NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:176.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Pawang

Shanum sudah mengikat rambutnya asal terkesan longgar, "jadi apa yang bener ahhh elah, laper gue Ndu...kapan boleh balik ini?" ia mencoret kata yang sempat ditulis, bahkan...seperti biasa, gadis ini membuat grafiti di belakang buku notes miliknya itu yang telah penuh, bukan lagi namanya melainkan...

Sudut Bung Tomo...ia poles dengan memiringkan ujung pensil agar setiap hurufnya memiliki gradasi warna abu. Jemima sempat melihatnya, "bagus Num, buat spot photobooth." Tunjuk Mima yang kemudian menunjukan itu pada Pandu.

"Cocok. Jadikan!"

Jemima menjepit hidungnya saat Canza baru saja masuk seusai latihan membawa serta peluh dan bau matahari lalu ia membuka topinya, semakin saja Mima membuat gestur muntahnya sambil mendorong kacamata.

"Nih si Bolang baru balik! Bau petualangan atau perjuangan, mas?" Lutfi baru kembali dari kantin dengan membawa dua cup es jeruk. Canza tertawa, "bau lelaki nih!"

"Bau mo nyet, emang." Hardik Mima. Mungkin jika orang lain Canza akan tersinggung, tapi Mima...entahlah, ia sama sekali tak keberatan justru....

"Coba cium, mi..." ia menyerahkan topinya yang membuat Jemima berpindah tempat.

"Mau itu Ndu!" tunjuk Shanum, "ngga ada konsumsi apa gimana sih ini? Ya ampun, ketua panitianya pelit amat..."

"Belum apa-apa udah mau nyalip uang jalan, Num..." tawa Vero, "kalo jadi pejabat gimana, tuh?"

"Gue ngga minat masuk kabinet Indonesia somplak, gue ngga mau jadi wanita karir juga, maunya jadi wanita yang ngabisin duit laki buat beli skin care, zumba, paling cuma anter anak sekolah terus gosipan sambil mukbang sama emak emak TK..." jawab Shanum.

Chika tertawa, "cita-cita mu sungguh mulia sayangkuhhh..."

Lutfi tergelak, "kalo bisa mah spek laki Shanum yang bok3rnya aja emas, ya Num?"

Shanum mengangguk, "betul."

Savero tertawa, "parah. Entar gue bilangin Naka...kalo spek laki Shanum tukang emas, biar dia tutup percetakan, alih profesi..."

Pandu yang tengah serius mendorong kepala Shanum, "ntar gue kasih es jeruk, ah bawel! Tapi kerja dulu."

Shanum meraih pulpen dan notenya, "buruan, gimana jadinya nih konsep acara puncak?! Kelamaan jari gue kapalan nahan pulpen." sewotnya, fokusnya itu buyar dan terganggu dengan yang ada di ujung sana, pandangannya berkali-kali jatuh ke arah pintu masuk, ngobrolin apa sih, lama banget! Anteng banget! pasti bahas masa lalu..

Bahkan Daffa saja yang menjadi penghubung Rea dan Naka tadi sudah kembali dan berdiskusi dengannya, dengan panitia lain tentang konsep acara.

Frizka masuk dengan senyum yang sulit diartikan orang lain namun dipahami teman-temannya sambil menenteng lumpia basah, "mauuu!" Chika menyambutnya lebih dulu.

"Hey, mas-mas ketos lagi pacaran ya di luar? CLBK ngga sih? Ndu...buruan, cepe gocap kan kalo tau gosip Naka lebih dulu dari Mak Buti?" ajak Frizka membuat ketiga teman Naka itu tertawa renyah, "elahhh, siapa emang cewek Naka?"

"Tuh Rea..." tunjuk Frizka ke arah luar, "Lo bertiga aja yang ngga ngeuh, sobat sendiri Deket sama cewek."

Canza sempat merangkak demi melihat ke luar dimana jauh terhalangi beberapa tiang Naka memang sedang bicara dengan Rea, "oh, dibilangin bukan. Gue bilang juga Naka sukanya Shanum..."

Si empunya nama justru tak begitu menggubris, hanya sejenak menghentikan gerakan tangannya lalu melanjutkannya lagi.

Ada rasa senang jika Naka sudah seterbuka itu pada ketiganya, tapi...apa yang sedang dilakukan Naka sekarang, membuat moodnya terlanjur jatuh.

Savero, mencium aroma lumpia basah itu perutnya ikut-ikutan lapar, "gue ke kantin dulu lah..." nyatanya tak cukup hanya se-cup es jeruk saja perutnya diisi. Mesti satu truk jeruk plus kulit-kulitnya sekalian.

Lutfi dan Canza ikut beranjak dari ruang OSIS.

"Eh!!!" Shanum menjeda tugasnya lalu beranjak menyusul, "Nzaaa! Titip!" teriak Shanum.

"Apaan?! Separuh hati? Pretttt!"

Jemima tertawa, "emang si alan kan orang itu."

"Nza...gue aus, laper ihhh!" karena jaraknya yang menjauh, dan Shanum enggan untuk menyusul makanya ia berteriak-teriak. Dari pandangannya ia juga melihat jika di ujung sana Naka terlihat masih asik berdiskusi dengan Rea, tepatnya kini keduanya sudah mengobrol santai...Shanum berdecih menatap malas, sengaja banget! Ia masuk kembali ke dalam.

Rea masih cekikikan disana, entah apa yang dibahas, hanya saja Shanum semakin muak melihatnya.

"Naka emangnya masih disana ya, kok anteng banget ngobrolnya sampe ngga balik-balik, mentang-mentang bukan ketua panitia...apa justru udah balik?" tanya Jemima.

"Tasnya masih disitu." tunjuk Chika ke arah tas Naka diantara tumpukan tas lain.

"Lagi nostalgia sama Rea..." jawab Daffa menyahut.

Pandu yang baru saja santai kini baru bisa angkat bicara, "nostalgia apaan, semasa jadi finalis abang none? Atau pas kelas X?" makin saja obrolan ini membuat Shanum berdebar, sebentar lagi lava pijar siap meledak.

"Oh, emang sekelas dulu ya?" tanya Jemima kini.

Pandu, si paling tau dan si paling google ini mengangguk, "dulu malah sering di ship-ship in sama temen sekelasnya. Gue tau soalnya temen gue sekelas sama mereka."

Shanum mendelik mendengarkan obrolan teman-temannya itu dengan perasaan campur aduk.

"Emang couple goals kayanya kalo jadi." Angguk Frizka.

Srekkk!

"Yahh..." refleks Shanum melihat kertas yang tengah ia beri gradasi pensil sobek sebab ia yang terlalu keras mewarnainya.

"Lah, diapain itu kertas sampe sobek begitu ?"

Shanum beranjak, "mau jajan lah gue!" Bahkan ia hampir memakai sepatunya, tapi di luar dugaan justru Lutfi sudah kembali sendirian dengan membawa satu cup es jeruk dan kebab, "Num...nih, kiriman dari hamba Allah!"

Shanum terdiam, begitupun mereka yang ada di ruangan termasuk Pandu, "siapa Fi, hamba Allah, so-soan misterius banget!"

Shanum menerima itu sementara yang lain mulai bertanya-tanya.

"An jirrr, siapa?!" heboh Chika, Frizka dan Jemima. Sementara Adit ia menatap Pandu, Naka?? Seriusan?

*Mari pulang, marilah pulang...marilah pulang bersama-sama*!!! Chika tertawa menutup pintu ruang OSIS untuk kemudian Adit yang kini menguncinya.

Shanum berjalan duluan bersama teman-temannya, benar-benar meninggalkan Naka di belakang bersama yang lain.

"Num, udah pesen ojek belum? Atau mau gue anter?" tanya Pandu.

"Lah, Ndu...terus gue gimana? Nunggu Lo anter Shanum atau gue duluan dianter?" tanya Chika.

"Kita dempet 3 aja gimana?" tawar Pandu.

Jemima tertawa, "Chika di depan ya kaya bocah yang pake bangku tambahan."

Shanum bergidik, Chika tertawa.

"Gue naik ojol aja kaya biasa." Bahkan Shanum sudah menunjukan aplikasi untuk bersiap memesan.

*Drrtt*...

Shanum tiba-tiba menurunkan dan mendekap ponsel itu sendiri melihat pesan yang masuk, untung saja teman-temannya tak melihat notifikasi pop up yang masuk.

**Mainaka**

*Tunggu di deket motor gue*.

**Shanum**

*Engga usah. Gue udah pesen ojek*.

**Mainaka**

*Batalin*.

**Shanum**

*Udah terlanjur deket. Anter aja Rea* 🤗

Dan sejurus kemudian, Naka justru memanggil Pandu, "Ndu...gue mau ngomong sama Lo sama yang lain.."

Shanum menoleh ke arah Naka yang entah sejak kapan sudah ada di belakangnya, "ngomong apa?" bukan Pandu, bukan pula Chika meski kemudian Pandu dan yang lain ikut penasaran.

"Selama ini sebenernya---"

Shanum membeliak. Disaat semua terhenti dan senyap sejenak, Shanum justru menghentakkan kakinya dua kali, membuat kehebohan sendiri disana, "gilaaa ya...jam berapa sih ini, gue rapat sampe pegel banget kaki, ngerasa ngga sih?"

"Apa sih Num, heboh banget?!"

"Gimana Ka? Lanjut.."

Shanum melotot lalu mengetik kembali dengan kilat.

**Shanum**

*Oke...gue batalin*.

.

.

.

.

"

1
mommyanis
dek Shanum....cita citamu su gguh sungguh sangat mulia,tapi tentunya karna takdir yg dituliskan oleh sang othor,teh Shin.In the riil in the true worlddddd.....cwe mesti punya pengalaman nyari rupiah dulu alias pekerja baru dech cwo cwo mau.Syahrini aj klo bukan artis belum tentu Reino Barak mau 😔🙏🙏🙏🙏🙏😁
sweet escape
Teh up lagi yok yok crazy up hahaha, nemenin shanum yg lagi crazy sama naka 😂😂😂😂😂 kok ankh ngareo naka terusin aja ngomong ngaku hahahahahaha mau liat pandu sama chika shock
sweet escape
Wahahahaha kereeeen cara naka ah sukaaa hahaha emang harus di gituin cewek tipe shanum hahahahaa. Wah tuan muda aku like banget sama kamu. Ini sih cool nya papa ganesh tapi tengilny dan nekatny dewo wkaakka
sweet escape
Hahaha marah marah wkakaakaka yak kita lihat bagaimana tuan muda menaklukkan num num tercinta🥰🤌
sweet escape
Temen temen cowokny shanum sm naka ini tengil jg y, kayak mereka tuh punya kode sama carany sendiri buat tau keadaan temenny sama tindak tanduk temennya. Cowok tuh emang nggk bnyk ngomong tp diem2 mereka tuh di perkumpulan bahasanny y kita2 cewek wkkwkw
sweet escape
Aaaa siapaaaaaa , smg tuan muda naka
sweet escape
Emang kayanya naka yg perlu buat aksi dar der dor biar orang pada tau nih shanum tunanganny. Nungguin keribetan shanum dgn pemikiranny sendiri pasti lama wkwkwkw
sweet escape
Emang kalo sahabat tuh yg paling tau wkakkaa betul nza bukan cewek malahan tunangan
sweet escape
Nah itu mainaka wkakakakaa batuk juga kelur duit😂
Bulan-⁶
kenapa sih sha kamu gak mau publish? kan justru bakalan lebih tenang kalo temen2 pada tau, gak bakalan ribet dan mesti kucing2an
sweet escape
Wah ini sih kecintaan banget sm mima. Ditunggu launching rumahny mima canza teh. Kayak ada sesuatu y d balik kacamata dan kalemny mima dan tengilny canza🥰
sweet escape
Iya hahaha lelaki pekerja keras y nza wkwkwk serah deh nza asal seneng😂
sweet escape
Hahaa gaya mak pandu udah pak ketu bangettt
sweet escape
Hahahhaha bau matahari menyengattyyt
sweet escape
Waaah menarik deh num num🥰
Salim S
udah lah num num ngalah aja lagian ngga mungkin bisa menang kalau debat sama naka mah...tenang num num naka pasti bisa jadi suami seperti yang kamu inginkan...
ieda1195
🤣🤣🤣🤣 jurus naka jitu bgt
ieda1195
selamat, anda salah sasaran, coba lagi yaaa, siapa tau beruntung🤭
ieda1195
wkwkwkwk, aslinya ngamuknya gk karena dpet konsumsi, tp karena naka sama rea,
ieda1195
alih profesi jadi kang mas gitu?? jgn lah kaa ngalah ngalahin hotman Paris ntar kmu 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!