NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Traktiran

​"Bapak yang usir Mas Dika dari sini, jadi Bapak yang harus bayar seluruh tagihan daging ini!" tuntut Aluna keras sambil menunjuk kertas tagihan di atas meja. Matanya melotot tajam tidak mau kalah.

​Elvano mendengus kasar. Dia menarik dompet kulitnya, mengeluarkan selembar kartu hitam prioritas, lalu melemparnya ke meja kasir sebelum mereka berjalan keluar restoran. "Hanya orang sangat bodoh yang menangisi kepergian akuntan amatir itu. Tagihan ini bukan masalah besar buatku."

​"Bukan masalah besar dari Hongkong! Perutku masih lapar! Aku baru makan tiga potong daging dan acara makanku hancur berantakan!" Aluna mengejar langkah lebar Elvano menuju trotoar. "Bapak janji ganti rugi satu kali makan enak malam ini juga! Ayo cepat traktir aku sekarang!"

​Elvano berhenti mendadak. Otak bisnisnya menghitung efisiensi pengeluaran. Mentraktir Aluna di restoran mewah lagi sama dengan pemborosan ganda. Matanya memindai sekeliling jalan raya yang ramai. Pandangannya tertuju pada spanduk kain kuning terang bertuliskan Pecel Lele Mas Bejo di seberang jalan.

​"Kita makan malam di sana," tunjuk Elvano dengan dagunya.

​Aluna melongo melihat arah tunjukan bosnya. "Pecel lele pinggir jalan? Bapak serius tuh? Bos Diwantara Group mau makan di tenda pinggir selokan kotor begini?"

​"Ikan lele mengandung protein tinggi. Harga satu porsi lengkap dengan nasi dan es teh manis hanya dua puluh ribu rupiah. Jauh lebih rasional daripada membakar uang ratusan ribu untuk daging berlemak saja," jelas Elvano kaku, langsung berjalan menyeberang jalan tanpa menunggu persetujuan asistennya.

​Suasana tenda pecel lele itu cukup ramai. Asap penggorengan mengepul tebal perih di mata. Elvano duduk kaku di kursi plastik merah. Wajahnya ditekuk sangat parah melihat meja kayu lengket berminyak dan tumpukan tisu gulung kasar di depannya.

"Nggak jadi, kita pulang saja," ucap Elvano tiba-tiba.

"Lho kenapa? Bapak jangan menjilat ludah sendiri dong."

​"Lihat minyak goreng di wajan besar itu. Warnanya hitam pekat. Itu sumber kolesterol dan radikal bebas yang memicu penyakit mematikan. Belum lagi debu knalpot bertebaran yang menempel di lalapan kubis mentah itu," omel Elvano tajam mengkritik setiap sudut warung kecil tersebut. Padahal dia yang mengajak Aluna.

​Aluna sama sekali tidak peduli omelannya. Dia mencuci tangannya di mangkuk kobokan berisi irisan jeruk nipis segar. "Bapak kalau memang tidak mau makan, diam duduk manis di situ. Jangan merusak selera makanku untuk kedua kalinya hari ini."

​Pesanan mereka tiba. Dua piring nasi uduk hangat, lele goreng garing, dan sambal tomat merah merona. Aluna langsung meracik suapannya lincah dengan tangan kosong. Dia memisahkan duri lele perlahan, mencocol daging putihnya ke dalam sambal, lalu menyuapkannya nikmat ke mulut.

​"Nikmat banget, sumpah!" puji Aluna puas dengan mata terpejam kegirangan. Dia mengunyah sangat lahap tanpa memedulikan bosnya yang masih menatap piringnya sendiri dengan tatapan horor ketakutan.

​"Bagaimana bisa kamu memasukkan makanan penuh minyak hitam itu ke dalam tubuhmu dengan sangat tenang?" tanya Elvano heran melihatnya.

​"Karena makanan ini sangat enak, Pak Bos! Coba saja gigit sedikit. Dijamin Bapak langsung lupa sama grafik saham sejenak," tantang Aluna nekat.

​Aluna menyendok sebagian nasi uduk, irisan daging lele yang empuk, dan sedikit olesan sambal tomat menggunakan sendok makan bersih miliknya. Gadis itu menyodorkan sendok tersebut tepat ke depan mulut Elvano.

​"Buka mulutnya. Cicipi rasanya dulu, baru Bapak boleh protes," bujuk Aluna santai.

​Elvano yang masih terbiasa fokus pada argumen logikanya, refleks membuka mulut begitu ada makanan disodorkan mendadak ke bibirnya. Dia mengunyah perlahan. Matanya mendadak melebar kaget. Perpaduan gurihnya nasi uduk, renyahnya daging ikan lele, dan pedas manisnya sambal langsung meledak hebat di lidahnya. Sangat enak.

​Namun sedetik kemudian, Elvano sadar sepenuhnya pada realita. Dia baru saja menerima suapan langsung oleh tangan asisten pribadinya di warung tenda kotor pinggir jalan raya! Wajah pucat Elvano mendadak berubah memerah padam sampai ke daun telinga.

​"Ka-kamu beraninya menyuapiku?!" protes Elvano panik salah tingkah, buru-buru mengambil gelas es teh dan meminumnya dengan rakus untuk menutupi rasa malu yang luar biasa bergejolak.

​Aluna tertawa lepas puas melihat reaksi bosnya yang salah tingkah parah. "Katanya tidak sudi makan? Tapi dikunyah habis juga kan lelenya? Enak rasanya kan, Pak?"

​Di seberang jalan raya, dari balik kaca sebuah kedai kopi sepi, seorang pria muda yang mengenakan ID card (kartu tanda pengenal) resmi karyawan Diwantara Group berdiri mematung. Pria itu mengangkat ponsel pintarnya perlahan, membesarkan jepretan lensa kamera ke arah tenda pecel lele.

​Cekrek!

​Sebuah foto jelas yang menampilkan bos es mereka, CEO Diwantara Group yang super pelit dan sangat galak, sedang disuapi sepotong pecel lele oleh asisten pribadinya , tersimpan rapi di galeri ponsel tersebut.

1
Muft Smoker
aaaa so sweet banget kn si bos kalkulator ,, 🤭🤭🤭🤭
Yatini
dasar konyol el😍
Nurul Boed
🤣🤣
This Is Me
Makanya harusnya juga mending sewa payung 50ribu. 🤣🤣🤣
Savana Liora: iya. pengalaman aku ya, biasanya kalo lg pengen ngirit banget di satu hal, justru ada pengeluaran di hal lain yg lebih gede. jd ga bisa dimedit-meditin banget 🤣
total 1 replies
Herlina
lanjut kk, aku suka semua karya kk❤❤❤
Savana Liora: makasih kkk 🙏🙏🙏
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pernyataan cinta model apa ini sodaraaa
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lama2 stroke si elvano🤣🤣
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jd inget lagu "memori daun pisang"
Savana Liora: iya yak 🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
medit amat woiiii🤣🤣
Jaya Fandi
ampuuun,,bikin melting abiiis,,, lanjuuut ka
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Septi Lahat
ok fix mrk berdua tuh saling menyukai tpi masih bingung dg perasaan masing-masing😅😅😅
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
ms. S
alamakkk.. kok so sweet nya sih El.. 😍
Savana Liora: lg baik
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Savana Liora: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sikut2 dech
Savana Liora: wkwkwk
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
A R
eaaakk 🤣🤣🤣
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣 punten
total 1 replies
Jaya Fandi
ga sadar dia,,klo mulai posesif 🤭🤭
Jaya Fandi
ulah emaknya itu,,biar elvano keluar duitnya 🤣🤣
Rahma Wati
pak boss bisa romantics juga🤣🤣
Eli Rahma
harus ikhlas ya El...🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!