NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Karline sengaja bersembunyi di balik masker dan jaket gembel demi ketenangan. Namun, sebuah insiden di kolam renang membongkar segalanya. Di balik penampilan kumuhnya, ternyata ada kecantikan luar biasa yang membuat seisi sekolah lupa cara bernapas.
​Dean, sang kapten voli yang populer dan arogan, tidak tinggal diam. Sejak napas buatan itu diberikan, Dean mengklaim Karline sebagai miliknya. Kini, Karline harus menghadapi dunia yang memujanya, sekaligus menghadapi obsesi posesif sang kapten yang tidak sudi berbagi tatapan Karline dengan pria mana pun.
​"Lepaskan maskermu. Mulai sekarang, kamu aman di bawah kuasaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Ujian dari Andhika

Sejak percakapan di parkiran sekolah hari itu, pikiran Dean tidak pernah benar-benar tenang. Sikap Karline yang tiba-tiba menjauh terus terbayang di kepalanya. Ia mencoba memahami alasan gadis itu, tapi tetap saja perasaan aneh itu tidak hilang.

Hari-hari berikutnya pun tidak banyak berubah.

Karline tetap bersikap ramah, tetapi ada jarak yang jelas terasa. Ia tidak lagi menunggu Dean di gerbang sekolah, tidak duduk bersamanya saat istirahat, bahkan lebih sering bersama teman-teman lain di kelas.

Dean mencoba menghormati keputusan itu, walau sebenarnya terasa sulit.

Suatu sore setelah sekolah selesai, Dean sedang berdiri di dekat parkiran motor ketika sebuah mobil hitam berhenti di depannya.

Dean mengenali mobil itu.

Mobil keluarga Dharmawijaya.

Pintu mobil terbuka, dan Andhika keluar dari dalamnya. Wajahnya tetap terlihat tenang seperti biasanya, namun aura tegasnya selalu membuat orang lain merasa segan.

“Dean,” ucap Andhika singkat.

Dean langsung berdiri lebih tegak.

“Kak.”

Andhika menatapnya beberapa detik sebelum berkata, “Ada waktu?”

Dean sedikit heran, tapi ia mengangguk.

“Ada.”

Andhika memberi isyarat agar Dean masuk ke mobil. Tanpa banyak bertanya, Dean menuruti.

Mobil itu melaju meninggalkan area sekolah. Beberapa menit berlalu dalam keheningan.

Dean sempat melirik ke arah Andhika.

“Ada sesuatu yang ingin Kakak bicarakan?”

Andhika tidak langsung menjawab. Ia tetap menatap jalan di depan sebelum akhirnya berkata,

“Kamu masih ingin berada di dekat Karline?”

Pertanyaan itu terdengar tiba-tiba.

“Tentu,” jawab Dean tanpa ragu.

Andhika meliriknya sekilas.

“Meskipun dia mulai menjauh darimu?”

Dean terdiam beberapa detik.

“Aku tahu alasannya,” katanya akhirnya. “Dia hanya tidak ingin aku terluka karena dirinya.”

Andhika mengangguk pelan.

“Setidaknya kamu cukup peka untuk menyadari itu.”

Mobil akhirnya berhenti di sebuah tempat yang cukup ramai.

Sebuah restoran.

Dean sedikit mengernyit saat melihat papan nama besar di depan bangunan itu. Restoran tersebut tampak mewah, namun suasananya hangat.

Andhika turun dari mobil.

“Ikut.”

Dean mengikutinya masuk ke dalam restoran.

Beberapa karyawan langsung menyapa Andhika dengan hormat.

“Selamat sore, Chef.”

Dean baru benar-benar menyadari betapa dihormatinya pria itu di tempat ini.

Mereka berjalan melewati ruang makan hingga akhirnya masuk ke area dapur yang besar dan sibuk. Para koki terlihat sedang menyiapkan berbagai hidangan.

Aroma makanan memenuhi ruangan.

Andhika berhenti di dekat salah satu meja stainless.

“Kamu pernah bekerja di dapur restoran?”

Dean menggeleng.

“Belum pernah.”

Andhika menyilangkan tangan.

“Bagus.”

Dean mengerutkan kening.

“Maksud Kakak?”

Andhika menatapnya lurus.

“Aku ingin melihat seberapa jauh kamu benar-benar serius dengan adikku.”

Dean terdiam.

“Karline bukan gadis biasa,” lanjut Andhika. “Hidupnya tidak selalu sederhana seperti yang kamu bayangkan.”

Dean tetap mendengarkan.

“Jika kamu ingin tetap berada di dekatnya, kamu harus siap menghadapi banyak hal. Tekanan, masalah, bahkan orang-orang yang tidak menyukaimu.”

Andhika kemudian menunjuk ke arah dapur yang sibuk.

“Di sini juga sama.”

Dean masih belum sepenuhnya mengerti.

Andhika akhirnya berkata langsung,

“Aku ingin kamu bekerja di sini selama beberapa hari.”

Dean terkejut.

“Bekerja?”

“Ya.”

“Sebagai apa?”

Andhika menjawab singkat,

“Sebagai staf dapur.”

Dean menatapnya bingung.

“Ini… ujian?”

Andhika tidak menyangkal.

“Anggap saja begitu.”

Dean menatap sekeliling dapur yang sibuk. Para koki bergerak cepat, memotong bahan, memasak, menyiapkan hidangan dengan ritme yang nyaris tidak berhenti.

“Kenapa dapur?” tanya Dean.

Andhika menjawab dengan tenang.

“Karena dapur mengajarkan kesabaran.”

Ia melanjutkan,

“Orang yang tidak sabar akan membuat kesalahan. Orang yang mudah menyerah tidak akan bertahan lama.”

Dean memahami maksudnya.

Andhika ingin melihat apakah ia benar-benar serius atau tidak.

“Anda ingin melihat apakah aku akan menyerah?” tanya Dean.

Andhika menatapnya.

“Aku ingin melihat siapa dirimu sebenarnya.”

Keheningan sejenak muncul di antara mereka.

Lalu Dean berkata,

“Baik.”

Jawaban itu langsung keluar tanpa ragu.

Andhika sedikit mengangkat alisnya.

“Kamu bahkan belum tahu seberapa berat pekerjaan ini.”

“Tidak masalah.”

Dean menatapnya dengan serius.

“Kalau ini cara Kakak untuk menilai apakah aku pantas berada di dekat Karline atau tidak… aku akan melakukannya.”

Andhika memperhatikan wajah Dean beberapa detik.

Seolah mencoba membaca apakah pemuda itu hanya bicara atau benar-benar bersungguh-sungguh.

Kemudian ia memanggil salah satu koki senior.

“Pak Bima.”

Seorang pria paruh baya mendekat.

“Ya, Chef?”“Mulai besok anak ini akan membantu di dapur.”

Pak Bima menatap Dean dari atas sampai bawah.“Dia pernah bekerja di dapur sebelumnya?”

“Belum.”

Pak Bima tertawa kecil.“Kalau begitu dia akan belajar dengan cara yang keras.”

Andhika hanya mengangguk.“Pastikan dia tidak diperlakukan berbeda dari staf lain.”

“Baik, Chef.”

Pak Bima kemudian menatap Dean.“Datang besok jam empat sore. Pakai pakaian yang nyaman. Kita mulai dari pekerjaan paling dasar.”

Dean mengangguk.“Baik, Pak.”

Setelah itu Andhika berjalan keluar dari dapur. Dean mengikutinya sampai kembali ke parkiran restoran.

Langit sudah mulai gelap.

Andhika berdiri di dekat mobilnya.“Kamu masih bisa mundur sekarang,” katanya.

Dean menggeleng.“Aku tidak akan mundur.”

Andhika menatapnya sebentar sebelum berkata,“Kalau begitu buktikan.”Ia membuka pintu mobil.

“Jika kamu tidak bisa bertahan bahkan di dapur selama beberapa hari… jangan berharap bisa bertahan di dunia Karline.”Dean memahami maksud kalimat itu.

Namun bukannya merasa gentar, ia justru semakin yakin.“Terima kasih atas kesempatan ini,” ucap Dean.

Andhika tidak menjawab. Ia hanya masuk ke dalam mobil dan menutup pintu.Beberapa detik kemudian mobil itu melaju meninggalkan area restoran.Dean berdiri sendirian di depan bangunan tersebut.Ia menatap papan nama restoran yang bersinar di bawah lampu malam.

Dalam hatinya, satu pikiran muncul.Jika ini adalah ujian dari Andhika…maka ia akan melewatinya.Apa pun yang terjadi.

Tanpa Dean sadari, dari dalam mobil yang sudah cukup jauh, Andhika sempat melirik ke kaca spion.

Ia masih bisa melihat sosok Dean yang berdiri di depan restorannya.Pria itu menghela napas pelan.

“Semoga kamu tidak hanya pandai bicara, anak muda,” gumamnya.

Karena jika Dean benar-benar serius menjaga Karline… ujian ini hanyalah permulaan.

1
Alfriza Lian
msih memantao kali inii d sisi berbeda msih kasihan ama mreka bedua sma2 sling slah fham..entahlah apakah diriku msih berharap mreka bersama ato tidakk hnya thorrrr yg tauu hihi brharap mreka bahagia bersama sih tpi hihihi
jajangmyeon
mnding sm david aj gk sih karline
brawijaya Viloid
benci bgt liat dean 😡
jajangmyeon
co cwiit 🤣
brawijaya Viloid
aq ketinggalan nich 😅
Anonymous
lanjut 😎
Ra H Fadillah
ini cerita saya, semoga kalian suka 🥰
brawijaya Viloid
dean g fokus
Anonymous
semangat dean 🤭
Maya Aliska
masih sepi yah. aku bantu ramein yah thor🤭
aku marathon tau bacanya😍
Ra H Fadillah: Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan ikut meramaikan. Semoga ceritanya dapat terus menghibur Anda 💞😉
total 1 replies
Anonymous
hahaha, buktikan dean 😎
🍁𝐘𝐖❣️💋🄴🄰🅂🅃🄴🅁👻ᴸᴷ
Good lh, kata² Andhika ini 👍👍👍
jajangmyeon
benci bgt liat clarisa
Anonymous
jgn gantung dong thor 😭
jajangmyeon
Suka banget sama ceritanya! Alurnya menarik dan karakternya juga bikin penasaran. Pokoknya recommended, yang lain wajib baca! 😆✨
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
Anonymous
loh kok beda thor?
Anonymous: oke thorr, semangat selalu 💪😎
total 2 replies
jajangmyeon
wihhhhh seru nii
brawijaya Viloid
yey cerita baru 😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!