NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Nona Arrogant

Takdir Cinta Nona Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.

Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.

Pergaulannya kian liar,

Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.

Tuan Anthony marah bukan main,

keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.

Supir pribadi sang ayah,

brugh....
Ester pingsan....

apa yang akan terjadi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34 bakat

Yoga duduk di depan setir berdampingan dengan sang ayah,

sementara Ester duduk di bangku belakang bersama bu Maryam.

Tak ada yang memintanya, tapi Ester sendiri yang menempatkan dirinya di kursi penumpang.

" silahkan di depan nona " pak Bagus tadi mempersilahkannya untuk duduk di depan ketika mereka baru akan masuk mobil tadi,

Tapi Ester menolak,

" silahkan ayah saja, aku di belakang " jawab Ester tadi,

Dan jujur pilihan Ester itu membuat tuan Anthony dan nyonya Hagia yang masih berdiri di teras sana untuk melepas kepergian sang besan menjadi terharu.

Tak ada yang mengajarkan kepada Ester, tapi sepertinya.....

Terlihat biasa memang, tapi tidak bagi pasangan paruh baya orang tua Ester itu.

Satu hal baik yang terjadi pada Ester setelah ia menikah,

sopan santun.

Mobil yang di kendarai Yoga terus melaju menyusuri jalan raya menuju stasiun kota lama. Sepanjang perjalanan suasan menjadi hening.

Rasa canggung seolah melingkupi semua orang saat ini.

Dari tempatnya, Yoga berkali kali melirik Ester yang sejak tadi juga hanya terdiam sambil menatap ke arah luar jendela mobil, dari kaca spion di hadapannya.

" kapan kapan mau ya ikut Yoga pulang ke rumah ayah dan ibu di kampung ?! " bu Maryam terdengar membuka obrolan dengan berkata lembut.

Ester menanggapi ucapan sang ibu mertua, ia menoleh dan menatap wanita baya itu kemudian tersenyum kecil dan mengangguk singkat.

Di depan, pak Bagus juga memperhatikan.

Ia adalah salah satu saksi kelakuan super menyebalkan anak majikannya itu.

Ia juga tak pernah menduga sama sekali jika putri majikannya yang menyebalkan itu justru sekarang menjadi menantunya.

Tapi sekarang gadis menyebalkan itu sepertinya telah berubah, sejak kemaren ia tak melihat kelakuan menyebalkan gadis itu selain melangkah kasar dengan wajah keruh tanpa menyapa siapa siapa naik ke kamarnya.

Suasana kembali terasa hening,

Tak ada lagi suara, bu Maryam kembali diam begitu juga Ester.

Sungguh Ester merasa tak tahu harus bagaimana, ia merasa tertekan sekali saat ini.

Ia takut salah bersikap,

Entah kenapa ia merasa seperti itu, padahal ketika sang papa mengingatkannya akan sikapnya nanti kepada kedua orang tua Yoga,

Ia sempat akan berontak.

Tapi...

Setelah ketemu mereka, kenapa ia justru segan.

Yoga terus melajukan kendaraannya dengan sesekali mencuri curi pandang kepada Ester di belakang sana.

Hingga tak lama, mobilnya sampai di stasiun kota lama.

Dari dalam mobil, merek bisa melihat Zahra dan kedua orang tuanya telah berada di bangku tunggu.

Kemaren sore,

Zahra dan kedua orang tuanya berpamitan lebih dulu karena ingin mampir kerumah nenek dan kakek Zahra dari pihak sang ibu.

Dan esoknya mereka memang sudah janjian bertemu di stasiun untuk kembali ke Lumajang bersama.

Di kampung rumah mereka memang dekat walau beda rt

Kedua orang tua Yoga baru saja keluar dari mobil ketika Zahra yang telah melihat kedatangan mereka datang menghambur.

" pakdhe...budhe..." sapa Zahra sambil mencium punggung tangan kedua pasangan baya itu, netranya tak lepas melirik ke arah Yoga yang nampak membantu Ester dengan telatennya turun dari mobil.

Lirikan Zahra sungguh menunjukkan ketidak sukaan kepada Ester,

Ia kira gadis itu tak akan mau ikut mengingat stasiun yang mereka datangi ini hanya stasiun biasa.

Bahkan terkesan sedikit kotor, ia berharap Yoga akan datang sendiri mengantar kedua orang tuanya.

Ia ingin berdua saja dengan kakak sepupunya itu,

tapi harapannya seketika siran berganti kecewa ketika ia juga melihat Ester.

" sudah lama datangnya Ra ?! " jawab bu Maryam

" barusan kok budhe " jawab Zahra dengan netra yang terus mencuri curi pandang ke pada Yoga.

" oh..ayo kita ke tempat ayah ibumu "

" engge budhe " jawab Zahra sopan.

kemudian mengkuti langkah kedua orang tua Yoga itu setelah sebelumnya ia menoleh menatap Yoga dan tersenyum menyapanya.

" bang " sapa Zahra dan Yoga tersenyum tipis, di sisinya Ester tak melihat sedikitpun kepada Zahra.

Di dalam hati ia berbisik,

( bakat juga dia kayaknya....)

Sampai di kursi tunggu, kedua orang tua Zahra sempat menyapa Ester sebelum akhirnya mereka kembali duduk.

" kamu nggak ikut pulang sekalian Ra ?! " tanya pak Bagus

" mboten pakdhe, minggu depan mungkin pakdhe.." jawab Zahra

" hemm....kamu sudah terlalu lama ninggalin murid murid kamu lo Ra "

" iya pakdhe, tapi nggak papa....di TPQ kan ada mas Bisri " jawab Zahra.

Zahra adalah salah satu guru ngaji di sebuah TPQ yang berada tak jauh dari rumah kedua orang tua Yoga.

Karena alasan menjenguk kakek dan neneknya, Zahra datang ke kota ini sejak beberapa bulan yang lalu.

Awalnya ia berencana satu bulan saja di rumah sang kakek,

Tapi karena ada Yoga juga di kota ini ia jadi enggan pulang.

Ia pikir karena berada di tempat yang sama dengan kakak sepupunya itu juga berada jauh dari orang tua,

Ia akan bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengannya,

Tapi ternyata zonk, waktu Yoga sudah habis untuk majikannya.

Zahra terus melirik ke arah Yoga yang duduk tenang di sisi sang istri yang nampak asyik dengan ponselnya.

" bang...nanti bisakan antar aku pulang ke kampung ?! " tiba tiba Zahra bicara kepada Yoga.

" ya..." jawab Yoga agak gelagapan, ia menoleh sebentar kepada Ester di sisinya, tapi gadis itu seolah tak mendengar apapun.

Ester tetap sibuk dengan ponselnya.

" minggu depan aku balik kampung, abang antar aku ya ?! " ucap Zahra dengan nada sedikit merengek dan sukses membuat kedua orang tua Yoga saling pandang sebelum mereka melirik kepada Ester di sana.

" nggak tahu Ra,

kalau nggak sibuk nanti abang usahain " jawab Yoga kemudian dengan serba salah.

" idih sok sibuk sekarang, emang abang sibuk apaan sih ?! " protes Zahra tak terima

" Ra..." panggil bu Risma sang ibu, Zahra akhirnya diam dengan raut wajah kesal, di liriknya Ester yang tetap nampak tenang di sisi Yoga dengan ponselnya seolah tak mendengar apapun.

Zahra mengumpat di dalam hati.

Tak lama kereta yang akan mereka tumpangi datang,

Bu Maryam segera melangkah mendekat Ester.

" nona..."

" ya..." jawab Ester sedikit kaget,

ia langsung berdiri begitu melihat sang ibu mertua berdiri di hadapannya.

" ibu pamit dulu ya...janji kapan kapan ikut Yoga pulang ya " ucap bu Maryam penuh permohonan.

" i..i..iya...bu " jawab Ester gugup.

" boleh ibu meluk kamu ?! "

" iya...bu "

Bu Maryam pun memeluk Ester sambil mengusap punggungnya pelan.

" maaf ya....

kalau mungkin Yoga membuat kamu kecewa " bisik bu Maryam pelan di telinga Ester, Ester terdiam.

" bu ayo..." ajak pak Bagus.

Bu Maryam melepas pelukannya kemudian mengusap lembut punggung tangan menantunya itu.

" jaga diri baik baik ya....kamu sangat cantik, ibu suka lihat kamu " ucap bu Maryam lagi dan sekali lagi Ester tersenyum.

Tanpa ia sadari, ada yang terselip di dalam telapak tangannya.

" maaf,

ibu dan ayah tak bisa memberi apa apa....semoga kamu selalu sehat "

ucap bu Maryam lagi,

Tak lama ia dan sang suami masuk ke dalam kereta menyusul kedua orang tua Zahra yang telah masuk lebih dulu.

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘯𝘢𝘬𝘮𝘶 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘳𝘪𝘯𝘨𝘴𝘪𝘬𝘬 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘦𝘦𝘵 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘪𝘯 𝘺𝘨 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘯𝘺𝘪𝘤𝘪𝘭 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘶𝘱𝘪𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶🤭😂😂😂
Tuti Tyastuti
𝘱𝘳𝘦𝘵𝘵𝘵 𝘨𝘹 𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘬𝘸𝘬𝘸𝘬🤣🤣🤣
partini
nyicil Lagi ga ,ngrepk" aja terus muna kalau ga terbayang" istrimu pasti sentuhan mu bikin candu cuma gengsi setinggi langit
winarti oye
😄😄😄😄😄prettt kata author nya✌️✌️✌️...
Mardia Emailvivo
siayang buat semua,juga buat author kami,kemaren nunggu up nya gak hadir.... Alhamdulillah sehari ini udah hadir kem Bali,semoga setelah drama yg bikin Arga sllu pusing tar lagi dapat ke bahagian sama non cantik nya.
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘪𝘪𝘩𝘩 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘦𝘳 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘶𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘭𝘵𝘪𝘯𝘨🤭🤣🤣🤣
shinta
telat baca karena reread xyxiiiii


menang banyak tuh pak suami🤣🤣🤣
partini
aihh pamer ga tau Tah itu mantumu menyicil ga kontan 😂😂
cittycevvy
gass KA... up yg bnyk.. gnti yg 2 hari kmarin😍😍🙏🙏
shinta
panas dingin 😄😄😄
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘦𝘯𝘥𝘰𝘳 𝘨𝘢😂😂
partini
is ok ga nyicil kaya kridit pertama bibir terun ke bawah nyusu kebawah lagi makan 😂😂😂
partini: ho oh biar nanti pas unboxing jadi nya membara 😂😂
total 3 replies
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪 𝘱𝘪𝘦𝘵𝘵
shinta
nangis.... kamu kuat Esther, ayok sekarang mah mulailah untuk terbuka dan membuka hati untuk Yoga
partini
ga kamu BADASBEST
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘺𝘰𝘨𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘭𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!