NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34

***

Kabut di Puncak tak lagi terasa seperti selimut yang melindungi, melainkan seperti kain kafan yang perlahan mencekik Menara Kaca milik Aditya. Memasuki usia kandungan tujuh bulan, tubuh Mayang Puspita Sari—atau Rahayu—kini berada pada titik nadir. Perutnya sudah membuncit besar, kencang, dan berat, menciptakan beban luar biasa pada pinggangnya yang sudah mulai sering mengalami kontraksi palsu.

Namun, beban fisik itu tak sebanding dengan horor yang ia hadapi pagi ini.

Mayang terbangun bukan oleh kecupan atau rintihan nafsu Aditya, melainkan oleh tarikan kasar pada rambutnya. Ia diseret dari ranjang sutra menuju sebuah ruangan kecil di sudut bawah vila—sebuah ruangan yang dulunya adalah gudang penyimpanan anggur, tanpa jendela, dingin, dan hanya beralaskan semen.

"Kau pikir aku sebodoh Aris?" suara Aditya menggelegar, memantul di dinding beton yang lembap.

Pria itu melempar tablet cadangan yang pernah diretas Mayang ke lantai hingga hancur berkeping-keping. Wajah Aditya yang biasanya tenang dan berwibawa kini berubah menjadi topeng kegilaan. Matanya merah, urat-urat di lehernya menonjol mengerikan.

"Kau pikir kamera pengawas di sini hanya untuk hiasan?" Aditya mencengkeram rahang Mayang, memaksanya menatap layar monitor kecil yang sengaja ia pasang di ruangan itu.

Layar itu menampilkan rekaman Mayang saat sedang mengakses data rahasianya beberapa bulan lalu. "Aku melihat semuanya, Mayang. Setiap ketukan jarimu, setiap tetes air mata rencanamu... aku tahu."

Mayang terengah-engah, tangannya secara naluriah melindungi perut besarnya. "Adit... ahhh... perutku... sakit..."

"Sakit?" Aditya tertawa, suara tawa yang kering dan hampa. "Sakitmu belum dimulai, sayang. Kau tahu apa yang paling menyakitkan? Pengkhianatan dari wanita yang sudah kuselematkan dari selokan!"

Aditya menendang sebuah kursi kayu tua ke arah Mayang. "Duduk! Dan jangan berani-berani bergerak."

Selama dua puluh empat jam ke depan, Mayang menjalani neraka yang baru. Aditya melarang siapa pun masuk. Tidak ada air, tidak ada makanan. Mayang dibiarkan merana di ruangan yang sempit dan pengap itu. Kandungan tujuh bulannya membuat ia merasa sesak napas; janin di dalamnya bergerak sangat aktif, seolah ikut merasakan kepanikan sang ibu.

Aditya duduk di depan Mayang, menyesap wiski seolah-olah ia sedang menonton pertunjukan teater.

"Kau tahu siapa dirimu, Mayang?" tanya Aditya dingin, setiap katanya seperti sayatan pisau. "Kau lupa bahwa sebelum kau memakai power suit dan berlian itu, kau hanyalah wanita kampung yang menjual rahimmu. Aris membelimu, Gunawan menyewamu, dan Baskara menghancurkanmu. Kau tidak punya apa-apa! Kau bukan siapa-siapa tanpa pria-pria yang kau khianati!"

"Aku... aku membangun Rahayu Group dengan darahku sendiri..." bisik Mayang parau, bibirnya mulai pecah karena dehidrasi.

"Darahmu?" Aditya berdiri, mendekat dan membungkuk hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Itu darah para pria yang benihnya kau tampung! Kau hanya sebuah wadah, Mayang. Sebuah inkubator cantik yang kebetulan punya sedikit otak. Dan sekarang, wadah itu mencoba melawan pembuatnya?"

Aditya mencengkeram perut Mayang yang besar dengan kasar. Mayang merintih kencang, rasa nyeri menjalar ke seluruh tulang panggulnya.

"Nghhh... ahhh... Adit... lepaskan... bayi ini bisa terluka..."

"Dia kuat! Dia anakku!" bentak Aditya. "Dia tidak akan mati hanya karena ibunya yang tidak tahu diri ini kelaparan sehari. Aku ingin kau sadar sepenuhnya, bahwa di dunia ini, hanya aku yang berkuasa atas dirimu. Aku yang memberikanmu hidup, dan aku yang bisa mengambilnya kembali."

**

Sepanjang malam, di bawah lampu bohlam yang berkedip-kedip, Aditya terus mencaci-maki Mayang. Ia membongkar kembali semua luka lama, membeberkan detail persalinan-persalinan Mayang terdahulu dengan nada menghina, seolah-olah proses suci itu hanyalah transaksi pasar gelap.

*****

Bersambung..

1
Mak e Tongblung
Aira atau Laras nama anaknya
Uthie
Tertarik mampir 👍👍👍👍👍
Uthie
benar-benar jadi iblis 😌
Uthie
Waowww
Uthie
Gak mikir apa soal nantinya anak-anak tsb 😌
Uthie
hmmm
Uthie
mengejar dunia itu cuma ada kecapean yg tak berujung 😁
Uthie
Gila sihhh 😁
Uthie
menarik 👍😏
Uthie
Waowww
Uthie
Apakah akan selamanya??? 😏
Uthie
Hmmmm.... godaan dan ujian dunia😌
Uthie
coba mampir 👍👍
Heresnanaa_: hai kak, happy reading yaa🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!