemukanku, dengan kekuatanku yang sekarang, aku pastinya akan terbunuh '
' Tidak tidak, tenanglah Ren, aku bisa melempar semua surat ini di depan pintu markas kesatria sihir pada malam hari lalu kabur '
' Tidak melakukan apapun saat bencana besar akan terjadi adalah sebuah dosa besar '
Apalagi bencana ini mungkin akan mengancam ibu dan ayahnya yang sudah meninggal, Ren yakin jika para penyembah iblis itu akan melakukan sesuatu yang sangat mengerikan pada semua tengkorak yang mereka kumpulkan.
Ren membuka surat-surat yang tersisa tapi tidak menemukan dimana para penyembah iblis mengumpulkan semua tengkorak itu dan apa yang akan mereka lakukan terhadapnya, yang Ren temukan hanyalah kenyataan jika bukan hanya desa Lestor yang di incar, ada lebih dari seratus desa yang di incar, dan hal ini terjadi di seluruh kerajaan Avalonia!
Karena takut orang yang mengirim surat datang untuk memeriksa situasi di desa, Ren memasukkan semua surat yang ada di meja kedalam tasnya, membawa pergi semuanya.
Sebagai pemeriksaan terakhir, Ren pergi ke tempat dimana dia membunuh bos bandit, Gram, yang sebenarnya merupakan seorang penyembah iblis.
Setibanya disana, tubuh dan kepala Gram masih ada, dia benar-benar sudah mati, dia bisa pergi dengan tenang sekarang.
' Erin von Trysa mungkin ada hubungannya dengan ini, dan bisa juga dialah orang yang mengirim surat-surat ini '
' Dewi Kegelapan yang tertidur di dunia ini, aku harus mencari tahu tentang hal ini nanti, mungkin aku bisa mendapatkan semacam petunjuk '
' Tapi jika organisasi yang bersangkutan memang benar Black Sun, Dewi Kegelapan ini mungkin adalah iblis '