NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:36.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nomor Ponsel

Dengan suara menggema di semua sudut ruangan, Sera berteriak sekuat tenaga.

"Sialan!"

"Nona tenang, okey?" Mega segera mencegah terjadi gempa bumi jika Sera terus saja melampiaskan kekesalannya.

Duduk kembali, Sera merasa kesal setengah mati.

"Aku rasa semakin sering ketemu, aku akan semakin ingin menghabisinya"

"Ehem, ingat aturan keluarga anda Nona, dilarang_"

"Shit!, aku tau!" sambar Sera tak ingin mendengar kelanjutan ucapan Mega yang dia tahu kemana arahnya.

"Jadi kita akan belajar Nona?" Mega memastikan.

"Okey, kita akan belajar, belajar bahasa yang tidak pernah aku kenal sama sekali, kenapa sih dia tidak memilih investor yang normal-normal saja, dari jepang kek, Amerika, australia, Korea, aku masih menguasai nya, lah ini_, malah bahasa Philipina yang aku gak ngerti sama sekali"

"Tapi mereka investor besar dan sangat menguntungkan perusahaan Nona"

"Ck, aku tau dan kita akan gila-gilaan belajar semalaman, dan mungkin juga aku belajar merukiyah setan bernama Graven Rudolf sekalian"

Sera langsung berdiri meninggalkan tempatnya, ingin segera meninggalkan ruangan dari segenap aktivitas yang menyesakkan, namun saat membuka pintu dirinya di kejutkan dengan seseorang yang menatapnya tajam.

"Astaga!, apa yang kamu lakukan?!" teriak Sera hampir saja jantungnya copot.

Rupanya Grevan sudah ada di hadapannya kini, aneh sekali kenapa ada disini, bukankah mereka sudah pulang?

Kini justru Graven menunjukkan sikap gilanya, tangannya menjulur ke arah Sera seolah sedang menagih sesuatu miliknya.

"Ponsel!"

"Apa?!"

Sera terkejut akan permintaan Graven.

"Kenapa dengan ponsel ku?" Sera masih tidak paham sama sekali.

Graven maju selangkah, mendekati Sera yang hanya diam di tempatnya.

"Aku perlu nomer kontak mu"

"Buat?"

Graven tau ini akan sulit, dia melirik ponsel yang masih di genggam erat oleh pemiliknya, dan sepertinya tak ada niat untuk memberikannya.

"Kita perlu komunikasi langsung jika ada sesuatu yang urgen dan harus di bicarakan Sera"

Sera hanya memberi senyuman tipisnya.

"Ada Mega, ada Email yang tentu kamu sudah tau sebelumnya, jadi gak perlu kamu ikut campur sampai ke Ponsel pribadi segala Tuan Graven Rudolf"

Menatap Sera dengan satu alis yang terangkat, Graven kini lebih mendekati lagi.

"Aku butuh komunikasi langsung, cepat, akurat dan efektif, berikan nomermu, cepat!"

Apa yang dilakukan selanjutnya justru mengejutkan, Sera malah mendekap erat ponsel di dada, yang jelas membuat kesabaran Graven tengah diuji.

"Ponsel"

Graven mengulurkan tangan.

"NO!"

"Ponsel Sera"

"Tidak!"

"Berikan ponselmu, aku masukkan nomerku, lalu bisa kau simpan, cukup singkat bukan?"

"Ada Mega, ponselnya saja"

"Aku tidak berkepentingan dengannya"

"Tapi dia asistenku!"

"Dan aku tak ingin asisten mendengar hal penting lebih dulu, jadi_, serahkan ponselmu, cepat!"

Akhirnya, Sera mau tidak mau harus menyerah, dengan sangat tidak rela, menyerahkan ponselnya dengan terpaksa.

Seperti yang di bilang sebelumnya, Graven mengetikkan nomor ponselnya, lalu dengan cepat tersimpan di kontak ponsel Sera, begitu cepat dan Sera segera menyambar ponselnya kembali.

Sedikit bernafas lega, Sera kini memeriksa ponselnya, dan memang ada nama Graven Rudolf yang tersimpan di sana, hingga sesuatu yang mengejutkan terjadi.

Ada suara deringan di ponselnya, dan saat menatap layar, muncul nama Graven Rudolf yang besar terpampang di layar ponselnya.

"Sial, katanya hanya mencatat nomermu saja, kenapa malah bisa menghubungi ku sekarang?!" teriak Sera tak terima.

"Maaf, aku harus tau juga nomer mu, dan sepertinya aku yang akan sering menghubungi mu, mengingat bagaimana keadaan mu saat ini"

"Apa?!, apa maksud mu?"

"Hem, lihat pakaian dan cara bicaramu dari tadi, mulai sekarang belajarlah yang rajin Nona Sera"

"Kau menyebalkan!" teriak Sera kesal sekali.

Demi apapun di dunia ini, Sera benar-benar ingin belajar rukiyah kali ini, mengusir orang jelmaan setan yang sepertinya akan banyak mengganggunya nanti.

Berjalan santai menuju ke lift khusus yang ada di depan, Graven sudah di sambut oleh Harry yang sudah lebih dulu memencet tombol hingga pintu terbuka, Graven masuk dan hanya memberikan senyum tipisnya ke Sera sebelum pintu tertutup dan membiarkan wanita itu terdiam di tempatnya.

"Graven sialan!, aku akan buang nomer mu!" Sera mencak-mencak di tempatnya.

"Jangan lakukan Nona, itu percuma" Mega memperingatkan.

"Lalu apa yang harus aku lakukan Mega, aku gak ingin laki-laki setan itu menganggu ku sepanjang waktu"

"Dan saran saya, sebaiknya Nona Sera mulai terbiasa sekarang, karena tak ada yang bisa di lakukan jika Tuan Graven sudah menginginkan"

"Ck, menyebalkan!"

Sera lalu melangkahkan kaki, berjalan melewati ruang demi ruang hingga merasa lega saat disampingnya kini melihat ruang meeting.

"Setidaknya aku sudah terbebas sekarang" gumamnya pelan, tinggal sedikit lagi menuju lift yang ada di depannya.

Ada senyuman, ada bayangan dimana kasur dan masakan lezat Oma ada di pelupuk matanya, kini Sera tersenyum lebar, kakinya semakin cepat melangkah dan_

"Nona Sera tunggu!"

Dibelakang sana terdengar Mega berteriak memanggilnya.

Sera berhenti dan memejamkan matanya. "Ya Tuhan, apalagi ini?!" batinnya berusaha menahan emosi.

"Mega tolong, aku baru saja membayangkan sesuatu yang indah, jangan kau rusak, please _?"

"Maaf Nona, tinggal sedikit lagi, ada yang harus anda tanda tangani, silahkan?" Mega dengan senyum yang di buat semanis mungkin menyodorkan berkas yang di bawanya.

"Memang tidak bisa besok saja?"

"Harus sekarang, biar besok anda fokus bertemu dengan investor saja, dan saya ingatkan nanti malam kita ada acara penting belajar bahasa Philipina" Mega bicara tanpa henti sementara Sera hanya menghela nafas sambil membubuhkan tanda tangannya.

"Oke selesai, dan jangan menggangu ku lagi sampai jam tujuh malam" Wajah serius Sera memberikan peringatan.

"Siap, silahkan pulang duluan Nona, saya akan membereskan pekerjaan kita"

"Terserah!"

Sera benar-benar kesal setengah mati saat ini, kenapa hidupnya seolah tak di biarkan tenang walau sekejap saja.

Hanya punya beberapa jam untuk merasakan apa yang diinginkan, rasanya hidup Sera sudah tamat sekarang.

"Akh!!"

Teriaknya menggema di dalam Lift khusus yang di naiki nya.

Hampir saja tiba di pintu mobilnya, sengaja Sera ingin membawa mobilnya sendiri, merasakan kebebasan di jalan setidaknya bisa mengurangi beban tapi sayang.

Ada suara panggilan dari seseorang yang membuat Sera seketika Ingin menghajarnya.

"Ada apa lagi sekarang?" Sera menerima panggilan.

"Aku kira kamu hilang"

"Ck, kamu punya masalah sama siapa lagi selain melempar kepala orang pakek batu tadi"

"Aku sudah bilang, itu gak sengaja kak, aku iseng melempar batu, eh malah ada yang lewat gitu aja, ya kena"

"Gak sengaja?, kepala orang kamu sasar pakek batu dan bilang gak sengaja, kamu sudah gila!" teriak Sera makin kesal saja.

"Iya memang kenyataanya begitu kak"

"Alen dengar ya, gak mungkin orang dengan suka rela menyerahkan kepalnya untuk di hantam sama batu, jadi tolong bicara yang bisa masuk otak saja, mengerti?!" nada suara Sera naik satu oktaf lagi.

Sera memejamkan matanya, kini jantungnya merasa berdetak tak karuan, pasti konslet karena seharian menanggung beban menghadapi Graven Rudolf yang super sempurna membuat otak ngebul seketika, dan sekarang di tambah adik sepupunya, Alen yang ahli debat, susah di bantah, pinter dan membuat pusing kepala.

Bersambung

Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN.

1
Nandi Ni
Nah....inilah waktu yg tepat untukmu lebih sedikit terbuka,Sera.Kenali hatinya dan pola jalan pikirnya agar kamu mudah mengerti akan dirinya.
Nandi Ni
Mega ini konyol🤣🤣🤣 kalau kepala udah terpenggal,itu artinya tubuhmu akan pindah ke kuburan bukan kemana-mana bawa tubuh tanpa kepala🤣🤣🤣🤣
Nandi Ni
Jadi bawahan emang serba salah,umpama makan buah simalakama
Nandi Ni
komunikasi yg tdk baik memang seringkali menjadi pemicu kesalah pahaman.
Muhammad Makmun Syukrillah
sera itu antara hati pikiran da ucspannya tak sejalan😄😄😄
Muhammad Makmun Syukrillah
terkam aja sera graven udah halal ini
wanti astuti
Mudah²an ga lama lg Sera hatinya sedikit luluh dan ga yg meledak² ya sama mas SUAMI
Nurul Ambar
makin seru ceritanya semangat kak
Muhammad Makmun Syukrillah
uniunik kelakuan keturunan keluarga nufraha
wanti astuti
Waduhhh... Semakin sengit aja nih perdebatan mereka berdua bikin ke 2 asisten mereka bingung dan pastinya pararusing 🤣🤣
Sastri Dalila
😅😅
Mutia
Bagaimana caranya Graven melakukan ikatan darah dg Sera..bingung aku...
Nurul Ambar
greget deh
Nurul Ambar
❤❤❤
Nurul Ambar
makin seru
Mutia
Jadi Sera anaknya Ethan, jd Alen anaknya Ailina ya jadi knp bs lebih tua Sera, sementara lebih duluan menikah Ailin drpd Ethan...
Sastri Dalila
🤭🤭🤭
wanti astuti
Sera mulut nya bilang ga tp hti nya lain sebener nya dia tuh sepertinya pengen deket sama Graven deh gpp kok Sera itung² PDKT sma Mas SUAMI wkwkwk
Nandi Ni
dengan cara apa yah agar mereka akur🤔
Aghitsna Agis
🤣🤣🤣🤣 sera nga usah malu2.meong nga apa2.oan udah suami isyri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!